Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Madura (13): Mengare, Pulau yang Memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Madura; Namanya Pulau Mangari Tempo Doeloe

Tempo Doelo by Tempo Doelo
03.12.2022
Reading Time: 11 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Madura dalam blog ini Klik Disini   

Pulau Mengare ada di kabupaten Gresik (pantai
timur pulau Jawa). Lho, apa kaitannya dengan sejarah Madura? Nah, itu dia. Yang
jelas tempo doeloe nama pulau ini disebut pulau Mangari, suatu pulau gunungan
pasir. Tentu saja waktu itu pulau ini masih berada dari pantai timur pulau Jawa
(berada tepat diantara pulau Jawa dan pulau Madura). Penduduk Madura awalnya
membangun benteng di pulau pasir ini (kemudian difortifikasi pada era
Pemerintah Hindia Belanda dengan nama benteng Lodewijk).


Pulau Mengare adalah pulau yang terletak di sebelah
barat daya Kota Gresik, tepatnya di kecamatan Bungah, kabupaten Gresik. Pulau
Mengare terdiri tiga desa yaitu: Watu Agung, Tajung Widoro dan Kramat. Secara
keseluruhan penduduk pulau sekitar 10.000 jiwa. Ada yang menyebut nama pulau
Mengare berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti menanti. Salah satu desa
terkenal adalah Kramat. Pulau Mengare termasuk salah satu destinasi wisata di kabupaten
Gresik karena keindahan pantai seperti di Tanjung Widoro. Jarak dari kota
Gresik 27 Km. Benteng Mangare berada pada koordinat: 7°1’11″S-112°38’57″E. Bahasa penduduk (pulau) Mengare merupakan bentuk ragam bahasa menggunakan
bahasa Madura kasar dan bahasa ngoko (sedang) dan bahasa Jawa kasar (berbagai
sumber).
 

Lantas bagaimana sejarah Mengare, pulau memisahkan
pulau Jawa dan pulau Madura? Seperti disebut di atas, pulau Mangare terdiri
dari tiga desa masuk wilayah kecamatan Bungah kebupaten Gresik. Namanya adalah
pulau Mangari tempo doeloe dimana penduduk Madura membangun benteng dimana kini
terdapat eks situs benteng Ledewijk. Lalu bagaimana sejarah Mengare, pulau memisahkan
pulau Jawa dan pulau Madura? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Mengare, Pulau Memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Madura;
Pulau Mangari Namanya Tempo Doeloe

Pada masa ini (kawasan pulau)
Mangare terkesan hanya penting karena ditemukannya bekas benteng lama, disebut
benteng (fort) Lodewijk. Kawasan Mangare terkesan pula sangat terpencil dari
Kota Gresik (apalagi dari Surabaya dan Bangkalan). Akan tetapi di masa lampau,
pulau Mangare (yang asli. origin) begitu penting karena merupakan daratan
(pasir) yang tepat berada diantara pulau Jawa dan pulau Madura. Hal itulah, sejak
perang Jawa-Madura (Trunajaya) di pulau pasir ini didirikan benteng orang
Madura.


Perhatikan peta yang dibuat oleh Francois Valentijn (1724). Dalam pet
aitu hanya ada tiga pulau di selat Madura, salah satu diantaranya pulau Mangare
(ditulis P Mango). Pada sisi barat pulau ke arah pulau Jawa di Gresik cukup
dangkal (kota Bungah), sementara sebelah timur ke arah pulau Madura cukup dalam).
Wilayah (desa) Tanjung Widoro yang sekarang pada saat itu merupakan pulau
Mangare. Sementara pulau/tanjong (Tanjung Alang) adalah area yang masuk Bungah.
Di sebelah selatannya pulau Samangi dan di sebelah utara pulau Tanjung Prigaat.
Pulau-pulau ini tepat berada di depan muara sungai (bengawan) Solo. Pulau-pulau
tersebut terbilang sebagai pulau-pulau sedimen yang menjadi kawasan utama terbentuknya
kecamatan Bungah di (kabupaten) Gresik yang sekarang. Pulau Mangare ini
kemudian semakin menyatu dengan daratan Bungah (pulau Jawa).

Pulau Mangare dimana didirikan benteng (fort
Lodewijk) semakin menyatu dengan pulau (Tanjung) Alang yang kini telah membentuk
wilayah kecamatan Bungah. Nama Bungah sendiri adalah nama desa yang dijadikan
sebagai nama wilayah administrasi kecamatan. Sementara pulau Mangare sendiri
yang masuk desa Tanjung Widoro, nama pulau menjadi penanda navigasi pelayaran
yang penting di masa lalu (oleh karena di dalam pulau Mangare didirikan benteng).


Area paling tinggi di pulau Mangare ini berada di sekitar kantor desa
Tanjung Widoro yang sekarang (5-11 meter). Sementara daratan dimana dibangun
benteng sekitar 2-5 meter. Pilihan area/lokasi dimana benteng kuno dibangun
karena lebih dekat ke pantai barat pulau Madura. Area tertinggi di kecamatan
Bungah berada di desa Bungah (sekitar 20 m). Oleh karena itu di masa lampau
Bungah juga ada suatu pulau, pulau yang terpisah dengan pulau Sidayu dan pulau Gresik
(doeloe disebut pulau Jaratan). Pada garis inilah kemudian terbentuk garis
pantai dengan ketinggian yang cukup untuk lalu lintas darat. Lalu lintas darat
inilah yang kemudian pada awal Pemerintah Hindia Belanda (semasa gubernur
jenderal Daendels) dibangun jalan trans-Java (dari Batavia hingga Panaroekan).

Pulau Mangare (yang juga meliputi seluruh wilayah
desa Tanjung Widoro) di masa lampau adalah pulau yang terpisah dengan pulau
Bungah (daratan Jawa). Hal itulah mengapa pulau Mangare dapat dikatakan pulau
Mangare tepat berada di selat Madura, tetapi dalam perkembangannya (karena
kedalam perairan yang dangkal dan proses sedimentasi) semakin menyatu dengan
pulau (Jawa) di wilayah Bungah. Dalam hal ini secara geopolitik pada masa itu
(era Trunojoyo) pulau Mangare masuk wilayah (pulau) Madura dan secara geografis
dalam navigasi pelayaran perdagangan pulau Mangare sebagai penanda navigasi
yang penting.


Pulau Bungah, pulau Gresik (Djaratan) dan pulau Soerabaja di selatan dan
pulau Sidajoe di uttara, pada dasarnya di zaman kuno adalah rangkaian pulau-pulau
(gugus pulau) yang terhubung dengan pulau pantai utara Jawa hingga ke Tuban. Hal
itulah jalan darat yang terbentuk sejak awal (yang kemudian berlanjut pada era
Daendels) di wilayah persisir mengikuti jalan utama yang sekarang dari Gresik,
ke Bungah, dan Sidajoe terus ke Brondong lalu ke Tuban. Sementara jalan darat
dari Tuban terbentuk ke kota Badad di selatan. Kota Badad di masa lampau berada
di sisi selatan sungai (bengawan) Solo. Dari kota Badad terbentuk jalan darat hingga
ke Gresik melalui Lamongan. Antara dua jalan kuno parallel inilah berada muara
sungai bengawan Solo (yang bermula di kota Badad). Dengan kata lain antara dua
jalan ini masih perairan di depan muara Solo hingga ke arah Madura dimana terdapat
pulau pulau Bungah dan pulau Mangare (berada di sebelah timur pulau Bungah).  Dalam hal inilah pulau Bungah dan pulau
Mangare penting dalam navigasi pelayaran perdagangan di zaman kuno ke wilayah
daerah aliran Bengawan Solo hingga ke pedalaman.

Pulau Mangare tidak hanya penting secara geopolitik domestic
bagi penduduk di pulau Madura, pulau Mangare juga secara internasional sebagai
penanda navigasi pelayaran perdagangan. Jangan lupa secara geomorfologis, pulau
Mangare adalah halangan bagi sungai bengawan Solo memanjang ke arah timur (dari
kota Babad). Dalam konteks inilah kita bisa memahami hari ini, mengapa arah
aliran sungai bengawan Solo, yang terus bergeser ke timur, berbelok ke utara di
kawasan antara pulau Bungah dan pulau Mangare. Adanya benteng di pulau Mangare yang
kemudian diforttifikasi oleh Belanda (era VOC/Pemerintah Hindia Belanda), pulau
Mangare juga menjadi titik pertahanan penting bagi Madura (dari arah Jawa).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pulau Mangari Namanya Tempo Doeloe: Mengapa Penting
Pulau Dibangun Benteng?

Nama pulau Mangare diduga berasal dari bahasa Batak (bahasa
Angkola Mandailing). Hal ini karena kata ‘manggore’ adalah kata yang paling
dekat (sesuai) dengan profil pulau Mangare. Kata manggore di zaman kuno
dihubungkan dengan penambangan emas, dimana penduduk menggali tanah/pasir untuk
menemukan butiran emas (dengan cara mendulang). Sebagai pulau pasir yang tepat
berada di tengah selat Madura, untuk kebutuhan navigasi pelayaran dibutuhkan
air minum dengan cara manggore (menggali pasir) di tengah pulau.


Nama pulau Mangare telah beberapa kali dicatat dengan cara penulisan yang
berbeda. Itu semuanya karena para pelaut-pelaut Eropa tergantung siapa yang
menjadi narasumber. Nama Mangare ada yang ditulis Manga (lihat Peta 1724), ada
yang menulis nama Mangari dan Mangare. Juga ada yang menulis dengan Manarie.
Pada masa ini disebut/ditulis dengan nama Mengare. Mungkin anda bertanya-tanya
mengapa kata manggore bewrasal dari Angkola Mandailing sejauh itu digunakan
sebagai bahasa Batak di selat Madura (antara pulau Jawa dan pulau Madura)
mungkin akan dibuat artikel tersediri. Sebagai petunjuk awal adalah terdapatnya
satu candi yang khas di Singhasari, satu-satunya candi di Jawa yang mirip dengan
candi-candi di Padang Lawasn (Tapanuli Selatan). F Schnitger (1936) menyimpulkan
bahwa raja Singhasari (Radja Kertanegara) adalah salah satu pendukung fanatik agama
Boedha Batak aliran yang memuja leluhur (sekte Birawa). Apakah kehadiran
Angkola Mandailing di tanah Jawa terutama pada era Singhasari yang menyebab
banyak nama tempat di wilayah pulau Madura bagian timur mirip dengan nama-nama
tempat di Tapanuli Selatan?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Madura (14): Benteng-Benteng di Pulau Madura; Riwayat Benteng-Benteng Era VOC - Era Pemerintah Hindia Belanda

7 Hal Tak Terduga yang Sering Ditemukan pada Kereta Api Ekonomi

Iklan

Recommended Stories

Ustadz Abdul Somad Ungkap MAKNA HARI KEMERDEKAAN 17 Agustus 1945, Banyak Yang Belum Tahu

13.07.2023

Berapa Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

15.08.2011
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi AJB Bumiputera 1912 di Bima

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi AJB Bumiputera 1912 di Bima

26.03.2023

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?