Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Cirebon (3): Geomoforlogis Cirebon Zaman Kuno; Dimanakah Posisi GPS Kota Cirebon di Daerah Aliran Sungai Cirebon?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
24.04.2023
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini

Nama
kota Cirebon mengindikasikasikan nama sungai (sungai Cirebon?). Jika begitu,
dimana posisi GPS kota Cirebon berawal? Sudah pasti berada di sisi sungai,
tetapi belum tentu tepat berada di garis pantai masa kini. Mengapa? Berdasarkan
laporan-laporan pada era Portugis, sungai Cirebon dapat dinavigasi hingga tiga
mil laut ke arah hulu/pedalaman. Dalam konteks inilah diperlukan pendekatan
geomorfologi asal usul kota Cirebon yang sekarang.


Kota Cirebon terletak di
daerah pantai utara propinsi Jawa Barat bagian timur. Letak geografis yang
strategis. Geografis Kota Cirebon terletak pada posisi 108.33 dan 6.41 Lintang
Selatan, memanjang dari barat ke timur  8
kilometer, Utara Selatan   11 kilometer
dengan ketinggian dari permukaan laut  5
meter dengan demikian Kota Cirebon merupakan daerah dataran rendah dengan luas
wilayah administrasi   37,35 Km2. Batas sebelah
utara sungai Kedung Pane, sebelah barat sungai Banjir Kanal, sebelah selatan sungai
Kalijaga dan sebelah timur laut Jawa. Kota Cirebon keadaan air tanah pada
umumnya dipengaruhi oleh intrusi air laut, sehingga kebutuhan air bersih
masyarakat untuk keperluan minum sebagian besar bersumber mata airnya  berasal dari Kabupaten Kuningan. Beberapa
daerah/wilayah kondisi air tanah relatif sangat rendah dan rasanya asin karena
intrusi air laut dan tidak dapat digunakan untuk keperluan air minum. Tanah
sebagian subur dan sebagian kurang produktif disebabkan tanah pantai yang
semakin luas akibat endapan sungai-sungai. Pada umumnya tanah di Kota Cirebon
adalah tanah jenis regosal yang berasal dari endapan lava dan piroklasik (pasir,
lempung, tanah liat, tupa, breksi lumpur dan kerikil). Di Kota Cirebon terdapat
empat sungai yang tersebar merata di seluruh wilayah yaitu Sungai Kedung Pane,
Sungai Sukalila, Sungai Kesunean(Kriyan) dan Sungai Kalijaga.
(https://www.cirebonkota.go.id/)

Lantas bagaimana sejarah geomoforlogis wilayah
Cirebon zaman kuno? Seperti disebut di atas, kota Cirebon diduga bermula di
sisi sungai di masa lampau. Wilayah kota yang sekarang secara tofografi datar
dengan ketinggian rendah (sekitar 5 M dpl). Dalam hubungan ini menjadi penting
memahami secara geomorfologi dimana posisi GPS kota Cirebon di daerah aliran sungai
Cirebon. Lalu bagaimana sejarah geomoforlogis wilayah Cirebon zaman kuno? Seperti
kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Geomoforlogis Wilayah Cirebon Zaman Kuno; Dimana
Posisi GPS Kota Cirebon di Daerah Aliran Sungai Cirebon

Untuk memahami geomorfologis wilayah (kota) Cirebon
mulailah dari daerah aliran sungai Cimanuk. Mengapa? Di wilayah ini ada kebenaran
sejarah, tetapi dalam narasi sejarah masa kini ditemukan kesalahan. Namun
sebelum sampai ke permasalahan itu, nama Cimanuk (Chimano) dan nama Cirebon
(Choroboam) disebutkan dalam laporan era Portugis. Dalam hal ini kota
(pelabuhan) Cimanuk dan kota Cirebon sama-sama eksis. Jika pelabuhan Cirebon
adalah kota Cirebon yang sekarang, lalu dimanakah kota/pelabuhan Cimanuk
berada?


Ci Manuk berhulu di Pegunungan Mandalagiri di
Kabupaten Garut pada ketinggian sekitar 1700 meter di atas permukaan laut
(mdpl), lalu mengalir ke arah timur laut sepanjang 180 kilometer, dan bermuara
di Laut Jawa di Kabupaten Indramayu. Ci Manuk pada bagian hilir cukup lebar
sehingga dapat dilayari oleh kapal yang berukuran relatif besar. Pada abad
ke-16, muara Ci Manuk adalah pelabuhan yang ramai dan menjadi salah satu
pelabuhan milik Kerajaan Sunda, sebagaimana dilaporkan oleh Tome Pires sebagai
“Chemano”.
(Wikipedia)

Apakah pelabuhan Cimanuk berada di Kota Indramayu
yang sekarang? Jelas tidak. Juga tidak berada di kota Pamanukan dan juga tidak
di kota Losarang serta juga tidak di kota Jatibarang. Besar dugaan kota
pelabuhan Cimanuk pada awal abad ke-16 berada di jarak terdekat kota pelabuhan Cirebon
dengan sungai Cimanuk. Letak kota Cimanuk itu kira-kira di kecamatan Tukdana
atau kecamatan Sukagumiwang. Untuk diketahui, kota Indramayu yang sekarang
adalah kota baru, suatu kampong yang terbentuk pada awal era Pemerintah Hindia
Belanda.


Tome Pires menyebut dua kota pelabuhan yang berdekatan: Cimanuk dan
Cirebon. Pelabuhan Cirebon kini berada di wilayah Kota Cirebon yang sekarang. Sebagaimana
pelabuhan Cirebon berada di pantai (di suatu teluk), pelabuhan Cimanuk juga
berada di pantai, tetapi tepat berada di muara sungai (kini sungai Cimanuk).
Namun pada masa ini pelabuhan Cimanuk tempo doeloe tersebut, seakan berada jauh
di pedalaman. Seperti disebut di atas pelabuhan Cimanuk tersebut berada di
sekitar kecamatan Tukdana atau kecamatan Sukagumiwang. Dimana posisi tepatnya
kota pelabuhan Cimanuk ini tidak diketahui. Nama (kota pelabuhan) Cimanuk telah
hilang di daerah aliran sungai Cimanuk. Akan tetapi nama Cimanuk menjadi nama generic,
dan wujud desa Cimanuk pada masa ini ditemukan di wilayah Tasikmalaya, wilayah
Pandeglang dan di wilayah Pesawaran (Lampung).

Kota pelabuhan Cirebon hingga kini masih eksis,
sebagai bagian dari Kota Cirebon. Seperti disebut di atas, kota pelabuhan
Cirebon ini pada abad ke-16 diduga berada di bagian dalam suatu teluk besar
(katakanlah teluk Cirebon). Di tengah teluk terdapat suatu pulau kecil (pulau sedimen).
Teluk ini lambat laun menyempit. Pulau kecil yang awalnya berada di tengah laut
lambat laun menyatu dengan daratan. Daratan baru inilah yang kini menjadi wilayah
Kota Cirebon.


Seperti dikutip di atas, di Kota Cirebon yang sekarang terdapat empat
sungai yaitu Sungai Kedung Pane, Sungai Sukalila, Sungai Kesunean (Kriyan) dan
Sungai Kalijaga. Empat sungai ini diduga adalah sungai-sungai yang bermuara ke
teluk Cirebon. Empat sungai inilah yang diduga menjadi penyebab utama
terjadinya sedimentasi di dalam teluk Cirebon. Sementara itu, di muara sungai
Cimanuk terus terjadi proses sedimentasi jangka panjang. Muara sungai Cimanuk
terus bergeser kea rah laut yang lambat laun meninggalkan kampong (kota
pelabuhan) Cimanuk, lalu muara sungai di Jatibarang, terus bergeser ke Lohbener
dan seterusnya ke kampong Indramajoe (yang kini menjadi Kota Indramayu). Muara
sungai Cimanuk ini terus bergerak hingga kini seakan jauh di arah hilir yimur
laut kota Indramayu (di Pantai Tiris yang sekarang). Pada era Pemerintah Hindia
Belanda sungai Cimanuk disodet dengan membangun kanal ke arah barat laut untuk
mengurangi dampak banjir di kota Indramayu.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Dimana Posisi GPS Kota Cirebon di Daerah Aliran Sungai
Cirebon: Apa Perbedaannya Dulu dengan Masa Kini?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 



















*Akhir Matua
Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak
1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta
Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun
di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis
artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang,
utamanya jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan
aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel
sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or
perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetSendShare
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
ADAB AL-MUFTI WA AL-MUSTAFTI i

Sejarah Cirebon (4): Keutamaan Wilayah Cirebon Era VOC hingga Pemerintah Hindia Belanda; Pantai Utara hingga Pantai Selatan

Kamp tahanan Kampili di Gowa setelah terbakar, 1945

Kamp tahanan Kampili di Gowa setelah terbakar, 1945

Iklan

Recommended Stories

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi IFG Life di Surabaya

Hidden Shadow / Feng Ying Ran Mei Xiang – 烽影燃梅香 (2025) Part III

28.05.2025

Kiat Istiqamah di Jalan Allah (3)

08.05.2018
‘Keukeh’ nya Ustadz HTI, Demokrasi Pilkada Pepesan Kosong

‘Keukeh’ nya Ustadz HTI, Demokrasi Pilkada Pepesan Kosong

12.12.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?