Aopok – #Wortel dan #UbiJalar merupakan dua jenis #sayuran yang sama-sama dikenal #kaya #nutrisi. Keduanya #mengandung #beta-karoten, #antioksidan, #vitamin, #mineral, dan #serat yang dapat menjadi bagian dari #pola makan sehat.
Namun, ketika harus memilih antara wortel dan ubi jalar, mana yang sebenarnya lebih baik untuk kesehatan mata dan jantung?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana memilih salah satu. Wortel dan ubi jalar memiliki keunggulan nutrisi masing-masing, sehingga pilihan terbaik dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Baca: 4 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Bisa Merusak Pembuluh Darah, Waspada Gagal Ginjal hingga Impotensi
Ubi Jalar Lebih Unggul dalam Kandungan Beta-Karoten
Salah satu alasan wortel dan ubi jalar sering dikaitkan dengan kesehatan mata adalah kandungan beta-karotennya.
Beta-karoten merupakan pigmen alami yang memberikan warna oranye pada sejumlah sayuran. Di dalam tubuh, senyawa ini dapat diubah menjadi vitamin A yang berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan.
Menurut informasi yang dikutip dari sumber Health dalam artikel Okezone, kandungan beta-karoten pada ubi jalar dapat mencapai sekitar 11.500 mikrogram per 100 gram, sedangkan wortel sekitar 8.330 mikrogram per 100 gram.
Ubi jalar juga disebut memiliki kandungan vitamin A yang tinggi. Dalam 100 gram ubi jalar terdapat sekitar 961 mikrogram RAE, sementara 100 gram wortel yang telah dimasak mengandung sekitar 852 mikrogram RAE.
Meski demikian, bukan berarti wortel kalah dalam urusan kesehatan mata.
Wortel mengandung lutein dan zeaksantin, dua jenis antioksidan yang juga berkaitan dengan kesehatan mata. Karena itu, mengonsumsi wortel tetap dapat menjadi pilihan yang baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi.
Wortel dan Ubi Jalar Sama-Sama Baik untuk Mata
Vitamin A memiliki peranan penting dalam menjaga fungsi penglihatan. Beta-karoten dari makanan nabati menjadi salah satu sumber yang dapat digunakan tubuh untuk memenuhi kebutuhan vitamin A.
Wortel sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu sumber beta-karoten. Nutrisi tersebut membantu menjaga fungsi retina dan penglihatan, terutama ketika tubuh memperoleh asupan vitamin A yang cukup.
Ubi jalar juga memiliki keunggulan karena kandungan beta-karoten dan vitamin A-nya cukup tinggi. Dengan demikian, tidak perlu menganggap wortel sebagai satu-satunya makanan yang baik untuk kesehatan mata.
Mengombinasikan berbagai sayuran berwarna oranye, hijau, dan merah justru dapat membantu tubuh memperoleh beragam zat gizi dan antioksidan.
Bagaimana dengan Kesehatan Jantung?
Selain mata, wortel dan ubi jalar juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Keduanya mengandung serat, kalium, serta berbagai antioksidan. Serat berperan membantu menjaga kadar kolesterol dan gula darah, sementara kalium berperan dalam membantu menjaga tekanan darah.
Sejumlah penelitian yang dibahas dalam sumber Okezone menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi sayuran, termasuk wortel, dengan kesehatan tekanan darah. Sebuah tinjauan penelitian pada 2023 juga menemukan bahwa konsumsi wortel mungkin berkaitan dengan penurunan risiko gagal jantung.
Sementara itu, penelitian mengenai manfaat ubi jalar terhadap kesehatan jantung pada manusia masih lebih terbatas. Namun, kandungan serat, kalium, beta-karoten, dan berbagai zat gizi lainnya membuat ubi jalar tetap layak menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Baca: Tren Kerja Pakai Payung di Dalam Kantor, Benarkah Cegah Penuaan Dini?
Beta-Karoten Berperan sebagai Antioksidan
Beta-karoten tidak hanya dikenal sebagai bahan pembentuk vitamin A. Senyawa ini juga memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
Baik wortel maupun ubi jalar merupakan sumber beta-karoten. Selain itu, berbagai makanan lain seperti labu, bayam, dan paprika juga dapat menyumbang asupan karotenoid dalam makanan sehari-hari.
Namun, manfaat makanan tidak sebaiknya dilihat dari satu kandungan nutrisi saja. Pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan.
Serat Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Wortel dan ubi jalar juga mengandung serat.
Asupan serat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sekaligus mendukung pengelolaan kadar kolesterol dan gula darah. Karena itu, makanan kaya serat dapat menjadi bagian dari pola makan yang baik untuk kesehatan jantung.
Selain wortel dan ubi jalar, kebutuhan serat sebaiknya dipenuhi melalui beragam sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Ubi Jalar Mengandung Vitamin C Lebih Tinggi
Salah satu keunggulan ubi jalar adalah kandungan vitamin C-nya.
Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dan dibutuhkan tubuh dalam berbagai proses, termasuk pembentukan kolagen, perbaikan jaringan, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.
Dalam sumber artikel yang dikutip Okezone, satu ubi jalar berukuran sedang yang dipanggang disebut mengandung sekitar 2,3 gram protein dan 22 miligram vitamin C.
Dengan kandungan karbohidrat dan seratnya, ubi jalar juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjadi salah satu alternatif sumber energi.
Wortel Lebih Menarik bagi yang Mengontrol Kalori
Jika tujuan utama adalah mengatur berat badan, wortel memiliki keunggulan tersendiri.
Wortel relatif rendah kalori dan memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat wortel dapat memberikan volume pada makanan tanpa menambah kalori dalam jumlah besar.
Wortel juga memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah dibandingkan ubi jalar dalam jumlah yang sama. Karena itu, wortel dapat menjadi pilihan menarik bagi orang yang sedang mengatur asupan kalori dan karbohidrat.
Namun, bagi penderita diabetes atau orang yang memiliki kondisi medis tertentu, pemilihan makanan tetap sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan individu dan anjuran tenaga kesehatan.
Ubi Jalar Cocok untuk Sumber Energi dan Rasa Kenyang
Berbeda dengan wortel, ubi jalar memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi sehingga dapat memberikan energi lebih banyak.
Karbohidrat kompleks, serat, dan tekstur ubi jalar juga dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Inilah salah satu alasan ubi jalar sering digunakan sebagai alternatif sumber karbohidrat dalam menu sehari-hari.
Ubi jalar dapat dikukus, direbus, atau dipanggang. Cara pengolahan juga penting karena penambahan gula, santan, mentega, atau minyak dalam jumlah besar dapat mengubah profil nutrisi makanan.
Jadi, Mana yang Lebih Sehat: Wortel atau Ubi Jalar?
Tidak ada pemenang mutlak dalam perbandingan wortel dan ubi jalar.
Jika fokus utama adalah asupan vitamin A dan beta-karoten, ubi jalar dapat menjadi pilihan yang unggul. Sementara itu, wortel memiliki kelebihan karena lebih rendah kalori dan karbohidrat serta tetap menyediakan beta-karoten dan antioksidan lainnya.
Untuk kesehatan jantung, keduanya juga dapat dimasukkan ke dalam pola makan sehat karena menyediakan serat, kalium, antioksidan, dan berbagai vitamin.
Dengan kata lain, tidak perlu memilih salah satu dan meninggalkan yang lain.
Mengonsumsi wortel dan ubi jalar secara bergantian justru dapat membantu tubuh memperoleh variasi nutrisi. Cara pengolahan pun sebaiknya diperhatikan dengan mengutamakan metode seperti kukus, rebus, atau panggang dibandingkan mengolahnya dengan banyak minyak, gula, atau garam.
Baca: Rutin Minum Kopi Bisa Bantu Pasien Kanker Payudara? Ini Fakta dan Kontroversinya
Kesimpulan
Wortel dan ubi jalar sama-sama memiliki tempat dalam menu sehat. Ubi jalar unggul dalam kandungan beta-karoten dan vitamin A serta menyediakan vitamin C dan energi yang cukup baik. Sementara wortel menawarkan kandungan kalori dan karbohidrat yang lebih rendah serta tetap kaya beta-karoten dan sejumlah antioksidan.
Jadi, bukan soal wortel atau ubi jalar yang mutlak lebih sehat, melainkan bagaimana keduanya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.























