Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Madura (30): Sarekat Madoera di Jawa; Awal Sejarah Organisasi Kebangsaan Indonesia Era Pemerintah Hindia Belanda

Tempo Doelo by Tempo Doelo
11.12.2022
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Madura dalam blog ini Klik Disini  

Adakah organisasi kebangsaan (orang asal) Madura
pada era Pemerintah Hindia Belanda? Tampaknya kurang terinformasikan. Salah
satu yang terkenal di Jawa adalah organisasi kebangsaan Boedi Oetomo (didirikan
di Batavia, 25 Medi 1908). Organisasi Boedi Oetomo dan organisasi kebangsaan
Sarekat Madoera adalah dua diantara ratusan organisasi kebangsaan di (pulau)
Jawa pada era Pemerintah Hindia. Kedalam daftar ini termasuk Sumatranen Bond
dan Bataksche Bond.


Organisasi
kebangsaan Indonesia pertama didirikan pada era Pemerintah Hindia Belanda
adalah Medan Perdamaian di Padang pada tahun 1900. Organisasi kebangsaan ini
didirikan atas dasar persatuan etnik untuk membangkitkan kesadaran berbangsa
dan turut memperhatikan pembangunan (orang) pribumi dalam berbagai bidang,
termasuk Pendidikan, pers dan pertanian. Organisasi ini diinisiasi ileh seorang
pensiunan guru dan editor surat kabar berbahasa Melayu Pertja Barat, Dja Endar
Moeda. Pada tahun 1902, Dja Endar Moeda sebagai ketua Medan Perdamaian
memberikan sumbangan untuk peningkatan pendidikan di Semarang sebesar f14.000.
Pada tahun 1908 tidak lama setelah pendirian Boedi Oetomo, di Belanda Soetan
Casajangan menginisiasi organisasi kebangsaan yang diberi nama Indische
Vereeniging (Perhimpoenan Hindia). Soetan Casajangan adalah guru yang
melanjutkan pendidikan tinggi di Belanda sejak 1905. Susunan penguru Indische
Vereeniging adalah Soetan Casajangan sebagai ketua, Raden Soemitro sebagai
sekretaris. Para komisioner adalah Hussein Djajadiningrat dan Raden Kartono
(abang dari RA Kartini). Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda dan Radjioen
Harahap gelar Soetan Casajangan adalah alumni sekolah guru (kweekschool) Padang
Sidempoean.

Lantas bagaimana sejarah Sarekat Madoera di
Jawa? Seperti disebut di atas, Sarekat Madoera adalah salah satu organisasi
kebangsaan (Indonesia) yang didirikan pada era Pemerintah Hindia Belanda.
Sarekat Madoera adalah bagian dari sejarah organisasi-organisasi kebangsaan
Indonesia era Pemerintah Hindia Belanda. Lalu bagaimana sejarah Sarekat Madoera
di Jawa? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Sarekat Madoera di Jawa; Sejarah Organisasi-Organisasi
Kebangsaan Indonesia Era Pemerintah Hindia Belanda

Hingga tahun 1925 sudah banyak organisasi kebangsaan
yang dirikan di pulau Jawa. Yang sudah terbilang tua antara lain Boedi Oetomo
(1908), Sarekat Islam (1912) dan Pasoendan (1913), Sumatranen Bond (1917),
Sarekat Ambon (1918). Bagian dari organisasi tersebut terdapat sayap pemuda
yang didirikan seperti Jong Java (didirikan 1915) dan Jong Sumatranen Bond
(1917). Untuk Jong Ambon (di Batavia) didirikan lebih dahulu daripada Sarekat
Ambon (didirikan di Semarang 1918). Bataksche Bond didirikan di Batavia tahun
1919 dan kemudian menyusul pendirian Madoereezen Bond tahun 1920 serta Studie
Club di Soerabaja tahun 1924.
Madoereezen Bond diinisiasi Raden Majang Koesomo dan Raden Rooslan Wongso
Koesoemo di Surabaya.


Banyak peristiwa penting yang terjadi pada tahun 1925. Pemimpin surat
kabar Bintang Hindia di Batavia, Parada Harahap mendirikan kantor berita pers pribumi
(yang ada selama ini kantor berita pers Belanda, Aneta). Untuk menjadi editor,
Parada Harahap menawarkan kepada WR Soepratman di Bandoeng yang belum lama
keluar dari mingguan Soeara Baroe. Di Semarang, muncul gagasan pembentukan
Sarekat Madoera (lihat De locomotief, 28-01-1925). Disebutkan sejumlah besar
propagandis dari Kongres Nasional Madura di Jawa Timur dan Jawa Tengah, mencari
dukungan untuk kampanye propaganda yang kuat di wilayah mereka (pulau Madura
dan sekitar) sehubungan dengan pendirian Sarekat Madoera dalam waktu dekat ini.
Di Soerabaja pada ulang tahun pertama Studie Club (yang dipimpin Dr Soetomo dengan
wakilnya Sangadji) menyelenggarakan pertemuan umum dengan mengundang berbagai
organisasi kebangsaan, termasuk Madoereezen Bond, Sarekat Islam, Pasoendan dan
Sarekat Ambon (lihat De Indische courant, 13-07-1925). Tidak ada perwakilan
Boedi Oetomo. Mengapa? Satu yang mengrucut dalam pertemuan ini setelah para perwakilan
organisasi berbicara adalah pembentukan ke arah persatuan nasional. Secara
khusus Kongres Nasional Hindia yang diselenggarakan oleh Study Club akan
berlangsung pada bulan Desember 1925. Tanggal 11 Juli yang menjadi kelahiran
Studie Club diusulkan menjadi hari libur, hari peringatan “front
persatuan” Hidup Indonesia!

Gagasan pembentukan Sarekat Madoera semakin
mengerucut (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 31-01-1925).
Disebutkan dengan meningkatnya ketidakpuasan di kalangan penduduk Madura
mungkin akan mengarah pada pembentukan ‘Sarekat Madura’ minggu depan pada
pertemuan yang akan diadakan di Semarang. Sarekat Madoera akhirnya berhasil dididirikan
di Semarang. Ini berarti ada dua organisasi kebangsaan dari Madura (setelah
sebelumnya Madoereezen-Bond). Mengepa? Apa perbedaan keduanya?

 

De locomotief, 06-04-1925: ‘Sarekat Madoera. Pertemuan umum Sarekat Madoera
akan diadakan di Soerabaya pada tanggal 12 Desember, sedangkan tanggal 26 pada
bulan yang sama, pertemuan serupa diadakan secara terpisah di seluruh afdeeling
Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Soemenep). Antara lain akan dibahas
propaganda untuk Sarekat Madoera, kebebasan bergerak dan hak serta kewajiban
rakyat’. De Indische courant, 15-04-1925:
‘Minggu lalu Sarekat Madoera
bertemu di kampung Soekodhono disini untuk membahas berbagai kepentingan Madura
dan lebih khusus lagi kemungkinan budaya tebu di pulau Madura, yang sangat
ditentang oleh orang Madura. Delegasi dari berbagai asosiasi pribumi menghadiri
pertemuan tersebut. Rapat tersebut secara aklamasi menyatakan bahwa penanaman
tebu di Madura bukan untuk kepentingan anak negeri dan mengeluarkan mosi untuk
itu, yang akan dikirimkan ke Volksraad, selain pemerintah dan residen Madura’.
‘
 

Sarekat Madoera tampaknya lebih lebih keras dari
pada Madoereezen Bond. Dalam pertemuan umum yang diadakan di Soerabaja yang
diselenggarakan Studie Club organisasi kebangasaan Madoereezen Bond turut hadir
(lihat De Indische courant, 13-07-1925). Disebutkan Ketua Madoereezenbond, Soewono
berbicara dengan mengenang bahwa bangsa-bangsa yang berbeda di nusantara
sebenarnya adalah satu bangsa dan mengacu pada studi bahasa perbandingan, yang
telah menyimpulkan hal ini. Bangsa Indonesia, seperti bangsa-bangsa lainnya,
memiliki peradaban dan perkembangan seni dan ilmu pengetahuan, dll. Ia menyebut
berbagai seniman besar juga menunjuk reruntuhan candi yang berbicara tentang
seni tinggi dan tidak melupakan para jenderal besar seperti Gadja Moda, Sultan
Agoeng, Taroeno Djojo, Soerapati, Dipo Negoro, Raden Sentot dan lain-lain. Bangsa
Indonesia bisa kembali ke puncak masa lalu jika semua bekerja sama dengan
sungguh-sungguh. Masih banyak yang tetap suam-suam kuku, acuh tak acuh terhadap
kebutuhan masyarakat. Ini pasti berbeda. Ketika semua orang meletakkan tangan
mereka untuk membajak, kita kembali ke kemerdekaan menuju kebebasan. Lebih lanjut
ketua Madoereezen-Bond menyatakan bahwa peradaban, hanya orang banyak yang
beradab orang mengerang di bawah dominasi atau kekerasan bangsa lain.


De Indische courant, 17-09-1925: ‘Pada pameran yang
diadakan baru-baru ini di Studie Club di Soerabaya, Sarekat Madura juga
mengirimkan beberapa sampel juwadah dalam keadaan kering, jenis yang tidak
rusak selama berhari-hari dan karena itu banyak ditemukan di rumah-rumah, tidak
hanya sebagai suguhan saat tamu datang. tetapi juga jika tidak ada makanan di
rumah’.
 

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sejarah Organisasi-Organisasi Kebangsaan Indonesia Era
Pemerintah Hindia Belanda: Medan Perdamaian hingga Sarekat Madoera

Organisasi kebangsaan Indonesia yang didirikan
pada era Pemerintah Hindia Belanda didirikan pada fase yang berbeda, dengan
misi dan tujuan berbeda dari setiap asal daerah. Organisasi kebangsaan pertama
Medan Perdamaian di Padang tahun 1900 didirikan dengan platform nasional
(karena para anggotanya beragam etnik). Hal itulah mengapa Medan Perdamaian
pada tahun 1902 mengirimkan sumbangan sebesar f14.000 ke Semarang untuk peningkatan
penduduk pribumi. Sementara Boedi Oetomo didirikan dengan basis multi etink
tetapi hanya dibatasi di Jawa (Jawa dan Sunda) dan Madura. Lantas bagaimana
dengan Madoereezen Bond?


Berdasarkan
statuta Madoereezen Bond yang telah disahkan Pemerintah Hindia Belanda tanggal
30 Mei 1923 (lihat Javasche Courant, 08-06-1923) disebutkan tujuan asosiasi
adalah: (a) meningkatkan rasa menabung di kalangan anggota; (b) memperjuangkan
kemajuan ekonomi; (c) memajukan pendidikan, pertanian, industri, keagamaan,
perdagangan, peradaban, dan kepentingan umum lainnya; (d) memelihara dana
pemakaman; (e) mempromosikan persatuan diantara anggota dengan mendirikan
masyarakat atau ruang baca. Asosiasi akan berusaha mencapai tujuan multifaset
ini dengan segala cara, asalkan tidak bertentangan dengan hukum negara, dengan
agama Islamdan dengan moral yang baik atau dengan ketertiban umum.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

NASEHAT ULAMA SALAF TENTANG TANDA KEBAHAGIAAN

Manfaat Bersih-bersih Rumah untuk Terapi Kesehatan Mental

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?