Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Menyapa Sang Raja Yogyakarta, Gunung Merapi 2968 mdpl

Explore by Explore
02.05.2015
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT
Selama
4 tahun, pagi saya selalu rutin di sapa oleh sang Raja dari kota
Yogyakarta. Terlahir dan besar di perkotaan, saya tumbuh menjadi pribadi
yang realistis, tidak pernah menelan matang-matang sebuah mitos,
terlena pada kemegahan gaya hidup metropolitan.

ย 
Lima
tahun lalu, saya hanya gadis perantau yang pergi menimba ilmu di sebuah
Kota yang sekarang menjadi satu-satu nya kota yang saya kagumi, dan
selalu ada di dalam “kamus” kangen saya. Lima tahun lalu, saya hanya
seorang pendatang baru di kota asing di lingkaran orang-orang asing.
Lima tahun lalu, saya hanya seorang maba yang setiap paginya berangkat
ke kampus untuk mengikuti masa orientasi mahasiswa di Universitas Gadjah
Mada. Namun satu yang tidak pernah absen menemani semua perjalanan
saya, yang selalu meyambut pagi saya berangkat ke kampus, yang selalu
menyapa sore saya di perjalanan mencari makan malam, dan yang selalu
saya kagumi hingga sampai saat ini. Sapa saya untuk puncakย Gunung
Merapi, the king of Yogyakarta.

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

Mungkin bisa di bilang ini adalah “dream comes true” saya yang ke sekian kalinya. Seorang manusia yang selalu di sapa oleh gagahnya sang Merapi, tapi hanya berani membalas sapaannya dari bingkai jendela, atau bingkai kamera. Tapi yang pasti kekaguman saya atas gagahnya sang Raja Yogyakarta tidak pernah pudar, hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk menyapanya dari dekat, tidak lagi menikmati rautnya dari jauh tapi mendaratkan kaki di puncaknya.
Gunung Merbabu terlihat sangat dekat dari Pasar Bubrah, Merapi.
Basecamp menuju Pos I – 60 menit
Jalur pendakian Merapi yang biasa di lewati adalah jalur via new selo (Boyolali), basecamp yang sangat populer dengan signage ala hollywood nya. Kabar yang terdengar kalau trek gunung Merapi dari bawah sampai puncak menanjak terus tanpa ada bonus ternyata benar. Di perjalanan ini kita akan melewati jalur yang masih berbentuk aspal dengan ladang-ladang penduduk di sebelah kiri dan kanan nya.ย 
Pos I menuju Pos II – 1 jam 45 menit
Sudah tidak ada lagi trek berbentuk aspal, berubah menjadi tanah tandus yang kemiringannya semakin curam, di perjalanan ini gagahnya puncak merbabu terlihat sangat jelas disisi sebelah kanan. Merbabu tampak sangat besar dan tegap dengan balutan selimutnya yang berwarna hijau subur.
Pos II menuju Tempat Camping – 20 menit
Selepas pos II jalur pendakian sudah mulai di dominasi oleh batu-batu besar, kebanyakan para pendaki memilih mendirikan tenda di Pasar Bubrah, agar lebih dekat ketika melakukan summit attack. Namun di tengah perjalanan, kami menemukan sebuah tempat yang cukup nyaman untuk mendirikan tenda, lokasinya tepat di belakang batu besar, cukup baik untuk menghalangi hembusan angin langsung, mengingat angin di gunung merapi terkenal cukup kencang.
Tempat Camping menuju Pasar Bubrah – 20 menit
Kami memulai pendakian di pagi hari pukul 05.00 pagi, walaupun hujan mengguyur semalam, tapi kami lumayan tertidur nyenyak, dan bangun pagi dengan segar dan cuaca cerah. Sampai di pasar bubrah tepat ketika sunrise mulai muncul. Ketika sampai di Pasar Bubrah, ada banyak sekali tenda, untungnya kami memilih untuk mendirikan tenda di tempat sebelumnya, gak kebayang kalau camp di Pasar bubrah, kena angin langsung pasti dingin banget.
Pasar Bubrah menuju Puncak Merapi – 1 jam 30 menit
Mungkin ini adalah salah satu memori yang tidak akan pernah hilang, mendaki puncak gunung merapi yang teksturnya penuh pasir dan kerikil. Puncaknya yang terpapar jelas di depan mata saya, dengan penampakan warna warni kecil yang ternyata adalah para pendaki. Dengan sangat sadar saya melihat puncaknya yang begitu kokoh dengan kemiringan 60 derajat. Tapi rasanya, saya tidak full sadar ketika berhasil mendaki nya hahaha.ย 
Diambil dari pasar bubrah, tarik nafas panjang dulu pas nengok ke atas.
Inget banget ini pas nanya sama diri sendiri “ngapain sih susah-susah kaya gini, mendingan juga nonton doraemon hari minggu”
dari bawah sampe puncak kaya gini, sambil teriak “jauh-jauh dari gue, runtuhan batu yang gue injek banyak” hahaha

Inilah perjalanan ke puncak Merapi, ysng sebelumnya sudah pernah di ceritakan, bahwa treknya cukup menyita tenaga, karena teksturnya yang berpasir, dan itu semua berhasil saya buktikan. Satu jam 30 menit yang penuh teriakan, satu jam tiga puluh menit merayap seperti layaknya spiderman yang berusaha mencari pedoman perkuatan tangan, satu jam tiga puluh menit saya melangkahkan 1 langkah naik namun merosot turun 2 langkah, satu jam tiga puluh menit yang selalu mempertanyakan “what am i doing here ?”

Kokohnya gunung Merbabu yang di selimuti kabut tipis.
Pasar Bubrah, Gunung Merapi 05.30 AM
Puncak Gunung Merapi, di sebelah kanan langsung menghadap kawah Merapi.
Kawah Merapi yang saat itu tertutup kabut.
Mungkin kalau ditanya sekarang, “gimana kemarin naik Merapi ?” ย saya lupa atau tiba-tiba hilang ingatan, yang saya ingat hanyalah saya seperti berada di permukaan bulan dengan tekstur batu dan debu, saya menyaksikan sunrise yang amat sangat cantik bagai negri di atas awan, dan saya behasil berdiri di garis puncak Gunung Merapi yang langsung berbatasan dengan kawah merapi yang mendidih, hingga turun merosotkan diri di pasir puncak merapi.
Pasar Bubrah dari puncak Merapi, itu kecil-kecil pada ngerayap orang lho, keliatan ga ? i was there tho.
Udah sampe puncak, cari tempat sepi dulu buat foto selfie.
Lagi, bukanlah hal mudah untuk bisa berada di puncak gunung, dan tidak ada sebutan termahir untuk sebuah pendakian. Biarpun jam terbang saya belum cukup banyak, tapi selalu ada rasa bangga ketika saya berhasil menyelesaikan sebuah misi pendakian. Berat memang, capek pastinya, tapi disinilah tempat dimana saya merasa bangga terhadap diri saya sendiri, tersadari oleh kemampuan yang sebelumnya saya remehkan.ย 
Lautan awan di puncak merapi.
Keindahan pemandangan yang di tawarkan dari pendakian sebuah gunung pasti sudah banyak di ketahui banyak orang. Tapi tetap, gunung bukanlah tempat yang bisa di pandang sebelah mata. Bukanlah sebuah tempat untuk mewadahi keriangan sementara tanpa pertanggung jawaban. Bawa turun kembali sampah kalian ๐Ÿ™‚

How To Get There
Alternatif 1
– Kereta Tawang Jaya Pasar Senen – Semarang Poncol (6 jam) = 65.000
– Taxi ST.Semarang Poncol – Sukun (20 menit) = 60.000
– Bus Semarang – Boyolali (2 jam)= 20.000 (di Boyolali minta turun di persimpangan menuju pasar sungkingan, kemudian di lanjutkan jalan kaki menuju pasar sungkingan sekitar 1 km)
– Di pasar sungkingan bisa carter angkot sampai ke Basecamp New Selo (1 jam) = 125.000
Alternatif 2
–ย ย Kereta Progo Pasar Senen – Yogyakarta (6 jam) = 65.000
– Sewa motor, Yogyakarta – New Selo (2 jam)




cheers,

kadekarini

ADVERTISEMENT
Tags: Jalan-JalanPelesirTempat WisataTourTravelTravelingwisata
ShareTweetPin
Explore

Explore

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Perajin logam di Jawa, sekitar tahun 1910

Kelana Rasa Pontianak Hari ke Dua

Iklan

Recommended Stories

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Sinarmas di  Jakarta Timur

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Sinarmas di Jakarta Timur

20.11.2020

Air Terjun Tegan Kiri: Dari Suara Tangis sampai Keindahannya

10.04.2012

Khutbah Idul Adh-ha (Renungan Terhadap Keadaan Kita)

08.10.2013

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?