Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (751): Burma Laut Andaman dan Geomorfologi; Peta Aurea Chersonesus – Sumatra dan Malaya

Tempo Doelo by Tempo Doelo
03.08.2022
Reading Time: 12 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Wilayah Burma (kini wilayah Myanmar) diduga kuat
sudah dikenal sejak zaman kuno. Wilayah Burma diduga telah menjadi jalur
migrasi dari darata Asia di barat ke Asia Tengga hingga pulau-pulau di
Nusantara. Migrasi kuno itu adalah orang-orang Negrito sebagaimana masih
ditemukan di Semenanjung Malaya dan pulau Andaman. Pada abad ke-2 Ptolomeus
memetakan semenanjung Aurea Chersoenesus yang didalamnya termasuk wilayah Burma.


Republik
Persatuan Myanmar juga dikenal sebagai Birma, disebut “Burman” di
dunia Barat) adalah sebuah negara berdaulat di Asia Tenggara. Myanmar
berbatasan dengan India dan Bangladesh di sebelah barat, Thailand dan Laos di
sebelah timur dan Tiongkok di sebelah utara dan timur laut, seluas 676.578 km².
Ibu kota negara ini sebelumnya terletak di Yangon sebelum dipindahkan oleh
pemerintahan junta militer ke Naypyidaw pada 2005. Peradaban awal di Myanmar
termasuk penduduk berbahasa Tibeto-Burma di Burma Utara dan Kerajaan Mon di
Burma Selatan. Pada abad ke-9, orang Bamar memasuki lembah atas Sungai
Irrawaddy, diikuti dengan didirikannya Kerajaan Pagan tahun 1050-an. Sejak saat
itu, bahasa Burma, termasuk budaya dan Buddha Theravada perlahan-lahan menjadi
dominan di negara ini. Kerajaan Pagan jatuh akibat invasi Mongol. Pada abad
ke-16, setelah disatukan oleh Dinasti Taungoo, negara ini sesaat pernah menjadi
kekaisaran terbesar dalam sejarah Asia Tenggara. Pada abad ke-19, Dinasti
Konbaung menguasai daerah yang didalamnya termasuk wilayah Myanmar modern saat
ini dan sesaat menguasai Manipur dan Assam. Inggris menguasai Myanmar setelah 3
Perang Anglo-Burma pada abad ke-19 dan negara ini kemudian menjadi koloni
Inggris
. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah geomorfologi Burma
dan Laut Andaman? Seperti disebut di atas, wilayah Burma sudah dikenal sejak
zaman kuno sebagaimana dipetakan oleh Ptolomeus abad ke-2 sebagai bagian dari
semenanjung Aurea Chersonesus.
Lalu bagaimana sejarah geomorfologi Burma dan Laut
Andaman? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki
permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang
bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk
menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini
adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan
peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena
saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber
primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena
sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang
disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali
di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Geomorfologi Burma dan Laut Andaman; Peta Kuno Aurea
Chersonesus adalah Sumatra dan Malaya
 

Untuk memahami (wilayah) Burma (kini Myanmar) masa
ini, haruslah dimulai dari wilayah pantai barat (di wilayah Pegu zaman kuno).
Sebelum terbentuk Burma (Myanma) kerajaan yang sudah eksis di wilayah adalah
Kerajaan Pegu. Sejarah kerajan-kerajaan, secara geomorfiologis seiring dengan
sejarah geografis.


Disebutkan (dalam tradisi) Kamboja dan Siam zaman kuno mungkin sebagai
cabang dari populasi Tartar, orang-orang Khitan, yang mingrasi ke Tiongkok sejak
937 M, kemudian berpindah ke selatan di bawah raja mereka yang kemudian mendirikan
kerajaan independen, dengan mengorbankan Khmer, sekitar tahun 1250 kerajaan
Xieng-Mai terbentuk dan tidak lama kemudian terbentuk kerajaan Siam yang lebih
baru. Dalam hal ini Khmer terdesak hingga wilayah Siam di muara sungai Menam
dari Ligor di selatan hingga danau Kamboja di timur. Kekaisaran Champa telah
menyusut ke daerah kecil di selatan, mendorong Kamboja kembali ke tenggara. Sejarah
baru Siam dimulai (1344-1556), dimana ibukota, Chaliang, dipindahkan ke selatan
ke Ayuthia. Pada era Raja Borommaradja merebut kembali kerajaan Malaka yang
jatuh pada tahun 1511, Siam berhubungan dengan Portugis, yang telah menduduki
kota dan benteng Malaka pada tahun yang sama. Hubungan kedua pihak berkembang dan
perjanjian perdagangan dibuat. Pada era inilah Pegu yang dibentengi, telah
menaklukkan Burma, dan selanjutnya melawan Siam. Ibu kota Ayuthia menyerah pada
tahun 1544 dan Siam menjadi negara bagian bawahan Pegu. (lihat Landen en volken
der vreemde werelddeelen in woord en beeld. II. Oost-Azie en Occanie, de
Indische Oceaan, 1913). Zaman kedua sejarah baru Siam (1556-1767) akan disinggung
pada artikel berikutnya. Peta 1598

Dalam peta-peta Portugis, posisi GPS (kota kerajaan)
Pegu berada di muara sungai (tidak diidentifikasi nama sungai). Pada Peta 1598
ibu kota (kerajaan) Pegu beradad di pantai (muara sungai). Di depan kota di
tengah laut diidentifikasi suatu pulau. Di sekeliling pulau terdapat
identifikasi gosong (daratan pasir yang jika pasang akan tergenang). Juga
diidentifikasi pada bagian barat daya sebuah pulau yang terkesan dekat dengan
daratan (secara umum pulau dan daratan itu tampak sebagai tanjong).


Pada peta Belanda (VOC) Peta 1654 kota (kerajaan) Pegu diidentifikasi
berada di pedalaman di sisi barat sungai. Depan kota masih teridentifikasi
bentuk awal dalam dua buah pulau di depan kota. Ini mengindikasikan bahwa pulau
yang sebelumnya (Peta 1598) telah semakin luas (semakin besar) dimana Pada Peta
1654 terlihat dua buah. Jumlah pulaunya bertambah, yang boleh jadi area gosong
sebelumnya telah menjadi daratan baru.

Dimana kota kuno Pegu ini
berada pada masa kini? Diduga kini berada di sisi barat sungai Bago. Namun pada
masa lampau kota Pegu ini tetap berada di muara sungao Bago. Perairan di depannya
berupa teluk juga bermuara dua sungai besar di sebelah barat adalah sungai
Irawady dan di sebelah timur sungai Sittang. Namun dalam perkembangannya di
bagian teluk terjadi proses sedimentasi jangka Panjang yang membentuk daratan
luas


Dengan adanya pembentukan daratan, kota Pegu kemudian seakan berada di pedalaman
dam muara sungai Bago bergser ke hilir. Pada muara sungai baru inilah kemudian
terbentuk kampong baru (Yangoon). Pada tahap berikutnya terjadi lagi proses
sedimentasi sehingga kampong/kota Yangoon juga seakan berada di pedalaman. Jika
memperhatikan situasi dan konsisi geografis sekarang tampak Kota Yangoon seakan
berada di pedalaman, dan Kota Bago juga seakan jauh di pedalaman. Sementara di
masa lampau kota (kerajaan) Pegu berada di pantai di muara sungai Bago. Di tiga
daerah aliran sungai (Bago, Sittang dan Irawadi) terbentuk daratan delta yang
sangat luas lagi subur dimana pada masa ini terdapat persawahan yang sangat
banyak. Peta 1705

Kerajaan Pegu berdasarkan Peta 1705 berada di sebelah
utara (kerajaan) Siam dan di sebelah barat (kerajaan) Kamboja. Sedangkan di
sebelah utara (kerajaan) Pegu adalah kerajaan-kerajaan (Burma). Dua wilayah
kerajaan (Pegu dan Burma) inilah yang menjadi wilayah Myanmar yang sekarang.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Peta Kuno Aurea Chersonesus adalah Sumatra dan Malaya:
Peradaban Kuno Asia Tenggara

Seperti disebut di atas, Kerajaan Pegu menaklukkan
(kerajaan) Burma (sebelumnya disebut Kerajaan Awa). Kerajaan Pegu ini dapat
dikatakan kerajaan yang baru terbentuk di pantai (muara sungai Bago). Dalam
perkembangannya Kerajaan Pegu menaklukkan kerajaan Burma di pedalaman. Kekuatan
kerajaan Pegu ini tidak sampai disitu bahwa juga pernah menaklukkan Siam da,
Laos/Kamboja.


Dalam sejarah kerajaan-kerajaan di berbagai tempat ada perbedaan dan ada
persamaan. Di Jawa dan Sumatra terdapat kerajaan baru di pantai yang berhadapan
dengan kerajaan lama di pedalaman. Namun kerajaan di pedalaman ini kurang
dikenal oleh dunia luar, Yang dikenal baik adalah kerajaan-kerajaan yang berada
di pantai.Di Semenanjung Malaya terbentuk kerajaan baru di pantai barat
Semenanjung Malaya (Kedah dan Malaka berbeda masa) namun diduga tidak ada
kerajaan di pedalaman, tetapi kerajaan di pantai timur Semenanjung Malaya. Di Indochina
(termasuk Myanmar) kerajaan-kerajaan yang terbentuk dating dari dua arah, yang terbentuk
karena pendatang dari pedalaman (Burma, Siam dan Vietnam) dan yang terbentuk
karena juga pendatang dari lautan (Pegu, Kamboja, Khmer, Champa). Di wilayah
Myanmar yang sekarang terdapat dua kerajaan yang berhadapan yang dating dari
lautan (Pegu) dan yang dating dari pedalaman (Burma).

Pada waktu kehadiran Eropa/Portugis, Kerajaan Siam
menaklukkan Malaka (Semenanjung Malaya) yang kemudian diadakan perjanjian
antara Portugis di Malaka dan Siam. P0da tahun 1569 raja Siam diakui oleh Tiongkok.
Boleh jadi sejak saat ini Siam semakin kuat karena mendapat dukungan dari
Tiongok. Siam semakin bersemangat untuk menaklukkan Pegu yang menindasnya (yang
juga didukung Kamboja namun berkhianat).


Perang antara Pegu dan Siam berlarut-larut. menjadi berlarut-larut. Siam
baru berhasil menaklukkan Pegu pada tahun 1579 dengan penyerahan penuh Pegu
kepada kekuasaan Siam. Siam juga sebagai pembalasan atas pengkhianatannya,
pangeran Kamboja juga dikalahkan dan ditangkap pada tahun 1583. Sejak itu
kerajaan Siam mulai terbuka kepada asing, yang pertama orang asing memasuki
wilayah Siam melalui sungai Menan adalah Prancis (para misionaris).

Kerajaan Alompra (tetangga Burma) bangkit dari tidur dan kemudian menjatuhkan
musuh turun-temurun Pegu.
Kerajaan ini juga ingin menaklukkan Siam pada tahun 1760 naamun gagal. Kerajaan ini kemudian menyerbu Siam lagi pada tahun 1766 dan pada tahun 1767, ibu kota Siani diambil dan
dibakar, dan raja yang terluka tewas dalam kobaran api.
Siam bangkit kembali dan kemudian memukul mundur
orang-orang Burma.
Laos dan dengan tegas memukul mundur orang-orang Burma,
yang tidak tahan kehilangan Siam. Sebagaimana diketahui akhirnya musuh nyata
Burma adalah Inggrsi pada tahun 1840an. Inggris kemudian membangun kota Yangoon
di muara sungai Bago.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Peta Kuno Aurea Chersonesus adalah Sumatra dan Malaya:
Peradaban Kuno Asia Tenggara

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Senjata Terakhir yang Bisa Mengubah Keadaan

Cowok Modern Pilih Body Lotion Romansa

Sejarah Menjadi Indonesia (752): Kota Bangkok di Teluk Siam dan Geomorfologi; Tidak Dikenal di Zaman Kuno, Mengapa?

Iklan

Recommended Stories

Rasyid Ridha – Komen Mufti Brunei 3

21.12.2005

Cara mudah membuat Kentang goreng ala kfc

24.11.2020
Yuk Biasakan Habiskan Makananmu Saat Makan di Resto

Praktik Masak Asian Modern Gastronomy Bersama Chef Della di Kitchen Graha Tristar

19.10.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?