Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Sepak Bola Indonesia (11): Berbagai Kota Sepak Bola di Hindia Belanda; Padang Solo Jogja MalangMakassar ManadoAmbon

Tempo Doelo by Tempo Doelo
28.07.2023
Reading Time: 14 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Pada
artiikel sebelumnya sepak bola di Batavia, Soerabaja, Semarang, Bandoeng dan
Medan, lantas bagaimana dengan di kota-kota lainnya di Indonesia seperti di
Padang Sidempuan? Di dalam Wikipedia hanya ditulis satu kalimat ini: ‘Persatuan
Sepakbola Kota Padang Sidempuan disingkat PSKPS adalah klub sepakbola Indonesia
yang berasal dari Kota Padang Sidempuan’. Apakah ada sejarahnya? Itu hal lain.
Dalam hal ini banyak tokoh sepak bola asal Padang Sidempoean di awal sejarah
sepak bola Indonesia seperti Abdoel Hakim Harahap di Medan (sejak 1927), Parada
Harahap di Batavia (1923), Radjamin Nasoetion di Soerabaja (1929) dan Abdoel
Hamid Lubis di Jogjakarta (1930) dan Dr Abdoel Hakim Nasoetion di Padang (1928).


PSP
Padang (Persatuan Sepakbola Padang) adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang
bermarkas di Padang. Menyebut nama PSP Padang, mengingat sejarah panjang
persepak bolaan tanah air, sebab PSP Padang memang bukan tim kemarin sore, terlahir
lebih dulu dari republik ini, pada tahun 1928. Tahun 1928, dengan nama Sport
Vereniging Minang (SVM) yang diketuai oleh Dr. Hakim dalam ini bernaung
organisasi sepak bola Padang yang dikenal dengan Ilans Padang Electal (IPE),
yang menjadi cikal bakal lahirnya PSP Padang Usia IPE tidak berlangsung lama,
karena kemudian mengubah dan membentuk organisasi pemain sepak bolaan Padang
pada tahun 1935 dengan nama Voetballbond Padang En Omstreken. Seiring dengan
gejolak politik dalam negeri, pada tahun 1942, Belanda menyerahkan kekuasaannya
kepada Jepang. Kendati demikian, kehadiran Jepang itu ada hikmahnya. Ketika itu
St. Mantari bersama tokoh-tokoh sepak bola Padang lainnya berinisiatif
mengganti nama VPO menjadi Persatuan Sepak bola Padang, dan Yusuf St. Mantari
menjadi ketua umum pertama dengan nama PSP. Ternyata pada masa itu, Jepang sama
sekali tidak mengusiknya. dalam catatan itu pula nama PSP dipakai untuk pertama
kalinya. Persatuan Sepakbola Kota Padang Sidempuan disingkat PSKPS adalah klub
sepakbola Indonesia yang berasal dari Kota Padang Sidempuan
(Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di berbagai
kota di Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, berawal di Medan, Batavia,
Soerabaja, Semarang dan Bandoeng. Lalu bagaimana di kota lainnya seperti di Solo,
Padang, Jogjakarta, Makassar, Malang, Manado dan Ambon? Lalu bagaimana sejarah
sepak bola di berbagai kota di Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja.

Sepak Bola di Berbagai Kota di Hindia Belanda; Solo,
Padang, Jogjakarta, Makassar, Malang, Manado, Ambon

Hingga tahun 1916 belum ada
kegiatan sepak
bola di Soerakarta (lihat De nieuwe
vorstenlanden, 08-02-1916)
. Mengapa? Padahal kota-kota seperti Semarang do utara, Madioen di timur,
Magelang di barat dan Jogjakarta di selatan sudah ada. Jika pun ada
pertandingan sepak bola di Soerakarta, jelas sudah sangat tertinggal jauh dari
kota-kota Medan, Batavia, Semarang, Soerabaja dan Bandoeng. Apakah kota Solo
terbilang kota kecil? Tentu saja tidak.


Pada tahun 1906 pertandingan sepak bola diadakan di Djokjakarta.
Pertandingan ini dapat dianggap sebagai awal mula sepak bola di Yogyakarta.
Ini bermula Ketika perserikatan atletik dan senam
Door Oefening Ontwikkeling (DOO) di Djokjakarta yang selain memiliki tim
atletik dan senam juga memiliki tim sepak bola. Tim sepak bola DOO Djokjakarta
ini melawat ke Magelang untuk melawan tim sepak bola Achilles. Pertandingan
yang dilangsungkan hari M
inggu
tanggal 9 Desember 1906 ini berakhir dengan sekor 7-1 untuk kemenangan tim
Magelang (
lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 13-12-1906).

Di Semarang sendiri adanya kegiatan sepak bola kali pertama baru terinformasikan tahun 1899 (lihat Soerabaijasch
handelsblad, 22-05-1899). Disebutkan di Semarang kesebelasan Semarangsche
voetbalclub melakukan pertandingan dengan tim kesebelasan dari Soerabaja. Klub
di Semarang ini tampaknya secara khusus
didirikan untuk sepak bola. Mengapa tim kesebelasan Soerabaja yang bertandang
ke Semarang? Biasanya tim yang sudah lebih dulu eksis bertandang ke tempat/kota
dimana sepak bola baru dimulai.


Pada tahun 1898 tim kesebelasan Soerabaja bertandang ke Malang
(dimana Malang mengalami kekalahan, tetapi berapa skor tidak terinformasikan).
Lalu tidak lama kemudian tim Malang dengan nama Go Ahead melakukan kunjungan
balasan ke Soerabaja untuk melawan tim Soerabaja (ECA). Pertandingan diadakan
tanggal 17 Juli lalu depan lapangan masjid di Soerabaja (lihat De locomotief:
Samarangsch handels- en advertentie-blad, 22-07-1898). Disebutkan pertandingan
tersebut berakhir dengan skor 2-2
. Sekali lagi, tim yang bertandang lebih awal mengindikasikan tim lebih
awal eksis. Artinya di Soerabaja lebih dahulu eksis dari Malang. Paling tidak,
di Soerabaja dan di Malang sudah ada kegiatan sepak bola tahun 1898.

Bagaimana dengan di Makassar? Yang jelas di Padang pada
tahun 1907 paling tidak sudah terinformasikan klub sepak bola THOR (lihat Sumatra-bode,
25-05-1907).
Pada
tahun 1908 di Padang dilaporkan terdapat sebanyak 17 klub sepak
bola (lihat Soerabaijasch
handelsblad, 04-01-1908). Jumlah ini bukan sedikit. Klub-klub tersebut terdiri
dari klub orang-orang Eropa/Belanda (sipil dan militer) dan klub-klub orang
Melayu, Kling, Arab dan
Cina.
Klub-klub itu menggunakan lapangan Plein van Rome (Gereja Katolik Roma) yang
memiliki empat lapangan sepak
bola
yang berdampingan yang kualitasnya terbilang baik. Lapangan sepak
bola ini berada di Alang Lawas.


Pada tahun 1908 disebutkan klub sepak bola di Salatiga (lihat Soerabaijasch
handelsblad, 20-10-1908). Disebutkan asosiasi sepak bola pertama didirikan di Salatiga
(Voetbalvereeniging SSS). Pertandingan pertamanya dengan mengundang klub sepak
bola Semarangsche Voetbal Vereeniging MOT dari Semarang. Bagaimana dengan di
Solo? Yang jelas di Tjilatjap adanya sepak bola sudah terinformasikan pada
tahun 1909 (lihat De nieuwe vorstenlanden, 12-07-1909). Pada tahun 1909 ini juga
disebutkan di Makassar sudah didirikan k
lub sepak bola Prosit, klub yang diduga pertama yang didirikan di
Makassar. Klub Prosit adalah klub yang dibentuk oleh orang-orang Eropa/Belanda.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Solo, Padang, Jogjakarta, Makassar, Malang, Manado,
Ambon dan Kota Lainnya: Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia (Sejak 1930)

Pada masa ini, narasi sejarah awal sepak bola di
Indonesia sejak era Pemerintah Hindia Belanda terkesan bersifat random. Akan
tetapi, sejatinya sebagai permaian olah raga yang baru, bagaikan virus memiliki
caranya sendiri menemukan jalan dimana sepak bola dipertandingkan. Terkesan
bersifat random, karena pertandingan sepak bola di Hindia tidak bermula di ibu
kota di Batavia, tetapi di kota Medan.


Pertandingan sepak bola pertama di Indonesia dilangsungkan di Medan pada
tahun 1893. Sementara di Batavia baru terinformasikan pada tahun 1896. Lalu
bagaikan virus, sepak bola terinformasikan di Soerabaja dan Malang pada tahun
1898 dan kemudian menyusul di Semarang tahun 1899.

Bagaimana dengan di Solo? Seperti disebut di atas,
di Jogjakarta dan Magelang sudah terinformasikan pada tahun 1906, lalu di
Salatiga pada tahun 1908 dan di Tjilatjap pada tahun 1909. Lalu dalam
perkembangannya ada kegiatan sepak bola di Madioen. Bagaimana bisa? Di Madioen
terdapat sekolah pamong OSVIA. Sebagaimana diketahui di Bandoeng klub OSVIA
berpartisipasi dalam kompetisi sepak bola Bandoeng (Preanger Voetbalbond).
Mengapa sepak bola di Soerakarta hingga tahun 1916 belum ada? Pertanyaan serupa
ini juga berlaku untuk sepak bola di Manado.


Jika pertandingan sepak bola sebagai penanda awal sepak bola di suatu tempat/kota,
di Manado pertandingan sepak bola pertama kali baru diadakan pada tahun 1918
(lihat
De
locomotief
, 17-04-1918). Disebutkan pertandingan sepak bola pertama di (residentie) Manado diadakan pada tanggal 9 ini di
Tondano antara para pemain terbaik dari pemuda
sekolah MULO disana
dan tim Eropa
/Belanda terpilih. Lantas mengapa di Tondano?
Kegiatan sepak bola di Tondano secara terbatas sudah eksis diantara para
pradjurid di Tondano dan bahkan pertandingan sepak
bola
di barak telah menjadi hal sehari-hari. Sebagaimana di ketahui
garnisun militer utama di wilayah residentie Manado terdapat di Tondano seperti
halnya di Ambarawa (yang memicu penyelenggaraan sepak bola bermula di
Salatiga). Keberadaan sepak bola di berbagai barak-barak militer di Hindia
Belanda sudah lama diketahui sebagai bagian dari kegiatan mereka dalam permainan
di lapangan dan udara terbeuka. Usulan itu muncul setelah diketahui adanya
pertandingan sepak bola di Medan pada tahun 1893.

Bagaimana dengan di Ambon? Hingga tahun 1918 sepak
bola di Ambon belum terinformasikan. Situasi dan kondisi di Soerakarta mirip dengan
di Manado/Tondano. Sementara itu, situasi dan kondisi di Ambon kurang lebih serupa
di Padang Sidempoean. Hingga tahun 1918 di Padang Sidempoean juga belum
terinformasikan adanya permainan/pertandingan sepak bola.


Di Padang Sidempoean tidak terinformasikan sepak bola. Namun orang
berasal dari Padang Sidempoean sudah terbiasa dengan sepak bola. Sudah sejak
lama orang Padang Sidempoean merantau ke berbagai penjuru seperti Padang,
Batavia dan Medan. Umumnya merantai karena studi, pegawai pemerintah, pekerjaan
profesi seperti guru dan dokter serta jurnalistik. Di Medan pada tahun 1903
sudah ada klub orang asal Padang Sidempoean yang diberi nama Letterzetter
(anak-anak percetakan). Letterzetter adalah salah satu dari tiga klub di Medan
dimana salah satu klub adalah orang-orang Eropa/Belanda. Salah satu pemain klub
Docter Djawa VC yang bermain di kompetisi Batavia tahun 1904 bernama Mohamad Daoelaj
berasal dari Padang Sidempoean. Salah satu pengurus Docter Djawa VC tahun 1907
adalah berasal dari Padang Sidempoean bernama Abdoel Rasjid Siregar. Pada tahun
1909 klub Docter Djawa VC melakukan lawatan ke Medan tahun 1907 untuk melawan
klub Tapanoeli VC yang berpartisipasi dalam bond Medan. Tapanoeli VC adalah klub
para pelajar/pemuda asal Padang Sidempoean (suksesi Letterzette VC). Para pemuda
asal Padang Sidempoean tidak ada yang bekerja sebagai tantara, sebab ada
kebijaka pemerintah tidak mengizinkan’ pemuda Tapanoeli dalam kemiliteran. Mengapa?
Apakah karena perlawanan Sisingamangaradja baru berakhir tahun 1907? (seperti
kita lihat nanti, baru tahun 1940 diperbolehkan memasuki militer, dua yang
pertama Abdoel Haris Nasoetion dan TB Simatoepang di Akademei Militer di
Bandoeng—boleh jadi itu karena sudah terpaksa?).

Meski belum terinformasikan sepak bola di Ambon,
tetapi para pemuda yang berasal dari Ambon sudah banyak yang bermain sepak bola
di perantauan. Para pemuda asal Ambon ini terutama yang bekerja sebagai tantara
terutama di Jawa dan Sumatra. Di Tjimahi sudah ada klub yang pemainnya
didominasi anak-anak Ambon. Di Padang ada klub yang diberi nama BAD, singkatan
dari Blanda, Ambon dan Djawa (lihat Sumatra-bode, 21-09-1912). Klub ini berbasis
di barak militer. Sebagaimana diketahui pribumi yang banyak berkarir di militer
Hindia Belanda secara terbatas berasal dari Ambon, Manado, Djawa (Solo/Djogja)
dan Madura. Mengapa?


Sejak kapan sepak bola bermula di Ambon tidak diketahui secara pasti.
Sementara pemuda Ambon banyak yang bermain bola di perantauan, terutama di
lingkungan militer. Paling tidak keberadaan sepak bola di Ambon terinformasikan
pada tahun 1918 (lihat De locomotief, 05-06-1918). Disebutkan dalam kunjungan
kapal perang Hollandsehe Jantjes merapat di Ambon, segera pengurus sepak bola
Koningin Regentes bertemu dengan para tamu untuk diatur pertandingan sepak bola
yang akan diadakan antara kesebelasan kru kapal dengan dua tim dari asosiasi
sepak bola yang ada di Ambon. Laga tim kapal akan melawan gabungan Koningin
Regentes dan Hamidia. Laga berakhir dengan 1-1 sehingga klub Ambon cukup puas.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Sepak Bola Indonesia (12): Laga Internasional di Indonesia Masa Pemerintah Hindia Belanda; Pra Kondisi Piala Dunia

Himpunan Fatwa Mufti Kerajaan Negeri Kelantan

3 Tipe Hidangan Makanan yang Layak Dihindari di Warung Makan Sederhana

Iklan

Recommended Stories

RAMADHAN DISEBUT JUGA BULAN AL QUR-AN

06.06.2016

MENIKMATI KEINDAHAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT YANG EKSOTIS

28.07.2017
Anjing Menyanyi Khas Pegunungan Papua

Anjing Menyanyi Khas Pegunungan Papua

01.03.2021

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?