Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

We Have Always Lived in The Castle by Shirley Jackson – Ulasan dan Review

Ulasan by Ulasan
25.10.2019
Reading Time: 4 mins read
0
ADVERTISEMENT

“Namaku Marry Katherine Blackwood. Umurku delapan belas tahun, dan aku tinggal bersama saudariku Constance. Aku suka Kakakku Constance, dan Richard Plantagenet, dan Amanita phalloides – jamur topi kematian. Seluruh anggota keluargaku yang lain sudah mati.”

Kutipan di atas merupakan paragraf pertama dalam novel We Have Always Lived in The Castle yang narasinya dituturkan oleh Mary Katherine Blackwood atau Merricat secara flashback. Kisahnya sendiri berkisar di sekitaran rumah Blackwood, enam tahun setelah insiden yang mematikan terjadi dalam keluarganya. Hampir seluruh anggota keluarga Blackwood yang sedang makan malam itu mati karena racun
arsenik dalam gula yang biasa ditaburkan di atas buah, namun  kejadian tragis tersebut menyisakan 3 anggota keluarga yang selamat yaitu, Marry Katherine sendiri karena ia sedang dalam masa hukuman tidak boleh makan malam, Constance yang tidak memakai gula dalam buahnya dan Paman Julian yang luckily selamat setelah memakan racun tersebut. Namun ia tidak seutuhnya selamat,  racun tersebut membuat ia traumatik dan kakinya lumpuh.

RELATED POSTS

Sinopsis Drama Taiwan Bromance Episode 13 – Part 1

Sinopsis Drama Korea Somebody, Dibintangi Oleh Kim Young Kwang

Sandro Tobing – Dag Dig Dug

Kejadian tersebut betul-betul mencoreng nama keluarga Blackwood. Constance yang memasak makanan tersebut lolos dari tuduhan pengadilan. Namun tidak bagi masyarakat desa sekitar,  hingga saat ini mereka tetap menuduh Constance sebagai pembunuh, membuat Constance tidak pernah keluar jauh dari rumah. 

Memang sudah dari zaman dahulu kala, mungkin semenjak adanya keluarga Blackwood di desa mereka, hampir semua penduduk desa tidak pernah menyukai satu orang  pun anggota keluarga Blackwood yang sangat kaya raya  itu. Mengolok-ngolok dan mem-bully mereka merupakan sudah tradisi warga sekitar hingga itu pun terjadi pada Merricat. Setiap hari selasa, ia harus pergi ke kota untuk membeli keperluan dapur dan meminjam buku ke perpustakaan. Namun jalan yang sangat panjang ia lalui dari rumah hingga pusat kota. Mengapa dikatakan demikian panjangnya jalan tersebut karena setiap jalan yang ia lalui, ia selalu mendapatkan cibiran-cibiran dari warga sekitar. Dia seakan diintimidasi, ia tidak melawan, namun amarahnya ia pendam, yang ia bisa lakukan hanyalah melindungi rumah dengan penangkal-penagkal magis, hingga tak jarang anggota keluarga Blackwood dianggap penyihir oleh warga. Karena kecintaanya pada Constance, ia rela menjalani setiap hari selalsa pergi ke desa, karena ia tahu bahwa Constance tidak akan sanggup melaluinya. Constance menurutku seperti pembantu di rumah itu, keseharianya tentu saja di dapur, memasak dan bersih-bersih. Jelas sekali harapan-harapanya ia ingin ke luar jauh dari rumah itu, bahkan keluar dari Amerika. Seperti jadi tradisi, anggota Keluarga Blackwood  harus selalu tinggal di rumahnya.

Apa yang dialami mereka merupakan social-bullying dari warga desa yang sepertinya pemikiranya masih konvensial. Warga yang selalu terpengaruh gossip dan seringkali melebih-lebihkanya. Perlakuan warga desa terhadap mereka membuat mereka mengalami fobia sosial atau agrofobia. Sekedar catatan, Agrofobia adalah jenis fobia dengan ketakutan dasar yang berasal dari perasaan terjebak di tempat umum, saat seseorang akan sulit untuk dapat melarikan diri, dan rasa takut tidak akan tersedianya pertolongan apabila seseorang mengalami serangan panik. Social-bullying bisa saja berdampak lebih mengerikan terhadap korban, namun ketika Constance dan Merricat tetap bersama, mereka tidak butuh orang lain. 



Sungguh saya kagum dengan Shirley Jackson, ia sangat apik menampilkan narator yang sungguh menurutku tidak bisa dipercaya. Merricat sama sekali bukanlah anak normal usia delapan belas tahun, melainkan seorang anak yang tampak tidak berdosa dan mengalami pertumbuhan yang terhambat, mungkin karena latar belakang keluarga. Sampai saat ini saya masih bertanya-tanya, mengapa ia sampai dihukum tidak diperbolehkan ikut makan malam pada malam naas itu? jawabanya memang tidak disebutkan di buku, karena dalam narasinya ia banyak menutup-nutupi informasi. 


Novel ber-genre horror ini sama sekali tidak ada hantunya, mungkin dalam pikiran orang sakit jiwa, hantu bisa menjadi apa saja. Tidak menutup kemungkinan, warga masyarakat pembuli tersebut merupakan hantu bagi Merricat. 
Majalah TIME menyebutkan novel We Have Always Lived in the Castle ini salah satu dari 10 buku terbaik tahun 1962. Saya pikir,  Novel ini lebih bagus dari The Haunting of Hillhouse, untuk itu saya kasih bintang empat!!


Rating Ruang Buku Megga
✭✭✭✭ (4/5)


Judul Buku:  We Have Always Lived in The Castle
Penulis : Shirley Jackson
Edisi : Paperback Softcover 20,5 cm
Tahun Terbit: 2018, Cetakan Pertama
Jumlah Halaman : 272
Penerbit : Qanita, Mizan Group
Penerjemah : Prisca Primasari



ADVERTISEMENT
Tags: KomikMangaResensiSinopsiSpoilerTulisanUlasan
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Review

Sinopsis Drama Taiwan Bromance Episode 13 – Part 1

20.10.2022
Review

Sinopsis Drama Korea Somebody, Dibintangi Oleh Kim Young Kwang

20.10.2022
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank MAYAPADA di Padang
Review

Sandro Tobing – Dag Dig Dug

19.10.2022
Review

Sinopsis Drama China Back For You

19.10.2022
Ikhtishar Ilmu Hadits (1)
Review

Piggy (2022) Sinopsis, Informasi

19.10.2022
Review

Sinopsis Leh Ratree Episode 6 – Part 2

19.10.2022
Next Post

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 12 - 3

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon BNN Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Utara

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon BNN Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Utara

Iklan

Recommended Stories

18 Tanda Seseorang Husnul Khatimah Berdasarkan Hadits Rasulullah

18.11.2020

7 Kajaiban Air Mata

21.12.2012

RESEP MEMBUAT APEM SELONG TRADISIONAL ENAK

11.05.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Keanu Angelo Tulis Pesan Menyentuh untuk Lula Lahfah: Kita Sudah Beli Tiket Liburan

Keanu Angelo Tulis Pesan Menyentuh untuk Lula Lahfah: Kita Sudah Beli Tiket Liburan

25.01.2026
Seminggu Sebelum Wafat, Lula Lahfah Ajak Keluarga Makan Bersama

Seminggu Sebelum Wafat, Lula Lahfah Ajak Keluarga Makan Bersama

25.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Chord Lirik
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains
  • Terjemahan Lagu

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?