Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

REVIEW : SPLIT

Ulasan by Ulasan
08.02.2017
Reading Time: 5 mins read
0
Jangan Sembarangan dalam Mengambil Ilmu
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

[Movie] Boven Digoel (2017)

[Movie] John Wick: Chapter 2 (2017)

REVIEW : JOHN WICK: CHAPTER 2


“I’ve never seen a case like this before. Twenty three identities live in Kevin’s body.” 

Pernah ada masanya M. Night Shyamalan digadang-gadang sebagai sutradara terkemuka di masa depan. Menapaki era milenium, sutradara berdarah India asal Philadelphia, Amerika Serikat, ini berturut-turut menelurkan karya jempolan semacam The Sixth Sense, Unbreakable, Signs, serta The Village. Ciri khas yang mudah dikenali di barisan filmnya tersebut adalah kuatnya pembentukan karakter, bangunan atmosfer mengusik yang menghasilkan rasa tidak nyaman, serta twist ending. Ya, Shyamalan sempat pula mendapat julukan “rajanya twist ending” lantaran kebiasaannya memberikan pelintiran di ujung kisah dalam film-film arahannya. Belakangan karirnya mengalami kemerosotan drastis, utamanya setelah mencoba meninggalkan ranah thriller yang dikuasainya dan mengorkestrai genre berbeda semacam The Last Airbender yang lempengnya tiada ketulungan (Ugh!) beserta After Earth yang hampa. Diprediksi tidak akan lagi bisa merengkuh kepercayaan khalayak ramai, tiba-tiba saja Shyamalan kembali dengan sebuah kejutan kecil yang manis: The Visit. Menghadirkan gelaran found footage yang amat creepy (si nenek!), ternyata The Visit semacam pemanasan sebelum penebusan dosa sesungguhnya melalui Split dimana kita akhirnya bisa mengatakan, “welcome back, Shyamalan!.” 

Tiga remaja perempuan; Claire (Haley Lu Richardson), Marcia (Jessica Sula), dan Casey (Anya Taylor-Joy), mendapati diri mereka terbangun di sebuah ruangan terkunci yang sama sekali asing bagi ketiganya. Masih dalam keadaan terguncang, seraya mencoba menyusun kepingan-kepingan memori yang berantakan, para gadis disambut oleh seorang pria yang menculik mereka, Dennis (James McAvoy). Tampak seperti pria biasa tanpa kekuatan lebih, sempat terbersit di pikiran Claire dan Marcia untuk melumpuhkan Dennis dengan menggunakan kemampuan beladiri mereka yang lantas urung diwujudkan usai Casey menganggapnya sebagai ide buruk. Benar saja, Dennis nyatanya tidaklah sesederhana kelihatannya karena perjumpaan para gadis dengan sang penculik di kesempatan selanjutnya mengungkap bahwa pria tersebut mengidap dissociative identity disorder (DID) atau mudahnya, kepribadian ganda. Di satu waktu mereka bisa saja berjumpa Dennis yang terobsesi pada keteraturan, sementara di waktu lain mereka akan disambut Patricia yang anggun atau Hedwig yang mengaku masih berusia 9 tahun. Tercatat setidaknya ada 23 kepribadian berbeda yang hidup dalam tubuh si penculik dan menurut mereka, kepribadian ke-24 berjulukan The Beast akan segera datang yang konon kabarnya merupakan kepribadian paling mengerikan diantara semuanya. 

Laju awal Split cenderung merambat. Usai adegan pembuka berintensitas cukup tinggi, Shyamalan lantas menguranginya begitu mengajak penonton menapaki ruang bawah tanah yang dimanfaatkan sang antagonis untuk menyekap ketiga perempuan belia ini. Kita diberi kesempatan menjalin keakraban bersama para korban – terutama Casey yang diberi jatah kilas balik berulang kali, demi memunculkan kepedulian atas nasib mereka, serta mengenali beberapa kepribadian dominan yang menghinggapi tubuh sang penculik. Bagi penonton yang terbiasa dengan film seram penuh asupan jump scares, kesunyian dan pelannya film boleh jadi akan menguji kesabaran. Shyamalan sendiri enggan mempergunakan metode ‘cilukba’ disusul skoring musik menyayat gendang telinga guna memacu detak jantung penonton. Seperti halnya film-film dia terdahulu, rasa ngeri yang timbul dalam Split bersumber dari atmosfir yang sangat mengganggu dan menguarkan aroma misterius. Lorong-lorong panjang berpencahayaan redup, ruangan-ruangan sempit di bawah tanah yang akan membuat penonton dengan klaustrofobia blingsatan di kursi bioskop, dan karakter villain yang tindak tanduknya sulit untuk diprediksi – mudah beralih tanpa diberi aba-aba terlebih dahulu sebelumnya. 

Dihadapkan pada perasaan tidak nyaman seperti ini, secara otomatis film telah mengondisikan penontonnya untuk senantiasa waspada kalau-kalau ada peningkatan level ketegangan mendadak seperti perlawanan dari pihak korban atau si penculik menampilkan kepribadian barunya yang lebih ganas. Jujur, sebelum Split tutup durasi, sulit untuk benar-benar menghembuskan nafas lega sekalipun ada bubuhan serbuk humor di beberapa titik guna mencairkan rasa cekam. Bahkan, sesi terapi antara Dennis yang hadir menggunakan kepribadian Barry, sang desainer kemayu, bersama psikolognya, Dr. Karen Fletcher (Betty Buckley), pun mempunyai intensitasnya tersendiri. Momen ini memang dipergunakan Shyamalan untuk mengajak kita mempelajari karakteristik sang antagonis lebih mendalam termasuk motivasi-motivasinya yang sekaligus menghindarkannya dari sosok karikatural, namun sulit disangkal ada sensasi berdebar-debar melihat percakapan kedua belah pihak. Karen berupaya mengulik agenda yang coba disembunyikan Barry (atau sebetulnya dia adalah Dennis?) rapat-rapat, sementara Barry yang menyadari gelagatnya mulai terbaca berusaha mengelak. Satu pertanyaan lantas mencuat, “apa yang akan terjadi berikutnya seandainya tidak ada celah lagi bagi Barry untuk berkelit dan pengakuan adalah satu-satunya jalan keluar?.” 

Ya, Split dituturkan oleh Shyamalan dengan apik. Tapi kehebatannya dalam merajut kisah tidak akan terbaca tanpa performa kelas kakap dari James McAvoy yang mampu bertansformasi secara mulus ke berbagai kepribadian. Berkatnya, sikap dingin, konyol, mengancam, bengis, sampai rapuh dari si penculik yang masing-masing merepresentasikan identitas tertentu dapat tersalurkan dengan baik ke penonton. Kadangkala kita bisa mengenali kepribadian yang sedang mendominasi melalui gaya berbusana, namun tidak jarang pula, peralihannya hanya bisa terdeteksi apabila kita cermat mengamati intonasi suara dan gestur yang diperagakan oleh McAvoy. Beruntungnya McAvoy – selain memperoleh tunjangan skrip beserta pengarahan bagus, dia didampingi jajaran pelakon yang bermain mengesankan pula. Lupakan Haley Lu Richardson dan Jessica Sula yang tidak istimewa (menampilkan stereotip perempuan populer cantik yang hanya bisa meratap), Split masih mempunyai Betty Buckley yang simpatik dan Anya Taylor-Joy yang tangguh sekaligus misterius di saat bersamaan. Perpaduan antara pameran akting ciamik dengan penceritaan lancar dari si pembuat film yang juga mahir menghadirkan daya cekam maksimal inilah yang membuat Split layak disejajarkan bersama barisan film-film terbaik Shyamalan. Plus, jangan lupakan adegan penutupnya yang bakal membuat para penggemar maupun penonton setia karya-karyanya berteriak kegirangan. Gokil! 

Trivia : Salah satu kebiasaan Shyamalan adalah ikut numpang tampil di film-film garapannya, termasuk Split. Nah, berperan sebagai siapakah dia di film ini?

Outstanding (4/5)

ADVERTISEMENT
Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Kartu pos kuno tentang Ambon
Review

[Movie] Boven Digoel (2017)

12.02.2017
Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Lubuk Gadang di Solok Selatan
Review

[Movie] John Wick: Chapter 2 (2017)

10.02.2017
Cara Duduk yang Dilarang
Review

REVIEW : JOHN WICK: CHAPTER 2

10.02.2017
Wiranto Sebut Pembakaran Bendera untuk “Bersihkan” Kalimat Tauhid dari HTI
Review

Resensi Buku Teori-Teori Psikologi Sosial

10.02.2017
Poster rekrutmen prajurit Belanda untuk diterjunkan melawan pejuang kemerdekaan Indonesia, 1945/1946
Review

[Movie] Split (2017)

09.02.2017
Review

[Blogtour+Giveaway] Some Kind of Wonderful

08.02.2017
Next Post

Pengertian dan Sumber Pupuk Organik

Pupuk Kimia - Pupuk Anorganik

Iklan

Recommended Stories

Sorting Life Out

01.01.2017
Raih Pahala Ramadhan dengan Dukung Dai Tangguh Hidayatullah

Kabar Kota Purwokerto

22.02.2014
Ini Dia Makna Filosofis Blangkon

Cheesecake Brownies

09.09.2013

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?