Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

REVIEW : PREMAN PENSIUN

Ulasan by Ulasan
22.01.2019
Reading Time: 4 mins read
0
Bagaimana Engkau Bisa Sombong?
ADVERTISEMENT

“Salam olahraga!”


Sejujurnya, saya bukanlah
penonton setia versi sinetron dari Preman
Pensiun
yang ditayangin di kanal televisi RCTI pada tahun 2015 hingga 2016
silam. Menontonnya sesekali sih pernah, tapi tidak pernah benar-benar mengikuti
kisah sepak terjang Kang Bahar (Didi Petet), Kang Mus (Epy Kusnandar), beserta
kawanan mereka dalam ‘mengelola’ pasar, terminal, maupun jalanan kota Bandung. Dari
pengamatan sekilas ini, saya bisa memahami mengapa sinetron ini amat digandrungi
oleh publik sampai-sampai memiliki basis penggemar tersendiri. Ada guliran
kisah beserta konflik yang membumi, ada barisan karakter unik, dan ada muatan
humor menggelitik. Sebuah kombinasi yang sudah sangat jarang dijumpai dalam
sinetron Indonesia masa kini, bukan? Kesuksesan yang dicapai Preman Pensiun di layar beling tersebut lantas
mendorong MNC Pictures selaku rumah produksi untuk memboyongnya ke format film
layar lebar. Keputusan yang sempat ditentang oleh sang kreator, Aris Nugraha (Bajaj Bajuri), meski belakangan sepakat
untuk menggarap versi layar lebarnya setelah menyadari bahwa masih ada serentetan
problematika yang bisa dikulik lebih jauh. Problematika yang dihadapi oleh para
mantan preman selepas mereka memutuskan untuk pensiun lalu menjalankan bisnis
yang bukan sekadar bagus tetapi juga bisnis yang baik. 


Dalam versi film Preman Pensiun, guliran penceritaan
mengambil latar waktu tiga tahun setelah konklusi dalam versi sinetron. Selaiknya
materi sumber, film pun memiliki berbagai cabang cerita yang beberapa
diantaranya tidak memiliki keterkaitan. Dari sejumlah cabang cerita tersebut,
ada tiga yang memiliki impak lebih pada pergerakan narasi: 1) Kang Muslihat yang
kini berjualan kecimpring meminta bantuan kepada tangan kanannya, Ujang Rambo
(M. Fajar Hidayatullah), untuk mengawasi laki-laki yang mendekati putri semata
wayangnya, Safira (Safira Maharani), 2) Kinanti (Tia Arifin) kembali ke kampung
halamannya di Bandung untuk memperingati 1000 hari kepergian ayahnya, Kang
Bahar, dan 3) Gobang (Dedi Moch Jamasari) mengajak teman-teman seperjuangannya
semasa menjadi preman untuk reuni kecil-kecilan dengan maksud mengungkap pelaku
pengeroyokan terhadap adik iparnya. Seiring bergulirnya durasi, cabang cerita ketiga
yang memaksa Gobang untuk kembali turun ke jalanan ternyata menjadi persoalan
utama yang dikedepankan oleh
Preman
Pensiun.
Tak seperti cabang cerita pertama yang mengandung banyak sekali
banyolan – seperti bagaimana Rendy (Sadana Agung) mengkeret di hadapan Kang Mus
dan anak buahnya – atau cabang cerita kedua yang menyimpan momen sentimentil, cabang
cerita ketiga membawa film bergerak ke arah lebih gelap dan kompleks.



RELATED POSTS

Happy Death Day 2U – Review

REVIEW : LAUNDRY SHOW

REVIEW : ALITA: BATTLE ANGEL

Hal ini disebabkan oleh adanya
konflik internal yang berpotensi memecah belah ‘keluarga’ Kang Mus. Dan mesti
diakui, cabang cerita ketiga inilah yang membuat Preman Pensiun terasa mengasyikkan buat diikuti. Dimulai dari
adegan pembuka dengan sentuhan laga yang memiliki kesinambungan terhadap subplot
ini, saya dibuat bertanya-tanya: apakah yang sesungguhnya terjadi? Mengapa adik
ipar Gobang terseret ke dalam persoalan pelik ini? Siapa yang melakukannya? Berhubung
materi sumbernya tak benar-benar berpijak di ranah crime action, maka tentu saja ini tak dijadikan persoalan tunggal
dan Preman Pensiun pun tak menyajikan
banyak momen bak bik buk a la film
mafia asal Hong Kong. Tercatat, hanya adegan pembuka beserta konfrontasi puncak
yang mempersilahkan kita melihat adanya pertarungan antar preman. Selebihnya, selagi
Gobang melakukan investigasi terhadap kasus ini bertopengkan reuni dengan kawan-kawan
lama, Aris Nugraha lebih sering mengajak penonton untuk melongok ke
permasalahan pribadi yang dialami oleh Kang Mus, Kinanti, serta Dikdik (Andra
Manihot) yang tak berkutik di hadapan sang istri, Imas (Soraya Rasyid). Disamping
sempat membuat mata para penggemarnya berkaca-kaca ketika Kang Mus dan Kinanti mengenang kebesaran
Kang Bahar, film lebih sering mengocok perut penonton dengan serangkaian
kekonyolan tingkah beserta celetukan-celetukan jajaran karakternya yang
tergolong nyeleneh.


Untuk urusan kenyelenehan, Kang
Mus jelas berada di garda terdepan khususnya saat dia berdialog dengan Ujang. Lainnya
ada Pipit (Ica Naga) yang mudah terdistraksi oleh perempuan cantik, Mang Uu (Mang
Uu) yang senantiasa menggunakan Bahasa Inggris untuk bercakap-cakap sekalipun
kosa katanya amat sangat terbatas, sampai Dikdik yang mendefinisikan istilah “suami
takut istri”. Kenyelenehan ini memberi ciri khas tersendiri bagi masing-masing
karakter sehingga penonton baru pun dapat mengidentifikasi mereka secara cepat.
Dan bagusnya, sekalipun Preman Pensiun
ditujukan untuk memuaskan para penggemar beratnya, film ini tak mengalienasi
mereka yang belum pernah mengikuti versi sinetronnya. Ada penjelasan memadai,
narasinya pun mudah sekali untuk dikudap. Yang juga menarik dari film ini
adalah Preman Pensiun mengaplikasikan
gaya penyuntingan unik dimana dialog yang dilontarkan oleh para karakter
menjadi penjembatan antar adegan – sesuai dengan ciri khas dari sinetronnya itu
sendiri. Memang sih mulanya agak membingungkan bagi penonton baru dan semakin
lama film berjalan, penggunaan teknik ini ada kalanya memberikan rasa jenuh
yang ditandai dengan berkurangnya riuh tawa penonton. Tapi tak bisa dipungkiri,
inilah yang meniupkan nada ceria pada film serta memungkinkan bagi si pembuat
film untuk menyelipkan setumpuk cabang cerita yang boleh jadi akan tampak penuh
sesak apabila Preman Pensiun
menggunakan metode bercerita konvensional. Penyuntingan ini pula yang
memungkinkan setiap karakter memperoleh jatah tampil sama banyak sehingga keberadaan
mereka tidak semata-mata tampak sebagai ‘tim hore’.


Acceptable (3/5)   





ADVERTISEMENT

Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Mengeksplorasi Terumbu Karang Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah
Review

Happy Death Day 2U – Review

12.02.2019
Hukum Menyalakan Lampu Listrik Ketika Tidur
Review

REVIEW : LAUNDRY SHOW

10.02.2019
Ya Akhi, Tempuhlah Cara yang Syar’i dalam Menikahi Wanita
Review

REVIEW : ALITA: BATTLE ANGEL

08.02.2019
Sampah Laut Mengganggu Aktivitas Nelayan Kedonganan
Review

The Lego Movie 2 – Review

08.02.2019
Review

My Movie Picks of January 2019

07.02.2019
Bunglon Jambul Hijau: Si Reptil yang Mampu Berubah Warna
Review

Alita: Battle Angel – Review

03.02.2019
Next Post

Sejarah Yogyakarta (9): Yogyakarta Jelang Pendudukan Jepang; Belanda Takut Sekali, Rangkul Madjelis Rakjat Indonesia di Jogja

Mulut Seribu Raja Ampatnya Nusa Tenggara Timur

Mulut Seribu Raja Ampatnya Nusa Tenggara Timur

Iklan

Recommended Stories

Ceker Setan

17.08.2018

Tempat Wisata Terbaik Di Pangandaran

26.03.2016

159.550 Mhz – RPU USC Sedayu

04.01.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?