*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Nasib
berbeda antara orang-orang Belanda di Hindia (baca: Indonesia) dan orang-orang
Inggris di Australia. Tempo doeloe penguasa tunggal di Hindia adalah seorang
Gubernur Jenderal Belanda, tetapi itu telah berakhir. Sama dengan di Australia
sejak tempo doeloe penguasa tunggal adalah Gubernur Jenderal Inggris. Kedudukan
Gubernur Jenderal Australia masih eksis hingga ini hari sebagai representasi (kerajaan)
Inggris.

of Australia) adalah perwakilan dari penguasa monarki, pada saat ini Ratu
Elizabeth II, di Australia. Gubernur jenderal ditunjuk oleh penguasa monarki
atas saran dari para menteri pemerintahan. Gubernur jenderal memiliki
kepresidenan formal atas Dewan Eksekutif Federal dan panglima tertinggi dari
Angkatan Bersenjata Australia. Fungsi gubernur jenderal antara lain mengangkat
menteri, hakim, dan duta besar; memberikan persetujuan kerajaan kepada
legislasi yang disahkan oleh parlemen; menerbitkan surat perintah pemilihan;
dan menganugerahkan penghargaan Australia. Gubernur Jenderal secara formal
diangkat oleh Monarki Australia, dalam hal surat paten yang dikeluarkan oleh
raja/ratu pada suatu waktu selama masa pemerintahan mereka dan ditandatangani
kembali oleh perdana menteri saat itu. Ketika akan diadakan pengangkatan
Gubernur Jenderal yang baru, Perdana Menteri merekomendasikan sebuah nama
kepada raja/ratu, yang berdasarkan konvensi akan menerima rekomendasi tersebut.
Raja/ratu kemudiannya akan mengizinkan publikasi nama gubernur jenderal yang
telah direkomendasikan tersebut, biasanya beberapa bulan sebelum berakhirnya
masa jabatan gubernur jenderal petahana. Selama masa ini orang yang telah
direkomendasikan tersebut akan disebut sebagai Governor-General-Designate.
Setelah menerima komisi, Gubernur Jendral yang baru akan mengambil sumpah setia
kepada Raja/ratu dan sumpah jabatan. Pelaksanaan sumpah-sumpah ini akan diurus
oleh Ketua Hakim Mahkamah Agung Australia atau oleh hakim senior lainnya.
Upacara pengambilan sumpah akan dilaksanakan di Ruangan Senat Parlemen
Australia. (Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah Indonesia versus Australia? Seperti disebut di atas, kedudukan
Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia telah lama berakhir, tetapi kedudukan
Gubernur Jenderal Inggris di Australia masih eksis. Apakah itu masih relevan
masa kini. Lalu bagaimana sejarah Australia versus Indonesia? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe..
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan
gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya
sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi,
sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti
surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Indonesia versus Australia:
Gubernur Jenderal Belanda di Hindia, Gubernur Jenderal Inggris di Australia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Indonesia versus Australia di
Asia: Apakah Kedududkan Gubernur Jenderal Inggris di Australia Masih Relevan?
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



