Aopok – Istilah #mindfulness belakangan ramai #diperbincangkan setelah dikaitkan dengan #konten #Maudy Ayunda mengenai #cara #menghadapi derasnya #informasi dan berbagai #pemberitaan buruk.Di tengah arus informasi yang semakin cepat, seseorang dapat tanpa sadar menjalani #aktivitas sehari-hari secara otomatis. Mulai dari #makan, bekerja, menggunakan #media sosial hingga melakukan #perjalanan, semuanya bisa dilakukan tanpa benar-benar menyadari apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan.
Mindfulness menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu seseorang kembali menghadirkan kesadaran pada momen yang sedang dijalani.
Dalam dunia kesehatan, mindfulness berkaitan dengan kemampuan untuk memberikan perhatian secara penuh terhadap pengalaman saat ini, termasuk pikiran, perasaan, sensasi tubuh, dan lingkungan sekitar, tanpa terburu-buru memberikan penilaian.

Baca: Makan Pasta Bikin Gemuk? Ini Fakta, Jenis Pasta, Porsi dan Cara Makan yang Lebih Sehat
Apa Itu Mindfulness?
Secara sederhana, mindfulness dapat dipahami sebagai kondisi ketika seseorang benar-benar hadir pada apa yang sedang dilakukan.
Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan mindfulness sebagai kondisi ketika tubuh dan pikiran hadir sepenuhnya ketika melakukan suatu kegiatan. Artinya, seseorang tidak hanya menjalankan aktivitas secara otomatis, tetapi juga menyadari apa yang dirasakan melalui pancaindra.
Contohnya dapat dilakukan ketika seseorang sedang makan. Alih-alih makan sambil terus melihat layar ponsel atau memikirkan pekerjaan, perhatian diarahkan pada makanan yang dikonsumsi, mulai dari aroma, rasa, tekstur hingga proses mengunyah dan menelan.
Hal sederhana tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari.
Mindfulness dan Kondisi “Autopilot”
Kebalikan dari mindfulness dapat digambarkan melalui kondisi ketika seseorang menjalani aktivitas seperti berada dalam mode otomatis atau autopilot.
Misalnya, seseorang berkendara menuju kantor melalui rute yang sudah biasa dilewati. Sesampainya di tempat tujuan, ia mungkin baru menyadari bahwa selama perjalanan pikirannya justru sibuk memikirkan pekerjaan atau persoalan lain.
Hal serupa dapat terjadi ketika makan, bekerja, berjalan, bahkan ketika menggunakan media sosial.
Mindfulness mengajak seseorang untuk kembali memperhatikan apa yang sedang berlangsung pada saat ini.
Mengapa Mindfulness Kembali Ramai Dibahas karena Maudy Ayunda?
Pembahasan mengenai mindfulness kembali mendapat perhatian setelah Maudy Ayunda mengunggah video berjudul Mindfulness in the Age of Bad News pada 21 Agustus 2026.
Dalam konten tersebut, Maudy membahas pengalamannya menghadapi derasnya berbagai informasi dan pemberitaan negatif yang menurutnya dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional. Pembahasan itu kemudian menjadi perbincangan publik dan mendapatkan beragam respons.
Sebagian respons mempertanyakan bagaimana seseorang dapat mengambil jarak dari berita ketika suatu persoalan justru berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Maudy kemudian memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa ada perspektif penting yang belum cukup ia sampaikan, yakni tidak semua orang mempunyai pilihan untuk menjauh dari pemberitaan atau persoalan yang sedang terjadi. Ia juga menegaskan bahwa mindfulness bukan dimaksudkan sebagai alasan untuk tidak peduli terhadap realitas sosial.
Dengan demikian, mindfulness sebaiknya dipahami sebagai latihan kesadaran, bukan sekadar upaya menghindari berita, masalah, atau keadaan yang tidak menyenangkan.
Apa Saja Manfaat Mindfulness untuk Kesehatan?
Mindfulness dan meditasi telah menjadi objek berbagai penelitian kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah potensi manfaat, meskipun kekuatan buktinya berbeda-beda untuk setiap kondisi.
Berikut beberapa manfaat yang banyak diteliti:
1. Membantu Mengelola Stres
Salah satu alasan mindfulness banyak digunakan adalah kaitannya dengan pengelolaan stres.
Latihan mindfulness mengajak seseorang memperhatikan pikiran dan emosi yang muncul tanpa langsung bereaksi terhadapnya. Sejumlah tinjauan penelitian menemukan bahwa program meditasi mindfulness dapat memberikan perbaikan pada beberapa aspek stres psikologis, meskipun besar manfaatnya dapat berbeda antara individu dan jenis intervensi.
Baca: Cuci Kaki dengan Garam dan Cuka untuk Atasi Bau dan Jamur, Benarkah Efektif? Ini Faktanya
2. Membantu Mengelola Kecemasan
Mindfulness juga banyak diteliti dalam kaitannya dengan kecemasan.
Dengan meningkatkan kesadaran terhadap pikiran dan perasaan, seseorang dapat belajar mengenali respons emosional yang muncul. Namun, mindfulness tidak dapat dianggap sebagai pengganti terapi atau pengobatan untuk gangguan kecemasan.
Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif Amerika Serikat (NCCIH) menyebut penelitian mengenai mindfulness telah menunjukkan potensi manfaat untuk kecemasan, stres, depresi, nyeri, dan beberapa kondisi lainnya, tetapi kualitas bukti berbeda-beda dan sebagian penelitian masih bersifat awal.
3. Mendukung Kesehatan Mental
Mindfulness dapat menjadi salah satu bagian dari pendekatan untuk menjaga kesejahteraan psikologis.
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara praktik mindfulness dan perbaikan pada gejala psikologis tertentu, termasuk kecemasan dan depresi. Namun, manfaat tersebut tidak berarti mindfulness dapat menggantikan penanganan profesional ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan mental.
4. Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur
Kualitas tidur juga menjadi salah satu aspek yang diteliti dalam mindfulness.
NCCIH mencatat bahwa praktik meditasi mindfulness berpotensi membantu mengurangi insomnia dan meningkatkan kualitas tidur. Sebuah analisis terhadap sejumlah penelitian juga menemukan adanya peningkatan kualitas tidur setelah intervensi mindfulness dibandingkan edukasi kesehatan tertentu.
Meski demikian, mindfulness bukan berarti pengganti penanganan medis untuk gangguan tidur yang menetap.
5. Membantu Menghadapi Nyeri
Mindfulness juga telah diteliti sebagai pendekatan pendamping dalam menghadapi nyeri.
Hasil penelitian mengenai manfaatnya terhadap nyeri masih beragam. Beberapa penelitian menemukan manfaat tertentu, sementara penelitian lain tidak menemukan perubahan yang sama pada semua jenis nyeri. Karena itu, mindfulness lebih tepat dipandang sebagai salah satu pendekatan pelengkap, bukan pengganti diagnosis dan pengobatan.
6. Membantu Meningkatkan Kesadaran Diri
Salah satu inti mindfulness adalah menyadari apa yang sedang terjadi di dalam diri.
Seseorang dapat belajar mengenali ketika dirinya mulai lelah, marah, cemas, kecewa atau kewalahan. Kesadaran tersebut dapat membantu seseorang memahami respons emosional sebelum mengambil tindakan.
Dengan begitu, mindfulness bukan berarti menghilangkan emosi negatif, melainkan belajar menyadari keberadaannya tanpa langsung bereaksi secara impulsif.
Bagaimana Cara Melakukan Mindfulness?
Mindfulness tidak selalu membutuhkan tempat khusus atau waktu berjam-jam. Latihan sederhana dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.
Mindful Breathing
Duduk dengan posisi nyaman kemudian arahkan perhatian pada napas. Rasakan udara ketika masuk dan keluar. Jika pikiran mulai berkelana, cukup sadari kemudian perlahan kembalikan perhatian pada napas.
Mindful Eating
Saat makan, cobalah mengurangi distraksi seperti ponsel atau televisi. Perhatikan aroma, rasa, tekstur, suhu dan proses mengunyah makanan.
Mindful Walking
Ketika berjalan, perhatikan langkah kaki, gerakan tubuh, suara di sekitar dan sensasi tubuh. Tidak perlu terburu-buru mengubah atau menilai apa yang dirasakan.
Body Scan
Perhatian dapat diarahkan secara perlahan ke berbagai bagian tubuh. Perhatikan apakah terdapat rasa tegang, nyaman, lelah atau sensasi lainnya tanpa harus langsung mengubahnya.
Mengurangi Multitasking
Melakukan terlalu banyak aktivitas sekaligus dapat membuat seseorang kehilangan perhatian terhadap apa yang sedang dikerjakan. Cobalah menyelesaikan satu aktivitas dengan perhatian penuh sebelum berpindah ke kegiatan lain.
Mindfulness Bukan Berarti Mengabaikan Masalah
Poin penting yang perlu dipahami adalah mindfulness bukan berarti seseorang harus menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di sekitarnya.
Mindfulness lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang menyadari pikiran, emosi dan keadaan saat ini sebelum menentukan respons.
Dalam konteks pemberitaan, seseorang mungkin membutuhkan jeda dari paparan informasi yang terlalu banyak untuk menjaga kondisi mental. Namun, kemampuan untuk mengambil jarak dari informasi tidak selalu tersedia bagi setiap orang, terutama bagi mereka yang terdampak langsung oleh suatu peristiwa.
Karena itu, mindfulness tidak seharusnya dimaknai sebagai ajakan untuk tidak peduli terhadap lingkungan sosial.
Apakah Mindfulness Aman Dilakukan?
Secara umum, praktik meditasi dan mindfulness dianggap memiliki risiko yang relatif rendah. Namun, penelitian mengenai potensi dampak negatifnya masih terbatas sehingga keamanan tidak dapat dianggap mutlak untuk setiap orang.
Bagi orang yang memiliki masalah kesehatan mental atau kondisi medis tertentu, mindfulness sebaiknya tidak digunakan untuk menggantikan perawatan konvensional.
NCCIH juga mengingatkan agar seseorang tidak menggunakan meditasi atau mindfulness sebagai alasan untuk menunda konsultasi dengan tenaga kesehatan ketika mengalami masalah medis.
Baca: Studi Terbaru Ungkap Terapi Penurunan Berat Badan Semaglutide Berpotensi Bantu Pasien Bipolar
Mindfulness Bisa Menjadi Kebiasaan Sederhana
Pada akhirnya, mindfulness bukan sekadar tren yang muncul karena perbincangan mengenai seorang figur publik.
Konsep ini telah lama digunakan dan diteliti dalam konteks kesehatan mental serta pendekatan kesehatan integratif. Sejumlah penelitian menunjukkan potensi manfaat terhadap stres, kecemasan, kualitas tidur dan aspek kesejahteraan tertentu, walaupun kualitas bukti dan besarnya efek tidak selalu sama.
Mindfulness dapat dimulai dari hal sederhana, seperti berhenti sejenak, menarik napas, memperhatikan kondisi tubuh, mengenali emosi dan menyadari apa yang sedang dilakukan.
Yang tidak kalah penting, menjaga kesehatan mental bukan berarti menghindari seluruh persoalan. Kesadaran justru dapat menjadi langkah untuk memahami kondisi diri dengan lebih baik, kemudian menentukan respons yang sesuai terhadap keadaan di sekitar.























![[Video] Ungkap Tanda Keberkahan Aksi 212, Suara Ketua GNPF MUI Bergetar](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2024/10/ubn2-2.jpg?fit=640%2C427&ssl=1)

Comments 1