Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Malang (37): Kediri di Hilir Sungai Brantas Malang Berada di Hulu; Jalan Pintas Antara Kediri Malang via Antang Kandangn

Tempo Doelo by Tempo Doelo
12.03.2023
Reading Time: 10 mins read
0
4 Kelebihan Berwisata di Perkebunan atau Agrowisata
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini

Kediri dan Malang dihubungkan sungai Brantas, Malang
di hulu, Kediri di hilir. Malang dan Kediri dipisahkan oleh gunung Arjuno.
Namun demikian ada jalan pintas antara Kediri dan Malang melalui Batu, Antang
dan Kandangan. Sungai Brantas sejatinya berbentuk tiga perempat lingkatan,
berhulu di gunung Arjuno dan berhilir di Mojekerto dan Suranaya. Antara Arjuno
dan Mojokerto terdapat Pegunungan Penanggungan. Kota Kediri, Malang dan Surabaya
di daerah aliran sungai Brantas adalah tiga kota terbesar di Jawa Timur (idem
dito tempo doeloe: Kediri, Singosari/Malang dan Majapahit/Mojokerto).


Kediri
kota terletak sekitar 130 km sebelah barat daya Surabaya kota terbesar ketiga
di provinsi Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang. Kediri kota tertua di Jawa
Timur. Kota Kediri dilalui sungai Brantas dari selatan ke utara. Temuan arkeologi
di Tondowongso 2007 menunjukkan sekitar Kediri lokasi Kerajaan Kadiri (Hindu-Buddha
abad ke-11). Menurut Serat Calon Arang, awal mula Kediri permukiman perkotaan
dimulai Airlangga pindahkan pusat kerajaan dari Kahuripan ke Dahanapura (sekitar
Kota Kediri). Wilayah Panjalu menjadi dua, Kediri di barat (berpusat di Daha)
dan Jenggala di timur (pusat di Janggala). Panjalu sebagai Kerajaan Kediri. Tumapel
(berpusat di Singhasari) menguat, ibukota Dahanapura diserang dan kota jadi
kedudukan raja vazal, berlanjut hingga Majapahit, Demak dan Mataram Islam. Pasukan
VOC menyerbu Kediri yang dijadikan ibukota oleh Trunajaya–tahun 1678. Kediri
jatuh ke tangan VOC pada saat itu dikuasai Cakraningrat IV, adipati Madura yang
memihak VOC dan menginginkan bebasnya Madura dari Kasunanan Kartasura. Karena ditolak
oleh VOC, ia memberontak. Pemberontakannya ini dikalahkan VOC, dibantu
Pakubuwana II, sunan Kartasura. Sebagai pembayaran, Kediri menjadi bagian yang
dikuasai VOC. Kota Kediri menjadi Gemeente 1 April 1906. Struktur wilayah Kediri
dataran rendah terletak di bagian timur sungai, dataran tinggi di bagian barat
sungai. Kabupaten Kediri berbatasan kabupaten Malang dan kabupaten Blitar di timur,
Di sebelah timur laut, tepatnya di kecamatan Kandangan, terdapat rangkaian
Pegunungan Anjasmoro – Argowayang batas Kediri dan Malang
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Kediri di hilir sungai
Brantas, Malang berada di hulu? Seperti disebut di atas, sungai Brantas pada
dasarnya sungai melingkar, hulunya di wilayah Malang dan hilirnya di Kediri
(hingga Mojokerto). Jalan pintas antara Kediri dan Malang melalui Antang dan Kandangan.
Lalu bagaimana sejarah Kediri di hilir sungai Brantas, Malang berada di hulu? Seperti
kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Kediri di Hilir Sungai Brantas, Malang Berada di Hulu;
Jalan Pintas Antara Kediri dan Singasari/Malang via Antang dan Kandangan

Sejarah masa lalu era zaman kuno selalu menyimpan
misteri, bahkan terkesan belum terpecahkan hingga masa kini. Pertanyaan ini
muncul karena tidak ada yang menanyakan sehingga tidak ada yang berusaha
menjawabnya. Dalam narasi sejarah masa kini tentang masa lampau dianggap sudah
stasionary. Dalam narasi disebutkan suksesi kerajaan Medang (Mataram Kuno)
muncul di wilayah Kediri yang sekarang. Lantas apakah kerajaan di Kediri
berasal di wilayah Mataram? Mungkin bisa iya (rezimnya), tetapi apakah
populasinya juga berasal dari Mataram? Hal inilah yang memicu munculnya pertanyaan-pertanyaan
baru.
 


Secara geomorfologis bentuk pulau Jawa pada masa ini sangat berbeda dibandingkan
dengan bentuk masa lampau di zaman kuno. Hal serupa juga terjadi pada pulau-pulau
lainnya terutama pulau Sumatra, Kalimantan dan Papua. Wilayah pulau Jawa di pantai
utara relative berubah jika dibandingkan dengan wilayah di pantai selatan Jawa.
Pulau Jawa zaman lampau (juga pulau Sumatra) jauh lebih ramping jika
dibandingkan dengan keadaan masa kini. Dalam hubungan itu, daratan pulau Jawa banyak
pesisir laut di pantai selatan Jawa menyempit yang telah terkikis/tergerus (seperti
akibat abrasi), sementara pulau Jawa di pantai utara telah meluas (membengkak
di pantai utara) seperti akibat proses sedimentasi. Proses sedimentasi antara
lain dipicu oleh aktivitas gunung api dan pembakaran lahan. Perlu ditambahkan
perubahan bentuk dapat terjadi karena aktivitas tektonik seperti permukaan bumi
retak/terputus. Pulau Jawa diduga dahulu menyatu dengan pulau Sumatra di barat
dan juga menyatu dengan Bali di timur. Hal itulah mengapa tiga pulau menjadi
habitat harimau.

Populasi penduduk di suatu wilayah adalah pendukung
keberadaan candi-candi. Dari berbagai bentuk atau ornament, peta candi di Jawa
bagian tengah (berpusat di seputar gunung Merapi) berbeda dengan peta candi di
Jawa bagian timur. Keberadaan candi adalah wujud dari suatu peradaban awal di
sekitar yang kemudian terbentuk sturuktur penduduk (organisasi/kelembagaan) yang
mewadahi terbentuknya pemerintahan (rezim) yang atas dasar resources yang
dimiliki pada gilirannya muncul upaya untuk membangun candi (apakah sebagai
tanda kekuasaan atau tanda religi). Dalam konteks inilah kita membicarakan
zaman kuno di wilayah Jawa bagian timur di seputar gunung Arjuno (paling tidak
berpusat di Kediri, Singosari/Malang dan Majapahit/Mojokerto).


Secara geomorfologis, diduga kuat perabaan di wilayah Jawa bagian timur
bermula di wilayah pedalaman. Peradaban awal dipicu oleh navigasi pelayaran
awal bermula di pantai selatan Jawa; Navigasi pelayaran di pantai utara baru
muncul kemudian. Arus navigasi pelayaran perdagangan (populasi dan komoditi) adalah
prakondisi terbentuknya peradaban baru di Jawa khususnya di Jawa bagian timur.
Dalam konteks inilah kita membicarakan baru di wilayah Kediri yang diduga
menjadi pendahulu sebelum terjadi di Malang dan Mojokerto. Seperti disebut di
atas, bentuk (geografis) pulau Jawa zaman dulu berbeda pada masa kini, dengan
memahami peradaban awal bermula di pedalaman di Kediri maka dengan pendekatan
geomorfologis, wilayah Jawa bagian timur adalah wilayah yang terpisah dari Jawa
bagian tengah/barat, di zaman kuno dua wilayah dipisahkan oleh selat/teluk
sempit yang kini telah hilang karena terbentuknya daratan baru dengan menyisakan
sungai Brantas. Apakah dalam hal ini sungai Brantas yang berhulu di
Singosari/Malang bermuara di wilayah Kediri di sekitar Tulungagung? Dalam hal
ini muara sungai Brantas terus bergeser ke arah timur laut (Kediri, Mojokerto
dan kini di Soerabaja/Bangil)? Idem dito dengan pergeseran muara sungai
Bengawan/Solo.  Jika pun dua wilayah
tidak terpisah sama sekali, paling tidak daratan sempit (Tanah Genting) yang
menghubungkannya yang kini berada di pantai selatan Jawa (daerah Terowongan
Niyama di kabupaten Tulungagung). Catatan: Kota Tulungagung ketinggian hanya
sekitar 60 M dpl.

Migrasi awal para pendatang ke pulau Jawa pada fase
pertama melalui pantai selatan Jawa. Pantai selatan Jawa menjadi arah navigasi
pelayaran zaman kuno dari daratan Asia (atau sebaliknya) melalui pantai barat
Sumatra hingga ke pantai timur India. Dalam hal ini di zaman kuno, secara
geomorfologi pulau Sumatra pernah menyatu dengan daratan Asia di Tanjung Burma.


Selain ditemukan Tanah Genting di wilayah Andaman/Nikobar yang sekarang,
juga terdapat di Sumatra (di wilayah Tapanuli Selatan), selat Sunda, Tulungagung
dan selat Bali. Tanah Genting di selat Sunda dan selat Bali telah putus yang diduga
karena dampak tektonik. Sebaliknya Tanah Genting Tulungagung (juga Tanah
Genting Tapanuli Selatan) semakin meluas ke utara (pergeseran muara sungai Brantas)
karena dampak vulkanik gunung-gunung di sekitar dan massa padat (sampah vegetasi
dan lumpur) dari wilayah Malang.  

Migrasi lanjutan pendatang ke pulau Jawa pada fase
kedua melalui pantai utara Jawa. Ini sehubungan dengan Tanah Genting Andaman/Nikobar
dan selat Sunda terputus. Pada fase ini migrasi dari Asia Timur (Indochina)
belum muncul karena peradaban Tiongkok kuno belum mengenal navigasi pelayaran.
Diduga kuat navigasi pelayaran Tiongkok baru muncul pada abad ke-7 (era I’tsing).
Sementara navigasi pelayaran Sumatra sudah maju pada abad ke-7 tersebut (lihat
prasasti Kedoekan Boekit 682 M dan prasasti Kota Kapoer 686 M). Sejak abad ke-7
inilah migrasi ke pantai utara Jawa semakin intens (peradaban Boedha di Jawa
dimulai; dinasti Seilendra bermula).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Jalan Pintas Antara Kediri dan Singosari/Malang via
Antang dan Kandangan: Kediri, Malang, Mojokerto

Pada masa (kerajaan) Madjapahit (sejak 1298 M), dengan
ibu kota di Mojokerto, posisi GPS kraton Majapahit diduga tepat berada di garis
pantai di muara sungai Brantas. Hal itulah mengapa kerajaan maritime Majapahit berjaya
dalam navigasi pelayaran perdagangan (nusantara). Seperti disebut di atas,
sungai Brantas berhulu di Malang (Singosari) melalui Blitar, Tulungagung dan
Kediri. Lantas bagaimana dengan kerajaan Singosari yang juga sebagai kerajaan maritim?


Meski kerajaan Singosari (sebagai pendahulu kerajaan Majapahit), berada
di hulu sungai Brantas, tetapi kerajaan tidak mengikuti garis navigasi sungai ke
arah selatan (Blitar) dan barat (Kediri), tetapi telah membangun pelabuhan
sendiri di pesisir yang begitu dekat dari Singasari ke pesisir di Pasoeroean/Bangil.
Sulit memahami apakah kerajaan Singosari yang beribukota di belakang pantai di
pegunungan, peradabannya dibangun dari peradaban populasi pedalaman atau
populasii penduduk pesisir. Sementara peradaban kerajaan Majapahit dibangun di
atas sttruktur populasi pendudk pesisir. Sedangkan peradaban kerajaan Kediri
diduga kuat dibangun di atas perdaban populasi pedalaman. Oleh karena muara
sungai Brantas terus bergeser, maka peradaban populasi pedalaman di Kediri
berawal dari arah selatan (Tulungagung, Blitar dan Trenggalek). Jika kita percaya
bahwa kerajaan Tumapel/Singosari sebelumnya menyerang dan menaklukkan kerajaan Kediri,
diduga kuat kerajaan Singosari yang perdabannya dibangun di atas pondasi
populasi penduduk pedalaman, tetapi dalam membentuk rezim baru (kerajaan Singosari)
diperkaya dengan peradaban populasi penduduk pesisir (di Pasoeroean/Bangil). Tentu
saja dalam hal ini Singosari menyerang Kediri tidak melalui laut (muara sungai
Brantas), juga tidak melalui hulu sungai Brantas (Blitar), tetapi melalui jalan
pintas pegunungan antara gunung Arjuno dan gunung Kawi (wilayah Ngantang dan
Kandangan).  

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
5 Kelebihan Berwisata di Taman, Salah Satunya Dapat Bakar Lemak

Sejarah Malang (38): Blitar Diantara Kediri dan Malang;Pegunungan PantaiSelatan Jawa di Tulungagung, Blitar, Sengoro, Gondang

Kumpulan foto hasil jepretan K.T. Satake dari sekitar tahun 1930 (7)

Iklan

Recommended Stories

Bagaimana Gastronomi Mempengaruhi Kehidupan Masyarakat

18.12.2016

Tayang Sejak 2009, Pemirsa TravelPlus Jangkau 20 Negara di Asia, Eropa, dan Amerika

14.11.2021
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Bank Mestika di Tanjung Balai

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Bank Mestika di Tanjung Balai

02.12.2020

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?