Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Berita

VAN DEVENTER (Penggagas Politik Etis)

Top Bisnis by Top Bisnis
22.09.2013
Reading Time: 3 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok

Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

“Indie verloren, rampspoed genoren” (kehilangan Hindia, lahirnya malapetaka) Keperdulian Mr. Conrad Theodor van Deventer terhadap kesejahteraan dan pendidikan kaum bumiputera Hindia Belanda barangkali didasari oleh kecemasan akan kehilangan tanah kolonial. Namun, disadari atau tidak, Politik Etis yang digagas van Deventer menjadi tonggak awal pencerahan kaum bumiputera.
Memang, yang awalnya mendapat kesempatan mencicipi pendidikan modern di Barat hanyalah segelintir kaum elit pribumi. Namun ternyata mereka kelak menjadi pelopor gerakan kemerdekaan Indonesia di awal abad 20. Pemikiran van Deventer sebetulnya mewakili kegelisahan beberapa kalangan orang Belanda sendiri. Penindasan di tanah kolonial yang memuncak pasca Tanam Paksa telah menggelisahkan mereka yang
anti-eksploitasi, seperti Dirk van Hogendorp, Baron van Hoevel (seorang pendeta dan penentang tanam paksa), Multatuli, dan lain-lain. Mereka mencemaskan pecahnya gejolak rakyat di tanah jajahan, yang ternyata bisa membuat perekonomian Belanda bangkrut, seperti yang terjadi setelah Perang Diponegoro.
Intinya, Politik Etis yang dikemukakan van Deventer adalah U politik balas budi” bagi rakyat tanah jajahan. Modernisasi negeri Belanda dibiayai oleh hasil dari tanah jajahan. Karena itu dipandang perlu untuk berterima kasih kepada kaum bumiputera, antara lain dengan cara memberi mereka kesempatan mencicipi pendidikan di Barat. Menurut van Deventer tanggung jawab dan kewajiban meningkatkan kesejahteraan rakyat itu adalah eereschuld (utang budi atau utang kehormatan) Belanda terhadap masyarakat pribumi, khususnya di Jawa (dan Madura).
Lahir di Kota Dordrecht, Nederland, 29 September 1857. Ayahnya adalah Direktur Sekolah Menengah (HBS) di Dordrechat, tempat ia juga tamat pada tahun 1875. Pada tahun itu juga van Deventer menjadi mahasiswa di fakultas hukum Universitas Leiden. Pada tahun 1879 ia memperoleh gelar doktor ilmu hukum dengan disertasinya yang membahas tentang posisi hukum koloni-koloni menurut konstitusi Belanda. Berbekal latar belakang pendidikan yang cukup, pada 1880, van Deventer lulus groot-ambtenaars examen
(ujian pejabat tinggi kolonial) dan berangkat ke Hindia Belanda. Ia bekerja sebagai hakim sampai tahun 1885 dan menjadi pengacara di Semarang sampai 1897. Kasus penjualan candu ilegal dan perkara warisan orang Tionghoa kaya, memberinya pendapatan dalarn jurnlah yang lurnayan untuknya. Menurut sejarahwan Fasseur, hal itu juga rnungkin rnernberikannya rasa bersalah. Pada tahun 1897 ia kernbali ke negeri Belanda.
Pengalarnan di Hindia Belanda rnendorongnya rnenulis artikel di rnajalah de Gids (1899) yang berisi tentang rnengapa dan apa politik etis itu. Ia rnenawarkan tiga jalan untuk rnenaikkan tingkat kemakmuran rakyat; yakni edukasi, ernigrasi (transrnigrasi) untuk mengurangi jumlah penduduk Jawa, dan perluasan irigasi untuk menambah kesuburan sawah serta rnenaikkan produksi pangan. Meski tulisan van Deventer agak membosankan, tapi masyarakat cepat tanggap dan menerima ide pragmatis dan non-ideologis tersebut, apalagi rnornentumnya bertepatan dengan datangnya abad baru dan ratu baru. Gagasan van Deventer diterima dan diresmikan oleh Sri Ratu.
Politik etis terus beljalan walau muncul kritik di sana sini. Sebagai langkah awaI, dibentuklah Komisi Mindere-welvaart untuk rakyat Jawa dan Madura. Pada tahun 1904 Conrad Th. van Deventer diangkat menjadi Ketua Kornisi Kemiskinan tersebut dan ditugaskan meneliti kerniskinan di Jawa dan Madura. Akhirnya konsep koloni eksploitasi pun dihentikan. Tahun 1905, utang pemerintah Hindia Belanda sebesar 40 juta gulden dinyatakan sebagai utang kerajaan dengan ketentuan dalarn tahun-tahun berikutnya, uang itu akan dibayarkan dalam bentuk usaha-usaha untuk kemakmuran rakyat pribumi.
Tahun 1902, van Deventer diangkat menjadi anggota redaksi majalah de Gids. Kumpulan artikeInya setebal tiga jilid tebal diterbitkan di Amsterdam pada 1916. Pada 1905-1909, van Deventer menjadi anggota Tweede Kamer (parlemen) dan selanjutnya menjadi Eerste Kamer (Senat) Belanda. Pada tahun 1913, ia kembali dipilih menjadi anggota Tweede Kamer. Ia tetap mempropagandakan arti penting perluasan pendidikan kepada anak-anak Jawa, pembangunan irigasi, dan penyelenggaran transmigrasi dari Jawa ke Sumatera yang disebut Pulau Harapan.
Van Deventer mengagumi Thomas Stamford Raffles gubernur jenderal Inggris di Jawa (1812-1816) yang menciptakan pajak tanah, dan penulis History of Java; van der Capellen (1825-1830) yang terkenal sebagai
pembela rakyat ked I; dan Fransenn van der Putte, menteri koloni (1870) yang menghapus sistem tanam paksa dan melakukan swastanisasi perkebunan di tanah kolonial. Meski berjasa besar pada lahirnya Indonesia, toh ia jelas bukan orang radikal yang menentang kolonialisme. Ia merestui berlanjutnya perang Aceh sampai titik darah penghabisan. Van Deventer tidak pernah menghendaki pemutusan hubungan an tara kolonial dan kesatuan wilayah kerajaan.
Politik etis efektif berjalan sampai 1905. Dua puluh lima tahun kemudian politik ini benar-benar ditinggalkan
oleh pemerintah Hindia Belanda, akibat depresi ekonomi yang berat. Van Deventer meninggal 27 September 1915 di Den Haag. Ia mewariskan kekayaannya kepada Yayasan van Deventer-Maas untuk memberikan beasiswa bagi pemuda-pemuda Jawa yang berbakat.
ADVERTISEMENT
Tags: BelajarBisnisCaraInformasiPeluangPeluang UsahaSeputar BisnisTipsUsahaWawasan
ShareTweetSendShare
Top Bisnis

Top Bisnis

Related Posts

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok
Berita

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok

12.01.2026
Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading
Berita

Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading

12.01.2026
Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia
Berita

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

05.01.2026
Klaim Nabi Nuh Modern dari Ghana: Ramalan Banjir Tiga Tahun Mulai Natal dan Kontroversi Bahtera Akhir Zaman
Dunia

Klaim Nabi Nuh Modern dari Ghana: Ramalan Banjir Tiga Tahun Mulai Natal dan Kontroversi Bahtera Akhir Zaman

14.12.2025
Daftar Bansos yang Cair 8–25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan
Berita

Daftar Bansos yang Cair 8–25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan

07.12.2025
BNPB Ungkap 867 Korban Meninggal dan 521 Hilang Akibat Bencana di Sumatera: Upaya Pencarian Terus Ditingkatkan
Berita

BNPB Ungkap 867 Korban Meninggal dan 521 Hilang Akibat Bencana di Sumatera: Upaya Pencarian Terus Ditingkatkan

05.12.2025
Next Post
Melly Mike si Penyanyi Young Black and Rich akan Meriahkan Pacu Jalur 2025 di Riau

Ini Dia Khasiat Madu Buat Kesehatan Kulit 2

Ketika sepakbola Indonesia masih dihormati dunia

Iklan

Recommended Stories

Masya Allah Diujung Ramadan, Raflesia Arnoldi Mekar Sempurna

Aqidah Islam (17)

09.01.2012

Ternate : Himbauan utuk melengkapi izin penggunaan frekuensi

03.06.2023

Frekuensi 159,575 Mhz – (linmas) Wedomartani Sleman

03.06.2020

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Penutupan Warong Nasi Padang Tertua di Singapura: Tanda Krisis Bisnis Kuliner dan Dampaknya pada Ekonomi F&B

Penutupan Warong Nasi Padang Tertua di Singapura: Tanda Krisis Bisnis Kuliner dan Dampaknya pada Ekonomi F&B

24.01.2026
Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

24.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Chord Lirik
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains
  • Terjemahan Lagu

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?