Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (788): Interaksi Penduduk Zaman Kuno; Asam Gunung di Pedalaman, Garam Laut di Pesisir Pantai

Tempo Doelo by Tempo Doelo
21.08.2022
Reading Time: 5 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Sebenarnya siapa kita? Dalam arti luas siapa
sebenarnua populasi yang mendiami nusantara? Apakah penduduk asli atau orang pendatang?
Yang menjadi pertanyaan pertama soal ini siapa penghuni pertama pulau-pulau di
nusantara? Apakah sudah ada begitu saja atau datang dari tempat lain? Jelas
tidak ada yang tahu, karena populasi manusia di nusantara sudah ada ribuan
tahun yang lampau. Lalu muncul teori proto versus deutro Melayu. Namun tidak
dijelaskan sejak kapan keduanya bermula.


Dulu ada teori proto Melayu versus deutro Melayu, tetapi
itu banyak yang menentang dan lambat laun terlupakan. Lalu penggantia teori
apa? Tidak ada teori baru yang menjadi lebih baik. Okelah itu berarti masih ada
ruang yang belum terisi tentang teori penduduk melayu dan non melayu. Lalu,
mengapa harus disebut melayu? Bukankah ada Batak, Jawa dan lainnya. Bahkan
populasi Jawa dari masa ke masa lebih banyak dari populasi Melayu. Boleh jadi
bukan karena hitungan bilangan (jumlah) besar, tetapi hitungan luasnya
(persebaran) populasi yang diidentifikasi karena berbahasa Melayu. Lalu, apakah
populasi berbahasa Melayu harus disebut orang Melayu?  Dalam hal ini tidak dapat dijelaskan soal
kehadiran populasi pertama, karena itu sudah berlangsung sejak zaman pra-sejarah
(ingat manusia purba seperti Phitecanthropus erectus). Oleh karena itu dalam
hal ini dibatasi pada saat kehadiran pendatang di pulau yang terjadi interaksi
yang diduga awal terbentuk budaya di satu sisi dan kemudian di sisi lain
terbentuk populasi baru (umumnya di pesisir/belakang pantai). Dalam hal ii pula
kita tidak sedanng membicarakan (teori) Proto Melayu versus Deutro Melayu,
tertapi teori interaksi penduduk.

Lantas bagaimana sejarah interaksi penduduk zaman
kuno?
Seperti disebut di atas, interaksi
penduduk di zaman kuno adalah salah satu instrument penting dalam terbentuknya
suatu buda (yang menjadi kebudayaan). Dalam berbagai fakta sejarah dan analisis
para ahli di era Hindia Belanda di satu pisah sudah eksis populasi manusia di
berbagai pulau, yang kemudian di sisi lain kehadiran pendatang di pantai telah
terjadi interaksi yang intens dalam perdagangan yang menjadi sebab terbentuknya
budaya baru dan bahkan populasi baru di pesisir.
Lalu bagaimana sejarah interaksi penduduk zaman
kuno? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Interaksi Penduduk Zaman Kuno: Asam Gunung di
Pedalaman dan Garam Laut di Pesisir Pantai

Tunggu deskripsi lengkapnya

Asam Gunung di Pedalaman dan Garam Laut di Pesisir
Pantai: Teori Perdagangan Awal

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetSendShare
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Sistem Mata Uang Kertas (Fiat Money)

10 Manfaat Pallet Plastik dalam Industri Makanan dan Minuman

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Kesatuan infantri KNIL (2)

Iklan

Recommended Stories

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi IFG Life di Surabaya

Hidden Shadow / Feng Ying Ran Mei Xiang – 烽影燃梅香 (2025) Part III

28.05.2025

Kiat Istiqamah di Jalan Allah (3)

08.05.2018
‘Keukeh’ nya Ustadz HTI, Demokrasi Pilkada Pepesan Kosong

‘Keukeh’ nya Ustadz HTI, Demokrasi Pilkada Pepesan Kosong

12.12.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?