Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Madura (24): Selat Madura dan Ide Pembangunan Kanal Muara Sungai Solo di Sidajoe; Padi Sawah Jawa vs Garam Madura

Tempo Doelo by Tempo Doelo
08.12.2022
Reading Time: 11 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Madura dalam blog ini Klik Disini  

Ada adagium pada era Pemerintah Hindia
Belanda: Maluku masa lalu, Jawa, masa kini, Sumatra masa depan. Demikian juga
di pulau Madura. Tempo doeloe pantai utara adalah pintu depan, kini pintu depan
di pantai selatan. Garam di pantai selatan diperkaya dengan pembangunan
pertanian di pantai utara. Namun itu tidak cukup. Semua karena kekurangan air,
tetapi pantai timur Jawa kelebihan air, yang bahkan kerap terjadi bencana banjir. Dalam
hal ini di wilayah muara sungai Solo dekat ke Madura dikembangkan untuk
persawahan. Apa dampaknya bagi Madura?


Presiden
RI Resmikan Bendungan Nipah di Madura. Dalam upaya meningkatkan produksi
padi di wilayah Jawa Timur, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaksanakan
pembangunan Jaringan Irigasi Nipah yang terletak di Desa Tabanah, Kecamatan
Banyuates, Kabupaten Sampang. Jaringan Irigasi Nipah direncanakan dapat
mengairi areal persawahan seluas 1.150 Ha, dengan bangunan pengambilan utama
dari Bendung Tebanah dan Bendung Montor. Jaringan irigasi ini terdiri dari 925
Ha sawah baru yang merupakan pengembangan sawah tadah hujan dan sisanya adalah
Daerah Irigasi (DI) Montor seluas 225 Ha yang merupakan sawah eksisting.
Sebenarnya, studi mengenai pembangunan Bendungan Nipah sudah dilakukan sejak
tahun 1973, kemudian dimulai pembebasannya pada tahun 1982. Namun, di tahun
1993 terjadi kendala sosial pada pelaksanaan pembangunan Bendungan Nipah,
sehingga pelaksanaannya sempat terhenti dan dilanjutkan kembali pada tahun
2004. Pembangunan Bendungan Nipah selesai pada tahun 2008, namun karena
terkendala pembebasan lahan, proses pengisian baru dimulai pada tahun 2015.
“Bendungan ini disiapkan untuk jangka panjang produksi pangan kita,”
kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan pengoperasian Bendungan Nipah di
Sampang, Madura, seperti dikutip dari keterangan tertulis Tim Komunikasi
Presiden, Sabtu (19/3). Nantinya masih akan ada lagi pembangunan bendungan di
beberapa tempat karena kita tahu nantinya dengan pertambahan penduduk dunia itu
manusia akan rebutan dua hal, yaitu energi dan pangan. Karena kuncinya ada di
air, jika air mencukupi maka pangan dan energi kita akan mecukupi hingga
kedepannya, lanjut Presiden RI. Selain untuk mengairi DI, Bendung Nipah juga
bermanfaat sebagai konservasi sumber daya air, dan perikanan darat. Presiden
Joko Widodo mengatakan pentingnya koordinasi dan kerjasama yang baik antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan menghasilkan sinergi yang baik.
Selain itu pendekatan kepada masyarakat adalah kunci untuk melancarkan
pekerjaan pelaksanaan pembangunan
(https://sda.pu.go.id/)

Lantas bagaimana sejarah selat Madura dan pembangunan
kanal muara sungai Solo di Sidajoe? Seperti disebut di atas, tanaman pangan
khususnya beras, penduduk di pulau Madura tergantung dari (pulau) Jawa,
sebaliknya garam Madura diekspor ke Jawa. Namun garam tidak pernah cukup dalam
pembangunan, pertanian bagiamna? Pembangunan kanal muara sungai Solo memiliki
dampak untuk pemenuhan pangan di Madura. Lalu bagaimana sejarah selat Madura
dan pembangunan kanal muara sungai Solo di Sidajoe? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Selat Madura dan Pembangunan Kanal Muara Sungai Solo
di Sidajoe; Padi Sawah Jawa vs Garam Madura

Bengawan Solo, air mengalir sampai jauh. Sejauh
pulau Mangari? Tempo doeloe tidak sejauh itu. Bagaimana bisa? Kita harus mempelajarinya
secara retrospektif. Lantas ketika Bengawan Solo sudah mencapau pulau Mangari,
mengapa harus dibelokkan (lurus) ke arah utara? Pemerintah pada era Hindia
Belanda telah mempelajari secara prospektif. Itulah dinamika yang dialami
sungai Bengawan Solo, air mengalir sampai jauh.


Perhatikan peta yang dibuat oleh Francois Valentijn (1724). Dalam peta itu
hanya ada tiga pulau di selat Madura, salah satu diantaranya pulau Mangare
(ditulis P Manga). Pada sisi barat pulau ke arah pulau Jawa di Gresik cukup
dangkal (kota Bungah), sementara sebelah timur ke arah pulau Madura cukup
dalam). Wilayah (desa) Tanjung Widoro yang sekarang, pada saat itu merupakan pulau
Mangare. Sementara pulau/tanjong (Tanjung Alang) adalah area yang masuk Bungah.
Di sebelah selatannya pulau Samangi dan di sebelah utara pulau Tanjung Prigaat.
Pulau-pulau ini tepat berada di depan muara sungai (bengawan) Solo. Pulau-pulau
tersebut terbilang sebagai pulau-pulau baru hasil sedimen yang menjadi kawasan
utama terbentuknya kecamatan Bungah di (kabupaten) Gresik yang sekarang. Pulau
Mangare ini kemudian semakin menyatu dengan daratan Bungah (pulau Jawa). Itulah
gambaran terakhir yang dapat kita perhatikan pada masa ini (pulau Mangari yang
awalnya tepat berada di tengah-tengah selat Madura).

Seperti kita lihat peta geomorfologis masa kini di atas,
sungai Bengawan Solo telah bertambah panjang hingga muaranya telah bergeser
dari Bungah (dulu pulau Prigaat) ke sisi utara pulau Mangari. Hal ini seiring
dengan semakin meluasnya daratan (pulau) Jawa ke arah timur sehingga menyatu
dengan pulau Mangari. Daratan yang terbentuk di sebelah barat pulau Mangari
menjadi rawa yang sangat luas pada musim hujan (banjir sungai) atau pada saat
terjadi pasang (air laut). Satu permasalahan yang muncul ketika muara sungai
Bengawn Solo telah mencapai pulau Mangari (kini pulau Mengare), sungai Bengawan
Solo terus bekerja membawa massa padat (lumpur dan sampah vegteasi) dari pedalaman
yang menyebabkan kedalaman laut di selat Madura semakin dangkal. Situasi dan
kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat mengganggu navigasi pelayaran di
selat Madura. Munculnya permasalahan baru itulah yang menyebabkan adanya ide pembangunan
kanal sungai Bengawan Solo.


Gagasan pembangunan kanal di hilir sungai Bengawan Solo, bukanlah gagasan
baru pada era Pemerintah Hindia Belanda. Jauh di masa lampau di era VOC,
pembangunan kanal-kanal sudah banyak dilakukan. Yang pertama di wilayah Batavia
seperti kanal Riswijk ke arah barat sungai Tjiliwong; kanal Noorwijk ke arah
timur sungai Tjiliwong; kanal Soenter dari Pulo Gadong ke muara sungai
Tjiliwong; dan kanal Mookervaart dari Tangerang (sungai Tjisadane) ke Pesing
(sungai Angke); serta kanal barat (sungai Tjiliwong ke sungai Kroekoet). Pada
era Pemerintah Hindia Belanda pembangunan kanal (drainase) juga dilakukan di
wilayah Bekasi (sungai Tjitaroem do Karawang ke sungai Bekasi di Moeara
Gembiong); di Semarang (kanal Moera Baroe, kanal barat dan kanal timur), di
Padang (kanal Banda Bakali); dan di Soerabaja (kanal Kali Maas/Oedjoeng). Dalam
perjalanan waktu pembangunan kanal drainase tersebutlah kita kemudian membicarakan
kanal muara sungai Bengawan Solo di wilayah Gresik/Sidajoe). Peta: lihat artikel Semarang

Pembangunan kanal di hilir sungai Bengawan Solo,
dengan biaya pembangunan yang besar tidak semata-mata untuk menjaga kestabilan
navigasi pelayaran di selat Madura, tetapi ingin mendapatkan benefit yang lebih
banyak, seperti pembangunan kanal dimungkinkan kanal berfungsi sebagai drainase.
Sebagai fungsi drainase, lahan-lahan di dua sisi kanal yang awalnya berawa
menjadi kering dapat dimanfaatkan untuk pencetakan sawah baru (dalam konteks
inilah kemudian terbentuk pemukiman baru). Gagasan pembangunan kanal muara
Bengawan Solo mengerucut pada tahun 1881 (De locomotief: Samarangsch handels-
en advertentie-blad, 08-11-1881).


Gagasan ini semakin mengerucut setelah pembangunan kanal Demak selesai
(kanal untuk mengurangi dampak banjir dari sungai Demak, sungai yang berhulu di
danau Pening, Ambarawa). Gagasan di Residentie Soerabaja ini untuk mengamankan
pintu barat Soerabaja (Westgaat Soerabaja) dari pendangkalan akibat dampak
lumpur sungai Bengawan Solo. Pembicaraan awal sudah dikonsultasikan dengan engineer
Dijkstra yang anggarannnya diperkirakan satu juta gulden. Dalam hal ini kepentingan
pelayaran di sungai Solo tidak luput dari rencana yang dibuat di Hindia. Pada
tahun-tahun pertama, sampan-sampan dari laut, seperti sekarang menyusuri Kali
Miring, sudah bisa sampai ke Solo. Namun, setelah membendung bekas sungai
nantinya, navigasi prahu harus dilakukan melalui kanal. Pembuatan kanal
pengapalan juga diperhitungkan sehubungan dengan rencana irigasi yang saat ini
sedang dirancang di Hindia, yang akan mengairi lahan bangunan seluas 120.000
hektar di dataran Sidajoe, Lamongau dan Grissee. Akan tetapi, rencana irigasi
ini sama sekali terlepas dari kemungkinan pembendungan Kali Miring, karena
tidak menghilangkan air irigasi dari lahan bangunan, juga tidak dengan
membendung bagian hilir Solo. Biaya rencana ini belum dapat ditentukan dengan
akurat

Surat kabar yang terbit di Belanda Opregte Haarlemsche Courant, 25-11-1881 memberitakan usulan kanal sungai
bengawan Solo telah dibicarakan Menteri Koloni di Tweede Kamer (sidang tanggal
21 November 1881).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Padi Sawah Jawa vs Garam Madura: Pembangunan Kanal Era
Pemerintah Hindia Belanda hingga Pembangunan Bendungan Era Pemerintah Republik
Indonesia

Setelah realisasi kanal hilir sungai
(bengawan) Solo menuju lurus ke utara terbentuk, muara sungai bengawan Solo
(Kali Miring) menjadi sungai mati (sungai yang tidak memiliki hulu/kepala lagi).
Kanal inilah yang pada masa kini dikenal sebagai hilir sungai bengawan Solo
yang bermuara di pantai utara Laut Jawa (tidak lagi ke selat Madura). Ini
seakan sungai bengawan Solo dijauhkan dari (orang) di pulau Madura (menjadi
secara geososiologis lebih dekat ke Jawa di Tuban/Rembang).


Gambaran
ini juga ditemukan gambaran yang mirip di masa lampau (pada era Perang Jawa
pertama pada era VOC) dimana pasukan Jawa (Mataram) yang menduduki (wilayah)
Soerabaja membendung salah satu cabang sungai Soerabaja ke arah timur laut sehingga
lalu lintas perahu ke arah pemukiman orang Madura di sebelah utara dihalangi
(sehingga lalu lintas sungai hanya yang menuju timur melalui kampong Soerabaja).
Pada waktu itu orang Madura membangun benteng di pulau pasir pulau Mangari yang
kemudian pada era Pemerintah Hindia Belanda disebut benteng Lodewijk. Dalam
Peta 1818 benteng Lodewijk berada di pulau Mangarai, sementara sungai Soerabaja
berada di selatan.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Tanpa Perlu Turun ke Lokasi Wisata Tertentu, Cukup Naik Bus Umum Sudah Menjadi Hiburan Tersendiri

Dari sebuah album foto tentang Jawa dan Bali di sekitar tahun 1920 (13)

Iklan

Recommended Stories

Hukum Safar Untuk Ziarah ke Makam Rasulullah atau Wali / Orang Shalih

Hukum Safar Untuk Ziarah ke Makam Rasulullah atau Wali / Orang Shalih

07.03.2016

Kuliner Bandung – Gudeg Yu Nap

12.01.2016

Sejarah Bisnis Indonesia (2): Hubungan Bisnis Belanda, Indonesia, Jepang Tempo Dulu; Cinta Pertama Jadi Benci Tapi Rindu

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?