Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Jambi (32): Bahasa Jambi, Bahasa Melayu Dialek O Era Bahasa Batak Kuno; Pengaruh Minangkabau – Pengaruh Jawa?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
12.09.2022
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jambi dalam blog ini Klik Disini  

Bahasa menunjuk bangsa. Itulah pepatah lama.
Salah satu Bahasa di Nusantara/Indonesia adalah Bahasa Melayu. Bahasa
Minangkabau tidak disebut Bahasa Melayu. Tetapi Bahasa Minangkabau yang bertetangga
dengan Bahasa Batak/Angkola Mandailing di utara dan Bahasa Kerinci di selatan. Bahasa
Melayu di Indonesia memiliki delapan puluh tujuh dialek. Tujuh dialek berada di
wilayah Jambi: Tanjung Jabung Timur, Kota Jambi, Muarajambi, Batanghari, Tebo, Bungo,
Sarolangun, dan Marangin.


Menurut
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, di wilayah Bangka Belitung terdiri
atas lima dialek; Sumatra Selatan sembilan dialek; DKI Jakarta terdiri atas dua
dialek; Jawa Barat satu dialek, yaitu dialek Betawi; Bali hanya satu dialek; NTB
juga mempunyai satu dialek; Kalimantan Timur terdiri atas tujuh dialek; Kalimantan
Tengah tiga dialek; Sulawesi Utara terdiri atas satu dialek; Maluku Utara
terdiri atas dua dialek; Maluku terdiri atas empat dialek; Sumatra Utara terdiri
atas 11 dialek, Riau terdiri atas satu dialek, yaitu dialek Pesisir dan di
wilayah Kepulauan Riau terdiri atas 15 dialek. Di wilayah Lingga, Kepulauan
Riau terdiri dari dialek-dialek: Rejai; Kecamatan Senayang; Posek di kecamatan
Kepulauan Posek, Merawang di kecamatan Lingga, Berindat-Sebelat di Kecamatan
Singkep Pesisir. Secara dialektometri, persentase perbedaan antardialek berkisar
51%—80%. Dua dialek bahasa Melayu di Sumatra Utara adalah dialek Muara Sipongi
(Tapanuli Selatan) dan Sungai Sakat (Labuhan Batu),. 

Lantas bagaimana sejarah bahasa Jambi, bahasa
Melayu dialek O era bahasa Batak Kuno
? Seperti yang disebut di atas, Bahasa Melayu di wilayah Jambi adalah
bagian dari sebaran Bahasa Melayu. Satu yang khas Bahasa Melayu di Jambi (dan
di Palembang) dituturkan dengan menggunakan fonetik o. Mengapa? Apakah ada
pengaruh Jawa atau Minangkabau pada era Bahasa Batak Kuno? 
Lalu bagaimana sejarah bahasa Jambi, bahasa Melayu dialek
O era bahasa Batak Kuno
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Bahasa Jambi, Bahasa Melayu Dialek O Era Bahasa Batak
Kuno; Pengaruh Minangkabau atau Pengaruh Jawa?

Perubahan fonetik pada sejumlah kosa kata
bahasa-bahasa di Sumatra terjadi pada bahasa Melayu di Palembang, Jambi dan
Minangkabau. Ini berbeda dengan di wilayah penutur bahasa Melayu seperti di
Siak dan (kep. Riau). Namun ada pergeseran
 
a menjadi e untuk wilayah penutur bahasa Melayu lainnya seperti semenanjung
Malaya. Berdasarkan catatan bahasa terawal yang terdapat pada prasasti umumnya
bahasa Melayu (suksesi bahasa Sanskerta) menggunakan fonetik a. Dalam
perkembangannya di Jawa, fonetik o muncul. Besar dugaan pengaruh o di Sumatra
berasal dari Jawa.


Sebelum
terbentuknya bahasa Melayu, seperti yang terdapat dalam prasasti-prasasti awal
penggunakaan bahasa Sanskerta sangat umum (sebagai lingua franca). Dalam
prasasti Kedoekan Boekit (682 M) bahasa yang digunakan adalah bahasa Sanskerta
dan bahasa Batak sementara bahasa yang digunakan dalam prasasti Sojomerto
(akhir abad ke-7) menggunakan bahasa Sanskerta dengan campuran yang diduga
berasal dari Jawa. Pada masa itu umum terjadi dwibahasa (bahasa lingua franca
dan bahasa daerah, seperti masa ini lingua franca Bahasa Indonesia dengan
bahasa daerah). Campuran bahasa Sanskerta dan bahasa-bahasa daerah inilah
kemudian membentuk bahasa Melayu sebagai lingua franca baru (ibarat masa kini
Bahasa Indonesia menjadi lingua franca baru menggantikan bahasa Melayu).

Dalam sejarahnya, bahasa-bahasa di Jawa tidak
semua dengan fonetik o, misalnya di wilayah berbahasa Sunda, dan wilayah berbahasa
Bali dan Madura. Di wilayah penutur bahasa Jawa sendiri tidak semuanya
menggunakan o, ada juga yang menggunakan a (terutama di wilayah feri-feri di
barat, di timur, dan di utara.). Besar dugaan sejak dari awal penggunaan o ini
terdapat di pedalaman Jawa (wilayah Mataram Kuno dan Kediri).


Adanya
pelafalan kosa kata dalam bahasa Melayu dengan menggunakan o dan e diduga
adalah pengaruh bahasa (dialek) daerah terhadap bahasa lingua franca. Seperti
disebut di atas, pengaruh o di bahasa Melayu dialek Jambi dipengaruhi oleh
bahasa daeraj Jawa. Demikian juga penggunaan e dalam bahasa Melayu juga dipengaruhi
oleh bahasa daerah seperti di beberapa wilayah di Semenanjung dan Betawi. Oleh
karena itu, bahasa Melayu awal adalah menggunakan a sesaui dengan bahasa
Sanskerta (yang menjadi cikal bakalnya). Perbedaan diantara bahasa daerah misalnya
antara bahasa Batak dan bahasa Jawa, dengan terbentuknya aksara ditulis dengan
fonetik a, tetapi di Jawa diucapkan dengan o (pola ini umum di berbagai bahasa-bahasa
asing seperti bahasa Inggris ditulis a tetap adakalnya diucapkan dengan e)

Bahasa Batak yang di zaman dulu diperkaya oleh
bahasa Sanskerta, dalam pekermbangannya hanya sedikit bahasa asli Batak dipengaruhi
oleh bahasa Sanskerta/bahasa Melayu. Namun pengaruh bahasa asli Minangkabau
tidak hanya dipengaruhi bahsa Sanskerta tetapi juga oleh bahasa Melayu.
Penggunaan o pada sejumlah kosa kata Minangkabau diduga pengaruh yang mirip
seperti yang dialami bahasa Melayu di wilayah Jambi. Dalam hal ini bahasa asli
Minangkabau dipengaruhi oleh bahasa Sanskerta, bahasa Melayu dan juga bahasa
Jawa. Hal itulah yang menyebabkan ada perbedaan antara bahasa Jambi dengan
bahsa Minangkabau. Meski demikian, kosa kata asli Minangkabau masih dapat
dikenali.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pengaruh Minangkabau atau Pengaruh Jawa: Bahasa-Bahasa
di Sumatra

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Ngenalin Wisata Indonesia kepada Orang Italia, Serasa Virtual Tour Via Zoom Meeting

Sejarah Jambi (33): Arsitektur Rumah Asli Jambi di Rantau Panjang; Batang Tabir Hulu di Gunung Malintang, Muara di Batanghari

Adab Zikir –  Sidi `Abdullah

Adab Zikir - Sidi `Abdullah

Iklan

Recommended Stories

Sunrise Gili Labak Island

12.09.2015

Hukum Orang Puasa Tapi Tidak Shalat

26.04.2021
Larangan Memotong Kuku, Kulit, Rambut Orang yang Berniat Qurban

Resep Perkedel Tempe Bumbu Ketumbar Mudah Diaplikasikan

10.08.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?