
Dengan olahan nugget, hasil tangkapan bandeng kini mempunyai nilai tambah daripada sekadar dijual dalam bentuk segar. Ditemui di sela pameran Marketing Entrepreneurship Expo di lantai 3 Java Supermall, duo pengusaha ini memang sedang merintis usaha dari nol. Bandeng, menurut Imron, selain sudah terkenal dengan bandeng presto sebagai oleh-oleh khas Semarang, ternyata juga bisa diolah menjadi nugget yang diklaim baru satu-satunya di Semarang bahkan di Indonesia.
’’Kami berangkat dari nol dan dengan semangat pantang menyerah berusaha mewujudkan usaha kecil-kecilan ini menjadi oleh-oleh khas Semarang seperti halnya bandeng presto, lunpia atau wingko babad,’’ jelas Imron.
Saat ini tempat pembuatan masih dipusatkan di rumah Risky di Kp. Delikrejo RT 12/RW 11 Tandang, Tembalang, Semarang. Kebetulan keluarga Risky juga memiliki usaha oleh-oleh lunpia, sehingga untuk sementara produk ini dititipkan di tempat usaha keluarganya.
Risky menuturkan, cara pembuatan nugget relatif mudah. Mulai dari pencabutan duri, diolah dengan bumbu rahasia, kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan stik lantas digoreng sesuai selera.
Meski tanpa bahan pengawet, produk nugget buatannya bisa bertahan 3-4 hari. Ke depan, ia akan memulai dengan model pengemasan dengan vakum sehingga dengan kemasan kedap udara ini menjamin ketahanan dan citarasa lebih lama. (*/SM)































