bbrp waktu yang lalu, kemudian saya hapus krn saya khawatir ada isinya yang
ngga berkenan di hati orang lain. Sekarang tulisan ini sudah saya edit, mdh2an
bisa diterima dengan baik.. J
mudah-mudahan apa yang saya tulis di sini bisa bermanfaat juga bagi orang lain,
ngga cuma untuk diri saya sendiri.. J
persis 5 thn sdh saya menjalani profesi sbg investor saham ritel di BEI.
di pasar modal thn 2004, dengan membeli produk investasi di suatu bank, yang
tujuannya utk dana pendidikan anak saya.
tentang financial planning.
“Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak” dan “Mempersiapkan Dana
Pensiun”.
pentingnya menyiapkan dana pendidikan anak dan menyiapkan dana pensiun sejak
dini.
tiap bulan demi mencapai tujuan investasi kita.
menyiapkan dana pendidikan untuk anak saya, dan menyetor sekitar 25% gaji suami
saya tiap bulan ke dalam produk investasi ini.
akhirnya saya belajar banyak lg tentang financial planning dr buku2 yang lain,
blog ligwina hananto, aidil akbar madjid, dsb.
planning sangat terasa sekali, krn saya jd jauh lebih bijak dalam mengelola
keuangan keluarga, dan juga dalam menentukan prioritas2 keuangan apa saja yang
harus didahulukan dalam keluarga…
pentingnya proteksi asuransi jiwa (term life) bagi keluarga dengan single
income. Dan kami beli beberapa polis asuransi jiwa term life untuk memproteksi
jiwa suami saya, agar bila ada apa2 dengan dia, saya dan anak2 masih bisa hidup
dengan layak, tidak terlantar, krn hanya suami saya yang mencari uang di dalam
keluarga kami.
tangga dengan 2 anak yang masih SD.
itu pasti antar jemput anak ke sekolah dan les, membantu mereka mengerjakan
tugas2 sekolah, dan mempersiapkan mereka apabila mereka ada ujian sekolah.
itu, ya mengelola portofolio saham saya, senam, nyalon, shopping,
pengajian, atau skedar hang out with my friends..
sahabat saya waktu S2, dan dia waktu itu lagi buka2 grafik saham. Sahabat saya
ini sedang mengambil CFA preparation.
tentang trading saham, dan saya merasa sangat tertarik waktu itu.
anak saya yang kecil akan mulai masuk KB, dan saya sdh berfikir utk mencari
kerjaan sampingan, yang bisa menghasilkan uang, dan bs dilakukan di rumah, sambil
mengawasi anak-anak.
saya dengan membawa sebuah buku yang saya pinjam dr dia, “When to buy and
sell, candlestick can tell”, karangan Santo Vibby.
dengan penasaran buku tersebut.
ilmu candlestick ini masih terasa manfaatnya buat saya, hingga saat ini.
sahabat saya dan tanya-tanya tentang saham, akhirnya saya putuskan saya mau
jadi trader aja, agar bisa cari duit dr rumah.
banyak bahan tentang saham utk dipelajari.
dulu, pelajarin dulu, baru elo boleh buka rekening saham. Kalo elo ga belajar
sama sekali, cuma buang duit aja loe nanti..”
saya belajar sedikit tentang saham, termasuk ikut kursus2 awal tentang saham,
sebelum akhirnya saya buka rekening saham.
itu, saya mulai banyak baca buku tentang investasi juga. Jadi saya kenal
beberapa produk investasi, seperti reksadana, unit link, logam mulia, properti,
dan saham.
ngerti kalo produk investasi yang saya beli di bank untuk dana pendidikan anak
saya selama ini, adalah unit link. Unit link sangat tidak recommended by
financial planner, karena terlalu banyak biaya2 silumannya.
yang belum melek finansial dan cuma kenal deposito, hasil unit link selama
minimal 3 thn masih jauh lebih besar daripada bunga deposito 🙂
tiap bulan ke dalam unit link ini, karena saya masih ragu utk tutup polis.
mulia (LM) untuk pengganti dana darurat. Saya beli LM mulai dr harga Rp 199.000
waktu itu.
mulai masuk ke investasi reksadana.
link, sehingga jumlah nominal tiap bulan yang saya setor bisa jauh berkurang
dari semula.
pindahkan ke berbagai macam reksadana.
melakukan trading pertama kali, dengan modal awal Rp 10juta, untuk buka
rekening di etrading.
Rp 3350 dalam waktu 2 hari.
oktober 2008, portofolio saya menyusut banyak sekali, lebih dari 50%.
itu bursa turun dalam sekali.
saham-saham, termasuk saham bluechip, turun tanpa ada bid sama sekali… Serem.
saham-saham mulai naik.
reksadana yang saya punya, untuk menambah modal trading saya.
tiap bulan di reksadana jadi pindah masuk ke rekening saham.
sekali, dan semua kerugian saya tertutup. Balik modal lagi, plus masih dapat
untung sedikit.
Oya, saya juga ikut menjadi korban Sarijaya Securities. Tapi alhamdulillah, Allah masih sayang sama saya, sehingga sehari sebelum Sarijaya ditutup, sisa cash saya di situ saya belikan saham UNTR. Cash saya cuma nyisa Rp 89.000, dan itulah uang saya yang lenyap di Sarijaya Securities.. 🙂 Semua saham yang ada di situ, utuh, ngga ada yang hilang 1 lot pun. Alhamdulillah… Teman saya ada yang uangnya hilang sampai puluhan juta di situ.. 🙁
rajin sekali ikut kursus saham.
banyak TA, bahkan pernah sebulan 2x.
TA.
ga gampang. Walaupun saya sering ikut kursus, baca buku, ternyata saya masih
bisa rugi banyak juga. Karena jam terbang masih minim.
dari saham bakrie. Porto saya minus 40%, krn waktu itu hampir smua saham saya,
saya belikan saham bakrie. Shocked. Saya sampai menangis memeluk kaki suami
saya, karena uang itu adalah hasil kerja keras dia selama ini L
beberapa lama, untuk mikir ulang, apa strategi trading terbaik yang harus saya
jalani.
mundur dari saham sama sekali, karena saya merasa senang sekali dengan dunia
ini.
investasi, bahan2 kursus saya dulu, sampai akhirnya saya baca lagi tentang
tulisan ini :
membuat saya memutuskan untuk mendalami investasi, dan mulai meninggalkan
trading.
perhitungan harga wajar saham.
tentang kisah pertama saya investasi di saham murah dan bagus, CPIN, tapi
saya lupa di posting yang mana.
2700 (sebelum stock split 1:5) , juni 2010 kalo ngga salah.
9400-an, di desember 2010, untuk merealisasi profit saya di akhir thn itu.
langsung ketutup dengan CPIN ini. Alhamdulillah.. J Dan masih dapat untung lumayan juga.. J
investasi saya di unitlink, dan saya pindahkan dananya ke saham.
beli saham dengan liat FA.
di properti, waktu itu DP masih 10%.
2011, sekarang nilainya sudah naik 2x lipat. Dan rumah saya disewa orang selama
2 tahun.. Alhamdulillah.. J
jual semua saham saya, karena ada something happened.
lagi dari NOL sejak november 2011.
sering ditanya teman-teman tentang saham, saya pikir kenapa ngga nulis di blog
aja, jadi ilmunya bisa dimanfaatkan oleh banyak orang..
menulis, dan saya suka mengajar. Akhirnya jadilah blog ini di november 2011.
teman-teman saya, yang ngga sampai 10 orang.
bisa ratusan tiap hari, dan saya banyak terima email yang nanya2 tentang saham.
jawab, karena saya tau bagaimana susahnya awal2 kita belajar saham.
kasih jawaban bila kita tanya suatu hal…
saya ingin ilmu ini bisa bermanfaat juga buat orang lain. Apalagi jumlah
investor saham ritel Indonesia sangat sedikit, hanya skitar 300 ribu orang dari
250 juta penduduk indonesia…
reksadana, unit link, jumlahnya cuma 1 juta orang. Hanya 0,4% dari seluruh
penduduk Indonesia L
dari artikel investasi, malaysia saja sudah 40% penduduknya yang mengenal
produk pasar modal (reksadana, saham, unitlink), jadi ngga heran kalo penduduk
malaysia itu bisa lebih makmur daripada kita.. L
dunia saham, pernah jadi trader harian dan investor valuasi, saya banyak dapat
pelajaran berharga dari sini, antara lain :
kinerjanya naik, jangan beli saham yang kinerjanya turun!
mahal karena saya melanggar prinsip utama saya sendiri, dengan beli saham yang
kinerjanya turun.
beli, apalagi hold saham yang kinerjanya turun.
cpo, alat berat turun banyak, saya mulai beli, karena secara valuasi sudah
cukup murah…
labanya turun makin dalam.
hanya di maksimal 20-25% porto total, tapi sekarang saya pikir it’s very
stupid.
nasibnya seperti MEDC, TINS, ANTM, INCO? Glekkk…
dan sekarang, udah 3 thn lebih, masih turun semua kinerjanya.. L
dari saham2 komoditas yang saya punya, untuk menentukan apakah akan saya jual
semua (CL), CL sebagian atau hold.
akan lagi, selama LKnya masih turun…
25% di saham invest, karena selama ini saya masih bisa menemukan saham yang
naik minimal 50% setahun..
adalah yang terbaik, saya akan lakukan.
tumbuh, inflasi masih di bawah 10%, BI rate masih di bawah 10%, invest terbaik
adalah di saham (dan mungkin juga properti), asal jangan beli yang sudah ngga
masuk akal harganya.
fundamental bagus, kinerja naik di atas 15%, ROE di atas 15%, dan PER masih di
bawah 15x (based on BI rate = 5,75%), tutup mata aja beli sahamnya..
butuh sabar, kalo begitu dibeli sahamnya ngga langsung naik..
yang bakal naik tinggi, biasanya :
terakhir, kinerjanya terus naik
setahun terakhir > 30%
masih di bawah 10x, dan PER jauh di bawah EPS growth
10%, lebih bagus lagi apabila ROE ini di atas PER
dengan cara seperti itu, dan ujung-ujungnya memang harus sabar kalo sahamnya
ngga langsung naik begitu kita beli.. 🙂
portofolio saham yang bisa stabil naiknya : jangan kecepetan jual saham yang
bagus dan masih murah, dan harus cepet jual begitu ada saham yang kinerjanya
turun
terlalu gampang, anak kecil juga tau, tapi believe me, dalam prakteknya, mental
kita kadang suka susah berkompromi dengan hal seperti ini.
ngga naik2, padahal sahamnya sangat bagus utk invest.
sahamnya masih bagus untuk invest), pengen CL.
bagus untuk invest), pengen jualan.
turun dan kita harus cepet jual, tapi karena masih nyangkut, didiemin aja,
tunggu dia naik lagi. yang ada malah makin melorot..
hehehe…
LK-nya lagi turun, jangan invest dulu. Trading-in aja. Nanti begitu LK udah
bagus lagi, baru boleh beli untuk invest, selama valuasinya juga masih menarik.
mana LK akan keluar, sebaiknya untuk beli/jual saham invest, sabar nunggu LK
terbaru keluar. Karena kadang suka ada LK yang kinerjanya meleset dari
ekspektasi kita, atau malah yang kinerjanya naik sangat fantastis..
saham investasi yang EPS-nya minus. Selama EPS minus, saham itu anggap aja ngga
ada nilainya, bahkan di harga Rp 50 sekali pun.
metode macem-macem dengan TP sekian sekian, diemin aja, ngga usah ikut2an beli.
silakan aja ikuti trading plan-nya.
simpel itu adalah yang terbaik. Untuk beli saham invest, so far aplikasi
kombinasi antara EPS growth tinggi, PER murah dan ROE > 10% sudah
cukup baik.
stokastik slow, MA 20, 60, 200 (daily, weekly, monthly) dan juga candlestick.
bursa, yang ngga pernah gagal.
semua metode akan ada salahnya.
kita akan ditentukan oleh money management dan portofolio management kita, dan
bagaimana mental kita bereaksi terhadap setiap gejolak di bursa.
buying atau panic selling, terutama panic selling. Untuk hal ini, saya setuju
dengan Lo Kheng Hong, bahwa panik itu timbul karena kita ngga tau apa yang kita
beli.
kalo ada lagi hal penting yang saya temukan, saya akan tulis lagi di sini.
atau ngga-nya, mungkin akan berbeda-beda hasilnya bagi tiap orang..
dalam ambil keputusan.
salah, saya selalu pelajari di mana salahnya, dan coba untuk memperbaiki, dan
ngga mau mengulangi lagi kesalahan yang sama.
yang bisa kasih feedback ke saya tentang strategi investasi saham yang cocok
menurut mereka. Pasti akan menambah wawasan saya tentang gaya investasi yang
bisa dilakukan.
ada manfaatnya.. 🙂
really really thank you a lot, my best friend, Kreshna Dwinanta Armand, for all the teachings you taught
me..
jasamu dengan sesuatu yang jauh lebih baik lagi. Aamiin Yra..






































