Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Pers di Indonesia (21): Djamaloedin Adinegoro, Bintang Timoer ke Pewarta Deli; Studi Pers ke Eropa, Hadiah Adinegoro Kini

Tempo Doelo by Tempo Doelo
16.02.2023
Reading Time: 20 mins read
0
al-Hawi al-Shaghir (الحاوي الصغير)
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Pers dalam blog ini Klik Disini

Nama Adinegoro masa kini cukup dikenal di dunia
pers Indonesia, karena ada hadiah pers setiap tahun yang disebut Hadiah Adinegoro.
So, siapa Adinegoro? Nama aslinya adalah Djamaloedin. Bagaimana hubungan Djamaloedin
dan Mohamad Jamin dengan Parada Harahap dan Abdoellah Lubis? Yang jelas
Djamaloedian alias Adinegoro berkembang dari Bintang Timoer hingga Pewarta
Deli.


Djamaluddin
Adinegoro (14 Agustus 1904 – 8 Januari 1967) sastrawan dan wartawan kawakan
Indonesia. Ia berpendidikan STOVIA (1918-1925) dan pernah memperdalam
pengetahuan mengenai jurnalistik, geografi, kartografi, dan geopolitik di
Jerman dan Belanda (1926-1930). Nama asli Adinegoro adalah Djamaluddin, adik Muhammad
Yamin, saudara satu bapak, ayah mereka Usman gelar Baginda Chatib. Adinegoro
terpaksa memakai nama samaran karena ketika di STOVIA tidak diperbolehkan
menulis, padahal, keinginannya menulis tinggi, maka digunakan nama samaran
Adinegoro. Ia pun bisa menyalurkan keinginannya untuk mempublikasikan tulisannya
tanpa diketahui orang bahwa Adinegoro itu adalah Djamaluddin. Oleh karena
itulah, nama Adinegoro sebagai sastrawan lebih terkenal daripada nama aslinya. Ia
memulai karier wartawan di majalah Caya Hindia. Setiap minggu ia menulis
artikel tentang masalah luar negeri di majalah tersebut. Ketika belajar di luar
negeri (1926—1930), ia nyambi menjadi wartawan bebas pada surat kabar Pewarta
Deli (Medan), Bintang Timur, dan Panji Pustaka (Batavia). Kembali ke tanah air,
Adinegoro memimpin majalah Panji Pustaka 1931, tetapi, tidak bertahan lama,
hanya enam bulan. Sesudah itu, ia memimpin surat kabar Pewarta Deli di Medan
(1932—1942). Selama pendudukan Jepang, ia juga pernah memimpin Sumatra Shimbun.
Pada tahun 1974 Adinegoro dianugerahi gelar Perintis Press Indonesia. Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) sebagai badan tertinggi insan press nasional,
menyediakan tanda penghargaan tertinggi bagi karya jurnalistik terbaik setiap
tahunnya, yaitu Hadiah Adinegoro
. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Djamaloedin alias
Adinegoro, dari Bintang Timoer ke Pewarta Deli? Seperti disebut di atas, nama
Adinegoro kini cukup dikenal dengan penganugerahan Hadiah Adinegoro di dunia
pers Indonesia. Namun meski sejarahnya sudah ada yang menulis, tertapi narasi sejarahnya
tidak terinformasikan sepenuhnya. Lalu bagaimana sejarah Djamaloedin alias
Adinegoro, dari Bintang Timoer ke Pewarta Deli? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Djamaloedin alias Adinegoro, dari Bintang Timoer ke
Pewarta Deli; Studi Pers ke Eropa, Hadiah Adinegoro Kini

Tunggu deskripsi Djamaluddin alias Adinegoro
adalah salah
aktivis pers Indonesia. Adinegoro menjadi
populer ketika menjadi pemimpin redaksi surat kabar Pewarta Deli yang terbit di
Medan yang dipimpin Abdoellah Lubis. Sebelum itu Adinegoro adalah pemimpin
redaksi surat kabar Bintang Timoer di Batavia yang dipimpin Parada Harahap.
Terakhir Adinegoro pemimpin redaksi kantor berita Antara yang dipimpin Adam
Malik. Last but not least, Adinegoro dan Mochtar Lubis menginisiasi pembentukan
organisasi jurnalis Persatuan Wartawan Indonesia.
Bagaimana itu semua terjadi?


Pada tahun 1920 di sekolah kedokteran STOVIA di Batavia, berhasil lulus ujian
di tingkat dua persiapan (naik ke kelas tiga persiapan) antara lain
Djamaloedin, Kasmir Harahap dan Amir Hoesin Siagian (lihat Het nieuws van den
dag voor Nederlandsch-Indie, 17-05-1920). Djamaloedin yang sekelas masuk tahun
1918, yang lulus ujian di tingkat satu persiapan (naik ke kelas dua) yang masuk
tahun 1919 antara lain Kr Raba Nasution, Roebini, Soetan Lubis. Pamenan
Harahap, Gindo Siregar dan Daliloedin Lubis. Di atas mereka yang lulus kelas
tiga persiapan (naik ke kelas satu medik) antara lain Diapari Siregar dan
Pinontoan.
Yang lulus kelas satu medik antara lain Rama Saleh, M Ali Hanafiah,
Abdoel Moerad, Aminoedin Pohan dan Bahder Djohan. Lulus kelas dua medik antara
lain Djabangoen Harahap dan Tjiong Boen Kie. Lulus kelas tiga antara lain F
Tobing dan Pirngadi. Lulus kelas empat antara lain Maengkom, Amir, Leimena dan
Nn. Marie Thomas. Lulus kelas lima antara lain Mohamad Djamil dan Abdoel Moenir
Nasution. Catatan: lama studi di STOVIA sebelas tahun, tiga tahun tingkat
persiapan dan delapan tahun tingkat medik.
Pada tahun 1922 Djamaloedin
lulus ujian kelas satu tingkat medik (lihat Bataviaasch nieuwsblad,
06-05-1922).  Kasmir Harahap dan Amir
Hoesin Siagian juga naik ke kelas dua medik. Yang lulus pada kelas satu tingkat
persiapan antara lain Moewardi dan Nasution. Pada tahun 1923 Daliloedin Lubis
naik ke kalas satu tingkat medik (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 12-05-1923),
Dari berbagai kelas pada ujian 1923 tidak ditemukan nama Djamaloedin. Apakah
Djamaloedin gagal? Yang jelas berdasarkan Sumatra-bode, 22=05-1923 Djamaloedin
satu kapal dengan Daliloedin Lubis. Penumpang lainnya yang ada dalam manifes kapal
Champhuijs yang berangkat dari Batavia tanggal 22 Mei antara lain Kasmir
Harahap dan Mohamad Jamin.

Seperti disebut di atas,
Djamaloedin adalah adik dari Mohamad Jamin. Dalam hal ini Mohamad Jamin naik
dari kelas satu ke kelas dua di sekolah kedokteran hewan (Veeartsenschool) di
Buitenzorg (lihat  De Preanger-bode,
24-05-1923). Yang satu kelas dengan Mohamad Jamin antara lain Anwar Nasution.
Catatan: siswa yang diterima di STOVIA adalah lulusan sekolah dasar (HIS)
sedangkan di Veeartsenschool lulusan sekolah menengah pertama (MULO).
Setelah lama nama Djamaloedin menghilang, kembali
diberitakan hadir dalam satu peringatan Jong Sumatranen Bond yang diadakan di
gedung Freemason Batavia (lihat 
Bataviaasch nieuwsblad, 14-12-1925). Acara peringatan itu dibuka oleh
ketua Bahder Djohan. Saat itu sekretaris Jong Sumatranen Bond adalah Diapari
Siregar (adik kelas Bahder Djohan di STOVIA).


Pada tahun 1925 yang naik ke kelas tujuh di STOVIA antara lain Bahder
Djohan, Aminoedin Pohan, Djabangoen Harahap (lihat Bataviaasch nieuwsbladjua,
15-05-1925). Tampaknya Djabangoen Harahap pernah tinggal kelas/cuti satu tahun.

Apa kegiatan Djamaloedin tidak
diketahui secara pasti. Namanya di STOVIA sudah lama tidak ada. Di
sekolah-sekolah lain seperti AMS juga tidak ditemukan nama Djamaloedin. Apakah
Djamaloedin aktif di bidang pers? Atau apakah Djamaloedin sedang mengikuti
kursus bahasa asing? Yang jelas, Djamaloedin terakhir diketahui berada di
Batavia tahun 1926 yang turut hadir dalam kongres pemuda pertama (lihat kembali
De locomotief, 07-05-1926).
Nama Djamaloedin tidak terinformasikan lagi.


Kongres Pemuda ini diadakan di gedung Freemason di Weltevreden yang
diketuai oleh Mohamad Thabrani (pemimpin redaksi Hindia Baroe). Mohamad Tabrani
sebelumnya bersama Parada Harahap (Bintang Hindia) dan WR Soepratman (kantor
berita Alpena) menmbentuk sarikat jurnalis dimana sebagai ketua Tabrani,
sekretaris WR Soepratman dan komisaris Parada Harahap. Kantor berita Alpena
didir
ikan oleh Parada Harahap di
bawah perusahaan NV Bintang Hindia.

Nama Djamaloedin terinfomasi kembali setelah lama pada tahun 1929
(lihat
De
Indische courant, 13-09-1929
). Disebutkan Djamaloedin, yang dikenal sebagai Adinegoro, yang telah tinggal di Eropa
selama empat tahun untuk belajar jurnalistik, diperkirakan akan kembali pada
pertengahan Oktober, menurut surat kabar berbahasa Melayu, Adinegoro baru-baru
ini berada di Wurzburg, Jerman. Sekembalinya ia akan mengunjungi Jenewa dan
Genoa, dari
mana perjalanan akan
dilanjutkan dengan Nord-Deutscher Lloyd. Meskipun awalnya dia bermaksud
mengunjungi Rusia, rencananya untuk saat ini ditunda karena ada konflik antara
Rusia-Cina. Adinegoro berasal dari Padang. Belum diketahui dimana dia akan
menetap setelah kembali’,


Selama Djamaloedin menghilang dari publik di Batavia, ternyata
Djamaloedin telah bepergian ke Eropa. Oleh karena itu ia tidak terdeteksi. Akan
tetapi mungkin ada yang mengetahui terutama di bidang jurnalis y
ang tetap mengirim tulisan dari
Eropa dengan nama alias yakni Adinegoro. Mengapa begitu? Tidak begitu jelas.
Namun diduga kuat karena ada nama serupa yang menjadi kader komunis di pantai
barat Sumatra (yang telah dikirim ke Digoel). Yang pasti kini, Djamaloedin
alias Adinegoro yang kini tengah berada di Jerman akan kembali ke tanah air.
Media menyebut empat tahun, tetapi melihat jejak digitalnya di media
Djamaloedin alias Adinegoro di Eropa sekitar tiga tahun lebih (dimana satu
setengah tahun di Belanda).
Deli
courant, 18-09-1929: ‘Jurnalis pribumi baru. Haji Salim membawa seorang teman
bersamanya sekembalinya ke Hindia. Di Medan ada hal hebat yang bisa dilakukan
dalam bisnis surat kabar, kata teman Pak Salim. Djamaloedin telah menghasilkan
ensiklopedia kecil dalam bahasa Melayu dan telah menulis beberapa buku dalam
‘bahasa Indonesia’, menurut pers harian berbahasa Melayu. Kami belum mengetahui
bahwa Djamaloedin (Adi Negoro adalah nama samarannya), yang berasal dari
Sumatra’s Westkust, tidak bergerak di bidang jurnalisme politik. Ia telah
berkontribusi antara lain untuk Pandji Poestaka, penerbitan Volkslectuur, dan
berbagai majalah pribumi. Secara khusus ia baru-baru ini memberikan deskripsi
perjalanan dari Eropa (misalnya ke Pewarta Deli)’.
Catatan: sejak kapan Djamaloedin berangkat ke
Eropa? Seperti disebut di atas, hadir pada Kongres Pemuda 1926, akan tetapi
setelah itu menghilang. Yang jelas pada tanggal 20 Desember dalam rapar Jong
Sumatranen terpilih Mohamad Jamin (lihat Overzicht van de Inlandsche en
Maleisisch-Chineesche pers, 1926). Sedangkan dalam kepengurusan Sumtranen Bond
yang baru pada bulan Februari 1927 sebagai sekretaris adalah Parada Harahap (De
Indische courant, 10-02-1927). Dalam hal ini Parada Harahap adalah aktivis
senior dan Mohamad Jamin sebagai aktivis junior. Pada tahun 1928 nama Adinegoro
diketahui berada di Eropa (lihat Algemeen Handelsblad, 30-03-1928). Disebutkan terbitan
terbaru Kamoes Kemadjoean, buku saku yang praktis berbahasa Hollandsen-Maleisen
diterbitkan di Gouda ditulis oleh Adi Negoro. penulis berbagai artikel seni, di
majalah bulanan “Oedaja” di Belanda.

Selama di Eropa, Djamaloedin
kerap mengirim tulisan ke majala
h Pandji
Poestaka dan majalah pribumi dengan nama (samaran) Adinegoro. Adinegoro
tampaknya telah menulis beberapa buku yang diduga diterbitkan oleh Balai
Poestaka. Buku-buku apakah? Siapa yang disebut Hadji Salim dalam berita di atas
diduga kuat adalah Hadji Agoes Salim yang sejak 1917 memulai karir di pers
pribumi (lihat artikel sebelumnya). Lantas surat kabar apa yang kerap memberitakan
Adinegoro yang disebut surat kabar harian berbahasa Melayu?


Surat kabar apa yang kerap memberitakan Adinegoro yang disebut surat kabar
harian berbahasa Melayu
, diduga surat kabar Bintang Timoer di Batavia yang
dipimpin oleh Parada Harahap. Oleh karena Adinegoro adalah Djamaloedin sendiri,
maka saat nama Djamaloedin menghilang dari peredaran, dan telah membuat samaran
Adinegoro, pernah penulis di surat kabar Bintang Timoer (lihat De locomotief, 27-09-1928).
Disebutkan Bintang Timur masih disebut oleh Volkslectuur sebagai surat kabar “liberal”.
Di dalam surat kabar Bintang Timoer, Adi Negoro dari Jerman menulis dengan
tajam tentang „Indonesische Beweging.” (Gerakan Indonesia). Sementara itu s
urat kabar berbahasa Melayu
Pewarta Deli
di Medan didirikan oleh Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda pada tahun 1909.
Parada Harahap yang kini menjadi pimpinan surat kabar berbahasa Melayu di
Batavia Bintang Timoer pernah menjadi editor di Pewarta Deli tahun 1918/1919.
Kini, Pewarta Deli dipimpin oleh Abdoellah Lubis dengan anggota redaktur
Mangaradja Ihoetan dan Hasanoel Arifin. Parada Harahap juga begitu dekat dengan
Abdoellah Lubis dari Pewarta Deli (Parada Harahap sudah mengenalnya sewaktu
menjadi editor di Pewarta Deli tahun 1918/1919).

Djamaloedin alias Adinegoro
sudah berada di tanah air (lihat Deli courant, 01-11-1929). Ada indikasi bahwa
Djamaloedin akan menjadi kepala redaktur di surat kabar Pe
warta Deli. Namun untuk
sementara Djamaleoedin masih berada di Batavia. Dimana di Batavia? Apakah di
surat kabar Bintang Timoer?
Sebagaimana disebut di atas Djamaloeddin sebelumnya pernah mengirim
tulisan ke majalah
Pandji Poestaka dan surat kabar Pewarta Deli.


Deli courant, 01-11-1929: ‘Jurnalisme. Kami mengetahui bahwa Hasan Noel
Arifin telah diberhentikan sebagai ketua radaksi Pewarta Deli mulai hari ini
karena perbedaan pendapat politik yang serius dengan manajemen. diangkat
menggantikannya sebagai pemimpin redaksi, Djamaloedin, yang baru saja kembali
dari Eropa’. Catatan: seti
ba di
atanah air, Djamaloedin sempat mudik sebentar ke kampong. Ini terlihat dari
manifest kapal ss van der Wijck tanggal 17 berangkat (dari Padang) menuju
Batavia (lihat Sumatra-bode. 18-11-1929).

Di Batavia, Djamaloedin telah
bergabung dengan surat kabar Bintang Timoer
di bawah pemimpin redaksi Parada Harahap.


Seperti disebut di atas, Djamaloedin sebelum berangkat ke Eropa diketahui
1926
yang turut hadir dalam kongres pemuda
. Yang menjadi ketua kongres adalah Mohamad Thabrani, editor surat kabar
Hindia Baroe, sementara yang menjadi wakilnya adalah Bahder Djohan (ketua Jong
Sumatranen Bond dimana sekretarisnya Diapari Siregar, yang keduanya sama-sama
mahasiswa STOVIA). Di latar belakang adalah Parada Harahap, pemimpin surat
kabar Bintang Timoer, yang mana pada tahun 1925 dibentuk sarikat jurnalis yang
mana sebagai ketua Mohamad Tabrani (redaktur Hindia Baroe) dengan sekretaris WR
Soepratman (redakturt kantor berita Alpena) dan duduk sebagai komisaris Parada
Harahap (pemimpin redaksi surat kabar Bintang Hindia). Kantor berita Alpena
dipimpin oleh Parada Harahap.
Parada Harahap begitu dekat kepada dua tokoh
Kongres Pemuda kedua tahun 1928 yakni Mohamad Jamin (sekretaris) dan Amir
Sajarifoeddin Harahap (bendahara).
Mohamad Jamin anggota Jong Sumatranen dan Amir Sjariefoeddin Harahap
anggota Bataksche Bond (keduanya sama-sama mahasiswa Rechthoogeschool di
Batavia). Djamaloedin adalah adik dari Mohamad Jamin. Dalam kongres pemuda 1928
lagi-lagi Parada Harahap berada di latar belakang. Sebagaimana diketahui dalam
kongres ini lagu Indonesia Raja karya WR Soepratman diperdengarkan.

Djamaloedin alias Adinegoro, meski sudah ada indikasi akan ke Medan tetapi tampaknya belum buru-buru
berangkat ke Medan. Posisinya di Bintang Timoer akan mudah dicari karena di
Batavia begitu banyak jurnalis yang bermutu. Namun untuk sementara Adinegoro
masih membantu Parada Harahap di Bintang T
imoer. Pada bulan Desember
1929 Adinegoro turut hadir dalam kongres kedua PPPKI yang diadakan di Solo
(lihat Deli courant, 07-01-1930).
Namun dalam perkembangannya Adinegoro diangkat
sebagai editor di Pandji Poesta
ka (lihat De koerier, 16-01-1930). Disebutkan Djamaloedin Adinegoro sekarang
bekerja di Balai Poestaka sebagai editor dan bertanggung jawab atas majalah
berbahasa Melayu Pandji Pustaka.


Dalam surat kabar De koerier, 16-01-1930 juga disebutkan lebih lanjut Pewarta Deli melaporkan bahwa
Tabrani, seorang jurnalis pribumi, yang telah berangkat ke Eropa untuk tujuan
yang sama, kemungkinan akan kembali ke Hindia pada 28 Februari mendatang. dia
akan berangkat dengan ss Fulda dari Rotterdam’. Catatan: Tabrani adalah
pemimpin redaksi surat kabar Hindia Baroe yang ditutup. Tabrani adalah ketua
Kongres Pemuda pertama tahun 1926 (dimana Djamaloedin hadir saat itu sebelum
berangkat ke Eropa).

Namun situasi cepat berubah
ketika Adinegoro sudah berada di Pandji Poestaka tentang apakah benar di sisi
Adinegoro tetapi salah di sisi orang lain. Adinegoro mendapat serangan yang
diduga dari dalam Pandji Poestaka bahwa Adinegoro telah menjalankan praktek
nepotisme (lihat Deli courant, 23-04-1930). Sang penulis yang tidak disebut
namanya itu mempertanyakan apakah tidak ada perempuan yang lebih baik daripada
orang yang ditempatkan Adinegoro sebagai seksi perempuan di Pandji Poetaka.
Apakah itu kemudian menjadi masalah besar atau hanya dianggap masalah kecil
oleh Adinegoro?


Adinegoro tampaknya mulai tidak nyaman dengan tudingan tersebut. Apakah
penerimaannya di Pandji Poestaka
(majalah pemerintah) suatu kesalahan? Sebab Adinegoro adalah terbilang
seorang yang revolusioner. Adinegoro kembali ke Bintang Timoer.
Sementarea itu di Pewarta
Deli posisi redaktur mengalami perubahan (lihat
Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 13-05-1930
). Disebutkan M Kanoen, saat ini pemimpin redaksi surat kabar pribumi, Pewarta Deli, akan segera dipindahkan ke
D
eli Courant. Sehubungan dengan
ini, direktur badan pribumi itu, yaitu. Abd
oellah Loebis, anggota dewan kota (gemeenteraad)
Medan menyatakan tujuannya adalah untuk menemukan pemimpin redaksi untuk surat
kabarnya disini. Sebuah buletin dari Revue Politik, mingguan independen disini,
yang didistribusikan pagi ini di kota, melaporkan bahwa Adinegoro
telah melepaskan jabatannya sebagai pemimpin redaksi Bintang
Timoer. Dia dikatakan telah memutuskan untuk pergi ke Medan untuk tinggal
disana untuk mengambil alih jabatan serupa di Pewarta D
eli. Rincian lebih lanjut tentang ini akan
diberikan dalam edisi yang akan datang dari Politik Revue.
Catatan: pemimpin redaksi
Politik Revue adalah Mohamad Tabrani. 

Sementara itu, M Kanoen sendiri sebelumnya adalah redaktur surat kabar
Bintang Timoer di Batavia (lihat De Indische courant, 21-10-1929). Disebutkan
surat kabar Bahagia memberitakan bahwa Moh. Kanoen, redaktur Bintang Timoer di
Weltevreden, telah ditunjuk sebagai pemimpin redaksi harian Pewarta Deli
terbitan Medan per 1 November. Sebelum menjadi jurnalis, M Kanoen terakhir
diketahui sebagai kepala kantor telepon di Loemadjang (lihat De locomotief, 08-03-1927).

Masalah yang dihadapi di Balai Poestaka sebelumnya,
dan lowongan yang terbuka di Pewarta Deli di Medan tampaknya menjadi alasan
utama Djamaloedin hijrah ke Medan. Lebih-lebih dalam proses kepindahan ini diketahui
telah datang ke Batavia dan bertemu dengan Parada Harahap.
Kehadiran Abdoellah Loebis
‘menjemput’ Adinegoro lalu menjadi gayung berayun. Adinegoro mantap berangkat
ke Medan. Pada tanggal 27 Mei Abdoellah Lubis dan Adinegoro berangkat ke Medan
sebagaimana dapat dilihat pada manifest kapal ss Plancius (lihat De Sumatra
post, 03-06-1930).


Bagi Abdoellah Lubis sang revolusioner Medan ini sangat berharap kepada
Adinegoro, karena setelah keluarnya pemimpin red
akturnya, Abdoellah Lubis tidak ada pilihan harus
mengisi posisi itu oleh M Kanoen yang mungkin kapasitasnya tidak sesuai.
Keinginan merekrut Djamaloeddin
sendiri sudah lama.

Adinegoro akhirnya secara resmi
telah menjadi pimpinan editor surat kabar Pewarta Deli Medan (lihat Algemeen
handelsblad voor Nederlandsch-Indie, 14-06-1930). Disebutkan Pewarta Deli,
surat kabar berpengaruh di Medan dan yang saat ini dipimpin oleh jurnalis
ternama Djamaloedin alias Adi Negoro. Ta
mpaknya Adinegoro nyaman di Medan dan menemukan
lingkungan yang sesuai. Ini terbukti ketika ada pertandingan sepak bola
persahabatan antara pers Eropa dan pers pribumi di Medna, Adinegoro menjadi
salah satu anggota kesebelasan, yang di sisi tim Eropa juga terdapat Kanoen
(lihat Deli courant, 26-09-1931).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Studi Pers ke Eropa Tempo Doeloe, Kini Era Hadiah
Adinegoro: Djamaloedin, Mohamad Tabrani dan Saroehoem Harahap

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
AL-ZUBAD (الزبد)

Sejarah Pers di Indonesia (22):Saat Berakhir Pers Belanda, Pers Indonesia di Pendudukan Jepang; The King of Java Press - Para Junior

LUBAB AL-HADITH (لـبـاب الـحـديـث)

Wisataku di Sungai Kota Malang yang Lokasinya Teramat Dekat Domisili

Iklan

Recommended Stories

Kerang Rebus dan Saus Kacang Praktis

09.10.2013

Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E, Bakal Libatkan Stakeholder dan UMKM

17.10.2021

Risalah Taubat (5)

24.05.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?