Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

In Bruges (2008) (4,5/5)

Ulasan by Ulasan
20.11.2018
Reading Time: 5 mins read
0
Sepi Pemberitaan, Inilah yang Dilakukan Habib Rizieq Syibah dan Ormas Islam Saat Kunjungi Aceh Pekan Ini
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Sinopsis Drama Taiwan Bromance Episode 13 – Part 1

Sinopsis Drama Korea Somebody, Dibintangi Oleh Kim Young Kwang

Sandro Tobing – Dag Dig Dug

ADVERTISEMENT

Ray, you are about the worst tourist in the whole world. 

RottenTomatoes: 84% | IMDb: 7,9/10 | Metascore: 67/100 | NikenBicaraFilm: 4,5/5

Rated: R | Genre: Comedy, Drama
Directed by Martin McDonagh ; Produced by
Graham Broadbent, Pete Czernin ; Written by Martin McDonagh ; Starring
Colin Farrell, Brendan Gleeson, Ralph Fiennes, Clémence Poésy, Jérémie Renier ; Music by Carter Burwell ; Cinematography Eigil Bryld ; Edited by Jon Gregory ; Production
company
Blueprint Pictures, Film4 Productions, Focus Features, Scion Films ; Distributed by
Universal Studios, Focus Features ; Release date
January 17, 2008 (Sundance Film Festival), February 8, 2008 (United States), April 18, 2008 (United Kingdom) ; Running time
107 minutes ; Country
United Kingdom, United States ; Language English ; Budget $15 million 
Story / Cerita / Sinopsis :
Ray (Colin Farrel) adalah seorang pembunuh bayaran yang melakukan kesalahan pada suatu misi. Ia pun dikirim oleh bosnya, Harry (Ralph Fiennes) ke Bruges (atau dalam bahasa Indonesia: Brussel), Belgia, bersama mentornya Ken (Brendan Gleeson). 

Review / Resensi :
Sebelum memulai membahas filmnya, saya mau sedikit cerita out of topic dulu, bahwa baru-baru ini saya menyadari kalau saya sudah jarang mengulas film-film lama. Akhir-akhir ini saya lebih sering mengulas film-film terbaru yang main di bioskop atau film tahun lalu yang baru aja bisa saya jamah. Kalau mengejar traffic blog, saya sih juga pengennya membahas film-film terbaru doank. Tapi untuk mendiferensiasikan blog ini sendiri, saya juga pengen keep balance antara mereview rilisan film terbaru dan mereview (+merekomendasikan) film lama. Anyway, kalau ada yang mau kasih saran untuk blog ini boleh banget lho kasih comment di bawah atau follow instagram saya di @nikenbicarafilm.

Oke. Yuk lanjut ke review filmnya. 
Sepuluh tahun sebelum Martin McDonagh populer berkat Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2018) – yang lebih dijagokan banyak orang sebagai pemenang Oscar tahun ini dibandingkan The Shape of Water-nya Guilermo del Toro, Martin McDonagh merilis debut feature film-nya lewat In Bruges. Sebelumnya, Martin McDonagh sendiri lebih dikenal di kancah dunia teater, dan merilis short story Six Shooter (2004) yang menang Academy Awards for Best Live Action Short Film. Dirilis terbatas, In Bruges bukan film yang menguntungkan di pasar – biarpun cukup berjaya di ajang banyak penghargaan (salah satunya menang Best Original Screenplay di BAFTA Awards). Tapi seiring waktu, In Bruges adalah film dari dekade 2000-an yang belakangan memperoleh status cult. Dan saya sungguh menyukai film ini. 

In Bruges bercerita tentang Ray (Colin Farrell), seorang pembunuh bayaran yang mengacau di pekerjaan terakhirnya. Saat ditugasi membunuh pendeta, ia tidak sengaja membunuh seorang anak kecil laki-laki. Harry (Ralph Fiennes), sang bos, kemudian mengirim Ray dan mentornya Ken (Brendan Gleeson) ke Bruges, Belgia, sambil menunggu instruksi berikutnya. Ray serta merta membenci Bruges (“Ken, I grew up in Dublin. I love Dublin. If I grew up on a farm, and was retarded, Bruges might impress me but I didn’t, so it doesn’t”), sementara Ken yang lebih “berbudaya” menyukai betapa menariknya kota bersejarah itu. Cerita makin rumit ketika Ray kemudian bertemu dengan cewek cantik Chloe (Clemence Poesy) ~
Menonton In Bruges pasti mengingatkan kita dengan Quentin Tarantino di era tahun 90-an lewat filmnya Pulp Fiction (1994) dan Reservoir Dogs (1992). Bercerita tentang para pelaku kriminal, In Bruges dipenuhi dialog-dialog yang witty dan kocak, dengan nuansa black comedy yang dominan, kejutan komedi tak terduga, yang akan membuatmu tertawa bahkan sejak beberapa menit awalnya (“Bruges is shithole!”). Hampir semua dialognya memorable dan punya punchline yang asyik. Selain mengingatkan saya dengan film-film Tarantino, In Bruges juga memuat alur cerita penuh kebetulan yang mengingatkan saya dengan film-film Coen Brothers seperti Fargo (1997) dan versi seriusnya No Country for Old Man (2007). Tidak salah ketika dua hal itu menjadikan In Bruges sebagai salah satu film tahun 2000-an dengan screenplay terbaik. Eh tapi sedikit peringatan, ketika kamu mengharapkan In Bruges adalah film kriminal yang penuh adegan aksi yang menghibur, maka kamu jangan berharap banyak dari film ini. Tapi kalau kamu suka film-film black comedy dan crime ala Coen Brothers dan Tarantino, In Bruges adalah film yang tepat. 

Ray: [crying] I killed a little boy!

Ken: Then save the next little boy. Just go away somewhere, get out of this business, and try to do something good. You’re not going to help anybody dead. You’re not going to bring that boy back. But you might save the next one.

Ray: What am I going to be, a doctor? You need exams.

Hal terbaik lainnya dari In Bruges adalah karakternya. Buat saya, Colin Farrell tampil paling mencuri perhatian sebagai lead character Ray – seorang hitman yang sarkastik sekaligus naif (dan uwuwuwu alis lebatnya membuat saya susah berkonsentrasi). Hampir semua dialog konyol yang dia bawakan dengan aksen Irish-nya membuat saya tertawa – puncaknya tentu saja ada pada gerakan karate yang dia berikan ke Jimmy (Jordan Prentice). Perannya sebagai Ray tampaknya adalah salah satu akting terbaik yang pernah diberikan Colin Farrell, sedikit banyak karakter Ray mirip dengan Vincent Vega dari Pulp Fiction, seorang pembunuh bayaran yang ceroboh dan keliatan baik hati. Performa Brendan Gleeson sebagai seorang mentor yang bijaksana juga menarik (dialog panjang ketika ia ditelpon Harry dan berbicara panjang lebar tentang Bruges itu menunjukkan kapabilitas aktingnya). Ralph Fiennes, biarpun hanya muncul di saat-saat terakhir, tidak kalah mencuri perhatian dan menjadikan karakternya sama memorable-nya dengan kedua karakter utamanya. Bahkan karakternya aja sudah mengesankan saat meninggalkan pesan ke resepsionis hotel. Yang lebih menarik lagi, hampir semua karakter di In Bruges punya porsi sedikit, tapi memberikan impresi yang tidak mudah dilupakan.

Kalau kamu muak dengan film-film Indonesia yang ceritanya alay dan sekedar menjual setting luar negeri sebagai gimmick filmnya, maka In Bruges adalah contoh film yang benar bagaimana memasukkan unsur “setting-luar-negeri” sebagai bahan relevansi cerita. Konon kabarnya Martin McDonagh terinspirasi membuat film ini setelah doi menginap 2 minggu di Bruges, dimana pada awalnya ia mengagumi keindahan arsitektur kotanya sebelum akhirnya merasa kotanya membosankan. Tampaknya hal ini kemudian melahirkan karakter Ray yang sarkastik dan Ken yang optimis. Don’t Look Now (1973) yang menjadikan Venice sebagai setting lokasi juga turut menginspirasi Martin McDonagh menjadikan Bruges sebagai setting lokasi. Menjelajahi Bruges lewat In Bruges membuat saya ingin suatu saat mendatangi kota bersejarah ini (padahal biasanya saya hanya ingin pergi ke Amerika Serikat).

Overview :
In Bruges adalah sebuah satirical comedy yang layak menyandang status cult, dan tidak hanya menjadikan Martin McDonagh sebagai sutradara yang baik, namun juga seorang screenwriter yang brilian. In Bruges adalah sebuah petualangan menjelajahi kota yang begitu romantis, namun dalam crime comedy yang akan mengocok perutmu berkat scriptnya yang cerdas. Ketiga karakter utamanya memorable, dan berhasil dihidupkan oleh ketiga aktor utamanya dengan sangat baik. 
Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Review

Sinopsis Drama Taiwan Bromance Episode 13 – Part 1

20.10.2022
Review

Sinopsis Drama Korea Somebody, Dibintangi Oleh Kim Young Kwang

20.10.2022
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank MAYAPADA di Padang
Review

Sandro Tobing – Dag Dig Dug

19.10.2022
Review

Sinopsis Drama China Back For You

19.10.2022
Ikhtishar Ilmu Hadits (1)
Review

Piggy (2022) Sinopsis, Informasi

19.10.2022
Review

Sinopsis Leh Ratree Episode 6 – Part 2

19.10.2022
Next Post
Apakah Najis Bantal yang Terkena Iler (Air Liur) ?

Apakah Najis Bantal yang Terkena Iler (Air Liur) ?

Apakah Najis Bantal yang Terkena Iler (Air Liur) ?

Apakah Najis Bantal yang Terkena Iler (Air Liur) ?

Iklan

Recommended Stories

Foto- Foto Masa Lalu Ka’bah

07.04.2011
Teras Belakang Kehidupan Remaja

Teras Belakang Kehidupan Remaja

20.02.2022

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album V: Fasilitas penunjang industri tembakau

21.02.2021

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Pinocchio OST (2014)

Pinocchio OST (2014)

24.01.2026
Yoon Seo Bin – HOW COULD I LIVE WITHOUT YOU (Kissable Lips OST Part.4)

Yoon Seo Bin – HOW COULD I LIVE WITHOUT YOU (Kissable Lips OST Part.4)

24.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Chord Lirik
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains
  • Terjemahan Lagu

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?