Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

REVIEW : HOTEL MUMBAI

Ulasan by Ulasan
16.04.2019
Reading Time: 5 mins read
0
ADVERTISEMENT

“I’m scared.”

RELATED POSTS

REVIEW : POCONG THE ORIGIN

REVIEW : THE CURSE OF LA LLORONA

[Review] Pocong The Origin: Kisah Pemuja Banaspati Yang Sulit Dikebumikan


“We all are. But to get through this, we must stick together.”


Bagi masyarakat India, empat hari
di penghujung bulan November pada tahun 2008 akan selalu dikenang sebagai
hari-hari terkelam dalam sejarah bangsa. Betapa tidak, kota Mumbai yang dikenal
sebagai sentra bisnis mendadak diserang secara membabi buta oleh sekelompok
pria bersenjata. Sebanyak 174 jiwa melayang sia-sia, sementara lebih dari 300
penyintas mengalami luka-luka. Serangan dilancarkan ke delapan titik di berbagai
penjuru kota, termasuk hotel bintang lima bernama The Taj Mahal Palace Hotel
yang kerap menjadi singgahan orang-orang penting dari seluruh dunia. Menilik
statusnya sebagai hotel terkemuka, tidak mengherankan jika kemudian lokasi ini
menyumbang jumlah korban cukup besar. Ada ratusan manusia yang dijadikan
sandera selama tiga hari yang kemudian mendorong media-media asing untuk
meliput peristiwa penyanderaan tersebut. Mereka melakukan reportase sekaligus
melontarkan tanya berbunyi “siapa dalang
dibalik peristiwa ini?”
, “apa
motivasi yang melandasinya?”
, “bagaimana
situasi di dalam hotel?”
, dan “akankah
pasukan khusus dari New Delhi mampu datang tepat waktu untuk menyelamatkan para
sandera?.”
Empat buah tanya yang harus diakui terdengar seksi nan
menggelitik untuk dijadikan sebagai bahan utama bagi lahirnya sebuah film
panjang. Dan tentu saja, kesempatan ini tak disia-siakan begitu saja oleh
sineas dari India yang lantas menelurkan The
Attacks of 26/11
(2013), lalu disusul oleh sineas asal Prancis lewat Taj Mahal (2015, sempat tayang pula di
Indonesia), dan paling baru adalah kolaborasi dari tiga negara; Australia,
India, serta Amerika Serikat dalam wujud Hotel
Mumbai
.

Seperti halnya Taj Mahal, Hotel Mumbai pun meletakkan fokusnya secara spesifik pada peristiwa
penyerangan dan penyanderaan di The Taj Mahal Palace Hotel. Oleh sutradara
pendatang baru Anthony Maras, penonton tidak hanya diperkenankan “melihat
langsung” peristiwa ini melalui kacamata satu dua karakter saja melainkan ada
beberapa sudut pandang yang diajukan termasuk para teroris. Beberapa karakter
yang mempunyai tanggung jawab menggerakkan narasi antara lain seorang pelayan
bernama Arjun (Dev Patel) yang tengah menantikan lahirnya anak kedua, kepala
koki bernama Hemant Oberoi (Anupam Kher) yang senantiasa mengingatkan anak
buahnya untuk memerlakukan tamu selayaknya dewa, seorang pewaris kerajaan
bisnis berdarah Iran-Inggris bernama Zahra (Nazanin Boniadi) yang datang
bersama suami (Armie Hammer) beserta pengasuh bayinya (Tilda Cobham-Hervey),
mantan anggota pasukan khusus asal Rusia bernama Vasili (Jason Isaacs), dan
empat orang teroris yang salah satunya bernama Imran (Amandeep Singh). Setelah
para teroris menjejakkan kaki di The Taj Mahal Palace Hotel dengan menyamar
sebagai penyintas dari kalangan masyarakat sipil, kekacauan pun segera melanda
seisi hotel. Dimulai dengan melesakkan peluru ke para tamu dan staf di lobi,
keempat teroris secara perlahan tapi pasti mulai menjelajah ke setiap kamar untuk
mengeksekusi para tamu. Menyadari bahwa nyawa para tamu berada di ujung tanduk
dan bantuan tak kunjung datang, Hemant Oberoi beserta para staf hotel yang
tersisa pun berinisiatif untuk melakukan aksi penyelamatan meski nyawa sendiri
menjadi taruhannya
.

ADVERTISEMENT

Sedari menit-menit pembuka, Hotel Mumbai telah mengaplikasikan laju
penceritaan yang bergegas. Penonton diperkenalkan secara cepat dengan
karakter-karakter protagonis yang memiliki peranan besar seperti Arjun, Hemant,
Zahra beserta keluarga kecilnya, dan Vasili, lalu beralih ke para teroris yang
menciptakan huru-hara di seputaran Mumbai. Kita memang hanya mengetahui tentang
mereka sekelumit saja, tapi bekal itu sudah cukup untuk membentuk afeksi dengan
karakter-karakter inti karena kita mengetahui bahwa mereka adalah
manusia-manusia baik yang tidak semestinya berada dalam posisi tersebut. Arjun
hanyalah wong cilik yang sedang
berjuang untuk menafkahi keluarganya, Hemant merupakan staf hotel yang
berdedikasi penuh pada pekerjaannya, Zahra adalah istri sekaligus ibu yang
penuh kasih sayang, dan Vasili, well…
dia agak kompleks. Membutuhkan durasi cukup panjang untuk mengetahui apa yang
membentuk perangainya. Disokong oleh performa menawan dari jajaran pemain –
kredit khusus patut disematkan untuk Dev Patel, Anupam Kher, Nazanin Boniadi,
Tilda Cobham-Hervey, serta Amandeep Singh – memungkinkan bagi penonton untuk
bersimpati kepada para korban dan mengutuk keras tindakan para teroris yang
pada satu titik sempat membuat saya terenyuh. Ya, saya berkaca-kaca dalam suatu
adegan menelpon yang mengungkap alasan Imran dalam bertindak sebagai algojo.
Tanpa pernah disadari, Imran beserta komplotannya pun sejatinya adalah korban
yang dijadikan pion oleh pihak-pihak berkepentingan dengan iming-iming uang dan
surga (baca: jihad).


Selepas penonton mengetahui satu
dua tentang para karakter, si pembuat film seketika menyodori kita dengan menu
utama berupa rekonstruksi tragedi kemanusiaan di kota Mumbai. Penembakan demi
penembakan disusul oleh ledakan demi ledakan menciptakan teror bagi mereka yang
berada di tempat dan waktu yang salah, bagi warga setempat yang menyaksikan huru-hara
melalui siaran berita di televisi seraya harap-harap cemas terhadap keselamatan
kerabat, serta bagi mereka yang menyaksikan Hotel
Mumbai
di layar lebar. Anthony Maras berusaha untuk seautentik mungkin
dalam mengkreasi peristiwa ini yang berarti adegan kekerasannya ditampilkan
dengan cukup eksplisit demi menciptakan rasa tidak nyaman di hati penonton. Tidak
terhitung berapa kali saya sempat memalingkan pandangan dari layar (bahkan ada
kalanya menutup telinga) lantaran merasa terganggu dalam menyaksikan kekejian
para teroris kala mengeksekusi korban-korbannya. Rasa-rasanya ingin sekali
mengutuk si dalang yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa si pembuat film
telah berhasil menunaikan tugasnya untuk menyampaikan pesan anti terorisme. Penonton
dapat mengetahui bahwa mayoritas korban adalah orang-orang tak bersalah yang
sebetulnya bukanlah sasaran utama, penonton dapat pula melihat sebesar apa
dampak yang ditimbulkan oleh aksi keji tak bertanggung jawab ini. Dalam kaitannya
dengan Hotel Mumbai sebagai produk
dari dunia hiburan, penonton dapat merasakan beragam jenis emosi selama
menyaksikan tontonan yang turut menekankan pada aksi heroik staf hotel yang penuh
dedikasi ini. Dari mulai berdebar-debar, lalu menahan nafas, sampai akhirnya
menangis sesenggukkan di penghujung durasi.     


Outstanding (4/5)



Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Review

REVIEW : POCONG THE ORIGIN

22.04.2019
Review

REVIEW : THE CURSE OF LA LLORONA

20.04.2019
Review

[Review] Pocong The Origin: Kisah Pemuja Banaspati Yang Sulit Dikebumikan

19.04.2019
Review

[Review] Hotel Mumbai: Aksi Teroris Brutal Mengguncang Mumbai Dan Taj Hotel

19.04.2019
Review

REVIEW : SUNYI (DEATH WHISPER)

14.04.2019
Review

REVIEW : AVE MARYAM

13.04.2019
Next Post

Perempuan Belanda dan kebaya (5): Melina Elzinga-Maas

Para Mahasiswa Afghanistan Lebih Mendukung Khilafah Daripada Republik

Para Mahasiswa Afghanistan Lebih Mendukung Khilafah Daripada Republik

Iklan

Recommended Stories

Geliat Penerimaan Santri Baru Hafizh Quran Indonesia

Cooking Demo Masakan Prancis Bersama Chef Della – MAHASISWA TRISTAR SAMATOR BELAJAR TEKNIK MEMASAK BROCCOLI in BEARNAISE GRATIN

13.09.2021
Apakah Mandi Mencukupi dari Wudhu ?

Ingin Anak Pintar & Sehat, Beri Salmon Sebelum Setahun

08.01.2016

MANUSIA SERING KELIRU DALAM BERPRASANGKA

29.03.2017

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?