Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (749): Bangali di Pantai Timur India dan Geomorfologi; Awal Penyebaran Hindoe/Boedha ke Nusantara

Tempo Doelo by Tempo Doelo
02.08.2022
Reading Time: 14 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Dulu, pernah saya baca artikel yang membahas
terbentuknya permukaan bumi yang sekarang. Disebutkan Afrika telah menjauhi
Amerika Latin karena adanya proses pergeseran permukaan bumi; Dalam pergeseran
ini Afrika sempat terbentur dengan Eropa dan Jazirah Arab. Juga disebutkan
(benua) India bergeser yang menubruk daratan Asia yang menjadi asal mula
terbentuknya pegunungan Himalaya. Jika melihat peta bumi sekarang, terkesan ada
benarnya. Namun penjelasan serupa itu harus diperhatikan terlalu sederhana
(kekanak-kanakan).

Jika Eropa adalah sebuah benua, maka India juga dapat dikatakan sebagai
sebuah benua/daratan luas. Dalam hal bagaimana terbentuknya (permukaan) bumi di
masa purba sulit dijelaskan. Namun bagaimana permukaan bumi terjadi perubahan
luas (wilayah) dapat dijelaskan. Secara geomorfologis permukaan bumi berubah
dapat disebabkan oleh karena adanya abrasi dan adanya sedimentasi jangka
Panjang. Perubahan secara geomorfologis ini dapat diperkuat dengan dukungan
analisis geografi, sebaran flora dan fauna, penyebaran populasi penduduk serta
elemen-elemen peradaban yang lainnya. Juga secara historis dapat diperkuat
dengan teks dan benda-benda kepurbakalaan dan peta-peta yang ada. Kemajuan
teknolog informasi dapat mempercepat pengumpulan data dan informasi pendukung
lainnya./

Lantas bagaimana sejarah geomorfologi Bangladesh dan
Pantai Timur India
? Seperti disebut di atas, dalam penyelidikan
masa ini banyak aspek yang dapat mendukung untuk menjelaskan sejarah dan
perubahan permukaan bumi.
Lalu bagaimana sejarah geomorfologi Bangladesh dan Pantai Timur India? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki
permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang
bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk
menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini
adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan
peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena
saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber
primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena
sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan
atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di
artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Geomorfologi Bangladesh di Pantai Timur India;
Penyebaran Awal Agama Hindoe/Boedha ke Nusantara

Sangat beruntung negara Bangladesh yang sekarang,
karena memiliki sungai besar, dimana dua sungai besar bertemu yakni sungai
Gangga dan sungai Brahmputra yang ke hilir disebut sungai Padma yang betermu
dengan sungai Meghna. Diantara sungai Padna dan sungai Meghna inilah berada
kota Dhaka yang sekarang.


Dalam peta-peta kuno yang disalin oleh pelaut-pelaut Portugis kota Dhaka
yang sekarang masih berada di pantai/pesisir. Dalam peta tersebut di pantai
timur (India) digambarkan sungai Padma di sebelah barat dan sungai Meghna di
sebelah timur. Dua sungai besar ini langsung bermuara ke laut sendiri-sendiri. Sungai
besar lainnya adalah sungai Indus di pantai barat. Sungai ini berhulu di
Himalaya dan bermuara  ke pantai barat di
sekitar Guzarat (kini menjadi perbatasan India dan Pakistan). Dari nama sungai Indus
inilah kemudian India mendapatkan nama (sebutan orang dari arah barat dari
Persia/Arab/Eropa). Penulis-penulis dan para kartografi Portugis mengidentifikasi
sungai Indus itu dengan nama sungai Indo (nama yang kelak akan digunakan untuk
nama Indonesia).

Di pantai timur India, sebelum terbentuk kota Dhaka, sudah sejak lama
eksis Kota Calcutta, suatu kota yang berada di wilayah pesisir/pantai. Di hulu sungai
Gangga terdapat kota (New) Delhi. Dalam hal ini, wilayah Bangladesh yang
sekarang, sejatinya pada masa lampau adalah wilayah yang penting, tidak hanya terdapat
pertemuan dua sungai besar, tetapi dari wilayah ini dapat dijangkau hingga jauh
ke pedalaman di New Delhi melalui jalur sungai Gangga.


Tingginya aktivitas di pedalaman di daerah aliran sungai besar ini, maka
massa padat yang terbawa mengendap di hilir yang kemudian terbentuk daratan baru
dimana dua sungai besar ini bertemu dengan membentuk sungai yang lebih besar
menuju laut. Pembentukan daratan baru di muara sungai-sungai besar adalah
tipikal untuk wilayah-wilayah yang subur seperti sungai Mekong di Kamboja,
sungai Irawadi Burma dan sungai Bangkok di Siam/Thailand. Peta 1683

Seperti halnya Kota Goa di pantai barat yang
dibentuk oleh orang Portugis, Kota Calcutta di pantai timur India dibangun oleh
orang Inggris. Dari kota Calcutta inilah orang-orang Inggris hingga sampai ke
suatu tempat di hulu sungai Gangga di pedalaman yang kemudian disebut dengan
kota New Delhi. Sebelum Inggris membuat koloni di Calcutta, Inggris sudah
terlebih dahulu membentuk koloni di Madras (yang pusat Angkatan laut Inggris di
Asia). Sementara orang-orang Belanda membentuk koloni di Ceylon (menggantikan 

Calcutta adalah kedudukan Gubernur Jenderal Inggris semacam VOC/Belanda di Batavia.
Kekuatan Angkatan laut ditempatkan di Madras yang menjadi semacam penjaga untuk
menekan Belanda di wilayah pantai selatan India dan pantai barat. Setelah
Inggris menguasai seluruh India, Inggris yang sudah berkoloni di Bengkulu, lalu
pada tahun 1779 skuadron Inggris dipindahkan ke Bengkulu. Jika masa lampau
Belanda menekan Portugis, selanjutnya Inggris yang terus menekan Belanda.
Adanya orang-orang Punjab, Bengale dan tantara Gurkha di Hindia Timur/Hindia
Belanda karena Inggris.

Calcutta sendiri baru dijadikan Inggris sebagai koloni pada tahun 1690.
Sementara wilayah ini sebelumnya berada di bawah yurisdiksi Belanda/VOC. Pada peta
Francois Valentijn Peta 1726 wilayah Bengale masih berada di bawah yurisdiksi Belanda
dimana kota Dhaka terdapat bendera Belanda. Sementara Kota Calcutta terus
berkembang yang kemudian sebagai kota utama di India (semasa Inggris). Wilayah
Bangladesh sendiri terus meluas ke arah hilir karena proses sedimentasi jangka panjang
terus berlangsung. Pada Peta 1755 di Decca masih diidentifikasi bendara
Belanda.


Calcutta atau Kalkuta  kemudian
berubah menjadi Kolkata salah satu kota pelabuhan penting di India yang
merupakan ibu kota Benggala Barat. ditaklukkan Benggala pada 1756. Seperti kita
lihat nanti Kolkata pernah menjadi ibu kota India antara 1833 sampai 1912. Nama
Kolkata sendiri ada yang berpendapat berasal dari Kôlikata, nama Bengali dari
salah satu dari tiga desa yang mendahului kedatangan Inggris, di daerah di mana
kota itu akhirnya didirikan, dua desa lainnya adalah Sutanuti dan Govindapur.
Pada masa ini Kolkata berada di dalam Delta Gangga bagian bawah di India timur
sekitar 75 km di barat perbatasan internasional dengan Bangladesh, ketinggian
kota adalah 9-15 m. Bendera Belanda di kota yang kemudian New Delhi pada Peta
1722

Sementara itu, Dhaka sendiri
sudah diiudentifikasi oleh Valentijn pada Peta 1726 dimana
  di Decca terdapat bendera Belanda/VOC (nama
lama Dhaka). Kota ini terletak di pinggir sungai Buriganga, di jantung kawasan
penghasil yute terbesar di dunia. Komoditas yang diperdagangkan di Dhaka antara
lain beras, yute, gula dan teh. Sektor manufakturnya memproduksi tekstil,
 Dhaka dahulu merupakan ibu kota Kekaisaran
Mughal. Pada saat itu, Dhaka dikenal dengan nama Jahangir Nagar sebagai bentuk
penghormatan bagi Kaisar Jahangir. Dhaka baru dikuasai oleh Inggris pada 1765.
 Wilayah ini dikenal berada di teluk Benggala.


Kelak pada era Pemerintah Hindia Belanda, saat mana perkembunan tembakau meluas
di Tanah Deli, banyak tenaga kerja didatangkan dari Punjab dan Bengali. Pada
tahun 1947 Dhaka menjadi ibu kota Pakistan Timur (Islamabad). Setelah
terbentuknya negara Bangladesh pada 1971 Dhaka menjadi ibu kota negara
(pengaruh Pakistan menghilang).
Kota Dhaka berada di wilayah
tengah Bangladesh, tepat berada di sisi timur bantaran Sungai Buriganga, di
bagian dataran rendah dan datar dari delta sungai Gangga, yang hingga ini hari daerahnya
rawan terendam banjir di musim penghujan. Calcutta Peta 1747

Kehadiran Inggris di Bengale sejak 1765 telah
mengubah situasi dan kondisi di India. Kota Calcutta menjadi ibukota Inggris
dan cepat berkembang. Sejak ini pos Belanda di hulu sungai Gangga dijadikan
kota baru dengan nama New Delhi. Wilayah Bengale menjadi wilayah yang
terpenting di India (era Inggris) dimana sebelumnya wilayah yang penting pada
era Belanda/VOC di Ceylob, Malabar dan Coromandel (di wilayah Bengale dan
daerah aliran sungai Gangga hanya pos-pos perdagangan Belanda/VOC.


Keberadaan Pakistan di timur India (Pakistan Timur) merupakan rangkaian
sejatah yang lama sejak penyebaran pengaruhu Islam di Nusantara. Ini dimulai
jauh sebelum kehadiran orang-orang Eropa (Portugis) yang kemudian disusul
Belanda dan lalu terakhir Inggris. Kota tua Islam di India berada di pantai
barat di Guzarat (Arab/Persia) dan Goa (Moor/Portugis).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sejarah Awal Agama Hindoe/Boedha di India: Interaksu
Populasi India dan Nusantara di Zaman Kuno

Apa yang bisa dipahami secara geomorfologi di
wilayah Bengale (kini Bangladesh) sejak zaman kuno hingga kehadiran orang Eropa
terutama Portugis dan Belanda adalah wilayah dengan keutamaan sungai besar
sungai Gangga. Sungai Gangga ini sungai besar yang hulunya di pegunungan Himalaya
yang melalui New Delhi. Pada Peta 1722 di New Delhi kedlaman sungai Gangga bahkan
lima meter atau lebiih, suatu sungai yang dalam jika dibandingkan jauhnya lokasi
ini ke muara di laut (wilayah Bengale). Dalam tradisi religi sungai Gangga
begitu penting bagi penduduk India. Dalam hal inilah sungai Gangga memiliki
sejarah tersendiri di India, sungai besar yang sudah dikenal sejak zaman kuno
hingga era Belanda (Decca/Dhaka) yang kemudian disusul Inggris (Calcutta).


Sejarah agama Buddha mulai dari [abad ke-5 SM] sampai sekarang dari
lahirnya sang Buddha Siddharta Gautama.
Menurut tradisi Buddha,
tokoh historis Buddha Siddharta Gautama dilahirkan dari suku Sakya pada awal
masa Magadha (546–324 SM), di sebuah kota, selatan pegunungan Himalaya yang
bernama Lumbini. Sekarang kota ini terletak di Nepal sebelah selatan. Di bawah
sebuah pohon bodhi, ia berkaul tidak akan pernah meninggalkan posisinya sampai
ia menemukan Kebenaran. Pada usia 35 tahun, ia mencapai Pencerahan. Pada saat
itu ia dikenal sebagai Gautama Buddha, atau hanya “Buddha” saja,
sebuah kata dalam Sanskerta yang berarti “ia yang sadar” (dari kata
budh+ta). Untuk 45 tahun selanjutnya, ia menelusuri dataran Gangga di tengah
India (daerah mengalirnya sungai Gangga dan anak-anak sungainya), sembari
menyebarkan ajarannya kepada sejumlah orang yang berbeda-beda. Sementara itu, Hinduisme
(di Indonesia disebut agama Hindu) merupakan kepercayaan dominan di Asia
Selatan, terutama di India dan Nepal. Hinduisme diklaim sebagian orang sebagai
“agama tertua” di dunia yang masih bertahan hingga kini. Para ahli
dari Barat memandang Hinduisme sebagai peleburan atau sintesis dari berbagai
tradisi dan kebudayaan di India, dengan pangkal yang beragam dan tanpa tokoh
pendiri. Pangkal-pangkalnya meliputi Brahmanisme (agama Weda Kuno), agama-agama
masa peradaban lembah Sungai Indus, dan tradisi lokal yang populer. Sintesis
tersebut muncul sekitar 500–200 SM, dan tumbuh berdampingan dengan agama Buddha
hingga abad ke-8. Dari India Utara, “Sintesis Hindu” tersebar ke
selatan, hingga sebagian Asia Tenggara. 

Peta 1695 sebelum terbentuk delta Gangga/Bengale (wilayah Bangladesh
sekarang)

Sungai Gangga menjadi penting, tidak hanya karena sungai
besar, tetapi di wilayah hulu di selatan pegunungan Himalaya agama
Hindoe/Boedha awalnya berkembang. Dalam hal ini hulu sungai Gangga dan sungai
Indus di pedalaman India menjadi awal peradaban agama Hindoe/Boedha. Di wilauah
hilir sungai Gangga ini kemudian kelak terbentuk wilayah baru
(Bengale/Bangladesh).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sejarah Awal Agama Hindoe/Boedha di India: Interaksu
Populasi India dan Nusantara di Zaman Kuno

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (750): Ceylon, Kepulauan Maladewa dan Geomorfologi; Jalur Kuno Navigasi Pelayaran Perdagangan

Konten “Nasi Kebuli di Puncak Ciremai”, Dapat Respon Terbanyak Warganet

Konten "Nasi Kebuli di Puncak Ciremai", Dapat Respon Terbanyak Warganet

Iklan

Recommended Stories

Misteri Manusia Purba – Benarkah Nabi Adam Tingginya Mencapai 27 Meter?

Sensasi Perjalanan dan Keindahan Alam di Jalur Cangar kota Batu

08.04.2015
Menanti Kedatangan Umar dan Shalahuddin

Milkiyo, Kenikmatan Susu Sapi Segar di Pontianak

14.12.2018
Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

18.04.2017

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?