Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (750): Ceylon, Kepulauan Maladewa dan Geomorfologi; Jalur Kuno Navigasi Pelayaran Perdagangan

Tempo Doelo by Tempo Doelo
02.08.2022
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Dalam penyelidikan sejarah kuno, nama (pulau) Ceylon
(kini negara Sri Lanka) menjadi penting karena para ahli geografi dan
kartografi Eropa menduga nama pulau Taprobana era Ptolomeus abad ke-2 adalah
pulau Ceylon. Namun ada juga yang menyangkal karena pulau Taprobana itu adalah
pulau Sumatra atau pulau Kalimantan. Perdebatan yang berabad-abad itu telah
berhasil saya buktikan dua tahun lalu sebagai pulau Kalimantan yang artikelnya
dimuat dalam blog ini. Pulau Ceylon pada era Ptolomeus adalah pulau yang tidak
dikenal. Boleh jadi wujudnya masih pulau kecil (sangat kecil disbanding masa
kini).


Republik Sosialis Demokratis Sri Lanka adalah sebuah negara pulau di
sebelah utara Samudera Hindia di pesisir tenggara India. Sri Lanka berbatasan
laut dengan India di sebelah barat laut dan dengan Maladewa di barat daya.
Hingga tahun 1972, dunia internasional menyebut negara ini Ceylon (bahasa
Indonesia: Sailan). Dokumen-dokumen menunjukkan bahwa Sri Lanka memiliki
sejarah lebih dari 3000 tahun. Karena lokasi geografis yang sangat strategis,
memungkinkan Sri Lanka sebagai salah satu tempat perhentian dari masa Jalur
Sutra hingga Perang Dunia II. Sri Lanka merupakan negara yang beragam, dihuni
oleh masyarakat yang berbeda akan agama, suku, dan bahasa. Sri Lanka memiliki
warisan Buddha yang sangat kaya, yang di mana tulisan Buddha pertama ditulis di
negara ini. Sri Lanka telah dilanda konflik etnis selama dua dekade terakhir
antara pemerintah dan kelompok minoritas Tamil yang dilakukan oleh Macan Tamil.
Sri Lanka adalah sebuah republik. Ibu kotanya, Sri Jayawardenapura Kotte,
adalah kota pinggiran dari kota terbesar di Sri Lanka, Kolombo. Pulau ini
dikenal dengan nama-nama Lanka, Lankadeepa (bahasa Sanskerta yang berarti
“tanah bersinar”), Simoundou, Taprobane (dari bahasa Sanskerta:
Tāmaraparnī), Serendib (dari bahasa Sanskerta: Sinhala-dweepa), dan Selan pada
zaman kuno. Di bawah penjajahan Britania, pulau ini disebut Ceylon, yang
kadang-kadang masih digunakan hingga kini.
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah geomorfologi pulau
Ceylon dan kepulauan Maladewa?
Seperti
disebut di atas, pulau Ceylon dan pulau-pulau kecil lainnta (Maladewa) zaman
kuno menjadi jalur penting dalam navigasi pelayaran perdagangan dari barat
(Eropa/Arab) ke timur (Nusantara/Tiongkok).
Lalu bagaimana sejarah geomorfologi pulau
Ceylon dan kepulauan Maladewa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Geomorfologi Pulau Ceylon dan Kepulauan Maladewa;
Jalur Kuno Navigasi Pelayaran Perdagangan Eropa

Jalur pelayaran kuno hingga ke Nusantara sudah
dikenal sejak zaman kuno. Situs piramida Mesir kuno sudah mengenal pembalseman
pada kuburan raja-raja. Teknik pembalseman zaman kuno hanya dikenal dengan
menggunakan kabur barus (kamper). Kapur baru, kamper hanya ditemukan di
nusantara di Tanah Batak. Sementara itu, agama Hindoe/Boedha yang awalnya
berkembang di pedalaman India dekat pegunungan Himalaya, melalui sungai Gangga
dan sungai Indus menemukan jalan ke pantai/pesisir barat India dan pesisir
timur India. Dalam konteks inilah navigasi pelayaran perdagangan semakin
berkembang.


Dalam catatan geografi Ptolomeus abad ke-2, disebutkan pelayaran terjauh
ke timur ujung bumi di Catigara. Nama tempat ini beberapa ahli menyebut
Kamboja. Dalam artikel sebelumnya telah dideskripsikan Catigara ini di Kamboja
ada benarnya. Dalam peta-peta geografi Ptolomeus juga ditampilkan semenanjung Aurea
Chersonesus dan peta pulau Taprobana. Dalam artikel-artikel sebelumnya
semenanjung Aurea Chersonesus ini adalah pulau Sumatra dan semenanjung Malaya
sedangkan pulau Taprobana adalah pulau Kalimantan. Dengan kata lain pada abad
ke-2 pengetahuan orang Eropa sudaah luas tentang wilayah Nusantara. Masih dalam
catatan geografis Prolomeus sejumlah ahli mengitenpretasi bahwa kamper yang
disebut sentra produksi di pulau Sumatra bagian utara. Dalam catatan Eropa pada
abad ke-5 baru disebutkan secara jelas bahwa kamper diekspor dari Pelabuhan yang
disebut Baroesia (para ahli menginterpretasi nama itu adalah Barus, di pantai
barat Sumatra di Tanah Batak). Peta Taprobana abad ke-2

Dalam hal ini yang menjadi pertanyaan adalah jika
jalur navigasi pelayaran perdagangan kuno sudah mencapai Nusantara, lalu bagaimana
situasi dan kondisi pulau Ceylon pada awalnya? Untuk memahami ini, kita tidak
cukup hanya mengandalkan pete-peta kuno, tetapi harus dianalisis secara
geomorfologi.


Secara geomorfologi pulau Ceylon (kini Sri Lanka) diduga bermula dari
suatu pulau kecil yang merupakan pegunungan (garis merah dalam peta
geomorfologi). Pulau ini awalnya diduga terbentuk dari pembentukan awal
permukaan bumi. Bentuk awal pulau sempit di bagian barat daya dan melebar di
bagian timur laut. Seperti tampak dalam peta, kota Kolombo berada di pantai
barat pulau (di luar garis merah). Kota Kolombo diduga adalah kota yang sudah
sangat  tua di Ceylon. Di zaman kuno, Di
bagian pedalaman pulau diduga sudah terdapat penduduk asli. Kota Kolombo sendiri
diduga kota yang dibentuk oleh para pendatang yang awalnya dengan membangun pos
perdagangan. Kota ini lambat laun menjadi begitu penting karena berada di jalur
navigasi pelayaran perdagangan zaman kuno.

Pada mulanya di Eropa
ditemukan peta-peta kuno Prolomeus yang berasal dari abad ke-2 di suatu biara
kuno, yang lalu kemudian para pelaut dan para ahli kartografi pada abad ke-15 menginterpretasi
salah satu peta (peta pulau Taprobana) sebagai pulau Ceylon. Namun anehnya
mereka yakin bahwa itu pulau Ceylon, meski sudah jelas di dalam peta
diidentifikasi ekuator dengan jelas yang membelah pulau. Anehnya lagi hingga masa
ini masih ada yang percaya pulau Taprobana itu adalah Ceylon. Akan tetapi saya
berpendapat lain bahwa pulau Taprobana adalah pulau Kalimantan (lihat artikel
dalam blog ini).


Dalam membuktikan peta pulau Taprobana sebagai pulau Kalimantan saya berasumsi
bahwa garis ekuator dalam peta adalah benar. Lalu kemudian mengidentifikasi
semua peta-peta kuno yang berada di sekitar garis khatulistiwa. Awalnya pulau
Borneo yang dipetakan pelaut-pelaut Portugis tidak serupa pulau Kalimantan masa
ini tetapi juga tidak sama dengan bentuk pulau Taprobana. Namun setelah menganalisis
dengan geomorfologis pulau Kalimantan masa ini, terlihat ada pola yang sama
dengan pulau Taprobana. Sebagaimana diketahui pulau Kalimantan dilewati garis
khatulistiwa di sekitar kota Pontianak. Kesimpulan akhir bahwa pulau Taprobana
telah mengalami proses sedimentasi jangka Panjang yang kemudian terbentuk
daratan luas sehingga membentuk pulau Kalimantan masa ini. Jadi, jelas pulau
Taprobana adalah Kalimantan (bukan pulau Ceylon). Lalu bagaimana dengan pulau
Ceylon sendiri?

Seperti disebut di atas, pulau Ceylon awalnya adalah
pulau kecil (yang menjadi bagian selatan pulau Sri Lanka yang sekarang). Pulau
Ceylon tua ini juga telah mengalami proses sedimentasi jangka Panjang sehingga
terbentuk perluasan daratan ke arah utara dan baray mendekati daratan India
(sehingga membentuk pulau yang sekarang). Jika kita mundur jauh ke zaman kuno
pada era Ptolomeus maka pulau Ceylon hanyalah pulau kecil yang tidak dikenal.
Oleh karenanya tidak menjadi penting bagi ahli-ahli kartografi zaman kuno dan
tidak terpetakan sejak zaman kuno.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Jalur Kuno Navigasi Pelayaran Perdagangan Eropa: Pulau
Ceylon Berbeda Zaman Kuno dengan Sekarang

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Konten “Nasi Kebuli di Puncak Ciremai”, Dapat Respon Terbanyak Warganet

Konten "Nasi Kebuli di Puncak Ciremai", Dapat Respon Terbanyak Warganet

Motivasi Salaf Untuk Menulis

Motivasi Salaf Untuk Menulis

Iklan

Recommended Stories

Misteri Manusia Purba – Benarkah Nabi Adam Tingginya Mencapai 27 Meter?

Sensasi Perjalanan dan Keindahan Alam di Jalur Cangar kota Batu

08.04.2015
Menanti Kedatangan Umar dan Shalahuddin

Milkiyo, Kenikmatan Susu Sapi Segar di Pontianak

14.12.2018
Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

18.04.2017

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?