
Tjahjanto kali ini bekerjasama ulang untuk menghasilkan film baru. Berganti
nama rumah produksi meskipun masih di naungan yang sama, Sky Media dan Timo kembali mengarahkan filmnya sendiri tanpa
bantuan rekannya Kimo Stamboel. Kembali ke akarnya untuk membuat film horor,
tentu saja membuat penikmat film sangat senang.
penontonnya mulai dari Rumah Dara dan
Killers. Keunggulan Timo dalam
mengarahkan sebuah film horor juga tersaji lewat beberapa film pendeknya. Safe Haven yang pernah difitur menjadi
segmen terakhir di omnibus V/H/S 2
dan L for Libido di dalam omnibus The ABC’s of Death. Maka, tentu saja
film terbarunya yang berjudul Sebelum
Iblis Menjemput ini sangat dinantikan.
Chelsea Islan dan Pevita Pearce. Kedua aktris ini pun juga baru pertama kali
bermain dalam film horor sehingga semakin membuat calon penontonnya penasaran.
Juga, film ini didukung oleh pemain-pemain seperti Karina Suwandi, Ray
Sahetapi, dan Rafo Samael. Sebelum Iblis
Menjemput tak hanya disutradarai oleh Timo sendiri tetapi juga naskahnya
pun ditulis sendiri.


seorang lelaki paruh baya bernama Lesmana (Ray Sahetapy) yang sedang koma di
rumah sakit. Alfie (Chelsea Islan), anak perempuannya dari istri pertama datang
menghampiri sang ayah yang sudah tidak berdaya. Alfie datang karena telepon
dari Maya (Pevita Pearce) yang juga anak perempuannya tetapi hasil dari
pernikahan keduanya.
ditemukan jatuh sakit dan koma di sebuah rumah villa kecil di antah berantah.
Alfie memutuskan untuk datang ke villa tersebut untuk mencari tahu apa yang
terjadi oleh sang ayah. Tanpa disadari, keluarga dari istri kedua Lesmana
datang ke villa tersebut. Alfie dan keluarga dari istri keduanya berusaha untuk
membersihkan rumah tersebut dan mencari apa yang tersisa di rumah tersebut.
Tetapi, kejadian aneh menyerang mereka di malam yang sunyi itu.

berhasil diolah menjadi Timo untuk menjadi kekuatan di dalam filmnya. Sebelum Iblis Menjemput sukses membuat
penontonnya bergidik ngeri sepanjang 115 menit. Timo terlihat berusaha keras
untuk mengarahkan Sebelum Iblis Menjemput
agar bisa membangun nuansa horor yang atmosferik. Untung saja, usaha kerasnya
berhasil membuat setiap penampakan yang ada terasa maksimal.
memulai Sebelum Iblis Menjemput dengan
atmosfer yang sangat mencekam dan gelap. Di 30 menit pertamanya, penonton sudah
langsung berhasil ditakuti lewat pembangunan atmosfer horor dan jumpscares yang tepat sasaran. Adrenalin
penonton pun sudah naik sejak 30 menit pertamanya dan dengan antusias
menyaksikan sisa durasinya.
Satu jam pertama Sebelum
Iblis Menjemput memang benar-benar membuktikan bahwa Timo Tjahjanto sangat
kompeten dalam mengarahkan sebuah film horor. Caranya mengarahkan film Sebelum Iblis Menjemput akan membuat
film ini terasa bukan buatan dalam negeri. Timo yang sudah kaya akan
referensi-referensi plot cerita serupa berusaha memaksimalkannya di film ini.
Meskipun, Sebelum Iblis Menjemput
masih memiliki kendala di dalamnya.

Iblis Menjemput tidak bisa berjalan sangat mulus terlebih di paruh kedua.
Timo Tjahjanto yang sudah berhasil mencengkram penontonnya di paruh pertama,
tiba-tiba melepaskan cengkramannya perlahan. Paruh kedua film ini memang tak
benar-benar mengalami penurunan drastis, tetapi penceritaannya yang terlalu
ingin banyak yang diceritakan. Terlihat bahwasanya Timo menahan dirinya agar
film ini tak berjalan terlalu jauh. Meskipun harus mengorbankan beberapa
poinnya yang tidak bisa disampaikan dengan utuh.
akhirnya Sebelum Iblis Menjemput
jatuh ke dalam lubang yang lebih dalam, Timo Tjahjanto langsung mencengkram
penontonnya lagi. Paruh akhir film ini naik dengan cara Timo mengarahkan
performa dua aktris utamanya. Pevita Pearce mampu mencuri hati penonton dengan
performanya yang luar biasa dibandingkan dengan film-film sebelumnya. Begitu
pula dengan Chelsea Islan yang berhasil menjadi sosok karakter yang kuat.
sehingga performa Chelsea Islan dan Pevita Pearce bisa saling melengkapi. Timo
Tjahjanto berhasil membuat dua aktris Indonesia ini keluar dari zona nyamannya
lewat Sebelum Iblis Menjemput.
Sekaligus, performa Karina Suwandi yang berhasil membuat penontonnya bergidik
ngeri. Sisi teknis di Sebelum Iblis
Menjemput juga menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan.

teknis filmnya ini adalah gubahan musik yang tampil untuk menguatkan filmnya.
Bukan menjadi hal yang membuat suasana horornya terasa manipulatif. Begitu pula
dengan cara Timo untuk mengambil adegan demi adegannya. Menggunakan aspect ratio 1:85:1 ini ditujukan agar
penonton bisa merasakan karakter dan suasananya dengan lebih intimate. Sehingga, tensinya bisa
dirasakan betul oleh penontonnya.
selesai menonton Sebelum Iblis Menjemput,
rasa akhir yang dirasakan adalah rasa stres saat menonton. Bukan karena filmnya
kurang bagus, tetapi Timo Tjahjanto terus menerus mengganjar kengeriannya tanpa
ampun. Timo Tjahjanto sekali lagi membuktikan bahwa dirinya memang bisa
diperhitungkan saat menangani film-film seperti ini. Sebelum Iblis Menjemput adalah sebuah pompa adrenalin yang ampuh
untuk penikmat film horor Indonesia yang ingin merasakan dijemput oleh iblis
jahat.


































![Koisuru Keigo 24 Ji (2024) Episode 01-09 Subtitle Indonesia [TAMAT] + [BATCH]](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/02/SaveTwitterNet_GA4HaqraYAAZeE7.jpg?fit=456%2C322&ssl=1)


