Banyak orang ternyata telah menobatkan Bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa yang paling sulit dipelajari di dunia. Hal ini memang tidak salah karena kenyataannya memang mempelajari bahasa ini tidak semudah belajar bahasa lain, mengingat semua bagian dari mandarin berbeda dengan biasanya, terutama orang yang terbiasa dengan huruf latin.
Sekarang, saya akan membahas apa yang membuat bahasa ini menjadi sulit dipelajari. Sebenarnya bukan soal hanzi dan tata bahasa, karena ternyata 2 itu justru mudah dipelajari dalam Bahasa Mandarin, tapi hal lain. Nah apa saja itu? Saya akan menjabarkannya disini.
1. Penggunaan peribahasa
Ini adalah hal yang paling saya benci dalam mandarin. Bagaimana mungkin peribahasa bisa digunakan dalam kalimat percakapan? Peribahasa tentu saja tidak bisa diterjemahkan menjadi kata begitu saja, karena peribahasa memiliki makna tersendiri yang tidak bisa diterjemahkan secara harafiah. Salah satu contohnya adalah โๅๆ้พ, ๅๆ่”. Jika diterjemahkan secara harafiah, kalimat itu berarti “Di awal takut naga, di akhir takut harimau”, lalu apa maksudnya? Ternyata arti sebenarnya adalah “ๆฏๅป่ๅฐๆไบ๏ผ้กพ่ๅคชๅคโ dan jika diterjemahkan artinya adalah “Bagaikan ingin menyelesaikan masalah, tapi terlalu banyak kekhawatiran”. Membingungkan bukan?
2. Terlalu berdialektik
Maksudnya? Anda tentu tahu bahwa dalam Bahasa Indonesia jika sebuah kalimat atau frasa ditulis sama persis, maka maknanya juga sama. Contohnya jika anda menulis frasa “Ibu pergi ke pasar” sebanyak 2 kali, maka maknanya akan sama. Lalu bagaimana dengan Bahasa Mandarin? Saya beri 1 contoh misal ada yang bertanya โๅจๅฌๅคฉ๏ผๆ่
ๅคๅคฉ๏ผ็ๆถๅๆๅบ่ฏฅ็ฉฟไปไน่กฃๆ?” (Saya harus pakai baju apa (di musim dingin atau panas)?), ada dua jawaban yang sama yaitu “ๅฆๆไฝ ๆๅค๏ผ็ฉฟๅค” Maksudnya? Saya sendiri juga bingung, kok bisa sama seperti itu jawabannya, ternyata keduanya memiliki arti yang sama sekali berbeda.
- Jika di musim dingin artinya menjadi “Jika kamu memiliki banyak baju, pakai baju rangkap sebanyak-banyaknya”
- Jika di musim panas artinya menjadi “Jika kamu memiliki banyak baju, ganti yang banyak karena banyak berkeringat”
Membingungkan bukan? Masih banyak contoh dialektik lain yang cukup membingungkan anda. Namun, tidak akan saya tulis di sini, daripada anda tambah pusing membacanya.
3. Terlalu banyak hal yang “mirip”
Memang tidak begitu membuat pusing ya, karena anda bisa menebaknya sesuai dengan konteks kalimat. Namun terkadang anda bisa keseleo menerjemahkan , terutama jika anda sedang terburu-buru. Beberapa hal yang mirip seperti kemiripan bentuk tapi beda makna (contoh : ๅพ (de untuk penjelas kata kerja), ๅพ (bisa dibaca menjadi dei yang berarti harus), dan ๅพ (de untuk kebajikan)), mirip cara baca dan beda makna (contoh : ๅ
(yuan untuk mata uang) dan ่ฟ (yuan untuk jauh)), dan mirip bentuk dan cara baca namun beda makna (contoh : ๆ (bisa ba untuk kalimat aktif atau ba untuk satuan payung). Anda beruntung, karena perbedaannya bisa terlihat dengan cara melihat konteks kalimat, namun untuk pemula, terutama untuk orang yang belum memahami kosakata yang banyak, hal ini pasti cukup membingungkan anda.
4. Terlalu banyak kombinasi yang tidak nyambung
Maksudnya, ada kata yang terbentuk dari 2 atau lebih kata yang artinya tidak nyambung antara kata hasil kombinasi dengan kata asalnya. Sebagai contoh adalah ไธ (dong yang artinya timur) dan ่ฅฟ (xi yang artinya barat). Ketika digabungkan, hasilnya adalah ไธ่ฅฟ (dongxi yang artinya barang-barang). Kok bisa? Saya juga tidak tahu kenapa bisa begitu. Lalu ada lagi kombinasi yang paling membuat saya masih bingung, yaitu gabungan antara ้ฃ (angin) dan ๅฑฑ (gunung) menjadi ้ฃๅฑฑ (pemandangan), bagaimana pemandangan bisa terbentuk dari angin dan gunung?
Masih banyak lagi hal yang membuat bahasa ini menjadi sulit untuk dipelajari orang asing, tapi tentu saja jika anda belajar dengan tekun dan selalu ingin tahu, anda pasti bisa mengatasi hal-hal diatas. Semoga untuk anda yang sedang belajar Bahasa Mandarin bisa segera terbiasa dengan hal-hal diatas. Sekian.