Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (457): Pahlawan Indonesia dan Perjuangan Kemerdekaan Hindia; Orang Indo Ingin Pisah dari Belanda

Tempo Doelo by Tempo Doelo
07.03.2022
Reading Time: 20 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Jauh sebelum pejuang-pejuang
Indonesia pada era Pemerintah Hindia Belanda mengusung kemerdekaan Indonesia,
orang-orang Belanda sendiri sudah ada yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia
(baca: Hindia). Pejuang itu umumnya adalah orang Indo-Belanda (orang Belanda
lahir di Hindia). Kita harus ingat kembali nama-nama Indo-Belanda, EFE Douwes
Dekker (kelahiran Pasoeroean) dan HJ van Mook (kelahiran Semarang). Jauh
sebelum mereka sudah ada antara lain RA Eekhout di Soekaboemi.

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Indische Partij (Partai Hindia)
adalah partai politik pertama di Hindia Belanda, berdiri tanggal 25 Desember
1912 oleh tiga serangkai EFE Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi
Soejaningrat. Partai ini menjadi organisasi orang-orang pribumi dan campuran di
Hindia-Belanda. Sebagai seorang Indo, Douwes Dekker merasa terjadinya
diskriminasi yang membeda-bedakan status sosial antara Belanda totok (asli),
Indo (campuran), dan Bumiputera (pribumi) oleh pemerintah Hindia-Belanda.
Kedudukan dan nasib para Indo tidak jauh berbeda dengan Bumiputera. Indo yang
melarat banyak ditemui di Batavia (Kamajoran), Semarang (Karangbidara), dan
Surabaya (Kerambangan). Belanda totok memandang para Indo lebih rendah dari
pada mereka. Mereka menganggap kaum Indo yang hina tidak pantas menjadi dokter.
Menurut Dekker, jika kaum Indo ingin merubah nasib, maka mereka harus
bekerjasama dengan Bumiputera untuk mengadakan perubahan. Hindia bukan hanya
diperuntukkan untuk Belanda totok, namun untuk semua orang yang merasa dirinya
seorang Hindia. Pandangan ini menjadi dasar dari ideologi nasionalisme yang di
usung oleh Indische Partij. Seperti yang dilakukan oleh Tjipto Mangunkusumo
yang mengkritisi melalui tulisan-tulisannya yang dimuat di surat kabar De
Locomotief. menurutnya, masyarakat Jawa sulit untuk maju karena dikungkung oleh
foedalisme serta masyarakat secara keseluruhan mengalami eksploitasi yang
berlebihan. Hal ini menyebabkan banyaknya kemiskinan dan keterbelakangan
sehingga ia berpikir kolonialisme harus di akhiri. Menurutnya, cara untuk
mengakhiri kolonialisme ialah dengan perjuangan politik. Hal inilah yang menyebabkan
Tjipto Mangunkusumo keluar dari Budi Utomo yang tidak sepemikiran dengannya.
Kemudian ia bertemu dengan Dekker dan Suwardi Suryaningrat yang sepemikiran dan
membentuk Indische Partij
.(Wikipedia)

Lantas
bagaimana sejarah orang-orang Indo berjuang untuk kemerdekaan Indonesia?
Seperti disebut di atas, jauh sebelum pejuang Indonesia sudah ada orang Indo
yang berjuang untuk kemerdekaan Hindia. Lalu bagaimana sejarah orang-orang Indo
berjuang untuk kemerdekaan Indonesia? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan
Perjuangan Kemerdekaan Hindia; Orang Indo Ingin Pisah Belanda

Tidak
ada orang Belanda membela orang Indonesia (baca: pribumi) hingga muncul Edward
Douwes Dekker (1842-1843). Edward Douwes Dekker mengadvokasi dan membela
penduduk di Angkola Mandailing. Mengapa? Nah. Itu dia. Perjuangan Edward Douwes
Dekker alias Multatuli ini kemudian diteruskan oleh keponakannya EFE Douwes
Dekker alias Dr Setia Budi.

Pemerintah Hindia Belanda membentuk cabang
pemerintahan di (Afdeeling) Angkola Mandailing pada tahun 1840. Namun situasi
cepat berubah, Pemerintah Hindia Belanda mengadopsi Koffiestelsel di Jawa di
wilayah Angkola Mandailing. Para pemimpin lokal dan penduduk melakukan
pemberontakan. Mulai banyak korban, pemuda Edward Douwes Dekker yang belum lama
diangkat sebagai Controleur tahun 1842 dan ditempatkan di (afdeeling) Natal
tidak tahan melihat keadaan. Edward Douwee Dekker mengadvokasi penduduk Angkola
Mandailing yang mulai eksodus dari Angkola Mandailing dan menghindar ke Natal. Gubernur
Sumatra’s Westkust Kolonel AV Michiels menganggap Edward Douwes Dekker telah
menyimpang, membela penduduk dan mengkritisi otoritas pemerintah. Yang eksodus
ke Semenanjung tidak kembali lagi. Yang eksodus ke Natal, sebagian mengikuti
jejak ke Semenanjung (hal itulah mengapa kini banyak populasi orang asal
Angkola Mandailing di Malaysia khususnya di Selangor). Akibat perbuatannya,
Edward dicipot dari jabatan Controleur tahun 1843 dan dilakukan tahanan kota di
Padang selama satu tahun).

Edward
Douwes Dekker dapat dikatakan orang Belanda pertama yang berhati mulia kepada
penduduk pribumi. Sebagian kisah novel Edward Douwes Dekker berjudual Max
Havelaar (rerbit tahun 1860) berdasarkan pengalaman advokasi terhadap penduduk
Angkola Mandailing di Natal, Edward Douwes Dekker menjalankan suara hatinya,
bukan menentang otoritas Pemerintah Hindia Belanda, tetapi menentang pejabat
yang korup (menindas penduduk demi motif keuntungan kolonial).

Pada tahun 1881 Reneke Adriaan Eekhout Jr
seorang perwira kelahiran Batavia mengundurkan diri angkatan laut (lihat
Algemeen Handelsblad, 14-03-1881). Pada tahun ini RA Eekhout membuka perkebunan
di Baros, Soekaboemi. Apakah ketertarikan RA Eekhout bekerja sebagai swasta menjadi
alasan dirinya mengundurkan diri dari angkatan laut? Tampaknya tidak, tetapi
lebih pada rasa cinta tanah air (sebagai Indo yang lahir di Hindia Belanda). RA
Eekhout bersama dengan teman-temannya di bidang pertanian mulai menkritisi
peraturan perundang-undangan yang berlaku terutama yang terkait dengan
pengabaian hak-hak para planter (lihat De locomotief, 17-09-1883). Dalam
perkembangannya, abang RA Eekhout juga diketahui GW Eekhout telah mengundurkan
diri sebagai pejabat tinggi di Batavia. GW Eekhout kemudian membuka lahan di
Djampang Tengah (dekat Baror). Mengapa GW Eekhout mengundurkan diri sebagai
pejabat? Kasusnya sama dengan adiknya RA Eekhout yang mengundurkan diri dari
angkatan laut. GW Eekhout tidak puas dengan kebijakan dan para pejabat
pemerintah yang cenderung korup. GW Eekhout juga lahir di Batavia.

Pada
tahun 1887 muncul satu petisi dari 726 landeigenaars, administrateurs, fabrikanten,
handelaars en particulieren yang menginginkan pemisahan tanah air (moederland)
dan koloni dan membentuk pemerintahan sendiri dengan dasar yang kira-kira sama
dengan yang menjadi dasar organisasi negara India, eks koloni Inggris (lihat
Algemeen Handelsblad, 30-06-1887). Dalam daftar orang yang menandatangani
petisi ini termasuk GW Eekhout dan RA Eekhout.  Dalam daftar ini juga termasuk Dr. L Weissm
dokter swasta di Soekaboemi. Boleh jadi karena kaitan tersebut dua bersaudara
ini kerap menyampaikan kritik melalui media.

Seperti halnya Edward Douwes Dekker di Natal (1842-1843)
yang membela penduduk Angkola Mandailing, petisi 1887 yang dilancarkan oleh
orang-orang Indo merupakan yang pertama perlawanan terhadap otoritas Pemerintah
Hindia Belanda yang dilakukan secara kolektif.

Dalam
perkembangannya kelanjutan petisi 1887 telah mulai bergeser ke perang opini
antar orang Belanda yang Belanda tulen dan Indo Eropa/Belandm. Ini antara lain
dapat dilihat pada salah satu artikel opini yang dimuat pada surat kabar Deli
courant, 07-12-1898 dengan judul Indo-Europeanen. Artikel itu antara lain
menulis tentang Indo Eropa.

‘Kelompok ini disebut Indo-Eropa. Apakah orang
Hindiaa yang datang dari Eropa? Apakah ini pembelajaran orang tua Hindia
kelahiran Eropa? Apakah mereka umumnya keturunan Eropa lahir di Hindia? Apakah
orang-orang Eropa di Hindia yang nenek moyangnya berasal dari Eropa? Apakah
mereka, bagaimanapun juga, adalah anak-anak dari seorang Eropa totok dan
seorang wanita Pribumi totok? Mari kita lihat kelas yang terakhir, jadi mari
kita maksudkan masalah ini secara murni dan hanya kelas yang mengekspresikan
setiap keturunan lain dari darah, yaitu kelas yang, menurut pendapat saya,
paling membutuhkan dukungan dalam pertempuran untuk sebagian besar dari mereka….Beberapa
ingin mendukung pribumi— bahkan indikasi Eropa — bahkan di atas anak Eropa,
yang lain, di sisi lain, ingin mengabaikannya sama sekali. Dalam pengertian
umum setidaknya — anak-anak asli — mereka dianggap yang ayahnya — yang
sebenarnya dituduh — tidak ingin mengakui mereka secara hukum — dan oleh karena
itu tidak melihat mereka menurut institusi kami dan termasuk dalam kelas: Eropa.
Dari mana hanya muncul kepribadian yang sangat dan sangat baik. Apakah mereka
harus disebut tidak bahagia secara umum, namun, tunduk pada keraguan yang sah,
kita dapat membayangkan dengan baik bahwa, dengan diet asli yang baik,
anak-anak yang sakit akan melewati lebih banyak kecerdasan dan ketajaman, dan
bahwa jika mereka dalam kondisi yang baik, masih ada hubungan asli yang sangat
dapat dikelola untuk mereka; satu hanya memikirkan banyak taruhan itrie
membentang. Di kelas orang Indonesia yang kami maksud, anak kandung, yang
sepenuhnya diakui dan disahkan oleh hukum oleh ayah, merupakan bagian yang
sangat besar dari masyarakat Hindia kami. Banyak dari mereka tertarik pada
hubungan terhormat, kemudian menikah dengan gadis-gadis Eropa, dan dalam
prosesnya telah menjadi ayah dari anak-anak yang telah menjadi orang Eropa—dan
mereka sepenuhnya termasuk dalam jajaran Indo-Eropa yang ditulis oleh kelas
yang disebutkan di atas’..

Dalam
polemik yang terjadi, terkesan dikontraskan antara Belanda tulen dan Belanda di
Hindia (Indo Eropa). Perbedaan inilah yang adakalanya menyentuh berbagai aspek
termasuk dalam produk hukum yang dibuat yang nota bene merugikan orang Belanda
dan orang Indo di Hindia,. Hal ini semacam ini sudah muncul sejak 1887 dimana
para pengusaha melancarkan petisi kepada pemerintah.

Sebagaimana diketahui orang-orang Eropa datang
ke Hindia sejak era Portugis dan semakin meningkat pada era VOC/Belanda. Tak
bisa dipungkiri sejak itu banyak orang Eropa yang lahir di Hindia dan orang
Eropa menikah dengan orang Hindia. Diantara Gubernur Jenderal VOC ada satu yang
kelahiran Hindia (di Ambon). Pada era Pemerintah Hindia Belanda, Gubernur
Jenderal selalu orang Eropa tulen (lahir di Eropa). Terminologi orang Indo
Europeanen ini paling tidak sudah diidentiofikasi pada tahun 1859 (lihat Javasche
courant, 07-05-1859). Indo Eropa dalam hal ini sebagai kelompok warga, namun
terminologinya masih dianggap masih netral. Terminologi ini bahkan digunakan
untuk variabel ilmiah seperti memebdakan tingkat kematian pada golongan
Eropa/Belanda, golongan Indo  Eropa dan
golongan pribumi (dan juga golongan Cina). Terminologi Indo Eropa mulai dilihat
sebagai variabel politik pada tahun 1890an. Terminologi Indo Eropa (keturunan
hasil perkawinan antara orang Eropa/Belanda danm orang pribumi) itu awalnya
grup warga antara grup Eropa/Belanda dan grup pribumi. Namun dalam perkembangannya
orang-orang Eropa/Belanda yang lahir di Hindia dikelompokkan sebagai orang Indo
Eropa. Orang Indo Eropa (campuran) yang meski wajahnya berparas Eropa tetap
dianggap sebagai identifikasi Indo Eropa.

Untuk
mengantisipasi gejolak yang muncul Pemerintah Hindia Belanda mulai mempratekkan
program naturalisasi. Tidak hanya orang Eropa non Belanda, juga orang Asing.
Dalam hal ini orang Jepang disetarakan dengan orang Eropa. Orang Cina dan orang
pribumi dimungkinkan untuk dinaturalisasi. Orang Indo dengan sendirinya
disetarakan dengan orang Eropa. Orang pribumi beragama Kristen diwacanakan
setara Eropa, tetapi mendapat penentangan dari pribumi lainnya (karena tidak
relevan).

Seorang tokoh pribumi di Padang, Saleh Harahap
gelar Dja Endar Moeda mengkritik wacana orang pribumi Kristen disetarakan
dengan Eropa. Alasannya adalah berlebihan dan sambil mempertanyakan. Bagaimana
pemerintah memperlakukan orang Kristen dari Tapanoeli, Ambon dan Minahasa sebagai
saudara kami sedangkan mereka sama miskin dan melaratnya dengan kami? Meski
kami berbeda agama tetapi kami berkerabat.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Orang Indo di Hindia Ingin
Pisah dari Belanda: RA Eekhout hingga EFE Douwes Dekker

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

CARA MEMBUAT STEAK TEMPE VEGETARIAN UNTUK DIET

CARA MEMBUAT BROWNIES TEMPE KHAS MALANG

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?