Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Banyuwangi (30): Pendidikan di Banyuwangi, Bagaimana Bermula? Sekolah Eropa/Belanda vs Sekolah untuk Pribumi

Tempo Doelo by Tempo Doelo
08.06.2023
Reading Time: 6 mins read
0
Alasan Penumpang harus Berjalan Jauh saat Menuju Gate di Bandara
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (6)

Peta kuno keluaran Austria tentang Asia Timur dan Nusantara dari tahun 1786

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (5)

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyuwangi dalam blog ini Klik Disini

Seperti
halnya bidang kesehatan, pada awal Pemerintah Hindia Belanda juga mendapat
perhatian. Hanya saja, penyelenggaraan Pendidikan bagi anak-anak Eropa/Belanda
yang berkembang. Bagaimana dengan sekolah untuk pribumi? Mari kita telusuri.


Pendidikan
dan Pergerakan Nasional: Banyuwangi Awal Abad 20. Bahagio Raharjo. Jurnal Handep:
Sejarah dan Budaya Volume 5, No. 2, June 2022. Abstract. Modern education in
Banyuwangi, which was established by the government, firstly appeared in 1819
in the form of the Europeesche Lagere School (ELS), approximately two years
after the first school has founded in the Dutch East Indies. The existence of
this school is inseparable from the interests and needs of the government to
prepare skilled government employees. The existing schools were not well
developed even though the need for modern schools increased. The enactment of
the ethical policy provided an opportunity for non-government parties.
Subsequently, schools established by Indo-European, Arab, and Chinese
entrepreneurs, and national movement organization. This paper studies the
dynamics of their roles in founding a modern school in Banyuwangi during the
era of ethical policy. This study used historical methods to explain the
education and policies that encouraged the nongovernment sector’s efforts at
that time in actively establishing schools for their respective groups. The
study found that ethical policy opened opportunities and strengthened the
existence of parties outside the government to establish schools in Banyuwangi
and develop modern education. The changes were in the strengthening of
plantation companies that promoted the opening of new areas, the economic
crisis, and the politics of segregation demanded the availability of schools
for all groups
. (https://handep.kemdikbud.go.id/)

Lantas bagaimana sejarah pendidikan di
Banyuwangi, bagaimana bermula? Seperti disebut di atas, pendidikan di wilayah
Banyuwangi awalnya hanya sukses bagi anak-anak Eropa/Belanda. Untuk itu ada
baiknya memperhatikan sekolah Eropa/Belanda vs sekolah untuk pribumi. Lalu bagaimana
sejarah pendidikan di Banyuwangi, bagaimana bermula? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber
baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain
disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pendidikan di Banyuwangi, Bagaimana Bermula? Sekolah
Eropa/Belanda vs Sekolah untuk Pribumi

Setelah pemulihan Pemerintah Hindia Belanda, untuk
pertama kali pemerintah mendirikan sekolah di Weltevreden pada tahun 1817.
Setahun berikutnya sekolah pemerintah didirikan di Semarang (lihat
Bataviasche courant, 21-11-1818). Dalam perkembangannya
diketahui sudah ada ada sekolah di Gresik, Soerabaja dan di Banjoewangi. Di Banjoewangi
yang menjadi guru adalah Scholten (lihat Bataviasche courant, 11-03-1820).


Sejauh ini sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah adalah sekolah
dasar. Sekolah-sekolah yang ada berada di kota-kota pantai. Untuk kota-kota lain
seperti Japara, Rembang dan Soerakarta masih dalam rencana. Selain itu, sejak awal
sudah ada sekolah militer di Semarang. Sekolah-sekolah swasta sejak masa pendudukan
Inggris sudah ada di Batavia dan Semarang, kemudian disusul di Soerabaja. Untuk
sekolah pemerintah guru-guru juga didatangkan dari Belanda. Sejauh ini belum
ada sekolah pemerintah untuk pribumi.

Berdasarkan Almanak 1827, di Banjoewangi yang
menjadi guru masih tetap JF Scholten. Sekolah pemerintah, selain yang disebut
di atas, sudah ada di Buitenzorg, Cheribon, Soeracarta, Djogjacarta, Rembang,
Japara dan Soemanap.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sekolah Eropa/Belanda vs Sekolah untuk Pribumi: Mengapa
Telat Pendidikan Pribumi di Banjoewangi?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (6)

04.01.2025
Sejarah

Peta kuno keluaran Austria tentang Asia Timur dan Nusantara dari tahun 1786

03.01.2025
Sejarah

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (5)

02.01.2025
Sejarah

Foto yang diubah menjadi lukisan (3)

01.01.2025
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1747: Jakarta antara Angke dan Ancol

31.07.2024
Sejarah

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (3)

30.07.2024
Next Post

Sejarah Banyuwangi (31): Tatakota Bermula di Fort Utrecht Banjoewangi ke Soekaradja; Antara Kampong Saba-Kampong Soekawidi

Mau Lihat Festival Lestari ke-5 di Sigi? Ini Suguhan Acara dan Panduannya

Iklan

Recommended Stories

Sejarah Banten (25): Asisten Residen di Lebak Edward Douwes Dekker; Controleur Natal dan Tragedi di Mandailing Angkola

19.01.2021

Wisata Pulau Komodo | Spot Diving Terbaik Di Labuan Bajo

22.03.2016

Talbiah & Waktunya

07.07.2019

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?