*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Singkatan
nama Indonesia sebagai Indon tidaklah umum. Namun penyingkatan nama ini pernah
terjadi dalam satu masa pada era Pemerintah Hindia Belanda. Nama singkatan
Indon dari Indonesia bukan nama perjuangan tetapi nama yang lazim di kalangan
orang Belanda untuk membedakan orang Belanda dengan Indonesia yakni orang Indo/Belanda.

dalam The Encyclopedia Americana oleh Bernard S. Cayne, Robert S Anderson, Sue
R Brandt (1829). Setelah Indonesia merdeka, istilah singkat Indon digunakan
untuk membedakan dengan istilah Indo yang merujuk India, seperti Indo-Arya,
Indo-Eropa, Indo-Iran, dan Indochina. Sebagian media Indonesia menggunakan
istilah ini pada tahun 1963 sampai 1982 untuk menyingkat Indonesia. Jauh sebelum
itu, pada masa orde lama istilah Indon sering digunakan untuk menyingkat kata
Indonesia itu sendiri. Dalam buku BAHASA DAN BUDAJA yang diterbitkan oleh
Lembaga Bahasa dan Budaja, Universitas Indonesia (1952) memuat berbagai tulisan
dan catatan kaki mengenai penggunaan singkatan Indon yang lazim digunakan untuk
menyingkat Indonesia. Munculnya pendefinisian Indon sebagai karakter bangsa
Indonesia yang berkonotasi negatif ini berawal melesatnya perkembangan internet
di Indonesia pada dekade 2000-an dan anggapan di kalangan nasionalis untuk
tidak menyingkat penggunaan Indonesia. Puncaknya pada tahun 2006, Pemerintah
Indonesia menentang dan melarang penggunaan istilah Indon baik di dalam maupun
luar negeri.
(Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah nama Indon yang berbeda dengan nama Indonesia? Seperti
disebut di atas, nama Indon sebagai singkatan nama Indonesia sudah eksis pada
era Pemerintah Hindia Belanda. Lalu bagaimana sejarah nama Indon? Seperti kata
ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan
dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber
tempo doeloe..
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Indon, Singkatan Nama
Indonesia Bagi Orang-Orang Indo/Belanda
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Meluruskan Nama Indonesia:
Nama Indonesia Tidak Bisa Disingkat Indon
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



