*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Kalimantan Utara di blog ini Klik Disini
Tanjung
Selor kini adalah ibu kota provinsi baru di pulau Kalimantan: Provinsi
Kalimantan Utara. Lantas apakah nama Tanjung Selor merujuk pada suatu tanjung
atau suatu kerajaan? Itu satu hal. Hal yang lebih penting adalah bagaimana asal-usul
terbentuknya kota Tanjung Selor? Lalu apa pentingnya? Kini, kota Tanjung Selor
dijadikan sebagai ibu kota provinsi, suatu peluang di masa dekat akan tumbuh
tinggi dan berkembang luas.

Bulungan, provinsi Kalimantan Utara. Tanjung Selor adalah satu-satunya saat ini
ibu kota kecamatan (kecamatan Tanjung Selor), ibu kota kabupaten (kabupaten
Bulungan) dan juga menjadi ibu kota provinsi (provinsi Kalimantan Utara).
Tanjung Selor belumlah Kota, masih setingkat kecamatan. Yang jelas di kecamatan
Tanjung Selor terdiri dari tiga kelurahan (Tanjung Selor Hulu, Tanjung Selor
Hilir dan Tanjung Selor Timur) dan enam desa (Jelarai Selor, Gunung Seriang,
Bumi Rahayu, Gunung Sari, Apung dan Tengkapak).
Seperti
kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Bagaimana permulaan itu
sehingga terbentuknya kota Tanjung Selor? Yang jelas sebelum muncul nama
Tanjung Selor sudah lebih dulu eksis nama Tanjung Palas. Namun sebelum muncul
nama Tanjung Palas sudah pula lebih dulu eksis nama Boeloengan di muara sungai
Kajan. Oleh karena itu sungai Kajan adakalanya disebut sungai Boeloengan.
Okelah, untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Boeloengan: Tandjoeng Palas
dan Tandjoeng Selor
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Perkembangan Lebih Lanjut Kota
Tanjung Selor
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






