*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Sebelum kehadiran orang Belanda, di
daratan Australia sudah banyak orang Indonesia (baca: Hindia Timur) yang
berasal dari Jawa, pulau-pulau Nusa Tenggara dan pulau-pulau Maluku (bahkan
dari pulau Sulawesi). Tidak diketahui secara pasti tetapi semakin intens pada
era Portugis. Orang-orang Hindia tersebut di Australia terutama pantai utara
Australia utara dan pantai timut Australian hingga pulau-pulau di Selandia Baru
yang sekarang. Pendatang dari Hindia ini ada yang menetap dan ada yang
ulang-alik dalam hubungannya perdagangan.

pada era orang-orang Belanda (VOC). Pada saat Abel Tasman melakukan eskpedisi
ke (benua) Australia pada tahun 1643, bahkan hingga pantai selatan Australia
menemukan orang yang berbeda dengan dengan penduduk setempat di wiklayah
pantai. Orang-orang yang bebeda yang bermukim ini diduga orang-orang Hindia
yang telah meluaskan perdagangannya dari pantai timur Australia. Lalu sehubungan
dengan pelaut-pelaut Belanda (VOC) menemukan jalur navigasi pelayaran yang aman
dari Afrika Selatan melalui selatan lautan India dan berbelok ke utara melalui
pulai Kalapa (selatan Jawa) hingga selat Soenda, wilayah pantai barat Australia
mulai dikunjungi oleh pedagangan-pedagang VOC/Belanda. Dalam hubungan inilah
kemudian semakin intens orang Hindia ke pantai barat Australia (di sekitar
Perth yang sekarang). Lalu satu abad kemudian, pelaut Inggris James Cook
(1771-1773) dalam laporannya merekomendasikan akan (benua) Australia dijadikan
sebagai koloni Inggris. Perdana Menteri (kerajaan) Inggris meresponnya lalu
mengirim orang-orang Inggris bermukim di Australia (semacam transmigrasi).
Orang-orang Belanda di Jawa gigit jari dan menangisinya. Orang-orang Belanda
(VOC) kehilangan (bumi) Australia. Bagaimanna orang-orang Hindia di Australia
kemudian tidak terinformasikan lagi.
Lantas
bagaimana sejarah Indonesiasi di Australia? Seperti disebut di atas, Indonesiasi di
Australia telah berlangsung di jaman lampau bahkan jauh sebelum kedatangan
orang-orang Eropa di Hindia dan Australia. Proses Indonesiasi ini semakin
intens pada era Belanda (VOC). Namun setelahnya yang terjadi adalah Inggrislah
yang mendominasi (hingga ini hari). Lalu bagaimana sejarah Indonesiasi di Australia? Yang
jelas yang terjadi sekarang adalah Australia yang meng-Indonesia. Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan
Indonesiasi di Australia; Melayunisasi di Era Portugis dan VOC
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Indonesiasi di Australia:
Tempo Doeloe Melaynuisasi, Kini Australia Semakin Men-Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



