Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

[Movie] Django Unchained (2012)

Ulasan by Ulasan
15.02.2013
Reading Time: 4 mins read
0
ADVERTISEMENT

Django Unchained
(2012 – Columbia/The Weinstein Company)

RELATED POSTS

[Wrapped Up] Biao Mei Wan Fu – 表妹万福 (2026) Part III

Shi Ri Zhong Yan – 十日终焉 (2026)

[OST] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part III

Written & Directed by Quentin Tarantino
Produced by Reginald Hudlin, Stacey Sher, Pilar Savone
Cast: Jamie Foxx, Christoph Waltz, Leonardo DiCaprio, Kerry Washington, Samuel L. Jackson, James Remar, Dennis Christopher, Don Johnson, Walton Goggins, Laura Cayouette

Here’s the thing, terlepas dari kecenderungan dalam karya-karyanya yang kaya akan referensi bahkan “mencontek” sinema generasi lawas, which I am not exactly familiar with—maklum masih muda =P, gw merasa Quentin Tarantino adalah sineas yang cerdas dan iiis..timewaa *chibichibichibi*. Yang bisa gw simpulkan dari karya-karyanya seperti Pulp Fiction, Kill Bill, sampai Inglourious Basterds adalah Tarantino tuh bikin film seenak udelnya aja, tetapi dia tahu persis apa yang dia ingin pertunjukkan. Pernah gw singgung sebelumnya, bahwa Tarantino seperti mengerti betul apa yang diinginkan dan dibutuhkan penontonnya. Contohnya, seringkali ia membuat adegan berisi dialog panjang dan ngalor ngidul, tetapi di saat yang tepat nyaris tak terduga, pasti akan ada turn of event menggelegar yang menghalangi penonton jatuh tertidur. Hasilnya, mau cerita sepanjang apapun dan se-nggak-nyambung apa pun, Tarantino selalu berhasil menjaga interest penontonnya. He’s a brilliant storyteller, even if the story was about nothing at all. Keistimewaan itu pun dibuktikan lagi lewat Django Unchained, yang disebut-sebut sebagai fusi spaghetti western (film-film “koboi” buatan Italia era 1960-an) dengan drama perbudakan kaum kulit hitam di Amerika Serikat, terutama di wilayah selatan (southern) abad ke-19. 
Masih berkutat dengan tema pembalasan dendam, Django Unchained bercerita tentang Django (Jamie Foxx), seorang budak yang dibeli oleh bounty hunter (pemburu orang-orang tertentu demi uang) berkedok dokter gigi asal Jerman, Dr. King Schultz (Christoph Waltz). Alasannya karena Django dapat membantu Schultz menemukan beberapa buronan yang diincarnya. Selepas itu, Schultz yang pada prinsipnya menentang perbudakan meng-unchained Django dari status budak, kemudian mengajaknya berkelana sebagai bounty hunter juga. Django sendiri punya tujuan lain, yaitu menemukan istrinya yang terpisah darinya, Broomhilda (Kerry Washington), yang ternyata sekarang sudah dibeli oleh seorang tuan tanah berhobi aneh, Calvin Candie Jr. (Leonardo DiCaprio). Demi memuluskan tujuan itu, Django dan Schultz bekerja sama agar dapat membebaskan Broomhilda. Namun, seperti film-film Tarantino yang sudah-sudah, segala sesuatu tidak pernah berjalan sesuai rencana =D.
Ini adalah sebuah kisah petualangan bermotivasi dendam dan cinta, dan feel petualangan itu pun terasa. Bukan hanya dari durasinya yang sepanjang 2 jam 45 menit, melainkan juga dari peristiwa demi peristiwa yang dialami tokohnya yang rentangnya cukup panjang. Panjang, tetapi terasa lengkap, tidak terburu-buru, tidak juga dipanjang-panjangin. Secara tak buru-buru pula Tarantino mencoba menggambarkan borok kehidupan sosial di wilayah Amerika zaman itu di balik kemakmuran segelintir orang, dan di sinilah gw merasakan Tarantino seakan memberikan pernyataan sikap tentang perbudakan.

Dengan cara yang cukup ekstrem, film ini mengingatkan bahwa perbudakan itu tidak ada baik-baiknya. Dari perbedaan hak majikan kulit putih dan budak kulit hitam, sampai pelbagai bentuk penyiksaan yang memilukan, mulai dari cambuk, dipasung, dirantai, dimasukkin peti, disuruh saling bergulat sampai mati (dalam “olah raga” Mandingo fight), sampai diumpanin ke anjing, pake ada teori pembenaran pula (konon perlakuan ini cukup akurat menurut sejarah). Secara visual sih tidak terlampau gamblang (well, sort of), tetapi efek ngilu yang ditimbulkan bahkan melebihi adegan lainnya yang berisi tembak-tembakan berdarah-darah, karena di sini mereka juga disiksa secara batin. Ini mengejutkan, karena berbeda dengan kesan yang gw dapat ketika menyaksikan kekerasan dalam Kill Bill atau Basterds yang “ngeri” tapi seru, yang ini malah memunculkan suara hati “ya ampun manusia kok begini amat yak…”.

Tetapi, hey, bukan Tarantino namanya kalau filmnya tidak menghibur. Di luar aspek tadi yang menurut gw lebih serius dari film beliau yang lain, Django Unchained tetap menyajikan pengalaman menonton yang asyik. Mulai dari gaya visual yang bergaya jadul (banyak zoom tiba-tiba ke muka =D), soundtrack-nya yang kadang nggak nyambung tapi tetep nyatu, sampai opening credits yang norak. Humor satir yang khas masih ampuh memancing tawa, begitu juga tumpahan darah di film ini sensasional karena dibuat sangat berlebihan, setiap tembakan ke tubuh efeknya muncrat membahana kayak buah semangka dibanting ke trotoar.  Mana ada film koboi kayak gini =). Mungkin itu sebagai kompensasi dari kekerasan yang memilukan tadi, biar tetep kelihatan bo’ongan, dan somehow menurut gw itu seru *langsung bikin janji ke psikiater*.

Para aktor yang terlibat termasuk cameo-nya bermain mumpuni, terutama Waltz yang sangat nyaman dan likable, dan DiCaprio yang sukses dalam debut peran (murni) antagonisnya ini, namun pujian terbesar gw jatuh kepada Samuel L. Jackson sebagai tangan kanan Calvin Candie yang nyebelin, Stephen, yang kali ini sedikit di luar watak stereotipikalnya, agak konyol komikal sekaligus serem juga. Tarantino sendiri ikut tampil cameo sangat berkesan dengan “grand exit“-nya =).

ADVERTISEMENT
Django Unchained adalah satu lagi bukti seorang Quentin Tarantino knows how to keep his audience satisfied. Bagaimana dialog-dialog panjang dengan topik layak simak diselingi aksi hyper–violent dibungkus dengan sinematografi apik dari Robert Richardson, karakterisasi kuat kadang nyeleneh yang dimainkan dengan apik oleh para aktornya, serta banyaknya referensi budaya sampai ke folklor dan sastra Eropa ditata sedemikian rupa bahkan membuat durasi film terasa tidak sepanjang itu, namun kini dengan tambahan…emm…sikap moral (?). Sebuah film beratmosfer gabungan film-film semacam The Good the Bad and the Ugly dengan Gone With the Wind (referensi gw mentok di situ doang =P) dengan konten yang lebih brutal tetapi juga lebih “asyik” disaksikan. Jika di tengah-tengah film muncul pertanyaan “ini film koboi tapi mana tembak-tembakannya?”, let me assure you, sekalinya muncul adegan tembak-tembakan akan sama sekali tidak mengecewakan. Keren lah. Film ini tak hanya membuat penasaran, tetapi juga merenggut perhatian. Dan karena film ini gw juga baru tahu kalo sastrawan Alexandre Dumas itu “black” =).

My score: 8/10

Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Makassar
Review

[Wrapped Up] Biao Mei Wan Fu – 表妹万福 (2026) Part III

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Ambon
Review

Shi Ri Zhong Yan – 十日终焉 (2026)

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Ternate
Review

[OST] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part III

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Sorong
Review

[Wrapped Up] When I Meet the Moon / Zhe Yue Liang – 折月亮 (2026) Part IV

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Jayapura
Review

[Release Date] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part II

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Jakarta Pusat
Review

[First Impression] Love in the Clouds / Ru Qing Yun – 入青云 (2025) Part X

01.01.2026
Next Post

Dua gadis bule memakai kebaya, hasil jepretan David Grandison Fairchild

Polisi Imbau Warga Bandung Tak Lakukan Takbiran Keliling, Netizen: Kalo Bakar Lilin Boleh?

(Un)Transformed

Iklan

Recommended Stories

Pemandangan Udara Kota Samboja

08.04.2018
7 Poin yang Perlu Diperhatikan Jika Doa Belum Dikabulkan

7 Poin yang Perlu Diperhatikan Jika Doa Belum Dikabulkan

07.11.2014

Sinopsis Legend of Shen Li Episode 32

10.07.2024

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?