Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Malang (39): Ngantang di Sisi Barat Malang Menjorok Masuk di Wilayah Kediri; Menjurus ke Malang di Lereng Kawi-Kelud

Tempo Doelo by Tempo Doelo
13.03.2023
Reading Time: 10 mins read
0
Fiqh al-Ghina’ wa al-Musiqi fi Dhaw’  al-Quran wa al-Sunnah
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini

Satu hal yang menjadi pertanyaan tentang
wilayah (kecamatan) Ngantang adalah secara geografis dekat ke (kabupaten)
Kediri tetapi secara geopolitik masuk wilayah (kabupaten) Malang? Wilayang
Ngantang ‘tersembunyi; di sebelah barat Malang berada di lereng gunung Kawi dan
gunung Kelud. Ngantang dalam hal ini jalur pintas pegunungan (melalui Kota
Batu) antara wilayah Malang di hulu sungai Brantas dan wilayah Kediri di hilir
sungai Brantas. Kasus wilayah Ngantang bukan satu-satunya di wilayah Indonesia
dan tidak tergolong dalam pembagian wilayah yang ekstrim.


Ngantang
adalah kecamatan di kabupaten Malang. Bersama Pujon dan Kasembon, berada di wilayah
pegunungan sebelah barat Kota Malang. Jarak Ngantang ke Kota Malang 39 Km dan
jarak ke ibu kota kabupaten Malang di Kepanjen 57 Km. Ngantang berada dijalur
yang menghubungkan Malang-Kediri dan Malang-Jombang. Ngantang berhawa dingin pada
ketinggian 870 M dpl. Asal usul penamaan Ngantang sampai sekarang masih menjadi
perdebatan. Nama Ngantang diduga terkait isi prasasti yang berasal dari masa Raja
Jayabhaya (1135 M). Isi prasasti pengesahan anugerah untuk penduduk desa
Hantang karena telah berjasa dan setia pada kerajaan Panjalu (dalam perang
melawan kerajaan Jenggala). Dalam hal ini Jayabhaya adalah raja yang berhasil
mengalahkan Jenggala dan mempersatukannya kembali dengan Kediri. Dalam prasasti
terdapat cap kerajaan bergambar Narasimha berupa semboyan Panjalu Jayati yang mungkiin
artinya Kediri Menang. Batas wilayah (kecamatan) Ngantang di sebelah utara dan
barat adalah kecamatan Kasembon; di sebelah timur kecamatan Pujon; di sebelah selatan
kecamatan Gandusari (Blitar). Penduduk kecamatan Ngantang mayoritas suku Jawa
yang berkebudayaan Jawa Arekan. Jumlah penduduk sekitar 60 ribu jiwa yang
tersebar di 13 desa: Banjarejo, Banturejo, Jombok, Kaumrejo, Mulyorejo, Ngantru,
Pagersari, Pandansari, Purworejo, Sidodadi, Sumberagung, Tulungrejo dan Waturejo
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Ngantang di sebelah barat
Malang yang menjorok masuk wilayah Kediri? Seperti disebut di atas, secara
geografis wilayah Ngantang berada di wilayah (kabupaten) Kediri, tetapi secara
geopolitik (administrasi wilayah pemerintahan sejak era Pemerintah Hindia
Belanda) masuk wilayah (kabupaten) Malang. Wilayah Ngantang menjurus ke Batu
Malang di lereng gunung Kawi dan gunung Kelud. Lalu bagaimana sejarah Ngantang di
sebelah barat Malang yang menjorok masuk wilayah Kediri? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Ngantang Sebelah Barat Malang Menjorok Masuk Wilayah
Kediri; Menjurus ke Malang di Lereng Gunung Kawi–Gunung Kelud

Seluruh pembagian wilayah administrasi pemerintahan di Indonesia pada
masa ini, sejati memiliki sejarah yang panjang. Secara umum adalah sejarahnya,
ada alasannya dan ada sebab yang mendahuluinya. Demikian juga pada masa ini
adanya pemekaran, baru dapat dikabulkan diratifikasi jika telah mempertimbangkan
semua aspek, termasuk aspek sejarahnya. Dalam sejarah pembentukan wilayah
administrasi di masa lampau (secara legal dengan dokumen legalitas), apapun yang
menjadi sebabnya kemudian berakhir di dalam satu perundingan/perjanjian yang
kemudian diundangkan (diumumkan) ke public.


Pada masa yang lebih tua,
bahkan pada zaman kuno, meski penarikan batas wilayah belum tegas, tetapi hanya
sekadar cukup dengan membayangkan suatu kawasan luas seperti pulau, lanskap
tertentu yang dibatasi oleh tanda-tanda alam seperti laut/danau, gunung/bukit
dan sungai, suatu otoritas didirikan dalam suatu perjanjian, apakah karena
kalah dalam perang (penggabungan) atau suatu penyerahan sukarela (digabungkan).
Pada era Hindoe Boedha pengumuman itu dimaklumkan dalam bentuk
prasasti-prasasti. Demikian juga yang terjadi pada masa sebelum dan sesudah VOC/Belanda.
Tentu saja tidak lagi klaim wilayah dsan batas-batasnya digurat di batu, tetapi
dibuat dalam bentuk lain seperti kulit kayu, daun, bamboo yang kemudian menyusul
penggunaan kertas yang ditulis dalam dua atau lebih aksara dan bahasa dengan menambahkan
lampiran berupa sketsa/peta wilayah yang dimaksudkan. Otoritas dalam hal ini
dapat silih berganti (rezim) namun batas wilayah umumnya merujuk pada batas-batas
wilayah yang diakui rezim sebelumnya plus menambahkan atau mengurangkan jika
muncul hal baru (ratifikasi ulang). Dalam konteks inilah terbentuknya wilayah
Ngantang.   

Secara historis wilayah Malang sudah dikenal sejak lama. Adanya kerajaan-kerajaan
kuno seperti Kediri, Singosari dan Majapahit di masa lampau mengindikasikan
adanya otoritas, terbentuknya wilayah kekuasaan dan karena dengan demikian
terbentuk relasi antara raja atau yang dirajakan dengan penduduk yang menjadi
subjek. Pada fase akhir masa kuno (era Hindoe Boedha) tersebut berlanjut pada
fase baru (Demak/Jepara dan Mataram baru). Klaim baru dari Mataram terhadap
seluruh Jawa termasuk Jawa bagian timur, akhirnya menimbulkan pemberontakan,
satu yang terpenting dalam hal ini pemberontakan Pangeran Trunajaya dari
Madura. Perang tidak terhindarkan, kahadiran VOC menjadi satu soal baru
(Mataram bekerjasama dengan VOC).


Pada
era VOC
ini, setelah takluknya Makassar
(kerajaan Gowa) oleh VOC, di Jawa. pangeran Trunajaya dari Madura tahun 1670an
menyerang Mataram. Akhirnya perang yang lebih luas tidak terhindarkan. Di satu
pihak Trunajaya dibantu oleh kekuatan eks Gowa yang dipimpin oleh Gelesong, dan
di pihak lain Mataram (Soesoehoenan) dibantu oleh VOC yang didukung pasukan
pribumi asal Bugis dan Ambon. Singkat cerita pasukan perlawanan dikalahkan di
Kediri pada November 1678 dan kemudian
para pemimpin perlawanan ditangkap tahun 1679 Trunajaya di Antang dan Galesong
di Malang (lihat Daghregister, 29-11-1679). Dalam perkembangannya di
ketahui Trunajaya meninggal 2 Januari 1680 yang mana sebelumnya Galesong wafat 21
November 1679. Tamat sudah pemberontakan terhadap Mataram.
Cikal bakal otoritas VOC
dimulai.

Dalam Perang Jawa pertama ini (Mataram di satu
pihak, Madura/Makassar di pihak lain dan VOC di pihak lain lagi), status
wilayah district Malang dan Antang menjadi penting. Mataram (Soesoehoenan) mendapatkan
kembali wilayah klaimnya hingga sejauh Kediri, tetapi kemenangan yang terjadi
di district Antang dan district Malang dapat dikatakan sepenuhnya oleh VOC plus
pasukan pribumi dari Bugis dan Ambon. Sejak inilah terjadi perjanjian
Mataram-VOC dimana wilayah pantai utara Jawa dan pantai timur Jawa hingga
sejauh Antang dan Malang diserahkan kepada VOC (yang juga diserahkan wilayah
Jawa bagian barat). Di atas wilayah otoritas VOC inilah kemudian pemerintahan
VOC dijalankan (untuk wilayah Malang/Antang ibu kota ditetapkan di Malang) yang
kemudian dilanjutkan hingga Pemerintah Hindia Belanda.


Pada masa pendudukan Inggris (1811-1816),
batas-batas wilayah yang ada tersebut yang dilanjutkan Inggris yang juga
mengklaim wilayah Soesoehoenan (karena itu Raffles juga merelokasi kedudukannya
dari Buitenzorg ke Semarang). Setelah Pemerintah Hindia Belanda dipulihkan (ibu
kota di Batavia), wilayah otoritas Soesoehoenan juga dipulihkan sebagai wilayah
Vorstenlandan (Soerakarta dan Jogjakarta). Namun tidak lama kemudian terjadi
Perang Jawa (1825-1830), kembali Soesoehoenan berkejasama dengan Batavia (dalam
hal ini Pemerintah Hindi Belanda). Situasi keamanan dan ketertiban dapat
dipulihkan di Vorstenlanden, tetapi implikasinya sebagian wilayah Soesoehoenan
diserahkan kepada Pemerintah Hindia Belanda seperti wilayah Salatiga, wilayah Banyumas
dan wilayah Bagelan serta wilayah Madioen dan wilayah Kediri. Pada akhirnya
Soesoehoenan dan Soeltan hanya memiliki otoritas di wilayah Soerakarta dan
Jogjakarta saja. Sejak tahun 1830 (pasca Perang Jawa/Pangeran Diponegoro)
sejatinya wilayah (province) Oost Java terbentuk (hingga ini hari). Batas-batas
wilayah (Residentie) Kediri di sebelah timur langsung berbatasan dengan
batas-batas lama sejak era VOC yakni hingga batas wilayah (district Malang dan
Antang). Wilayah Kediri di pantai selatan Jawa hingga batas district Blitar
yang berbatasan dengan wilayh distrik Sengoro (Malang).

Bentuk wilayah (district) Antang (kemudian disebut Ngantang)
yang terkesan masuk di wilayah Residentie Kediri sejatinya telah melalui
perjalanan sejarah yang panjang. Meski sesame di wilayah Oost Java, status
wilayah (district) Antang/Ngantang tentu sangat berarti bagi pemangku
pekepntingan di wilayah (afdeeling) Malang yang mana salah satu districtnya
adalah Antang. Wilayah yang begitu luas di masa lampau (dan masih abu-abu),
menjadi wilayah dengan batas-batas yang sangat tegas (hitam vs putih) pada era
Pemerintah Hindia Belanda dan tentu saja hingga berlanjut ini hari. Mengapa?


Sebenarnya Pemerintah Hindia Belanda tidak terlalu mempersoalkan populasi
penduduk wilayah tertentu berafiliasi kemana dengan siapa di tingkat lokal,
yang menjadi rujukan Pemerintah Hindia Belanda adalah bagaimana populasi
penduduk mendukung tujuan Pemerintah Hindia Belanda seperti bersedia membangan
jalan dan jembatan untuk mendukung perdagangan (ekonomi pemerintah) tanpa
membedakan agama. ras/suku atau kepada siapa populasi penduduk beraja. Secara
administrasi pemerintahan, Pemerintah Hindia Belanda juga memiliki kepentingan
untuk memenuhi unsur efisiensi dan efektivitas interaksi perdagangan dan masalah
pengaturan pemerintahan (permerintah pusat/local). Di berbagai wilayah, tidak
hanya di Jawa, juga di Sumatra dan pulau-pulau lainnya, ada wilayah yang
direorganisasi kembali untuk memenuhi tujuan pemerintah tersebut, tetapi khusus
untuk di wilayah (afdeelinhg) Malang, district Malang ini tetap berada di
wilayah Malang karena tidak ada halangan spasial. Meski Kediri dan Malang
dipisahkan oleh pegunungan (Kawi. Kelud dan Arjuna), tetapi ada celah lalu
lintas yang intens antara Malang dengan Antang melalu Batu dan Poedjon. Inilah
sebab Antang secara geografis berada di wilayah (residentie) Kediri tetapi
secara administrative pemerintahan/ekonomi masuk wilayah Malang. Semua itu
bermula dari masalah geopolitik di masa lampau.   

Tunggu deskripsi lengkapnya

Menjurus ke Malang di Lereng Gunung Kawi–Gunung Kelud:
Sejak Pangeran Trunojoyo dan Untung Suropati

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang
tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
5 Kelebihan Berwisata di Kolam Renang

Sejarah Malang (40): Harimau di Wilayah Malang Tempo Doeloe, Apakah Jejak Masih Tersisa? Musuh Hewan Sahabat Penduduk

Materi propaganda Jepang semasa pendudukan Hindia-Belanda (2)

Iklan

Recommended Stories

Misteri Manusia Purba – Benarkah Nabi Adam Tingginya Mencapai 27 Meter?

Sensasi Perjalanan dan Keindahan Alam di Jalur Cangar kota Batu

08.04.2015
Menanti Kedatangan Umar dan Shalahuddin

Milkiyo, Kenikmatan Susu Sapi Segar di Pontianak

14.12.2018
Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

18.04.2017

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?