Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Pers di Indonesia (22):Saat Berakhir Pers Belanda, Pers Indonesia di Pendudukan Jepang; The King of Java Press – Para Junior

Tempo Doelo by Tempo Doelo
16.02.2023
Reading Time: 11 mins read
0
AL-ZUBAD (الزبد)
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Pers dalam blog ini Klik Disini

Ada satu fase pers di Indonesia yang terbilang
samar-samar, eksis tetapi tidak terinformasikan sepenuhnya, terjadi pada masa
pendudukan Jepang. Hal yang sama juga terjadi pada era semasa ketika (negeri)
Belanda diduduki Jerman. Pers Indonesia pada masa pendudukan Jepang, tidak
dapat dikatakan terkontrol, tetapi lebih tepat disebut diarahkan, Para
jurnalis di Indonesia pada masa pendudukan Jepang, bukanlah jurnalis Jepang,
tetapi para jurnalis Indonesia sendiri. Sejumlah jurnalis terpenting pada masa
pendudukan Jepang, derik-detik berakhir Pers Belanda adalah Parada Harahap,
Adinegoro, Adam Malik, Sakti Alamsjah, Mochtar Lubis dan BM Diah.

Perkembangan
pers di era pendudukan Jepang & revolusi fisik. Selasa, 21 Juni 2016. Merdeka.com
– Wartawan adalah seseorang yang bekerja untuk pers. Pers adalah sebuah media
yang ditujukan kepada orang umum. Pers ini mengalami perkembangan dari masa ke
masa, mulai dari masa penjajahan Jepang sampai sekarang. Di masa pendudukan
Jepang, pers ini cuma digunakan buat alat pemerintah Jepang dan dibuat untuk
mendukung Jepang. Pers mengalami banyak sekali penderitaan dan pengekangan
kebebasan yang lebih buruk daripada di jaman Belanda. Namun, ada beberapa
keuntungan bagi perkembangan pers Indonesia yang bekerja di penerbitan Jepang,
yaitu: (1) Pengalaman yang diperoleh para karyawan pers semakin bertambah (2) Penggunaan
Bahasa Indonesia dalam media pers makin sering dan luas (3) Ada pengajaran
untuk rakyat supaya bisa berpikir kritis terhadap berita yang diberikan oleh
sumber resmi dari Jepang. Sedangkan di jaman periode revolusi fisik yang
terjadi antara tahun 1945 sampai 1949, pers ini terbagi menjadi dua golongan,
yaitu: (1) Pers NICA, yaitu pers yang diterbitkan dan diusahakan oleh sekutu
dan Belanda yang dinamakan sebagai Belanda. (2) Pers Republik, yaitu pers yang
diterbitkan dan diusahakan oleh orang Indonesia sendiri. Sesuai dengan fungsi,
naluri dan tradisinya, pers sudah seharusnya menjadi penjaga kepentingan publik
atau lebih kita kenal dengan public watch dog. Untuk bisa mengatasi masalah
pers, pemerintah membentuk Dewan Pers di tanggal 17 Maret 1950, yang anggotanya
terdiri dari orang-orang surat kabar, cendikiawan, dan pejabat-pejabat
pemerintah
(https://www.merdeka.com/)

Lantas bagaimana sejarah detik berakhir pers
Belanda, pers Indonesia masa pendudukan Jepang? Seperti disebut di atas, pers
(berbahasa) Belanda tamat pada masa pendudukan Jepang, pers Indonesia berada di
atas angin. Siapa mereka? The King of Java Press di Jawa dan para junior. Lalu bagaimana
sejarah detik berakhir pers Belanda, pers Indonesia masa pendudukan Jepang? Seperti
kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Detik Berakhir Pers Belanda, Pers Indonesia Masa
Pendudukan Jepang; The King of Java Press di Jawa dan Para Junior

Setelah orang Belanda di Indonesia sejak 350 tahun
yang lalu (sejak 1595), tiba waktu harus berakhir. Demikian juga sejak adanya
pers (berbahasa) Belanda di Indonesia sejak era VOC (sejak 1744) tiba pula
gurlirannya diisi oleh pers Indoenesia. Pers Belanda di Indonesia tengah berada
di detik-detik berakhir. Tragis bagi orang Belanda, menangis bagi rakyat
Indonesia karena bersyukur penjajahan akan berakhir pula. Tanda-tanda
berakhirnya pers Belanda di Indonesia diinformasikan oleh putri Radjamin
Nasoetion dari Tandjoeng Pinang dimana ayahnya di Soerabaya yang kemudian dimuat
pada surat kabar Soeara Oemoem yang terbit di Soerabaja.


Tandjong Pinang, 22-12-194l.

 

Dear all. Sama seperti Anda telah mendengar di radio Tarempa dibom. Kami
masih hidup dan untuk ini kita harus berterima kasih kepada Tuhan. Anda tidak
menyadari apa yang telah kami alami. Ini mengerikan, enam hari kami tinggal di
dalam lubang. Kami tidak lagi tinggal di Tarempa tapi di gunung. Dan apa yang
harus kami makan kadang-kadang hanya ubi. Tewas dan terluka tidak terhitung.
Rumah kami dibom dua kali dan rusak parah. Apa yang bisa kami amankan, telah
kami bawa ke gunung. Ini hanya beberapa pakaian. Apa yang telah kami menabung
berjuang dalam waktu empat tahun, dalam waktu setengah jam hilang. Tapi aku
tidak berduka, ketika kami menyadari masih hidup.
 


Hari Kamis, tempat kami dievakuasi…cepat-cepat aku mengepak koper dengan
beberapa pakaian. Kami tidak diperbolehkan untuk mengambil banyak. Perjalanan
menyusuri harus dilakukan dengan cepat. Kami hanya diberi waktu lima menit,
takut Jepang datang kembali. Mereka datang setiap hari. Pukul 4 sore kami
berlari ke pit controller, karena pesawat Jepang bisa kembali setiap saat. Aku
tidak melihat, tapi terus berlari. Saya hanya bisa melihat bahwa tidak ada yang
tersisa di Tarempa.
 


Kami mendengar dentuman. Jika pesawat datang, kami merangkak. Semuanya
harus dilakukan dengan cepat. Kami meninggalkan tempat kejadian dengan
menggunakan sampan. Butuh waktu satu jam. Aku sama sekali tidak mabuk laut…Di
Tanjong Pinang akibatnya saya menjadi sangat gugup, apalagi saya punya anak
kecil. Dia tidak cukup susu dari saya…Saya mendapat telegram Kamis 14
Desember supaya menuju Tapanoeli…Saya memiliki Kakek dan bibi di sana…Sejauh
ini, saya berharap kita bisa bertemu…Selamat bertemu. Ini mengerikan di sini.
Semoga saya bisa melihat Anda lagi segera.

Radjamin Nasoetion adalah anggota dewan (gemeenteraad)
yang paling senior (wethouder) di Soerabaja. Surat yang diterima di Soerabaja yang
dimuat Soeara Oemoem kemudian dilansir surat kabar berbahasa Belanda, Indische
Courant, 08-01-1942. Putri dan menantu Radjamin Nasoetion, Dr Amir Hoesin
Siagian tengah bertugas di Tarempa, kepulauan Natoena, Riaouw. Serangan dari Angkatan
udara yang menjatuhkan bom di Tarempa pada tanggal 20 Desember diduga salah
alamat karena target Jepang adalah Singapoera dan Semenanjung Malaya (wilayah
otoritas Inggris) yang diduga para pilot mengira Tarempa masuk wilayah
Singapoera/Malaya. Berita dari Tanjung Pinang ini yang jelas telah menginformasikan
invasi militer Jepang ke Indonesia (baca: Pemerintah Hindia Belanda) sudah
berada di depan pintu. Hanya meninggal waktu.


Surat kabar berbahasa Belanda, Indische Courant terbit di Soerbaja. Surat
kabar harian ini kali pertama terbit tahun 1921. Sementara itu, surat kabar
Soeara Oemoe didirikan pada awalnya ketika menjelang diadakannnya Kongres PPPKI
bulan September dan Kongres Pemuda bulan Oktober 1928, Parada Harahap pemimpin
surat kabar Bintang Timoer di Batavia menerbitkan Bintang Timoer edisi Semarang
untuk sirkulasi di Midden Java dan Bintang Timoer edisi Soerabaja untuk
sirkulasi di Oost Java. Parada Harahap adalah salah satu inisiator pendieikan
federasi organisasi kebangsaan (PPPKI) yang kemudian menjadi kepala secretariat
(kantor) PPPKI di Gang Kenari, Batavia. Surat kabar Bintang Timoer saat itu
dianggap menjadi organ PPPKI. Surat kabar Bintang Timoer didirikan Parada
Harahap di Batavia tahun 1926 (sebagai suksesi dari Bintang Hindia, sejak
1922). Pada tahun berikutnya, Bintang Timoer edisi Soerabaja inilah yang
kemudian menjadi cikal bakal Soeara Oemoem. Sementara itu, Dr Soetomo yang
menjadi ketua panitian Kongres PPPKI 1928 di Batavia memiliki teman dekat
semasa kuliah di STOVIA pada tahun-tahun awal (1905), Radjamin Nasoetion. Pada
tahun 1929 Radjamin Nasoetion yang menjadi pejabat pribumi di kantor bea dan
cukai Batavia dipindahkan ke Soerabaja. Lalu di Tandjoeng Perak, Radjamin
Nasoetion dkk mendirikan organisasi para pekerja pelabuhan dan organisasi sepakbola
antar perusahaan. Pada tahun 1930 Dr Soetomo, kepala rumah sakit kota, Radjamin
Nasoetion dkk mendirikan organisasi kebangsaan (Partai Bangsa Indonesia) di
Soerabaja, yang mana dalam pemilihan anggota dewan kota (gemeenteraad),
Radjamin Nasoetion terpilih dengan bendera Partai bangsa Indonesia (PBI). Pada
tahun 1941 saat berita disiarkan Soeara Oemoem, Dr Soetomo telah tiada
(meninggal tahun 1938). Boleh dikatakan menjelang detik berakhir Belanda di
Soerabaja, Radjamin Nasoetion dapat dikatakan sebagai pemilik portofolio
tertinggi.

Sejak berita serangan militer Jepang di Tarempa,
orang-orang Belanda di Indonesia menjadi sangat panik. Orang-orang Indonesia
tampaknya biasa-biasa saja. Pejabat pemerintah di berbagai tempat termasuk di
Batavia dan Soerabaja dengan aktif membujuk orang-orang Indonesia untuk menggalang
persatuan dalam membentuk kekuatan untuk menghadapi akan kehadiran militer
Jepang. Orang Eropa/Belanda di Indonesia memiliki masalah sendiri dengan
Jepang, sebaliknya orang Indonesia tidak bermasalah, malah dianggap sebagai
sahabat, yang akan membantu orang Indonesia untuk mengentaskan orang Belanda
dari Indonesia. Persahabatan itu sudah dimulai sejak lama dan puncaknya sejak
1933.


Pada tahun 1933 perjuangan orang Indonesia (para revolusioner) sudah ke
ubun-ubun kepala orang Jepang. Akibatnya, semua pers Indonesia, surat kabar dan
majalah yang revolusioner dibreidel, termasuk surat kabar Bintang Timoer di
Batavia dan Soeara Oemoem di Soerabaja. Tidak lama kemudian, Ir Soekarno
ditangkap lagi, karena melancarkan hasutan. Desas-desus bahwa Ir Soekarno, tidak
lagi dipenjara berlama-lama tetapi akan diasingkan, Parada Harahap marah besar
dan kemudian memimpin tujuh revolusioner Indonesia berangkat ke Jepang. Dalam
rombongan tujuh ini termasuk Abdoellah Loebis, pemimpin surat kabar Pewarta
Deli di Medan, Panangian Harahap, redaktur Bintang Timoer di Batavia. Dr.
Sjamsi Widagda guru di Bandoeng (Ph.D dalam bidang perdagangan) dan Drs Mohamad
Hatta, sarjana ekonomi yang baru lulus dan belum lama tiba di tanah air. Mereka
berangkat pada tanggal 7 November 1933 dengan menumpang kapal Panama Maru. Di
Jepang, Parada Harahap digelar oleh pers Jepang sebagai The King of Java Press.
Setelah semua urusan selesai di Jepang, rombongan kembali ke tanah air dan
mendarat di pelabuhan Tandjoeng Perak, Soerabaja yang disambut oleh Dr Soetomo
dan Radjamin Nasoetion.

Singkat kata, hubungan dekat antara para pemimpin
(revolusioner) Indonesia dengan para pejabat Jepang dan para konsulat Jepang di
Hindia Belanda sudah terbentuk dan semakin intens. Selama periode 1934 hingga
1941 intensitas kehadiran para jurnalis Jepang ke Indonesia semakin meningkat.
Demikian juga para intelejen Jepang terus mengalir. Ada juga diantara orang
Jepang (apakah jurnalis dan intelijen yang dideportasi oleh Pemerintah Hindia
Belanda). Satu yang pasti kerjasama Jepang dan Indonesia terus terjaga (bahkan
ada indikasi ada sejumlah surat kabar Indonesia mendapat subsidi dari Jepang
melalui channel tertentu seperti dari konsulat Jepang). Oleh karena itu
kehadiran Jepang di Indonesia sudah diketahui lebih awal oleh para pemimpin
Indonesia. Ketika orang-orang Belanda panik mendengar militer Jepang telah
membom Tarempa, orang-orang Indonesia boleh jadi tersenyum dalam hati. Tentu
saja Radjamin Nasoetion kegembiraannya berlipat atas adanya surat dari
putrinya, bahwa mereka sehat-sehat saja dan tengah perjalnan evakuasi ke
kampong halaman di Tapanuli, dan kegembiraan itu menjadi nyata yang akhirnya
Jepang akan segera membebaskan Indonesia.


Pers Indonesia sudah beberapa tahun terakhir sangat bersemangat memberitakan
peristiwa-peristiwa di Asia dan juga Jepang. Sebaliknya, pers Belanda sejak militer
Jepang sudah diambang batas, mulai intens memberitakan dan mengkampanyekan
perlunya solidaritas diantara orang Belanda, Cina dan pribumi. Berita-berita
kekejaman militer Jepang di Tiongkok diumbar setiap hari. Dalam konteks inilah
mulai terasa ada perbedaan perhatian antara orang-orang Cina dengan orang-orang
pribumi terhadap akan kehadiran Jepang. Sebagaimana diketahui militer Jepang
sudah beberapa waktu sebelumnya telah menginvasi Cina di Mansuria. Solidaritas
orang Cina terhadap orang Cina di Tiongkok menjadi kuat dan sebaliknya menaruh
kebencian terhadap Jepang.

Tunggu deskripsi lengkapnya

The King of Java Press di Jawa dan Para Junior: Parada
Harahap di Jawa dan Adinegoro di Sumatra

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
LUBAB AL-HADITH (لـبـاب الـحـديـث)

Wisataku di Sungai Kota Malang yang Lokasinya Teramat Dekat Domisili

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Wajah-wajah penghuni pulau Jawa (2)

Iklan

Recommended Stories

Tempat Nongkrong Baru Hits di Jogja, Cafe De’Slili Yogyakarta

27.12.2020

Ini 2 Pesan Presiden PKS untuk Dahlan Iskan

30.12.2012
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Shinhan Indonesia di Magelang

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Shinhan Indonesia di Magelang

30.04.2021

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?