Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Trading

Kisah Sedih Menyentuh Hati, Seorang Istri Sholehah

Top Bisnis by Top Bisnis
25.09.2015
Reading Time: 6 mins read
0
ADVERTISEMENT
Sore itu, menanti kehadiran teman yang akan menjemputku di masjid ini
selesai ashar. Seorang akhwat datang, tersenyum serta duduk
disampingku, mengatakan salam, sembari berkenalan dan sampai pula pada
pertanyaan itu.

 

“anty sudah menikah? ”.
“Belum mbak”, jawabku. Lalu akhwat itu. bertanya lagi
“kenapa? ” cuma bisa ku jawab dengan senyuman.. mau ku jawab karena masih kuliah, namun rasanya itu bukanlah alasan.
“mbak menanti siapa? ” saya coba bertanya.
“nunggu suami” jawabnya.



Saya lihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop serta sebuah tas
besar lagi yang tidak dapat kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-
bertanya, dari mana mbak ini? Kelihatannya wanita karier. Akhirnya
kuberanikan juga untuk bertanya

RELATED POSTS

Kenapa Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP? Ini Dia Dua Alasan Utamanya!

Analisis Teknikal vs Fundamental dalam Trading Saham dan Crypto: Mana yang Lebih Efektif?

Strategi Copy Trading: Keunggulan vs Risiko di Platform Lokal & Internasional



“mbak kerja di mana? ”, entahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa
mbak ini seorang pekerja, walau sebenarnya setahuku, akhwat2 seperti ini
kebanyakan cuma mengabdi sebagai ibu rumah-tangga.
“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi”,
jawabnya dengan muka yang aneh menurutku, muka yang bercahaya dengan ketulusan hati.
“kenapa? ” tanyaku lagi. Dia cuma tersenyum serta menjawab,
“karena inilah langkah satu cara yang dapat membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.





Saya berpikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia cuma
tersenyum. Ukhty, bisa saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini dapat
menjadi pelajaran bernilai buat kita para wanita yang Insya Allah bakal
didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.
“saya bekerja di kantor, mungkin tidak perlu saya katakan nama
kantornya. Gaji saya 7juta/bln.. Suami saya bekerja sebagai penjual roti
bakar pada pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3
bln., serta kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis lantaran
merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya
dari kantor, hari ini lembur, umumnya sore jam 3 telah pulang. Saya
lelah sekali ukhty.





Waktu itu juga suami masuk angin serta kepalanya pusing. Dan parahnya
saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, namun saya
jadi berkata, “abi, umi pusing nih, ambillah sendirilah”.


Pusing membuat saya tertidur sampai lupa sholat isya. Jam 23. 30 saya
terbangun serta cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing juga sudah
hilang. Beranjak dari sajadah, saya lihat suami saya tidur dengan
pulasnya. Menuju ke dapur, saya simak semua piring telah bersih tercuci.
Siapa lagi yang bukan mencucinya jika bukan suami saya? Terlihat lagi
semua pakaian kotor sudah di bersihkan.





Astagfirullah, mengapa abi kerjakan semua ini? Tidakkah abi juga
pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, mengharapkan abi
sadar serta ingin menjelaskannya, namun rasanya abi terlampau capek,
sampai tidak sadar juga. Rasa iba mulai penuhi jiwa saya, saya pegang
wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya
Allah, abi deman, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas pengucapan
terakhir saya pada suami tadi. Cuma diminta mengambilkan air minum saja,
saya membantahnya. Air mata ini menetes, begitu sampai kini saya
terlalu repot diluar rumah, tak memperhatikan hak suami saya. ”





Subhanallah, saya melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, bikin
hati ini merinding. Serta kulihat juga ada tetesan air mata yg di
usapnya. “anty tau berapakah gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan
gaji saya. Sekitar 600-700rb/bln.. 10x lipat dari upah saya. Serta
malam itu saya betul-betul terasa durhaka pada suami saya.





Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tidak butuh meminta nafkah
pada suami, walau suami senantiasa memberi hasil jualannya itu pada
saya, serta setiap kali memberikan hasil jualannya, ia senantiasa
berkata “umi,, ini ada titipan rejeki dari Allah. Diambil ya. Buat
kepentingan kita. Serta tidak banyak jumlahnya, mudah2an umi ridho”,
demikian tuturnya.





Mengapa baru saat ini saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Begitu
harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang didapatkan suami saya”,
lanjutnya
“Alhamdulillah saya saat ini mengambil keputusan untuk berhenti bekerja,
semoga dengan jalan ini, saya semakin dapat menghormati nafkah yang
diberikan suami. Wanita itu demikian sulit melindungi harta, serta
karena harta juga wanita kerap lupa kodratnya, serta mudah meremehkan
suami. ” Lanjutnya lagi, tidak memberi peluang bagiku untuk bicara.
“beberapa hari yang lalu, saya bertandang ke rumah orangtua, serta
menceritakan niat saya ini. Saya sedih, lantaran orangtua serta
saudara-saudara saya tak ada yang mendukung kemauan saya untuk berhenti
berkerja. Jadi mereka membanding- banding pekerjaan suami saya dengan
orang lain. ”





Saya masih tetap terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya.
Subhanallah, apa saya bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa
adanya, bahkan juga ikhlas meninggalkan pekerjaan.
“kak, kita itu mesti memikirkan hari esok. Kita kerja juga untuk
anak-anak kita kak. Biaya hidup saat ini besar. Demikian banyak orang
yang perlu pekerjaan. Nah kakak malah ingin berhenti kerja.



Suami kakak juga pendapatannya kurang. Mending jika suami kakak
entrepreneur kaya, bolehlah kita santai-santai saja dirumah. Salah kakak
juga sih, jika ma jadi ibu rumah-tangga, semestinya nikah sama yang
kaya. Sama dokter muda itu yang punya niat melamar kakak duluan sebelum
sama yang ini.





Namun kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas
pekerjaannya. Dari 4 orang anak ayah, Hanya suami kakak yg tidak
berpenghasilan terus serta yang paling buat kami jengkel, kelihatannya
suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank
oleh saudara sendiri yang mau membantupun tidak mau, sampai heran saya,
apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan perkataan
adik perempuannya waktu dimintai pendapat.





“anty tau, saya cuma dapat nangis waktu itu. Saya menangis bukanlah
Karena apa yang disebutkan adik saya itu benar, bukanlah karena itu.
Namun saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana
mungkin dia meremehkan tiap-tiap tetes keringat suami saya, padahal
dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin
dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud pada
malam hari.





Bagaimana mungkin dia mengejek orang yang dengan kalimat lembutnya
senantiasa menentramkan hati saya. Bagaimana mungkin dia mengejek orang
yang berani datang pada orangtua saya untuk melamar saya, padahal waktu
itu orang itu belum memiliki pekerjaan. Baigaimana mungkin seorang yang
begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya cuma karena
suatu pekerjaan. Saya mengambil keputusan berhenti bekerja, karena tidak
mau melihat orang membanding-bandingkan upah saya dengan upah suami
saya.





Saya mengambil keputusan berhenti bekerja juga untuk menghormati
nafkah yang didapatkan suami saya. Saya juga mengambil keputusan
berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Mudah-mudahan saya
tidak lagi menyanggah perintah suami. Mudah-mudahan saya juga ridho atas
besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya,
sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, lantaran tidak
semua orang mempunyai keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang
lebih memilih jadi pengangguran daripada melakukan pekerjaan yang
seperti itu.





Namun lihatlah suami saya, tidak ada rasa malu baginya untuk
menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya
begitu bangga pada suami saya. Mudah-mudahan bila anty memperoleh suami
seperti saya, anty tidak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan
suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, namun
masalah halalnya, barokahnya, serta kita memohon pada Allah,
mudah-mudahan Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”.
Ucapnya terakhir, sembari tersenyum manis padaku.





Dia mengambil tas laptopnya,, bergegas mau meninggalkannku. Kulihat
dari kejauhan seorang ikhwan dengan memakai sepeda motor butut mendekat
ke arah kami, berwajah ditutupi kaca helm, walau tak ada niatku
memandang mukanya. Sembari mengatakan salam, meninggalkannku. Muka itu
tenang sekali, muka seorang istri yang demikian ridho.
Ya Allah…. Saat ini giliran saya yang menangis. Hari ini saya dapat
pelajaran paling baik dalam hidupku. Pelajaran yang membuatu menghapus
sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku.. Subhanallah.. Sahabat..
Kekeliruan slama ini, orang mengganggap kebahagiaan itu adalan kaya
materi.. mobil mewah.. rumah bagus.. Namun sebenarnya kekayaan
sebanarnya itu ada saat kita merasa cukup akan nikmat ALLAH meskipun
tanpa ada materi yang bersifat wah…



Silahkan di Share, mudah-mudahan bermanfaat buat kita semua. Aamiin …………….


Baca juga:
12 Cara Pria Akan Makin Ganteng Jika Lakukan Kebiasaan Ini
Aplikasi Teknologi Komunikasi Secara Umum
Cara Menyadap HP Pacar, Suami / Istri Anda

ADVERTISEMENT
Tags: Belajar InvestasiBelajar TradingDagangInvestasiPanduanTrading
ShareTweetPin
Top Bisnis

Top Bisnis

Related Posts

Trading

Kenapa Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP? Ini Dia Dua Alasan Utamanya!

14.08.2025
Crypto

Analisis Teknikal vs Fundamental dalam Trading Saham dan Crypto: Mana yang Lebih Efektif?

21.07.2025
Investasi dan Trading

Strategi Copy Trading: Keunggulan vs Risiko di Platform Lokal & Internasional

21.07.2025
Investasi dan Trading

Analisis: Crypto Staking vs DeFi vs Yield Farming

12.07.2025
Investasi dan Trading

Strategi Copy Trading: Panduan Lengkap untuk Pemula

11.07.2025
Manfaat Surat Yasin Ayat 82 untuk Cari Jodoh? Ini Penjelasannya
Trading

4 Cara Valuasi Saham Untuk Investor Pemula

10.07.2025
Next Post
FORMULA SOLAT SEMPURNA

4 Jenis Lelaki Yang Ditarik Oleh Wanita Kedalam Neraka

Seberapa Penting Psikologi Dalam Suksesnya Strategi Forex ?

Iklan

Recommended Stories

Candi Gana – Candi yang Sedang Dalam Tahap Pra-Pemugaran

28.02.2012

Resep Sate Ikan Sederhana yang Sehat untuk Ibu Hamil

18.03.2016
10 Desa Paling Indah di Asia 2025, Destinasi Wisata Menawan Versi Money Control

Ternate menurut sebuah lukisan kuno

01.09.2013

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?