*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Orang Cina/Tionghoa pada era
Pemerintah Hindia Belanda terkotak-kotak: sebagian pendukung Belanda, sebagian
yang lain pendukung nasionalis (perjuangan bangsa Indonesia). dan sebagian yang
lain netral (mengidentifikasi sebagai warga negara Tiongkok). Diantara orang
Tionghoa/Cina yang mendukung perjuangan nasionalis Indonesia terdapat yang
aktif turut dalam perjuangan pada perang kemerdekaan Indonesia (1945-1949).
Salah satu diantaranya yang disebut Ang Tiauw Bie.

berikut: Ang Tiauw Bie adalah pendatang
dari Tiongkok. Mengadu nasib ke Nusantara, mencoba peruntungan. Kendati
berstatus sebagai pendatang, rasa cintanya kepada Indonesia tidaklah sedikit. Ang
Tiauw Bie namanya. Seorang pengusaha sukses yang membantu perjuangan Indonesia.
Kendati harus menjalani praktik bisnis kotor, kisah heroiknya akan selalu
dikenang sepanjang masa. Awalnya Ang adalah pemuda miskin yang tidak bisa
bersekolah. Untuk menyambung hidup, ia bekerja sebagai penjaga kebun kelapa. Namun,
Ang adalah pemuda cerdas. Ia belajar banyak hal dengan cepat, terutama dari
pamannya Ang Sioe Tjwan yang mengajarinya berdagang kopra. Di tahun 1930an, Ang
telah menjadi pengusaha. Ia memiliki pabrik minyak kelapa dan juga sabun.
Sukses besar diraihnya dalam tempo yang singkat. Selain sebagai pengusaha, Ang
juga belajar banyak hal secara otodidak. Ia termasuk pengusaha Tionghoa yang
fasih berbahasa Indonesia di masanya. Hal inilah yang membuat dirinya banyak
berkenalan dengan tokoh pejuang nasional, seperti Soekarno, Bung Hatta, dan
Sultan Hamengkubuwono IX. Kesuksesan bisnisnya membuat ia sanggup membeli dua
kapal laut. Jiwa nasionalismenya ditunjukkan dengan pemberian nama pada kedua
kapalnya. Sri Menanti dan Sri Nona adalah nama yang tersemat pada kapal milik
Ang Tiauw Bie. Sesuai namanya, kapal-kapal ini memiliki dua fungsi. Mengangkut
hasil bumi dari Pulau Jawa ke Singapura. Dalam perjalanan pulang, ia
menyelundupkan senjata bagi keperluan tentara Indonesia. Adalah Laksamana John
Lie, yang turut andil dalam aksi penyelundupan ini. John Lie adalah pejuang
nasional etnis Tionghoa yang pertama kali mendapat gelar sebagai pahlawan
nasional. Namanya juga diabadikan dalam sebuah kapal perang milik AL TNI.
Lantas
bagaimana sejarah Ang Tiauw
Bie?
Seperti disebut di atas, Ang Tiauw Bie dikatakan sebagai salah satu orang
Cina/Tionghoa yang turut ambil bagian dalam perang kemerdekaan Indonesia
(melawan Belanda). Lalu bagaimana sejarah Ang Tiauw Bie? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Ang
Tiauw Bie: Pengusaha
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Ang Tiauw Bie: Orang Tionghoa Para
Pejuang Perang Kemerdekaan Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



