Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Tutut Naik Kelas, dari Sawah Masuk Resto

Explore by Explore
26.04.2015
Reading Time: 4 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

ADVERTISEMENT
Hewan bercangkang ini namanya Tutut (Bellamya spp). Keong kecil berwarna gelap kehitaman ini biasanya mudah ditemukan di sawah. Keberadaannya dulu sempat tak dianggap, kurang dilirik orang. Seiring berjalannya waktu, masyarakat terutama di pedesaan mulai memanfaatkannya menjadi camilan dan lauk. 

Hewan dalam kelompok Operculat ini biasanya dimasak dengan bumbu kunyit, kadang ditambahin santan, dan bermacam bumbu lainnya. 

Dari Sawah, Tutut hijrah ke kota-kota. Awalnya dijual di pinggir jalan. Di Jakarta contohnya,  antara lain dapat ditemui di Kwitang, Jakarta Pusat dan sepanjang jalan menuju TMII, Jakarta Timur. Tutup pun mulai  jadi santapan sejumlah orang perkotaan.

Belakangan in, derajat Tutut pun naik kelas. Keong suku Viviparidae ini sudah masuk menu andalan sejumlah resto.
Alas Daun merupakan satu resto yang berhasil mengangkat derajat Tutut. Resto yang berada di di Jalan Citarum No.34, Riau, Bandung, Jawa Barat ini menyajikan Tutut kuah kuning. Yang menarik Tutut disajikan dalam wadah yang cukup menarik perhatian, yakni wajan kecil. Harga seporsinya hanya Rp 7.000.

Sewaktu travelplusindonesia bertandang ke Bandung yang kini berjuluk Kota Solidaritas Asia Afrika, dalam peliputan side events terkait puncak peringatan KAA yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata, sempat mampir ke resto ini dan mencoba Tutut-nya. Seumur hidup baru kali ini, penulis mencicipinya.

Bentuknya yang kecil dan warnanya yang kurang menarik, membuat penulis selama ini enggan menyantap Tutut. Apalagi masih ada rasa sangsi, apakah keong yang satu ini halal atau haram disantap Muslim. Tapi ketika melihat sajiannya yang unik di wajan mini, ditambah warna kuahnya yang kuning, akhirnya tergoda juga lidah ini menyentuhnya lalu menelannya.

Semula penulis agak kesulitan bagaimana cara menyantapnya. Soalnya bentuknya kecil-kecil, beda dengan Gonggong, keong khas Batam, Bintan dan beberapa daerah lain di Kepulauan Riau yang berpenampilan lebih menarik dan nampak bersih, berukuran besar dan berwarna putih. Tapi lama-lama penulis lihai juga. Disedot lalu dicukil dagingnya dengan tusuk gigi, baru kemudian dilahap. Rasanya gurih dan kuahnya sedap.

Selain karena Tutut dan penyajiannya, tempat makan yang menyajikan aneka masakan khas Sunda ini pun menawarkan sensasi makan yang unik kepada para pengunjungnya, yakni makan dengan menggunakan alas daun pisang sesuai namanya. Jadi jangan harap pengunjungnya dapat menemukan piring di resto ini, sebagaimana resto umumnya.. 

Penulis jadi teringat cara makan ala pecinta alam dan beberapa komunitas pendaki gunung dengan lembaran daun pisang. Nasi dan sejumlah lauk serta sambal ditaruh di atas nasi atau di tepiannya, lalu disantap rame-rame.  Bisa jadi konsep makan ala pecinta alam ini memang ditiru oleh pengelola resto ini, kemudian dikemas lebih berkelas. 
Lauk lain yang disajikan di wajan mini di resto ini ada Orak Arik Bunga Pepaya. Seporsinya Rp 12.000. Isinya tentu saja bunga pepaya, telur, kacang panjang, dan cabe rawit. Rasanya cukup pedas.dan aneka sambal seperti Sambel Goreng Kentang, Sambal Dadak, dan Sambal Halilintar. 
Lalu ada Ayam Bumbu Ijo seharga Rp 16.000. Ayam goreng ini dipadukan dengan sambal hijau yang berminyak di dalam kuali mungil. Daging ayamnya empuk dan agak basah. Bumbunya meresap sampai ke dalam daging. Rasa sambalnya cukup kuat namun tidak begitu menyengat. 
Ada juga Tumis Pare, Pepes Tahu, Ayam Bakar Gurih, Pete bakar, Tempe Mendoan, Tahu dan Tempe Goreng, Sate Maringgi, Bandeng Pepes atau Bandeng Gebuk, dan aneka lalapan pastinya.
Makanan pembukanya anatar lain Tahu Genjrot, Colenan, dan Otak-Otak Ikan. Sedangkan minumannya berbagai macam jus, es cincau, dan kelapa muda.

Kembali ke soal Tutut, hewan dari marga Bellamya yang hidup di sawah ini ada dua jenisnya, yakni Tutut Jawa (Bellamya javanica) dengan lokasi sebarannya di Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia (kecuali Irian Jaya), dan Filipina. Satu lagi Tutut Sumatera (Bellamya sumatrensis) yang dapat ditemui di wilyah Thailand, Kamboja, Malaysia, dan Indonesia terutama Sumatera dan Jawa. 

Kendati secara fisik hewan ini kurang menarik dan imej kampungan menyertainya lantaran senang berkembangbiak di sawah. Namun siapa sangka, Tutut menyimpan kandungan gizi tinggi, baik protein, vitamin, dan zat lainnya.

Data Positive Deviance Resource Centre menyebutkan, Tutut mengandung  protein 12% , kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gramnya, dan sisanya energi, karbohidrat, seerta phosfor.

Kandungan vitaminnya juga kaya, terutama vitamin A, E, niacin, dan folat.
Sebagaimana kita ketahui, vitamin A berkhasiat untuk mata, vitamin E untuk regenerasi sel dan kecantikan kulit, niacin berperan dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, dan folat baik untuk ibu hamil supaya bayinya tidak cacat tabung syarafnya, dan banyak lagi.

Tutut juga mengandung zat gizi makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya Dengan kata lain, Tutut dapat dijadikan sumber protein hewani yang bermutu dengan harga yang jauh lebih murah daripada daging sapi, kambing ataupun ayam. 

Kadar kalsium Tutut pun terbilang luar biasa, kira-kira ada 217mg dalam 100gr atau hampir setara dengan segelas susu.

Yang bikin takjub lagi, Tutut juga dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, maag, liver, kolesterol, dan berbagai penyakit lainnya.

Kendati banyak khasiatnya, rupanya Tutut diam-diam berperan sebagai perantara cacing Trematoda pada manusia. Tapi tak perlu cemas, dengan perebusan yang tepat, larva cacing tersebut akan mati. Lama merebusnya minimal 20 menit jika dengan api besar, kalau dengan api kecil sekitar 1 jam. 
Naskah & foto: adji kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com) 
Captions: 
1. Seporsi Tutut, keong kecil hitam dari sawah yang diolah dan disajikan unik di Resto Alas Daun, Bandung. 
2. Seporsi Tutut, Tumis Pare, dan nasi putih beralaskan daun di Resto Alas Daun, Bandung. 
3. Suasana depan Resto Alas Daun, Bandung.

Tags: ExploreIndahJalan-JalanJelajahTempatTravelTravelingwisataWisatawan
ShareTweetPin
Explore

Explore

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Perencanaan Dan Prioritas - Kunci Sukses Bisnis Kecil

SIAPA YANG DICINTAI ALLAH

Iklan

Recommended Stories

Usaha Kuliner Bangkrut karena Ditinggalkan Oleh Sang Juru Masak

12.05.2016

Gaya-Gaya dakwah – Dakwah Sehari-Hari

12.11.2010

Aksi TRINERAN (Tristar Kulineran) – CARA MENCARI PELUANG USAHA ALA MAHASISWA KULINER TRISTAR INSTITUTE SEMARANG

13.09.2021

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?