Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Plesiran Tempo Dulu di Jembatan Tua

Jelajah by Jelajah
01.06.2012
Reading Time: 5 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

ADVERTISEMENT
Pernahkah anda melintasi jembatan
merah yang berada di Surabaya? Kita melewatinya dan tanpa dinyana usia jembatan
itu sudah pasti lebih tua dibanding dengan usia kita sendiri. Dibangun pada
abad ke-18, pahit getirnya jembatan itu melewati babakan zaman dari masa penjajahan sampai
republik ini merdeka pasti telah dirasakannya. Tetap berdiriย  dan tak
lekang di makan sang waktu yang memang tak bisa berhenti.


ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  Lantas
bagaimana dengan jembatan-jembatan tua lainnya di Indonesia ini, mengecek laman internet di sana
sini, eh ternyata banyak juga jembatan tua yang cocok dikunjungi dalam plesiran
sejarah, ย seperti Jembatan yang berada di
propinsi Jambi ini. Adalah Jembatan ย Sarolangun
dengan model khas eropanya. Jembatan ini juga dikenal dengan sebutan Jembatan Beatrix
yang dibangun pada awal abad ke-20 ,sekitar tahun 1923 oleh pemerintah kolonial
Belanda dengan menggunakan tenaga kerja asli pribumi melalui
kerja rodi.


Jembatan “Beatrix”

ย ย ย ย ย ย  Fungsi jembatan itu dibangun adalah untuk menghubungkan langsung antara dua desa yang berseberangan
yaitu ย Desa Sri Pelayang dengan Kelurahan
Pasar Sarolangun dengan panjang sekitar 100 meter. Dilihat dari fisiknya, konstruksi jembatan itu ditopang oleh
ย tiga tiang penyangga dengan empat ruas jembatan yang menyatu.ย 



ย ย ย ย ย ย ย  Nah soal nama jembatannya sendiri yaitu โ€œBeatrixโ€ย  kemungkinan diambil dari nama salah satu ratu belanda yang lahir
tahun 1938. Hal ini diperkuat dengan adanya prasasti saat peresmian jembatan
itu pada tahun 1939, dimana ada tugu batu sejenis marmer ย yang bertuliskan โ€œBeatrix
Brugโ€, pangkal jembatan dari arah pasar bawah Sarolangun.

ย ย ย ย ย ย  Penamaan jembatan tersebut mungkin merupakan
hadiah atas lahirnya putri Beatrix Wilhelmina Armgard, yang tidak lain adalah anak
dari ย 
Putri Mahkota Juliana dari Belanda dan Pangeran Bernhard,
yang lahir tahun 1938, setahun sebelum jembatan itu diresmikan.


Itu Jembatan Beatrix di Jambi, anda yang pernah atau tinggal di Surabayaย pasti mengenal
dengan jembatan yang satu ini, Yup adalah Jembatan Petekan yang
merupakan sebuah jembatan tua peninggalan zaman Belanda yang terletak di bagian
utaraย  Surabaya.

Jembatan Petekan
Jembatan ini bukan jembatan biasa karena dulunya adalah jembatan layang yang akan terbuka apabila ada kapal di bawahnya
melintas. Jembatan itu dibangun sedemikian rupa sebagai jembatan gantung yang bisa
dinaik-turunkan karena saat itu Sungai Kalimas menjadi jalur transportasi utama
perahu dan kapal tradisional yang membawa barang ke kawasan perdagangan di
Kembang Jepun.

ย Sebelum jembatan itu dinamakan sebagai Jembatan Petekan,ย  oleh pihak
Belanda jembatan itu dinamakan Jembatan Ophaalbrug dan di bangun oleh NV Braat and Co
sekitar awal abad ke-20. Nah, entah kenapa kemudian nama jembatan itu berubah menjadi Jembatan Peteka. Petekan sendiri diambil dari kata dalam bahasa
Jawa, Petek, yang artinya di pencet atau di tekan.


Selain
Jembatan Petekan, masih di kota yang samaย  ada juga Jembatan Gubeng yang tak kalah
kesohornya yang telah mencapai umur 112 tahun. Jembatan yang menyeberangi sungai
Kalimas depan Stasiun Gubeng ini menghubungkan daerah Gubeng dengan Jalan
Pemuda (Simpang). Awalnya material konstruksi jembatan yang awalnya bernama Goebeng Brug ini bukan terbuat dari beton melainkan bambu dan kayu . Akan tetapi, lantas dibongkar dan dibangun lagi dengan menggunakan struktur besi sekitar tahun 1924.

Kita tinggalkan Surabaya, sekarang
mari kita ke Jakartaย ke kawasanย  kawasan Pekojan, Jakarta Barat tepatnya di
wilayah Tubagus Angke ada sebuah jembatan yang tidak dapat dilalui kendaraan
roda empat. Disanalah Jembatan Kambing berada. Asal muasal namanya sendiri
tidak bisa dilepaskan dari banyaknya kambing-kambing yang melintasi melewati
jembatan itu. Lantas apa hubungannya dengan hewan yang satu ini?

Nah, daerah Pekojan
sendiri ย sampai dengan 1950-an mayoritas
penduduknya adalah keturunan Arab yang sebagian besar berasal dari Hadramaut
(salah satu wilayah di selatan Yaman). Besarnya jumlah komunitas keturunan Arab
ini menyebabkan banyak pula pedagang kambing yang jualan di tepi Kali Angke
itu. Dan para pedagang kambing ini sebagian besar juga keturunan Arab.

Namanya juga pedagangย  kambing, ย kambing-kambing yang didatangkan dari berbagai
tempat, sebelum disembelih di pejagalan lebih dulu melewati jembatan Kali Angke yang
memisahkan Pekojan dan Jl Tubagus Angke. Nah, dari kebiasaan hilir mudiknya kambing-kambing di jembatan itu maka dinamakan Jembatan Kambing.

Selain jembatan itu, di Jakarta juga ada jembatan yang bernama Jembatan Pasar Ayam yang terletak diย 
Kali Besar. di dekat Hotel Omni Batavia di Jalan Kali Besar Barat. Lagi-lagi memakai nama binatang untuk nama jembatan seperti nama jembatan diatas.
Jembatan Ayam ini dibangun pada tahun 1628 dan dulunya diberi nama โ€œEngelse Brugโ€ atau โ€œJembatan
Inggrisโ€
.

Jembatan Pasar Ayam
Jembatan itu yang menempati lokasi
yang menurut peta masa Gubernur Jenderal Van der Parra, merupakan pasar ayam
dan sayuran, yaitu yang terletak di sebelah utara gereja lama Portugis
(Binnenkerk). Lahan bekas pasar ayam itu kemudian dijadikan lokasi tempat
perbaikan kapal. Karena Boom Besar dalam jangka panjang juga akan dibangun,
maka pembesar kumpeni merencanakan lokasi untuk gudang-gudang di tepi Kali
Besar itu. Karena itulah dibangun jembatan angkat, sehingga perahu-perahu yang
mengangkut berbagai kebutuhan sehari-hari tetap dapat melewati Kali Besar.


Di kota kembang ย Bandung, tepatnya di Jatinangor
ada sebuah Jembatan yang bernama
Jembatan Cincin. Jembatan Cincin
dibangun oleh perusahaan kereta api Belanda yang bernama Staat Spoorwagen Verenidge
Spoorwegbedrijf
pada tahun 1918. Jembatan Cincin ini pada awalnya dibangun
sebagai penunjang lancarnya kegiatan perkebunan karet. Dus, Jembatan ini pun
berguna untuk membawa hasil perkebunan.

Pada
masa itu Jembatan Jatinangor menjadi salah satu roda penggerak perkebunan karet
terbesar di Jawa Barat. Jembatan ini menjadi salah satu roda penggerak
perkebunan karet terbesar di Jawa Barat. Dan sekarang ini jembatan cincin telah
beralih fungsi sebagai jembatan penyeberangan penduduk setempat dan para mahasiswa
yang tinggal di sana (kost) karena lokasinya yang berdekatan dengan kampus
Universitas Padjadjaran di Jatinangor.

ย ย ย ย ย ย ย  Kita tinggalkan tanah Jawa
menuju ke Sumatera, tepatnya di Payakumbuh di sana ada sebuah jembatan yang bernama
Jembatan Ratapan Ibu. Kenapa namanya Ratapan Ibu? Ini masih menjadi misteri,
namun
Jembatan Ratapan Ibu adalah sebuah Jembatan tua yang dibangun
pada tahun 1818

Jembatan
ini memiliki panjang 40 meter dengan arsitektur kuno berupa susunan batu merah
setengah lingkaran yang direkat dengan kapur dan semen tanpa menggunakan tulang
besi. Jembatan ini melintasi Sungai Batang Agam, menghubungkan Pasar Payakumbuh
dan nagari Aie Tabik. (berbagai sumber)
Tags: ExploreIndahJalan-JalanJelajahTempatTravelTravelingwisataWisatawan
ShareTweetPin
Jelajah

Jelajah

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Inilah 9 Destinasi Favorit untuk Promosi Wisata Langsung

Genjot 8 Juta Wisman dengan Event Internasional di Sumatera

Iklan

Recommended Stories

Menyembunyikan Amalan Itu Lebih Utama (Agar Ikhlas)

Menyembunyikan Amalan Itu Lebih Utama (Agar Ikhlas)

10.08.2017

Sejarah Aceh (38): Sejarah Perjalanan Haji di Aceh, Wilayah Paling Dekat ke Mekkah; Sejarah Perjalanan Haji Era Hindia Belanda

02.01.2021

Resep Cara Membuat Ayam Bumbu Bali Enak Mudah

06.06.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?