Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Banten (25): Asisten Residen di Lebak Edward Douwes Dekker; Controleur Natal dan Tragedi di Mandailing Angkola

Tempo Doelo by Tempo Doelo
19.01.2021
Reading Time: 23 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di pertengahan 1930-an (3)

Sejarah Diaspora (11): Sejak Kapan Orang Indonesia Bermula di Rusia? Hubungan Indonesia dan Rusia Sudah Terbentuk Lama

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (7 – Maluku)

*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Banten, klik Disini

Edward
Douwes Dekker adalah sosok pribadi yang berbeda dengan orang Belanda umumnya. Edward
Douwes Dekker adalah seorang yang humanis dan penuh keadilan. Rasa adilnya
inilah yang membuat dirinya dibenci oleh sebagian orang Belanda. Edward Douwes
Dekker memulai karir sebagai Controleur di Natal tahun 1842. Ketika program
koffiecultuur diterapkan di Afdeeling Mandailing en Angkola (sejak 1840) banyak
penduduk protes sebagian eksodus ke Semenanjung Malaya (Inggris) dan sebagian berkeluh
kesah kepada seorang Controeleur di Afdeeling Natal. Edward Douwes Dekker mengadvokasi
penduduk, Atas perbuatannya ini Edward Douwes Dekker dihukum setahun di Padang.
Sosok Edward Douwes Dekker inilah yang kemudian menjadi Asisten residen di
Lebak.

ADVERTISEMENT

Pada saat orang lupa siapa Edward Douwes
Dekker, Mochtar Lubis dan Sanusi Pane mengambil inisiatif di Jakarta tahun 1953
untuk memperingati 66 tahun meninggalnya Multatuli. Peringatan itu dilaksanakan
di Jalan Pegangsaan Timur No 56, tempat dimana 17 Agustus 1945 membacakan Proklamasi
Indonesia. Mochtar Lubis dan Sanusi Pane seakan ingin menunjukkan kepada rakyat
Indonesia, Edward Douwes Dekker alias Multatuli layak dihormati. Edward Douwes
Dekker telah berjuang demi penduduk Indonesia di Natal dan di Lebak. Nama Edward
Douwes Dekker sudah diabadikan sejak lama sebagai nama jalan Max Havelaar
(merujuk pada nama bukunya Max Havelaar). Pada awal pengakuan kedaulatan
Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949 hanya dua kota yang tetap mempertahankan
nama Edward Douwes Dekker yakni di Medan dan di Bandoeng dengan
Indonesia hanya dua kota yang mempertahankan nama Edward Douwes Dekker sebagai
nama jalan yakni di kota Medan dan di Bandung. Nama buku (jalan Max Havelaar)
diubah menjadi nama orang (jalan Multatuli). Edward Douwes Dekker alias
Multatuli adalah saudara sepupu Ernest Douwes Dekker alias Dr. Setia Budi (satu
dari tiga pejuang Tiga Serangkai).

Bagaimana
kisah Edward Douwes Dekker di Lebak sudah tentu ada yang menulis. Itu adalah
satu hal. Hal yang lebih penting dalam hal ini adalah bagaimana situasi dan
kondisi di Lebak pada saat Edward Douwes Dekker menjadi asisten residen di
Lebak. Lantas mengapa hal itu begitu penting
? Pengalamannya di Natal dan Lebak menjadi inspirasinya
enulis buku terkenal Max Havelaar.
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’
seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Edward Douwes Dekker di Lebak

Berdasarkan
Almanak 1854 di Afdeeling Lebak, Residentie Bantam Asisten Residen dijabat oleh
VALP Bekking. Untuk jabatan lokal Radhen Adhipatì Karta Nata Negara sebagai
regent van het zuider Regentshap (te Lebak); Mas Aria Prawira Nala sebagai
Patih, Radhen Astro Kesoemo sebagai Djaksa dan Mas Nassieb sebagai penghoeloe.
Pada bulan Maret 1855 diketahui Asisten residen Lebak VALP Bekking akan dipindahkan
sebagai asisten residen di Afdeeling, Ponorogo, Residentie Madioen (lihat Nederlandsche
staatscourant, 04-03-1855). Dalam surat kabar ini juga ada mutasi di departemen
militair Kapten infanteri JF Dekkero dipindahkan dari Batalion ke-1 ke Batalion
ke-3.

Sehubungan dengan itu biasanya sudah
dipersiapkan siapa yang akan menjadi Asisten Residen di Lebak. Kapan pergantian
Asisten Residen Lebak tidak diketahui secara pasti. Surat kabar yang terbit di
Surabaya De Oostpost : letterkundig, wetenschappelijk en commercieel nieuws- en
advertentieblad, 16-01-1856 memberitakan bahwa Asisten residen di Lebak
diangkat Edward Douwes Dekker.

Surat
kabar di Belanda Middelburgsche courant, 18-12-1855 yang mengutip berita dari
surat kabar yang terbit di Batavia Bataviaasch handelsblad bahwa terjadi
polemik tentang tulisan berjudul Max Havelaar yang ditulis atas nama Multatuli.
Disebutkan bahwa fakta yang disajikan dalam tulisan tidak bertentangan, tidak
ada indikasi kepalsuan yang ditulis dalam cara penyajiannya, meskipun penulis
mungkin mengkonfirmmasi untuk memastikan kebenarannya. Tapi perilaku Asisten
residen Lebak (Edward Douwes Dekker) dianggap tercela. Klaimnya untuk menahan
bupati, atas tanggung jawab jaksa semata, tanpa menandatangani fakta-fakta yang
menimbulkan dakwaan, tidak bijaksana dan tidak adil. Penyelidikan kasus ini
telah berakhir.

Seluruh jalannya kasus Dekker patut mendapat
ketidaksetujuan dan hanya bisa dijelaskan oleh kebutaan oleh rasa nilai yang
tidak terbatas atau niat untuk menjadi martir. Yang tak kalah tercela, menurut
Bataviaasch Handelsblad adalah cara Havelaar memanfaatkan keramahan Resident. Siapapun
yang dapat menghakimi dan ingin menilai secara adil, Multatuli mengeluh terhadap
Gubernur Jenderal Duymaer van Twist dan mantan Residen Banten sebagai tidak
berdasar dan mengakui bahwa mereka mungkin telah keliru dalam masalah sekunder,
tetapi tidak dapat bertindak sebaliknya dalam kasus utama. Tetapi betapapun
kerasnya, kami tidak menyetujui ancaman liar yang membuat Multatuli pada saat
yang jahat mengakhiri pekerjaannya, yang membuatnya lebih marah terhadap
dirinya sendiri daripada upaya bersatu dari semua musuhnya, namun kami tidak
boleh menyembunyikan kegembiraan kami bahwa Anda memiliki ledakan terompet.
suara para pemuja “the positive balance quand-même” telah terbangun
dari istirahat nyaman mereka, dan bergemuruh di telinga mereka di tengah
perhitungan mereka yang membahagiakan: ‘Bagus! Bagus …, semuanya baik! Tapi
orang Jawa dianiaya! ‘Karena adalah keyakinan teguh kami bahwa takdir tidak
menentukan suatu bangsa dari ras apa pun untuk dianiaya selamanya dan bahwa
Jawa tidak diciptakan hanya untuk tujuan menjadi gabus dimana Belanda mengapung’..

Apa
yang menjadi pangkal perkara keluhan Edward Douwes Dekker (sehingga dia harus
menulis di surat kabar) karena melihat situasi dan kondisi di Afdeeling Lebak
yang sungguh menyedihkan bagi penduduk, para pemimpin lokal telah berbuat sewenang-wenang
terhadap penduduk, sementara Residen Banten seakan menutup mata. Tampaknya
Asisten Residen sebelumnya terlibat kasus di Lebak, Bagaimana Edward Douwes
Dekker merasakan kesengsaraan penduduk Lebak dinyatakannya dala akhir
tulisannya ‘Bagus! Bagus …, semuanya baik! Tapi orang Jawa dianiaya! ‘Karena
adalah keyakinan teguh kami bahwa takdir tidak menentukan suatu bangsa dari ras
apa pun untuk dianiaya selamanya dan bahwa Jawa tidak diciptakan hanya untuk
tujuan menjadi gabus dimana Belanda mengapung’. Tulisan ini tentu saja akan
pro-kontra, dan memang akhirnya Edward Douwes Dekker yang disudutkan.
Pengalaman pahit Edward Douwes Dekker berulang (setelah yang pertama tahun
1842-1843 di Natal).

Kasus Lebak (polemik tulisan Edward Douwes
Dekker, berjudul Max Havelaar atas nama Multatuli) ini, seakan mengingatkan
kasus yang lebih berat yang pernah dialami Edward Douwes Dekker pada tahun
1842-1843 di Afdeeling Natal. Pada saat itu di Afdeeling Mandailing en Angkola
(kini Tapanuli Bagian Selatan) sedang diterapkan koffiekultuur, namun karena
penduduk merasa di luar batas kewajaran, sebagian penduduk eksodus di
Semenanjung dan pantai barat Sumatra (termasuk di Afdeling Natal). Edward Douwes
Dekker yang saat itu menjabat sebagai Controleur di Afdeeling Natal
mengadvokasi penduduk yang eksodus ke wilayahnya. Tindakan yang dilakukan
Edward Douwe Dekker ini mendapat reaksi dari koleganya (sesama pejabat Belanda)
di Afdeeling Mandailing en Angkola yang menyebabkan dirinya segera
diberhentikan sebagai Controleur dan kemudian ditahan selama satu tahun di
Padang (tidak diperbolehkan istrinya yang berada di Batavia untuk
menjenguknya).

Edward
Douwes Dekker menjadi martir (dalam pembelaan penduduk) sebagaimana diulas Batavia
Bataviaasch handelsblad sebagaimana dikutip Middelburgsche courant, 18-12-1855.
Sejatinya Edward Douwes Dekker adalah pegawai pemerintah yang baik dalam
pekerjaan dan sangat humanis tetapi dimaknai berbeda oleh pihak koleganya yang
berseberangan sifat. Edward Douwes Dekker berani mengambil sikap yang berbeda
dan berani menerima risikonya. Atas kasus Lebak ini akhirnya Edward Douwes
Dekker dipecat sebagai asisten residen di Afdeeling Lebak (lihat De Oostpost:
letterkundig, wetenschappelijk en commercieel nieuws- en advertentieblad, 02-04-1856).
Sebagai gantinya diangkat MJ Pool, seorang Controleur kelas satu di (Residentie
Banten). Edward Douwes Dekker tamat, tetapi penderitaan penduduk Lebak
tampaknya masih akan berlangsung, karena Asisten Residen yang diangkat adalah
pejabat yang ada di Residentie Banten.

Bukti bahwa Edward Douwes Dekker pegawai yang
baik dalam pekerjaan (lepas dari sikap berbeda dari para koleganya) Edward
Douwes Dekker sangat diterima penduduk di Afdeeling Natal. Kesalahan yang
dituduhkan kepadanya hanyalah karena ia membela dan mengadvokasi penduduk
Afdeeling Manailing en Angkola yang eksodus ke wilayahnya di Natal. Alasan
tentang keungan di Natal merugi hanyalah alasan musuhnya yang dicari-cari.
Dalam perkembangannya setelah Edward dihukum setahun di Padang terbukti tidak
bersalah dan namanya direhabilitasi dan kemudian dipekerjakan kembali di
Afdeeling Poerwakarta dan kemudian di Poerworedjoe (Residentie Bagelan) lalu
menjadi Sekretaris Resident. Selanjutnya Edward Douwes Dekker dipindahkan
sebagai sekretaris residen di Residentie Manado (April 1849). Di wilayah semenanjung
Celebes ini nama Edward Doewes Dekker mendapat respon positif dari penduduk
Minahasa. Pada awal tahun 1851 Edaward Douwes Dekker diangkat menjadi Asisten
Residen di Amboina. Lagi-lagi nama Edward Douwes Dekker mendapat respion
positif penduduk di Amboina dan dipuji sebagai orang Belanda yang sangat
bersikap adil. Setelah Edward Douwes Dekker bekerja untuk pemerintah selama
delapan tahun diberikan cuti dua tahun ke Eropa. Edward Douwes Dekker dan
istrinya tiba di Belanda pada akhir tahun 1852. Foto: Rumah Edward Douwes Dekker di Natal 1842.

Setelah
cuti panjang di Eropa (Belanda), Edward Douwes Dekker kembali ke Hindia Belanda,
seperti disebutkan di atas, pada tahun 1855 Edward Douwes Dekker diangkat
menjadi Asisten Residen di Lebak.

Surat kabar pemerintah Nederlandsche
staatscourant, 17-10-1852 memberitakan bahwa GAE Wiggen Residentie Bezoeki
dipindahkan menjadi Residen Banten, Dalam berita mutasi ini juga disebutkan H.
Dessanvagie, Asisten Residen Lebak dipindahkan sebagai asisten residen di Bodjonegoro
(Residentie Rembaug) dan VALP Bekking diangkat sebagai asisten residen Lebak
(sebelumnya adalah controleur der 1ste klasse). Apakah Wiggen dan Bekking sudah
saling mengenal selama ini
? Pada bulan ini Edward Douwes Dekker, karena diberi
cuti dua tahun ke Eropa, berhanti sebagai President der weeskamer te Menado
(lihat Opregte Haarlemsche Courant, 18-10-1852).

Seperti disebut di
atas,
VALP
Bekking digantikan oleh Edward Douwes Dekker. Yang dalam kasus Lebak, Edward
Douwes Dekker menemukan jejak VALP Bekking yang diduga bersekongkol dengan
bupati Lebak Radhen Adhipatì Karta Nata Negara (sejak November 1837). Untuk
sekadar menambahkan Karta Nata Negara adalah bupati dengan pangkat (gelar)
tertinggi di Residentie Banten dengan gelar Radhen Adhipatì (bupati di
Afdeeling Serang, afdeeling Pandeglang dan Afdeeling Tjaringin masing-masing bergelar
Raden Toemenggoeng). Siapa Radhen Adhipatì Karta Nata Negara silahkan cari di
artikel lain dala blog ini. Yang jelas Radhen Adhipatì Karta Nata Negara bukan
asli Lebak, Banten.

Seperti disebut di atas VALP Bekking diangkat
menjadi Asisten Residen Lebak pada tahun 1852 bersamaan dengan pemindahan Residen
GAE Wiggen dari Bezoeki ke Banten. Masih pada tahun 1852 Edward Douwes Dekker
mendapat cuti dua tahun ke Eropa (dari Ambon) dan pada waktu yang bersamaan ini
CP Brest van Kempen diangkat menjadi Residen Manado. Lalu kemudian CP Brest van
Kempen dipindahkan ke Banten untuk menggantikan GAE Wiggen (karena pensiun).
Pada saat Edward Douwes Dekker diangkat menjadi Asisten residen di Lebak, yang
menjadi Residen adalah CP Brest van Kempen. Besar dugaan Edward Douwes Dekker
diangkat menjadi Asisten Residen di Lebak pada bulan Juli 1855. Hal ini karena CP
Brest van Kempen sebagai Residen Riaou dipindahkan menjadi Residen Banten
(lihat Nederlandsche staatscourant,  03-07-1855). Dengan kata lain CP Brest van
Kempen dan Edward Douwes Dekker sama-sama memulai tugas di Residentie Banten.
Dalam tuntutan Edward Douwes Dekker untuk memberhentikan bupati Lebak, CP Brest
van Kempen sendiri tidak sepakat dengan Edward Douwes Dekker tetapi CP Brest
van Kempen sendiri tetap meneruskan (surat) permintaan Edward Douwes Dekker
kepada Gubernur Jenderal. Seperti disebut di atas Edward Douwes Dekker
diberhentikan (lihat De Oostpost: letterkundig, wetenschappelijk en commercieel
nieuws- en advertentieblad, 02-04-1856). Diberhentikan karena aatas permintaan
sendiri. CP Brest van Kempen sendiri pada tahun 1857 dipindahkan dari Banten
menjadi Residen di Jogjakarta.

Edward
Douwes Dekker tamat di pemerintahan. Yang jelas apa yang pernah dilakukannya
pada tahun 1843 di Natal untuk membela penduduk Mandailing en Angkola tetap
konsisten dengan apa yang dilakukan di Lebak. Edward Douwes Dekker pada 1843
dipecat dan ditahan, kini pada tahun 1856 tidak dihuku tetapi mengundurkan diri
dari pemerintahan, Kasus Edward Douwes Dekker adalah kasus yang langka. Hanya Edward
Douwes Dekker yang pernah dipecat karena membela penduduk (Mandailing en
Angkola), dan yang pernah mengundurkan diri karena permintaannya ditolak untuk
membela penduduk (Lebak).

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

Multatuli: Max Havelaar dan
Nama Edward Douwes Dekker Masa Kini

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di pertengahan 1930-an (3)

01.03.2025
Sejarah

Sejarah Diaspora (11): Sejak Kapan Orang Indonesia Bermula di Rusia? Hubungan Indonesia dan Rusia Sudah Terbentuk Lama

01.03.2025
Sejarah

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (7 – Maluku)

28.02.2025
Sejarah

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di pertengahan 1930-an (2)

27.02.2025
Sejarah

Sejarah Diaspora (10): Orang Indonesia di Arab dan Haji ke Mekkah; Agama Islam dan Sejak Kapan Orang Arab Ada di Indonesia?

27.02.2025
Sejarah

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (6 – Nusa Tenggara)

26.02.2025
Next Post
Sejarah Indonesia Jilid 2-2: Sejarah dalam Penghormatan Terhadap Leluhur Masa Lalu: Tentang Asal-Usul Suku Bangsa Indonesia

Kafir Imperialis Musuh Utama Kaum Muslimin

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Aceh Syariah di Banda Aceh

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Aceh Syariah di Banda Aceh

Iklan

Recommended Stories

Sejarah Banten (25): Asisten Residen di Lebak Edward Douwes Dekker; Controleur Natal dan Tragedi di Mandailing Angkola

19.01.2021

Wisata Pulau Komodo | Spot Diving Terbaik Di Labuan Bajo

22.03.2016

Talbiah & Waktunya

07.07.2019

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?