
Usia bukan hambatan bagi seseorang untuk berkreasi. Bahkan
pada orang-orang tertentu semakin bertambahnya usia menjadikannya semakin
kreatif. Paling tidak semangat ini ditunjukkan oleh Wayan Sutiarti Mastoer yang
baru mulai menekuni hobinya ketika telah memasuki masa pensiun. Dia pun
berinovasi dengan memanfaatkan sisik ikan jadi aksesoris.
“Bidang yang saya tekuni sekarang memang jauh dari pekerjaan saya dulu.
Dulu saya terlalu sibuk di kantor, sibuk urus keluarga, sekarang setelah
pensiun saya ingin mencari kesenangan saya, hobi saya,” ungkap Wayan.
Dan di luar dugaan Wayan, ternyata hobi lama yang baru ditekuninya kembali pada
tahun 1997 berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan. Walhasil, masa pensiun
yang dijalaninya justru menjadi awal baginya menekuni bisnis kerajinan bunga
kering.
“Padahal tadinya hanya ingin mengisi masa pensiun, mengisi waktu luang
dengan sesuatu yang saya sukai,” ujarnya.
Di tangannya, sisik ikan yang berbau amis itu, diubah menjadi
aksesoris-aksesoris yang indah, mulai dari kalung, bros, giwang, anting, dan
sebagainya. “Sisik ikan ini saya dapat dari pasar Genteng, Surabaya. Satu
karung sisik ikan hasil pengumpulan beberapa hari, dibawa ke rumah saya. Baunya
benar-benar bau amis. Karena itu setiap kali karungan sisik datang ke rumah,
maka hari itu juga harus dikerjakan, paling tidak dibersihkan hingga tidak
berbau lagi.” katanya.
“Untung saya bukan orang yang penjijik, sehingga tidak masalah bagi saya
menggarap sisik-sisik itu. Untuk membersihkan segala kotoran, saya cuci
berkali-kali, setelah itu direndam semalaman dengan kaporit. Setelah bersih dan
tidak berbau lagi, dikeringkan, namun jangan terlalu panas nanti melinting.
Setelah itu, siap dibentuk dan diberi pewarnaan, pakai pewarna tekstil
biasa,” jelasnya panjang lebar.
Ternyata, tambahnya, aksesoris dari sisik ikan ini, banyak yang suka. Bukan
hanya para remaja saja, tapi para ibu pun menyukainya. “Lihat ini, hampir
semua produk dari sisik ikan ludes terjual di hari pertama pameran,” kata
Wayan.
pada orang-orang tertentu semakin bertambahnya usia menjadikannya semakin
kreatif. Paling tidak semangat ini ditunjukkan oleh Wayan Sutiarti Mastoer yang
baru mulai menekuni hobinya ketika telah memasuki masa pensiun. Dia pun
berinovasi dengan memanfaatkan sisik ikan jadi aksesoris.
“Bidang yang saya tekuni sekarang memang jauh dari pekerjaan saya dulu.
Dulu saya terlalu sibuk di kantor, sibuk urus keluarga, sekarang setelah
pensiun saya ingin mencari kesenangan saya, hobi saya,” ungkap Wayan.
Dan di luar dugaan Wayan, ternyata hobi lama yang baru ditekuninya kembali pada
tahun 1997 berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan. Walhasil, masa pensiun
yang dijalaninya justru menjadi awal baginya menekuni bisnis kerajinan bunga
kering.
“Padahal tadinya hanya ingin mengisi masa pensiun, mengisi waktu luang
dengan sesuatu yang saya sukai,” ujarnya.
Di tangannya, sisik ikan yang berbau amis itu, diubah menjadi
aksesoris-aksesoris yang indah, mulai dari kalung, bros, giwang, anting, dan
sebagainya. “Sisik ikan ini saya dapat dari pasar Genteng, Surabaya. Satu
karung sisik ikan hasil pengumpulan beberapa hari, dibawa ke rumah saya. Baunya
benar-benar bau amis. Karena itu setiap kali karungan sisik datang ke rumah,
maka hari itu juga harus dikerjakan, paling tidak dibersihkan hingga tidak
berbau lagi.” katanya.
“Untung saya bukan orang yang penjijik, sehingga tidak masalah bagi saya
menggarap sisik-sisik itu. Untuk membersihkan segala kotoran, saya cuci
berkali-kali, setelah itu direndam semalaman dengan kaporit. Setelah bersih dan
tidak berbau lagi, dikeringkan, namun jangan terlalu panas nanti melinting.
Setelah itu, siap dibentuk dan diberi pewarnaan, pakai pewarna tekstil
biasa,” jelasnya panjang lebar.
Ternyata, tambahnya, aksesoris dari sisik ikan ini, banyak yang suka. Bukan
hanya para remaja saja, tapi para ibu pun menyukainya. “Lihat ini, hampir
semua produk dari sisik ikan ludes terjual di hari pertama pameran,” kata
Wayan.
Sumber :
ciputraentreprenuerchip.com
ADVERTISEMENT


























