Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Pers di Indonesia (15): Organisasi Jurnalis Pribumi; Parada Harahap Memupuk Persatuan untuk Menyuarakan Protes Pers

Tempo Doelo by Tempo Doelo
13.02.2023
Reading Time: 7 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Pers dalam blog ini Klik Disini

Dalam narasi sejarah pers masa ini disebut Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) organisasi wartawan pertama di Indonesia, berdiri 9
Februari 1946. Apa. Iya? Benar bahwa PWI didirikan tanggal itu, tetapi bukan
yang petama, toh! Pada era Pemerintah Hindia Belanda sudah ada organisasi sejenis
namanya PERDI (Persatoean Djoernalis Indonesia). So, mengapa hari lahir PWI
yang dijadikan sebagai hari kelahiran pers nasional? Yang jelas hari PWI adalah
9 Februari, tetapi apakah tanggal itu harus menjadi hari pers nasional (HPN) Indonesia?
 


Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) organisasi wartawan pertama di Indonesia, berdiri 9
Februari 1946 di Surakarta (tanggal tersebut ditetapkan sejak 1985, sebagai Hari
Pers Nasional). Berdirinya organisasi PWI menjadi awal perjuangan Indonesia
dalam menentang kolonialisme di Indonesia. Sebelum didirikan, panitia persiapan
dibentuk 9-10 Februari 1946 di balai pertemuan Sono Suko, Surakarta, saat pertemuan
antar wartawan Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan dua keputusan,
diantaranya adalah: Disetujui membentuk organisasi wartawan Indonesia dengan
nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang diketuai oleh Mr. Sumanang
Surjowinoto dengan sekretaris Sudarjo Tjokrosisworo. Disetujui membentuk sebuah
komisi beranggotakan: Sjamsuddin Sutan Makmur (Harian Rakyat Jakarta), BM Diah
(Merdeka, Jakarta). Abdul Rachmat Nasution (kantor berita Antara, Jakarta). Ronggodanukusumo
(Suara Rakyat, Mojokerto). Mohammad Kurdie (Suara Merdeka, Tasikmalaya). Bambang
Suprapto (Penghela Rakyat, Magelang). Sudjono (Surat Kabar Berjuang, Malang), Suprijo
Djojosupadmo (Kedaulatan Rakyat Yogyakarta). Delapan orang komisi yang telah
dibentuk tersebut selanjutnya dibantu oleh Mr. Sumanang dan Sudarjo Tjokrosisworo,
merumuskan hal-ihwal persuratkabaran nasional waktu itu dan usaha
mengkoordinasinya ke dalam satu barisan pers nasional
(Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah organisasi jurnalis pribumi?
Seperti disebut di atas, organisasi para jurnalis Indonesia sudah ada jauh
sebelum PWI didirikan. Namun anehnya perjuangan jurnalis hanya disebut setelah
tangga 9 Februari 1946. Itu menjadi masalah. Fakta bahwa Parada Harahap merupakan
salah satu pelopor untuk memupuk persatuan diantara para jurnalis untuk menyuarakan
protes pers. Lalu bagaimana sejarah organisasi jurnalis pribumi? Seperti kata
ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan
dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber
tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Organisasi Jurnalis Pribumi; Parada Harahap Memupuk
Persatuan untuk Menyuarakan Protes Pers

Organisasi waratwan Indonesia,
bukan yang pertama Persatoean Djoernalistik Indonesia (PERDI) tetapi juga bukan
pula yang terakhir Persatoean Wartawan Indonesia (PWI
). Namun dua organisasi wartawan yang berbeda ini
sejak era Pemerintah Hindia Belanda termasuk yang kuat di dalam garis continuum
wadah para jurnalis Indonesia. Namun membicaraka
n sejarah continuum wadah para jurnalis Indonesia
tidak cukup hanya PERDI dan PWI. Sebelum terbentuknya PERDI sudah ada wadah
para jurnalis Indonesia, yaitu Perserikatan Kaoem Joernalist yang disingkat PKJ
pada tahun 1931 yang dipimpin oleh Saeroen dan Parada Harahap.


Ketika surat kabar Benih Mardika dibreidel di Medan tahun 1918, mantan
redakturnya Parada Harahap yang telah menjadi redaktur di surat kabar Pewarta
Deli menginisiasi sarikat para jurnalis pribumi. Namun tidak lama kemudian
Parada Harahap pulang kampong mendirikan surat kabar Sinar Merdeka di Padang
Sidempoean tahun 1919. Pada tahun 1920 di Medan kembali dibentuk Inlandschen
Journalistbond (lihat De Sumatra post, 10-03-1920). Lagi-lagi surat kabar Sinar
Merdeka dibreidel tahun 1922, Parada Harahap hijrah ke Batavia dengan
mendirikan surat kabar baru Bintang Hindia. Saat surat kabar Parada Harahap
mulai mekar di Batavia, dilaporkan di Semarang dibentuk organisasi para
jurnalis pribumi tahiun 1923 (lihat De Indische courant, 17-10-1923). Dengan
demikian sudah eksis dua organisasi jurnalis di Medan (sejak 1918) dan di
Semarang (sejak 1914). Catatan: yang dimaksud organisasi jurnalis pribumi
tersebut termasuk wartawan Cina; dengan kata lain organisasi dibentuk untuk
‘melawan’ pers (berbahasa) Belanda. Pada tahun 1925 seiring delik pers yang
terjadi dalam surat kabar Warna Warta di Semarang dan Son Po di Batavia,
dibentuk di Batavia Asosiasi Jurnalis Pribumi dan Cina (lihat Algemeen
handelsblad voor Nederlandsch-Indie, 23-09-1925). Pengurusnya adalah M Thabrani
pemimpin redaksi Hindia Baroe, WR Soepratman sebagai sekretaris dari kantor
berita Alpena dan sebagai komisaris Parada Harahap. Catatan: Parada Harahap
adalah pemimpin umum surat kabar Bintang Hindia dan pemimpin umum kantor berita
Alpena. Hindia Baroe (1925) adalah sukses surat kabar Neratja, surat kabar
dimana Parada Harahap pernah menjadi redaktur sebelum mendirikan Bintang Hindia
tahun 1922.

Perserikatan Kaoem Joernalist
dibentuk dalam kongres wartawan yang diadakan di Semarang. Kelompok nasionalis
di Volksraad telah menyatakan mendukung kongres wartawan pribumi tersebut.
Dalam kongres ini dihadiri sekitar 3.000 orang apakah jurnalis pribumi maupun
jurnalis Cina. Hasil dari kongres wartawan pribumi yang diadakan di Semarang,
menetapkan kantor pusat di Batavia dan dalam rapat penutupan kongres dikukuhkan
sebagai ketua Saeroen, pemimpin redaksi Siang Po di Batavia,
sekretaris-bendahara Parada Harahap, direktur-pemimpin redaksi Bintang Timoer
di Batavia (lihat De avondpost, 01-09-1931). Disebutkan lebih lanjut kongres
berikutnya akan berlangsung di Batavia pada tahun 1932.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Parada Harahap Memupuk Persatuan untuk Menyuarakan
Protes Pers: Perjuangan Para Jurnalis Indonesia Era Pemerintah Hindia Belanda

Setiap masa, organisasi
wartawan non Eropa/Belanda (pribumi/Cina) dibentuk dengan alasan yang
berbeda-beda. Namun pembentukan baru didasarkan karena ada dorongan untuk
Bersatu dan menyatukan dalam menghada suatu isu baru. Pada detik-detik berakhir
Belanda di Hindia, isu baru muncul dimana invasi Jepang sudah di depan mata,
dimana Pontianak, Palembang, Minahasa, Amboina dan Sorong sudah diduki militer
Jepang. Untuk merespon itu para wartawan Indonesia Kembali melakukan kongres di
Jogjakarta pada bulan Februari 1941 (lihat Soerabaijasch handelsblad,
27-02-1941).


Disebutkan dalam konferensi PERDI (Persatoean Djoernalis Indonesiai).
yang diselenggarakan di Kalioerang pada Minggu, 23 Februari lalu, diambil
sejumlah keputusan. Salah satu keputusan organisasi secara keseluruhan dipimpin
langsung oleh sebuah dewan yang berkedudukan di Batavia dan di setiap kota jika
terdapat ada lima orang angggota dapat mendirikan cabang. Keputusan lainnya
memperkenalkan sistem anggota biasa dan luar biasa dimana anggota biasa hanya
dapat menjadi wartawan profesional berkebangsaan Indonesia, sementara wartawan
nonprofesional hanya dapat bergabung sebagai anggota luar biasa. Keputusan juga
menentukan komposisi dewan: ketua, Sjamsoeddin St. Ma’moer; wakil ketua Parada
Harahap, sekretaris Soemanang, bendahara Soetioro. Semua anggota dewan
berkedudukan di Batavia. Untuk komisaris: Adam Malik (Batavia); Moh. Koerdi
(Bandoeng untuk lingkaran Preanger); Sofwanhadi di Solo (untuk kalangan Jawa
Tengah); Soemarto Djjojodihardjo di Soerabaja (untuk lingkar Jawa Timur). Untuk
di Sumatera masih sedang proses pendirian.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Pers di Indonesia (16): Sarikat Surat Kabar; Dja Endar Moeda Radja Surat Kabar Sumatra dan The King of Java Press di Jawa

Laporan Gunung Slamet BPBD Banyumas 12 - 13 Februari 2023

Iklan

Recommended Stories

Hukum Safar Untuk Ziarah ke Makam Rasulullah atau Wali / Orang Shalih

Hukum Safar Untuk Ziarah ke Makam Rasulullah atau Wali / Orang Shalih

07.03.2016

Kuliner Bandung – Gudeg Yu Nap

12.01.2016

Sejarah Bisnis Indonesia (2): Hubungan Bisnis Belanda, Indonesia, Jepang Tempo Dulu; Cinta Pertama Jadi Benci Tapi Rindu

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?