Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Surakarta (72): Serangan Umum di Soerakarta, Bagaimana? Serangan Umum di Jogjakarta, Apa Ada Lagi di Tempat Lain?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
01.02.2023
Reading Time: 11 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surakarta/Solo dalam blog ini Klik Disini

Dalam masa perang kemerdekaan Indonesia, ada
yang disebut tindakan bumi hangus dan ada yang disebut serangan dengan taktik
gerilya. Di Jogjakarta dilakukan serangan gerilya yang melibatkan berbagai
pihak. Serangan ini pada masa kini disebut Serangan Umum. Dalam narasi sejarah
masa kini juga ada serangan umum yang dilakukan dikenal sebagai serangan umum
Soerakarta. Dalam hubungan ini apakah ada serangan umum yang lain di tempat lain? 
.


Serangan
Umum 1 Maret 1949 adalah serangan yang terjadi pada tanggal 1 Maret 1949 di
Yogyakarta. Ini bermula setelah Agresi Militer Belanda II (Desember 1948), TNI
mulai menyusun strategi pukulan balik. Awal Februari 1948, Letkol. dr. Wiliater
Hutagalung perwira teritorial sejak September 1948 ditugaskan membentuk
jaringan persiapan gerilya di wilayah Divisi II dan III. Ia bertemu dengan Panglima
Besar Sudirman dan menginstruksikan memikirkan langkah-langkah harus diambil. Hutagalung
menjadi penghubung antara Panglima Sudirman dengan Panglima Divisi II, Kolonel
Gatot Subroto dan Panglima Divisi III, Kol. Bambang Sugeng. Rapat Pimpinan
Tertinggi Militer dan Sipil di wilayah Gubernur Militer III, 18 Februari 1949 juga
dihadiri Gubernur Militer/Panglima Divisi III Kol. Bambang Sugeng dan Letkol
Wiliater Hutagalung, Komandan Wehrkreis II, Letkol. Sarbini Martodiharjo, dan
pucuk pimpinan pemerintahan sipil. Letkol Wiliater Hutagalung sebagai penasihat
Gubernur Militer III menyampaikan gagasan yang telah disetujui oleh Panglima
Besar Sudirman, dan kemudian dibahas bersama-sama. Dalam menyebarluaskan berita
ini ke dunia internasional dibantu Kol. TB Simatupang. Sebagaimana telah
digariskan dalam pedoman pengiriman berita dan pemberian perintah, perintah
yang sangat penting dan rahasia, harus disampaikan langsung oleh atasan kepada
komandan pasukan yang bersangkutan. Rencana penyerangan atas Yogyakarta yang
ada di wilayah Wehrkreise I di bawah pimpinan Letkol. Suharto, akan disampaikan
langsung Kolonel Bambang Sugeng. Setelah semua persiapan matang (keputusan
diambil tanggal 24 atau 25 Februari), serangan akan dilancarkan tanggal 1 Maret
1949, pukul 06.00. Puncak serangan dilakukan terhadap kota Yogyakarta (ibu kota
negara) 1 Maret 1949, dibawah pimpinan Letnan Kolonel Suharto, Komandan Brigade
10 daerah Wehrkreise III
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Serangan Umum di
Surakarta, bagaimana terjadinya? Seperti disebut di atas, Serangan Umum yang
terkenal terjadi di Jogjakarta. Tentu saja juga disebut ada serangan umum di
Soerakarta. Apakah ada serangan umum di tempat lain? Lalu bagaimana sejarah Serangan
Umum di Surakarta, bagaimana terjadinya? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Serangan Umum di Surakarta, Bagaimana? Serangan Umum
di Jogjakarta, Apa Ada di Tempat Lain?
 

Serangan Umum di Jogjakarta sudah lama berlalu
(Maret 1949). Tentu saja aksi bumi hangus di Bandoeng, yang kini dikenal
Bandoeng Lautan Api, sudah lama terlupakan (Maret 1946). Seperti di Bandoeng,
aksi terbaru, dengan tindakan bumi hangus pada bulan Mei 1949 di kota Padang
Sidempoean (kampong halaman Mayor Jenderal Abdoel Haris Nasoetion), Lantas
bagaimana dengan di Soerakarta? Bukankah sejak 3 Agustus telah dilakukan
gencatan senjata antara pihak Belanda/NICA dengan pihak Republiken (Indonesia).
Situasi dan kondisi, di berbagai tempat tengah dilakukan persiapan ke KMB di
Den Haag (Belanda).
 


Seperti dikutip di atas, Serangan Umum Surakarta juga disebut Serangan
Umum Empat Hari berlangsung pada tanggal 7 -10 Agustus 1949 secara gerilya oleh
para pejuang, pelajar, dan mahasiswa. Mereka berhasil membumihanguskan dan
menduduki markas-maskas Belanda di Surakarta dan sekitarnya. Mereka yang
melakukan serangan bergabung dalam Detasemen II Brigade 17 Surakarta yang
dipimpin Mayor Achmadi Hadisoemarto. Untuk menggempur markas penjajah, serangan
dilakukan dari empat penjuru kota Surakarta. Menjelang pertengahan pertempuran
Slamet Riyadi dengan pasukan Brigade V/Panembahan Senopati turut serta dan
menjadi tokoh kunci dalam menentukan jalannya pertempuran.
Kegagalan Tentara Kerajaan Belanda mempertahan
Kota Surakarta menggoyahkan keyakinan Parlemen Belanda atas kinerja tentaranya.
Sehingga memaksa
Perdana Menteri Drees terpaksa mengakomodasi tuntutan
delegasi Indonesia sebagai syarat sebelum mereka bersedia menghadiri Konferensi
Meja Bundar.

Pada tanggal 7 Agustus 1949 diberitakan ada serangan
sekelompok orang (benden) di Soerakarata (lihat
Twentsch dagblad Tubantia en
Enschedesche courant en Vrije Twentsche courant
, 09-08-1949). Disebutkan sepanjang hari Minggu, benden menyerang kota Soerakarta. Tidak ada rincian
tentang hal ini, tetapi pasukan Belanda sepenuhnya menguasai situasi. Konvoi
dari Semarang yang dalam perjalanan ke S
oerakarta pada hari Minggu harus kembali ke
Semarang setelah menunggu beberapa jam di Solo karena kejadian tersebut.
Mengapa tidak ada rincian? Mungkin belum. Namun secara umum, TNI, atas
komando dari atas disiplin menjalankan perintah gencatan senjata.


Rangkaian peristiwa di Jogjakarta bermula agresi militer Belanda di
Jogjakarta pada tanggal 19 Desember 1948. Pada tanggal ini, Ketika pasukan KNIL
menyisir kota, tahanan Republik sudah dikosongkan. Salah satu tahanan utama di
penjara adalah Mr Amir Sjarifoeddin Harahap. Sebagaimana diketahui kemudian Mt
Amir telah dibunuh oleh orang bangsa sendiri. Lalu berikutnya, seperti disebut
di atas, terjadi Serangan Umum di Jogjakarta (Maret 1949). Lalu kemudian diadakan
perundingan Roem Royen (dimulai 17 April 1949; perjanjian ditandatangani pada
tanggal 7 Mei 1949). Pasca
Perjanjian Roem Royen, hasil ini harus ada tindak lanjutnya. Dua subkomite,
masing-masing subkomite untuk pemulihan dan kepulangan pemimpin ke Djokja dan sub
komite untuk gencatan senjata (lihat Trouw, 13-06-1949). Disebutkan pihak
Belanda menginginkan pernyataan dari para pemimpin republik tentang gencatan
senjata, sebagaimana disepakati dalam kesepakatan tanggal 7 Mei di Djokja. Juga
disebutkan surat yang dikirim Mohamad Hatta (dari pengasingan di Bangka) untuk
Jenderal Soedirman dan Kolonel TB Simatoepang tidak ditanggapi. Soeltan
Djogjakarta mulai bingung karena para pemeimpin RI akan segera ke Yogjakarta
sementara urusan pengamanaan saat mana pasukan Belanda mengosongkan kota
(evakuasi keluar) lalu mengutus tim ke berbagai wilayah gerilya untuk mencari Jenderal
Soedirman dan Kolonel TB Simatoepang. Namun rumor yang ada komandan militer
terdekat hanya di selatan Kediri (Jenderal Soerdirman) dan TB Simatoepang di
Banaran (selatan Semarang) dan sementara Abdoel Haris Nasution jauh di
Soekaboemi selatan, Jawa Barat. Hanya tiga komandan ini yang sangat dipercaya
Soeltan. Mengapa?  Akhirnya TB
Simatoepang ditemukan di wilayah Banaran di selatan Semarang dan segera dengan
pasukannya ke Djogjakarta. Soeltan Hamengkoeboewono IX di Djogjakarta sangat lega.
Tampaknya nama Soeltan menjadi jaminan mutu dibandingkan surat Mohamad Hatta
untuk menindaklanjuti hasil perjanjian Roem Royen. Dalam hal inilah arti
perkawanan sejati antara Kolonel TB Simatupang dan Jenderal Soedirman.
Sejumlah pemimpin Indonesia
sudah ada yang berada di Batavia, namun belum bisa ke Djogjakarta (karena masih
ada militer Belanda/KNIL). Sementara itu Ir Soekarno dkk dari Parapat di
relokasi ke Bangka dimana Mohamad Hatta dkk berada. Pemimpin Indonesia lainnya
berada di Bukittinggi (para pejabat PDRI). Akhirnya di Djogjakarta diketahui
divisi terakhir militer Belanda (KNIL) hari Kamis pukul satu telah dievakuasi
yang dipimpin Kolonel van Langen (lihat Nieuwe courant, 01-07-1949). Lalu segera
radio Indonesia di Jogjakarta melakukan siaran Kembali. Dengan demikian,
kendali wulayah Djogjakarta kembali kepada Soeltan Hamengkoeboewono yang
didampingi oleh Kolonel TB Simatoepang. Lalu beberapa hari kemudian tim ini
(rombongan) akan kembali hari Rabu dari Bangka langsung menuju Djogjakarta
(lihat Arnhemsche courant, 05-07-1949). Soekarno, Mohamad Hatta dan lainnya
akhirnya kembali ke Djogjakarta tanggal 6 Juli 1949.
Rombongan terakhir, yakni
Sjafroeddin Prawiranegara dkk akhirnya tiba di Djogjakarta (lihat Nieuwe
courant, 11-07-1949). Foto: Soeltan Jogja dan Kolonel TB Simatoepan Menunggu Pemimpin RI di Jogjakarta.

Serangan yang terjadi di Soerakarta 7 Agustus 1949,
satu bulan setelah Pemerintah RI dipulihkan di Jogjakarta. Dalam hal ini bagaimana
sebenarnya situasi dan kondisi di Soerakarta, yang tidak begitu jauh dari
Jogjakarta hingga terjadinya serangan? Satu yang jelas seperti disebut di atas
bahwa s
epanjang
hari Minggu,
benden menyerang kota Soerakarta, tetapi pasukan Belanda sepenuhnya menguasai
situasi. Konvoi dari Semarang yang dalam perjalanan ke S
oerakarta pada hari Minggu harus
kembali ke Semarang setelah menunggu beberapa jam di Solo karena kejadian
tersebut.


Setelah militer Belanda evakuasi dari Jogjakarta, di bawah pengamanan
yang dipimpin oleh Kolonel TB Simatoepang praktis aman. Sementara itu, di
Soerakarta tidak ada militer Belanda. Posisi militer Belanda terdekat hanya
terdapat di Salatiga (50 Km dari Soerakarta). Tampaknya serangan dari para
Republiken di Soerakarta yang menyusup ke kota sehubungan dengan kedatangan
konvoi militer Belanda dari Semarang ke Soerakarta. Lantas ada apa konvoi
militer Belanda datang dari Semarang ke Soerakarta? Apa sebenarnya yang terjadi
sehingga para Republiken menyusup ke kota yang menjadi sebab terjadi serangan
ke pihak militer Belanda yang akan ke Soerakarta dan terjadi baku tembak (namun
akhirnya militer Belanda yang tidak mencapai kota harus kembali ke Semarang).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Serangan Umum di Jogjakarta, Apa Ada di Tempat Lain?
Ada Namanya Perang Bumi Hangus

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Pasukan Jepang masuk dan menguasai Hindia-Belanda (4): Surabaya 1942

Mau Sukses Bikin Nanjak Bareng secara Rombongan? Enam Tim Kerja Ini Wajib Ada

Iklan

Recommended Stories

Doa Rasulullah SAW

01.03.2017
Alamat Lengkap Bank BNI Di Seluruh Yogyakarta

Alamat Lengkap Bank BNI Di Seluruh Yogyakarta

18.05.2017
Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

05.01.2026

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?