*Untuk melihat semua artikel Sejarah Madura dalam blog ini Klik Disini
Nama Kwanyar di pulau Madura. Apa pentingnya?
Yang jelas kini nama Kwanyar adalah nama kecamatan di kabupaten Bangkalan. Kwanyar tempo doeloe disebut Quanjer. Selain
Quanjer disebut sebagai Kwanjar dan juga adakalanya disebut Kebanjar. Nah
itulah nama Kwanyar masa kini. Namun sejarah tetaplah sejarah. Lalu apakah ada
sejarah Kwanyar? Mari kita pelajari.

Apalah arti sebuah nama? Demikian William
Shakespear. Akan tetapi nama dalam sejarah dapat dijadikan sebagai penanda
navigasi ke sejarah masa lampau. Dalam hal ini kita menyelidiki sejarah Kwanyar
sejak namanya kali pertama disebut Quanjer. Soal pergeseran nama ini adalah
umum terjadi. Misalnya nama Betawi yang merujuk pada nama Batavia. Secara
toponimi, pergeseran itu muncul karena ada perbedaan dalam mengidentifikasi
nama tempat di dalam peta karena sumber dalam penulisan peta dimana diantara para
pelaut-pelaut Eropa mengkoding nama dari siapa sumbernya. Untuk nama tempat
yang sama, bisa saja terjadi ada perbedaan penyebutan antara penduduk Jawa
dengan penduduk Madura di satu pihak, dan antara penduduk Makassar (Bugis)
dengan Banjar di pihak lain. Seorang ahli geografi pada era Pemerintah Hindia
Belanda, PJ Veth kerap mendiskusikan soal penulisan nama tempat yang berbeda
tersebut.
Lantas bagaimana sejarah Kwanyar masa kini, Quanjer
pada tempo doeloe? Seperti disebut di atas, nama Kwanyar tempo doeloe disebut Quanjer.
Sebenarnya nama yang mana yang benar? Quanjer atau Kwanjar adalah salah satu
kota-kota lama di pantai selatan pulau Madura. Pada masa ini di kecamatan
Kwanyar terdapat nama desa Batah. Lalu bagaimana sejarah Kwanyar masa kini, Quanjer
pada tempo doeloe? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Kwanyar Masa Kini, Quenjer Tempo Doeloe; Kota-Kota
Lama di Pantai Selatan Pulau Madura
Hanya ada nama tempat Kwanyar di pulau Madura. Di
kabupaten Bangkalan ada kecamatan Kwanyar; desa Kwanyar Pamolaan di kabupaten
Sampang; desa Kwanyar Majungan di kabupaten Pamekasan. Dari segi fonetik,
sangat jarang nama tempat dengan dua huruf mati di awal nama seperti Kw (Kwanyar),
Bl (Blitar, nama awal Balita atau Balitara; Blora, nama awal Belora). Sl (Sleman,
nama awal Salema atau Saleman); dan Sr (Srogol, nama awal Sorogol); Sragen,
nama awal Saragen). Pola penamaan serupa ini (menjadi dua huruf mati di awal
dipengaruhi oleh lidah orang Belanda). Nama tempat Kwanyar tidak ditemukan nama
yang berasal dari zaman kuno. Yang dikenal adalah nama tempat Kwanyar yang
berasal dari nama Quanjer. Pergeseran nama Quanjer adalah nama asing (Eropa)
sesuai dengan lidah orang pribumi).
Nama tempat di Indonesia pada zaman kuno banyak yang dipertukarkan antara
nama pribumi dan nama India (atau sebaliknya). Nama Arab jarang menjadi nama
tempat di Hindia (kecuali nama area atau Kawasan). Namun ada nama tempat di
Hindia berasal dari Tiongkok seperti Singkawang dan Singkuang (Singkwang).
Tentu saja ada nama Eropa yang diija menjadi nama pribumi (Quanjer menjadi
Kwanyar). Perubahan nama menjadi dua huruf mati di awal juga dipengaruhi pengucapan
dari pribumi (dialek) seperti nama-nama tempat di Jawa yang disebut di atas. Hal
serupa ini juga ditemukan di pulau Madura seperti Baliga atau Balega menjadi
Blega; Klampis, Tragah, Jrengik, Proppo, Bluto dan Pragaan.
Diantara nama-nama Qunajer, Kwanjar dan Kebanjar,
yang paling muda adalah nama Kebanjar yang muncul pertama tahun 1899 (lihat De
locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad, 31-10-1899). Nama Kwanjar
muncul lebih awal, paling tidak sudah muncul pada tahun 1856 (lihat Provinciale
Drentsche en Asser courant, 05-01-1856). Kebanjar adalah dialek (bahasa) Madura
untuk Kwanjar (lihat Tijdschrift van het Aardrijkskundig Genootschap, 1899).
Lantas bagaimana dengan Quanjer? Nama Quanjer dalam perkembangannnya adakalanya
ditulis Quanjar.

Hendrik Jacob Domis melakukan perjalanan dari Soerabaja ke Quanjer pada
tanggal 17 Novermber 1810 (lihat Aanteekeningen, 1829). Saat itu Domis masih
menjadi pejabat setingkat Controleur. Jabatan terakhir Domis adalah Residen
Pasoeroean. Nama Quenjer sudah disebut tahun 1801 (lihat Verzameling van
stukken, rakende de zaak van Dirk van Hogendorp, opper-koopman in dienst der
Oost-Indische Compagnie en gezachhebber over Java’s Oosthoek, 1801). Peta 1724
Nama Quenjer kali pertama dicatat oleh seorang ahli
geografi Belanda pada era VOC, Francois Valentijn. Di dalam bukunya yang terbit
tahun 1726 nama Quenjer di (pulau) Madura bukan sebuah kota tetapi suatu
wilayah (lanskap). Yang menjadi kota (Stad) di pulau Madura antara lain Arosbaya,
Maduretna, Ambelega, Sampan, Pamekasan dan Sumenep. Untuk jelasnya lihat peta F
Valentijn (1724).
Tunggu deskripsi lengkapnya
Kota-Kota Lama di Pantai Selatan Pulau Madura: Quanjer
atau Kwanjar
Ada nama kota di pantai selatan pulau Madura
dengan nama Batah. Namun tidak ada nama tempat Batah atau yang mirip dengan itu
di Tanah Batak (Residentie Tapanoeli). Hal itu kurang lebih sama dengan di
pulau Madura, tidak ditemukan nama tempat Madura. Tidak perlu dirisaukan. Sebab
nama Batah, yang mirip dengan nama itu tidak hanya ada di pulau Madura, juga
ditemukan antara lain di Atjeh, Bengkulu, Semenanjung Malaya dan pulau Luzon
(Fiilipina). Hal yang sama juga bahwa nama Madura di Hindia ada nama pulau,
tetapi di India adalah nama kota. Nama Batah di pantai selatan Madura berada di
district Kwanjar.
Berdasarkan
Stbls No 145 tahun 1891 di district Kwanjar (Afdeeling Bangkalan) dilakukan
pemekaran dengan membentuk empat onderdistrict yakni Kwanjar, Labang, Kamal dan
Batah. Wedono ditempatkan di onderdistrict Kwanjar, sedangkan di tiga
onderdistrict lainnya masing-masing ditempatkan seorang asisten wedono.
Pada tahun 1901 diangkat sebagai adjunct kehutanan
di wilayah kerja kehutanan Java en Madoera, AA Quanjer (lihat Arnhemsche
courant, 21-01-1901). Nama orang dengan menggunakan marga Quanjer ditemukan di
banyak tempat, tidak hanya di Belanda, juga di Prancis. Merujuk pada (marga)
Quanjer ini diduga yang menjadi asal-usul nama wilayah Quanjar di pulau Madoera
sejak era VOC (lihat peta Valentijn 1724). Namun Ketika AA Quanjer bertugas di
Jawa dan Madoera nama tempat Quanjar tidak ditulis sesuai aslinya lagi, tetapi
dengan nama Kwanjar (dialek Madura disebut Kebanjar).
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




