
salah satu sutradara muda yang menjanjikan. Film sebelumnya, Whiplash, juga berhasil masuk ke dalam
beberapa nominasi di Academy Awards
termasuk Best Picture. Berkat dua
filmnya yang menarik inilah, karya selanjutnya dari Damien Chazelle tentu akan
sangat menarik untuk diikuti agar tahu apa yang berusaha ditawarkan oleh Damien
Chazelle nantinya.
nyamannya yang biasanya membahas masalah musik. Karyanya ini berusaha untuk
mengarahkan sebuah cerita tentang seseorang yang dipercaya pertama kali
mendaratkan diri ke bulan. First Man,
karya selanjutnya dari Damien Chazelle ini menceritakan tentang Neil Armstrong
yang diadaptasi dari memoirnya yang ditulis oleh James R. Hansen.
yang juga pernah memenangkan Best
Original Screenplay dari film Spotlight
di ajang Academy Awards 2016 lalu.
Sekali lagi, Damien Chazelle juga bekerjasama dengan Ryan Gosling untuk
memerankan Neil Armstrong di dalam First
Man. Juga, mengajak beberapa aktor lain seperti Claire Foy, Jason Clarke,
dan Kyle Chandler. Tetapi, sorotan utama dari First Man ini sendiri adalah Damien Chazelle sebagai pengarah film
yang sebenarnya sudah jauh dari zona nyamannya.

hingga drama romance, Damien Chazelle
membuktikan bahwa dirinya adalah sosok sutradara versatile yang mampu mengarahkan banyak genre. Meskipun, masih
punya benang merah dalam elemen mesinnya. First
Man seperti berusaha menggabungkan keduanya karena film terbarunya ini tak
sekedar fokus untuk menceritakan bagaimana Neil Armstrong bisa mendaratkan
dirinya ke bulan. First Man lebih
dari itu, menceritakan tentang kehidupan pribadi Neil Armstrong dengan segala
problematika dan gejolak batinnya menghadapi kehidupannya.
berhasil memadukan First Man menjadi
satu harmoni yang kuat dan emosional. First
Man bisa menjadi sebuah film bertema space yang memiliki intensitas yang
kuat. Tetapi ketika film ini berbicara tentang love and loss, First Man juga bisa memberikan sesuatu yang
emosional dan begitu dekat dengan penontonnya. Damien Chazelle berhasil
mengeluarkan emosi para pemainnya dengan dialog yang tak meluap-luap tetapi
tatapan matanya bisa berbicara lebih dari semua dialognya.

menceritakan tentang bagaimana Neil Armstrong (Ryan Gosling) yang sangat
menyenangi profesinya sebagai seorang astronot. Neil Armstrong terlibat ambisi
negaranya untuk bisa melakukan misi perjalanan mustahil ke bulan. Segala upaya
Neil Armstrong dan NASA memang tak semuanya berjalan mulus. Banyak sekali jalan
terjal yang harus dihadapi oleh Neil Armstrong. Mulai dari beberapa pesawat yang
gagal, kecaman dari publik, hingga remehan banyak orang tentang misi ini.
gagal, Neil Armstrong juga menghadapi kehidupannya yang juga tak kalah terjal.
Menikah dengan Janet (Claire Foy), Armstrong dikaruniai 3 anak. Tetapi,
kehidupan Neil masih saja terpaku pada masa lalunya yang sangat mencintai anak
perempuannya bernama Karen. Dengan banyaknya kehidupannya yang terjal, Janet
tetap berusaha untuk mendampingi Neil Armstrong agar tetap kuat.

Armstrong ini diperkuat tak hanya dengan bagaimana dirinya mengemas cerita.
Tetapi juga dengan pendekatan teknis yang lebih personal. Sinematografinya
ditata untuk memunculkan kesan personal dan sangat intim lewat beberapa
pengambilan gambar yang pan close up di wajah. Serta, pengadeganan yang sering
memunculkan suasana yang sangat dilematis bagi karakter utamanya. Tak hanya
untuk Neil Armstrong tetapi juga dengan anggota keluarganya yang lain seperti
Janet.
kompleks untuk memberikan pengalaman di luar angkasa lewat layar perak. Tetapi,
Damien Chazelle juga ingin membuat penonton semakin larut dengan problematika
Neil Armstrong sehingga dibuat agar beberapa tata suara lebih menekankan sudut
pandang orang pertama. Hal inilah yang membuat First Man tampil sangat luar biasa sebagai sebuah film biografi
yang tak hanya menceritakan kisahnya tetapi juga ikut merasakan setiap
perjalanan sosok yang diangkat.

Man tak hanya datang dari pengarahan Damien Chazelle saja. Tetapi bagaimana
pengarahan Damien Chazelle ini akan mempengaruhi performa Ryan Gosling dan
Claire Foy yang luar biasa. Penonton akan merasakan gejolak-gejolak yang ada di
dalam diri mereka tanpa perlu adegan yang meluap-luap. Cukup memunculkan
ketenangan tetapi emosinya berakumulasi dan lebih berdampak di beberapa adegan
kunci termasuk ending film ini.
memasukkan lagu syahdu ke dalam adegannya, sedikit bermain dengan musik dalam
menuturkan narasi, hingga pengadeganan di dalam endingnya yang akan membuat
penontonnya berkata “ini Damien Chazelle
sekali”. Belum lagi dipermanis dengan balutan musik dengan komposer favorit
Damien Chazelle yaitu Justin Hurwitz yang semakin membuat perjalanan Neil
Armstrong di dalam film First Man ini
semakin indah.

IMAX dan perubahan genre di setiap filmnya, tentu saja First Man memberikan deklarasi bahwa Damien Chazelle adalah
sutradara yang menjanjikan. Lewat First
Man, Damien Chazelle tetap memiliki kekhasan dalam pengarahan dan juga
berhasil mengulik cara lain untuk mengulik kisah seseorang. First Man bukan sekedar menceritakan,
tetapi juga membuat penonton merasakan semua kegelisahan, kehilangan, dan rasa
cinta Neil Armstrong terhadap hidupnya. Indah sekali!


































![Koisuru Keigo 24 Ji (2024) Episode 01-09 Subtitle Indonesia [TAMAT] + [BATCH]](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/02/SaveTwitterNet_GA4HaqraYAAZeE7.jpg?fit=456%2C322&ssl=1)




