Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Surakarta (55): Tata Kota Surakarta, Pusat Pemerintahan hingga Fasilitas Umum; Sekolah, Rumah Sakit, Pasar, Stasion, Bank

Tempo Doelo by Tempo Doelo
24.01.2023
Reading Time: 11 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surakarta/Solo dalam blog ini Klik Disini

Kota-kota di Indonesia masa kini, umumnya tumbuh
dan berkembang sejak masa lampau. Banyak kota-kota yang dimulai dari nol
seperti Batavia, Semarang, Soerabaja, Palembang, Padang, Bandoeng dan Medan. Namun
sedikit berbeda dengan kota Jogjakarta dan kota Soerakarta. Dalam hal ini kota
Soerakarta bermula dari keberadaan area kraton dan area benteng VOC. Pada era
Pemerintah Hindia Belanda dua area ini menjadi cikal bakal kota Soerakarta yang
sekarang. Dari sinilah tata kota Soerakarta dikembangkan yang pada gilirannya
terbetuk fasilitas-fasilitas umum.    


Pola
Struktur Kota Surakarta dalam Lingkup Pengaruh Pembangunan Masjid Agung pada Masa
Kerajaan Mataram Islam. Junianto. Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik
Universitas Merdeka Malang. Abstrak. Kota Surakarta berawal terbentuk
seiring dengan berdirinya kerajaan Mataram Islam, yang mengalami perpindahan
dari Kartasura. Struktur inti kota Surakarta, berupa Kraton, Alunalun dan
Masjid. Struktur kota semacam ini, merupakan prototype kota kerajaan Mataram Islam.
Keberadaan Masjid memiliki makna simbol bahwa raja selain menjadi pemimpin (pusat
orientasi) budaya, juga pemimpin keagamaan. Bentuk masjid Agung Surakarta meniru
bangunan masjid Demak, sebagai simbol kedudukan raja yang setara sebagai pusat orientasi
keagamaan tersebut. Masjid Agung Surakarta dalam struktur kota, terkait secara diakronik
dalam perkembangan unsur-unsur kota lain, mewarnai pola tata ruang kota. Terjadi
poros Timur-Barat, membentang antara Kampung Arab, masjid Agung, hingga Laweyan,
secara sinkronik cukup kuat mewarnai kultur ke-Islaman. Keberadaan masjid Agung
Surakarta dalam struktur kota kerajaan Mataram Islam, dikaji dalam pendekatan diakronik-sinkronik
terhadap unsur-unsur kota lainnya. Masing-masing unsur, signifikan mempengaruhi
berdirinya fasilitas-fasilitas dan kawasan baru, sebagai unsur-unsur kota. Penggambaran
masjid Agung dalam konteks struktur kota Surakarta, dilihat secara morfologis
pembentukan, dalam interrelasi unsur-unsur kota lainnya. Telaah morfologis tersebut,
dilakukan dengan pendekatan interpretasi artefak fisik (arsitektural),
mengkaitkan latar sejarah pembentukan kota Surakarta beserta unsur-unsur
kotanya. Sebagai temuan, masjid Agung Surakarta ternyata menjadi penyebab
terjadinya poros Timur – Barat, yang seolah membelah kota Surakarta. Poros
tersebut selanjutnya menjadi ciri yang berlatar keIslaman. Disisi lain,
unsur-unsur kota yang berlatar budaya Jawa, tersusun dalam poros Utara-Selatan,
mulai Pasar Gede, Kraton, hingga Pasar Gading
(https://publikasiilmiah.ums.ac.id)
 

Lantas bagaimana sejarah tata kota Surakarta, pusat
pemerintahan hingga layanan umum? Seperti disebut di atas, tata kota Soerakarta
bermula dari area kraton dan area benteng pada era VOC dan berlanjut pada era Pemerintah
Hindia Belanda. Dalam penataan kota ini terbentuk berbagai fasilitas umum
seperti sekolah, rumah sakit, pasar, stasion dan bank. Lalu bagaimana sejarah tata
kota Surakarta, pusat pemerintahan hingga layanan umum? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki
permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang
bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk
menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini
adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan
peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena
saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber
primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena
sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang
disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan
kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Tata Kota Surakarta, Pusat Pemerintahan hingga Fasilitas
Umum; Sekolah, Rumah Sakit, Pasar, Stasion dan Bank
 

Tata kota Soerakarta bermula di titik tertentu di
sisi utara sungai Semanggi, yang kemudian dikenal sebagai area kraton
Soerakarta (masih eksis hingga masa kini). Pada area kraton inilah kota Soerakarta
tumbuh berkembang seperti yang tampak sekarang di googlemap. Kota berkembang di
sisi utara sungai, sementara kawasan di sisi selatan sungai Semanggi tetap sepi
sendiri (bahkan hingga kini). Mengapa?


Pada peta yang dibuat Herman de Wilde tahun 1705 (Peta 1705), kraton
Kartasoera telah diidentifikasi, Di sebelah utara kraton dibangun benteng VOC.
Posisi benteng ini sesuai dengan garis benteng utama VOC di Semarang (salah
salah satu benteng penghubung berada di Salatiga). Dalam peta yang dibuat J van
Braam dalam buku Francois Valentijn (1724), kraton Kartasoera (di Ningrat)
berada di Kartasura yang sekarang, yang berada di jalan, ke utara ke Semarang,
ke selatan dengan cabang dua: satu cabang ke bbarat daya ke Mataran dan satu
cabang yang lain ke Jatinom (sisi utara sungai Bengawan; kini nama kecamatan di
kabupaten Klaten). Sementara itu, area kini kota Surakarta masih kawasan kosong.
Kota utama di sisi selatan sungai Semanggi diidentifikasi Grompol (kini Stasion
Grompol, desa Kaliwuluh, kec. Kebakkramat, kab. Karanganyar).

Pada masa Pakoeboewono II terjadi kerusuhan di Jawab
again tengah yang menyebabkan kraton Kartosura rusak. Dalam perkembangaannya
antara pihak kraton dan pihak VOC pada tahun 1745 memindahkan ibu kota (kerajaan)
dari Kartosuro ke suatu titik tertentu di arah timur dekat dengan sisi utara
sungai Semanggi (tidak jauh dari kampong Sala dan kampong Semanggi).


Tampaknya yang memilih lokasi ini adalah pihak VOC. Hal ini karena Pemerintah
VOC cukup berpengalaman dengan zeninya dalam membangun kota, lebih-lebih atas
dasar pertimbangan pemerintah VOC sendiri. Posisi antara kraton dan benteng di
area baru ini kurang lebih sama dengan yang di Kartasura. Pada area baru ini posisi
benteng berada di lekukan sungai Pepe, yang mana sungai Pepe menjadi barrier di
sisi belakang benteng (sungai sendiri juga menjadi semacam escape ke sungai
Semanggi). Lalu antara area kraton dan area benteng dipisahkan ruang terbuka
yang menjadi daerah masuk jalan yang ditarik lurus dari Kartosuro. Sejak inilah
diduga nama sungai Semanggi menghilang dan hanya tersisa nama sungai Bengawan.
Catatan: dari kampong Semanggi ke hilir disebut sungai Semanggi; dan dari
kampong Semanggi ke hulu disebut sungai Bengawan.

Seperti ditunjukkan pada peta di atas, area kraton
dirancang sedemikian rupa, sangat luas yang menghadap ke utara jalan dan
benteng menghadap ke selatan jalan (di belakang benteng, sungai Pepe menjadi barrier/escape).
Pada bagian depan area kraton, suatu lapangan luas (yang kelak menjadi
aloen-aloen). Di belakang alun-alun bagian inti kraton (Siti Hinggil),
sementara di sebelah barat alun-alun lokasi masjid (kini Masjid Agung Kraton
Surakarta). Sedangkan benteng, seperti biasa, yang menjadi awal koloni, tembok
benteng dibuat tinggi. Pada bagian dalam benteng terdapat sejumlah bangunan
seperti rumah residen, komandan dan para perwira, barak, gudang peralatan/senjata,
Gudang komoditi, dapur dan toilet. Benteng dilengkapi dengan empat bastion.
Sehubungan dengan kehadiran para pedagang-pedagang VOC inilah kota Soerakarta
mulai tumbuh di sekitar kraton dan benteng, yang perkembangannya mengarah ke arah
sungai Bengawan.


Kampong Semanggi berada di tepi sungai besar sungai Semanggi/sungai
Bengawan. Kampong Sala berada di daerah aliran sungai Pepe, tepat berada di arah
tenggara benteng. Dalam perkembangannya di kampong Sala ini dibangun suatu loji
(Gudang komoditi) yang letaknya di sisi selatan sungai Pepe. Dalam hal ini,
transaksi perdagangan di daerah aliran sungai Semanggi/sungai Bengawan, untuk
kepentingan VOC ditampung di loji tersebut. Dari arah loji ke jalan utama
terbentuk jalan baru yang kelak disebut Bloemstraat. Area loji di Bloemstraat
menjadi area perdagangan Eropa/Belanda. Sedangkan di sisi selatan, terusan
Bloemstraat menjadi area perdagangan pribumi (seputar pasar Klieon yang
sekarang). Dari area perdagangan pribumi ini terbentuk jalan bar uke arah jalan
utama bertemu dengan jalan Bloemstraat, yang kelak disebut Krakeelstraat.
Dengan demikian pada awal Pemerintah Hindia Belanda sudah terbentuk empat area
yang membentuk kota Soerakarta, yakni area kraton, area benteng, area
pedagangan Eropa/Belanda (loji) dan area perdagangan pribumi (Pasar Kliwon).  

Dalam perkembangannya, pada awal Pemerintah Hindia
Belanda, nama kampong Sala mulai popular dengan pelafalan Solo. Oleh karena loji
dan area perdagangan Eropa/Belanda berada di kampong Sala, maka nama Solo
sebagai awal asal usul nama kota Solo bermula dari area perdagangan Eropa/Belanda
ini. Dalam hal ini nama Soerakarta mengacu pada kraton dan nama Sala/Solo
mengacu pada area perdagangan Eropa/Belanda. Sejak ini pula, nama sungai
Semanggi (Peta 1700) yang telah menghilang telah digantikan dengan nama baru
sungai Solo (dari muara sungai Pepe ke hilir; sementara ke arah hulu tetap
disebut sungai Bengawan). Seperti kita lihat nanti antara duan ama sungai
inilah yang kemudian menjadi nama sungai dwi tunggal: sungai Bengawan Solo.
 

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sekolah, Rumah Sakit, Pasar, Stasion dan Bank:
Terbentuk Seiring Perkembangan Kota Soerakarta

Perang Jawa (1825-1830) telah banyak mempengaruhi
berbagai aspek. Satu yang jelas benteng sejak era VOC tersebut semakin
diperkuat dengan perubahaan arsitektur benteng. Benteng ini kemudian disebut
benteng Vastenburg. Kraton juga dilakukan renovasi dengan arsitektur
tersendiri. Situasi dan kondisi yang semakin kondusif (pasca perang), menjadi
era baru dalam pertumbuhan dan perkembangan kota. Dengan semakin banyaknya
populasi Eropa/Belanda, berbagai fasilitas dibangun terutama untuk kebutuhan
pemerintah (Eropa/Belanda) seperti Instituut bahasa Jawa, rumah/kantor residen,
sekolah dasar Eropa dan sebagainya termasuk sekolah guru untuk pribumi yang didirikan
tahun 1851. Pasar Kliwon juga mendapat perhatian, paling tidak pembangunan
jalan (yang bebas banjir dengan rainase).


Pada Peta 1861 Soerakarta/Solo sudah menggambarkan suatu struktur tata ruang
sebuah kota (dengan jaringan jalan). Pusat keramaian berada di area perdagangan
lama di Bloemstraat (sekitar eks loji) dan di Krakeelstraat di sekitar pasar
Kliwon. Dengan kata lain, pada Peta 1861 pada garis dua jalan ini terbagai dua
area dimana di utara area (pemukiman) Eropa/Belanda dan di selatan adalah area
pribumi. Area kraton masih tampak seperti semua, suatu lanskap Kawasan kraton
yang hijau. Sementara itu di sebelah utara area kraton di sekitar benteng/kantor
residen, telah tumbuhan dan meluas pemukiman Eropa/Belanda sepanjang sisi
selatan sungai Pepe (sementara di sisi utara/seberang sungai Pepe berada perkampongan
Cina). Pada Peta 1861 juga tampak rencana pembangunan jalan-jalan baru
(jembatan di atas sungai Bengawan Solo belum ada). Di arah utara yang terpisah
dari kota/pemukiman padat terdapat sejumlah area kecil yang diduga menjadi
rumah-rumah para pengusaha perkebunan (planter). Peta 1861

 

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Surakarta (56): Hiburan - Rekreasi; Balapan, Klub, Hotel, Situs-Situs Eksotik, Sepakbola, Kolam Renang, Teater, Bioskop

Hindia-Belanda menyerah kepada Jepang, 8 Maret 1942

Iklan

Recommended Stories

Faedah Syair Taubat

Faedah Syair Taubat

23.11.2018

Rinjani Trek Juara Pertama CIPTA Award 2010

05.11.2010

Sejarah Surakarta (52): Parada Harahap dan Surakarta, The King of Java Press; Poenalie Sanctie di Deli – Menjadi Indonesia di Solo

22.01.2023

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?