
JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara ini adalah merupakan eksebisi
internasional yang ke 13 dalam bidang produk makanan dan minuman,
teknologi, bahan baku, bahan baku aditif, pelayanan, peralatan, dan
perlengkapan.
Even ini menampilkan beragam makanan dan minuman (
produk dan teknologi ) , Bakery dan Biskuit (Bakery dan Biskuit, mesin,
peralatan, perlengkapan, bahan), Makanan dan Perhotelan( minuman
wine, peralatan, perlengkapan, penyimpanan, jasa dan teknologi yang
terkait untuk hotel, katering, restoran, cafe, supermarket). Bahan
Makanan (makanan aditif, makanan kimia, bahan makanan, bahan makanan),
Herbal dan Makanan Kesehatan, juga Makanan Sehat, Ritel & Waralaba (
Waralaba dan Lisensi ).
Kegiatan akbar ini didukung oleh
Departemen Perindustrian Indonesia, Departemen Perdagangan Indonesia,
Departemen Kesehatan Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil
& Menengah, Badan Pengawas Obat & Makanan RI, Asosiasi Makanan
& Minuman Indonesia, GAPMMI, Indonesia Herbal & Kesehatan
Asosiasi – GP JAMU, Indonesia Asosiasi Exhibition & Convention
Organizers, Pertamina, Indonesia Bakery Acosiation, Federasi Pengemasan
Indonesia, Koperasi Jasa Boga Utama, PHRI, Apkrindo, Asosiasi Pengusaha
Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia – AP5I, Indonesia
Chef Association, Akademi Gastronomi Indonesia dan partisipasi perguruan
tinggi di bidang gastronomi di Indonesia.
Partisipasi Akademi
Gastoronomi Indonesia (AGI) dalam acara ini menurut Presidennya Vita
Datau dalam kesempatan wawancara pada 30 Agustus 2013 adalah menunjukan
keberadaan organisasi yang berfungsi sebagai katalisator yang menyatukan
semua kelebihan dari stakeholder gastronomi Indonesia. “Keberadaan
kami bukan sebagai pesaing lembaga gastronomi yang sudah ada. Semakin
banyaknya professional dan para pakar akan memperkuat knowledge, riset.
Diharapkan ini akan menghasilkan output yang optimal. Kami berharap
dapat menjadi wadah bagi semua asosiasi, sehingga semua kekuatan
gastronomi Indonesia akan lebih valid, dan memperkuatnya dengan tidak
menghilangkan organisasi yang sudah ada.”
Program yang akan
diekspose adalah fokus AGI untuk memperkuat pengetahuan, cita rasa,
budaya dengan warisan makanan dan minuman tradisional Indonesia. Saat
Indonesia dalam bidang ini perlu melakukan sosialisasi, branding,
menyelenggarakan seminar internasional, dan berpartisipasi dalam
berbagai event di mancanegara dan melakukan sosialisasi ke semua
organisasi non food. Organisasi kami akan berupaya menjadi
fasilitator, dan anda dapat mengirim email kepada
vita.datau@akademigastronomi.or.ir dengan alamat kantor The Founding
Father House di Jalan Prapanca Raya No. 101 jakarta 12150.
Dalam
kesempatan tersebut dihadapan komunitas facebook AGI yang memiliki
anggota 6.272 Vita Datau pun menyampaikan bahwa keberadaan AGI adalah
organisasi nirlaba yang menghimpun para pencinta dan pemerhati ragam
hidangan nusantara dalam arti seluas luasnya yang berazaskan keilmuan,
seni, dan budaya. Ia menyampaikan tujuan organisasi yang dipimpinnya
pertama adalah berupaya secara akademik (scientific] melestarikan
segala warisan leluhur yang sudah mulai langka, bahkan nyaris punah.
Warisan leluhur tersebut adalah ragam hidangan yang mencakup makanan,
minuman, camilan, buah tangan. Hal itu berkenaan dengan filosofi, seni,
teknologi, maupun sejarah, budaya, dan geografi masyarakat pelakunya
yang tersebar di nusantara indonesia. Kedua mengangkat harkat dan
kesejahteraan para pelaku gastronomi di segala lapisan masyarakat
berikut kegiatan yang melatarbelakanginya. Ketiga meningkatkan pemahaman
gizi keluarga yang benar lagi menentramkan baik secara penyehatan
(sanitary], norma, agama, maupun adat yang berlaku di nusantara. Serta
terakhir berupaya mempopulerkan menu hidangan nusantara di tataran dunia
melalui duta-duta bangsa dan forum event-event berkelas internasional.
Melalui cara ini diharapkan dapat menaikan harkat merah putih
kulinernya.
Dalam pertemuan anggota komunitas tersebut dihadiri
pula oleh para pengurus inti AGI yaitu Indra Ketaren, Cynthia Ketaren,
Virginia Kadarsan, Mungky M, Carytha, Atha, Fony Sumolang, Kusmayadi,
Yoesdi Idris, Jodie, Dewi Turgarini (yang merupakan Dosen Program Studi
Manajemen Industri Katering FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia mitra
AGI). Selain itu juga hadir para tokoh Indonesia Chef Association
seperti Chef Margie Gunawan, Chef Henry Alexie Bloem, Chef Weddy Yanuar.
Belum lagi hadirnya American Chef Federation yang diwakili oleh Chef
Yono Purnomo, dan Joan Dembinski. Perwakilan Indonesia Chef Association
Belanda pun hadir dalam kesempatan tersebut yaitu Chef Surjahadi
Djajapermana dan Roberto Respati, Dalam kesempatan yang dihadiri oleh
Dewi Turgarini selaku translater, dibahas beragam permasalahan yang
dihadapi oleh pertumbuhan dan perkembangan gastronomi tradisional
Indonesia baik di dalam negeri maupun di mancanegara. Namun yang
terpenting adalah kesamaan visi bahwa adanya upaya bersama untuk
mengusung gastronomi Indonesia sebagai leading sector yang dapat
menumbuhkan perekonomian juga menjadi alat untuk mengangkat harkat dan
martabat bangsa.
Sumber Referensi Artikel:
Dewi Turgarini, UPI Bandung & AGI











