*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Papua dalam blog ini Klik Disini
Mungkin
banyak yang bertanya apalah arti sejarah sungai dan sejarah nama sungai.
Okelah, mungkin sungai tidak memberi makna penting pada masa kini, karena
sungai sama saja dengan laut dan danau tentang soal air. Namun sesungguhnya
sejarah sungai dapat dikatakan awal dari sejarah di suatu tempat. Mengapa? Seperti halnya di lautan (tanjung, teluk atau selat)
adalah penanda navigasi pelayaran di awal sejarah. Dalam hal ini, sungai
Membramo di pantai utara pulau Papua adalah jalur navigasi pelayaran dari
lautan (pantai) ke pedalaman (pegunungan). Di dua sisi inilah kehidupan sejarah
dicatat dan boleh jadi peradaban (yang baru) dimulai.

keberadaannya belum lama dicatat dalam sejarah navigasi pelayaran dan sejarah
geografi. Panjang sungai Mamberamo 670 Km. Sungai Mamberamo berhulu di
Pegunungan Jayawijaya dan bermuara ke Samudera Pasifik. Sungai Mamberamo jelas
sungai yang panjang, yang itu berarti air mengalir dari pegunungan di pedalaman
(kabupaten Sarmi) melalui berbagai wilayah geografi sebelum menemukan jalan ke
muara di pantai (laut). Sungai Membramo pada masa ini melewati sembilan
kabupaten dan bermuara di pantai utara pulau Papua di kabupaten Membramo.
Lantas
bagaimana sejarah sungai Membramo? Sudah barang tentu sudah ada yang menulisnya. Namun
sejarah tetaplah sejarah. Sejauh data baru ditemukan, penulisan narasi sejarah sungai
Membramo tidak pernah berhenti. Yang jelas muara sungai Membramo masa ini
berbeda dengan masa lampau. Mengapa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Membramo: Eskpedisi Awal
Tunggu deskripsi
lengkapnya
Sungai Membramo dan
Pengembangan Wilayah Pedalaman Papua
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





