Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Bengkulu (7): Sejarah Pendidikan di Bengkulu;Sekolah Guru di Fort de Kock dan Sekolah Guru Tanobato Angkola Mandailing

Tempo Doelo by Tempo Doelo
11.11.2022
Reading Time: 17 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (6)

Peta kuno keluaran Austria tentang Asia Timur dan Nusantara dari tahun 1786

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (5)

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bengkulu dalam blog ini Klik Disini 

Daerah (provinsi) Bengkulu yang sekarang, sejatinya
di era Pemerintah Hindia Belanda termasuk salah satu yang terawal cabang
pemerintahan yang dibentuk. Bagaimana dengan terbentuknya Pendidikan dan
pengembangannya? Dalam sejarah Indonesia (baca: Hindia Belanda) antara satu
bidang dengan bidang lainnya tidak seiring, tetapi terkesan random pada tingkat
residentie maupun tingkat afdeeling. Sekolah guru yang pertama dididirkan di
Soerakarta tahun 1851, kemudian disusul di Fort de Kock tahun 1856. Pada tahun
1862 sekolah guru dibangun kampong Tanobato di Afdeeling Angkola Mandailing,
Residentie Tapanoeli.


Buku
berjudul Sejarah Pendidikan Daerah Bengkulu dikarang oleh M Ikram dan
Achmaddin Dalip yang diterbiykan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1980/1981
(193 halaman)
. Sinopsis buku tersebut sebagai berikut: Sebelum masuknya
pengaruh Hindu, pendidikan yang dialami adalah pendidikan tradisional yang
diterimanya dalam bentuk non-formal. Zaman kedatangan Islam abad ke-16 daerah
Bengkulu membawa banyak perubahan dalam sistem pendidikan. Pendidikan sebagai
bagian yang tak terpisahkan dari agama terutama berpusat pada tempat
peribadatan. Zaman penjajahan Inggris tidak ada perubahan, karena Inggris hanya
berniat untuk perdagangan. Pada zaman Belanda, pendidikan mulai ditangani
meskipun tujuannya untuk kepentingan sendiri. Zaman Jepang sekolah yang berbau
Belanda dilenyapkan, karena kemajuan sekolah diukur dengan konsep pemerintah
militer Jepang. Pada zaman kemerdekaan Bengkulu bebas dari belenggu penjajahan,
dan sejak saat itu rakyat berlomba-lomba mengejar ketertinggalan menuju
kemajuan bangsa di segala bidang
(https://www.pustaka-bpnbkalbar.org/pustaka/sejarah-pendidikan-daerah-bengkulu).

Lantas bagaimana sejarah pendidikan di
Bengkulu? Seperti disebut di atas, sekolah gurtu pertama di Sujmatra didirikan
di Fort de Kock pada tahun 1856. Lalu kemudian didirikan sekolah guru kedua di
Angkola Mandailing (sementara di Jawa baru satu sekolah guru). Lalu bagaimana sejarah
pendidikan di Bengkulu? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pendidikan di Bengkulu; Sekolah Guru di Fort de Kock,
Agam; Sekolah Guru di Tanobato, Angkola Mandailing

Kapan Pendidikan dimulai di Bengkulu? Tidak
diketahui secara pasti. Yang jelas berdasarkan Almanak 1836 tidak/belum ada
guru sekolah di Bengkulu. Sementara itu di Padang, berdasar Almanak 1827 sudah
terbentuk komite Pendidikan yang terdiri dari dua pengawas sekolah dan guru
pertama Erkelen dari sekolah tingkat dua dan guru bahasa Melayu AM Ammers. Pada
tahun 1842 untuk guru sekolah dasar pemerintah di Bengkulu diangkat
MJ Dersjant (lihat Rotterdamsche
courant
, 15-11-1842). J Ciebrant, guru di
Bengkoeloe diberhentikan dengan hormat diberikan cuti di Jawa (lihat Opregte Haarlemsche
Courant, 17-11-1842).


Pada tahun 1850 di Bengkoelen diketahui guru sekolah dasar pemerintah P
Jansen (lihat Javasche courant, 29-05-1850). Guru Jansen menggantikan guru HR van
Heeckeren. Pada tahun 1851 di Bengkulu diadakan ujian sekolah (lihat Javasche
courant, 04-10-1851). Disebutkan pada tanggal 26 Juli ujian yang diikuti oleh
sebanyak 22 siswa.
Orang tua dan wali murid, serta penduduk lainnya,
telah diundang oleh Subkomite Pendidikan untuk menghadirinya. Subkomite Pendidikan
puas dengan cara terpuji dimana guru P. Jansen, yang baru ditugaskan di sekolah
ini selama enam bulan, melakukan pekerjaannya dengan naik.

Hingga tahun 1854, tidak diketahui apakah sudah ada
sekolah untuk golongan pribumi di Bengkulu. Sementara itu, pada tahun 1854 dua
lulusan sekolah dasar di Afdeeling Angkola Mandailing diterima di sekolah
kedokteran pribumi di Batavia. Dua siswa terbut adalah Si Asta (Nasoetion) dari
onderafd Mandailing dan si Angan (Harahap) dari onderaf Angkola, keduanya
adalah siswa pertama yang diterima di sekolah kedokteran tersebut (yang kemudian
disebut docter djawa school) yang berasal dari luar Jawa.


Kapan sekolah untuk pribumi diselenggarakan di Angkola Mandailing tidak
diketahui secara pasti, Namun di Fort de Kock, Residen Neimmetz telah memulai
penyelenggaraan sekolah untuk pribumi. Dalam memori (laporan akhir masa jabatan)
Asisten Residen Angkola Mandailing disebutkan agar d Angkola Mandailing
sebaiknya diselenggarakan pendidikan karena keinginan para orang tua. Besar
dugaan penyelenggaraan sekolah di Angkola Mandailing diduga baru dimulai setelah
asisten residen dijabat oleh AP Godon pada tahun 1848. Pada tahun 1856 oleh
Residen JAW van Ophuijsen menginisiasi pendirikan sekolah guru pribumi
(kweekschool). Sebagaimana diketahui kweekschool yang sudah dibuka berada di
Soeracarta (sejak 1851; bersamaan dengan pendirian sekolah kedokteran di
Batavia). Pada tahun 1857 salah satu lulusan sekolah dasar di onderafd.
Mandailing, Si Sati (Nasoetion) melanjutkan studi ke Belanda. Si Sati dalam
perjalanan ke Belanda didampingi oleh AP Godon (yang cuti dua tahun ke
Eropa/Belanda).
 

Pada tahun 1859 guru P Jansen diberikan cuti dua
tahun ke Belanda (lihat Nederlandsche staatscourant, 17-05-1859). Sebagai
pengganti guru P Jansen adalah CL Plasbe (lihat Javasche courant, 08-06-1859).
Disebutkan untuk guru sekolah dasar pemerintah di Bengkulu, CL Plasbe guru
sekolah dasar pemerintah di Soerabaja. Tampaknya P Jansen telah banyak waktu
untuk meningkatkan Pendidikan anak-anak Eropa/Belanda di Bengkoeloe (selama Sembilan
tahun). Bagaimana dengan Pendidikan untuk anak-anak pribumi di Bengkoeloe?
Sekolah untuk pribumi di Bengkoeloe (residentie Bengkoeloe) baru dibicarakan pada tahun 1860 (lihat
Javasche courant, 06-02-1861). Sementara itu nun di sana di Belanda, pribumi
pertama yang studi ke Belanda, Si Sati tengah bersiap-siap pulang kampung untuk
mendirikan sekolah guru di Angkola Mandailing. Si Sati sendiri lulus sekolah
guru di Haarlem pada tahun 1860.


Javasche courant, 06-02-1861: ‘Sedang dibangun sekolah Inlandsche di
Benkoelen hampir selesai. Para kepala suku dan pemimpin diantara penduduk pribumi
telah berkumpul di kantor Asisten Residen untuk membahas kepentingan pemuda
setempat, sehubungan dengan pembukaan sekolah ini. Juga kepada Bupati pangerait
Mohamad Sah dan Pangeran Bangsa Negara telah diberitahu bahwa di sekolah itu
semua akan diajari anak-anak kepala suku, tetapi juga anak-anak dari rakyat
kecil: ‘Biarlah mereka menerima pendidikan yang sama’ bahwa tidak ada pembedaan
antara murid-murid, tetapi murid-murid harus menjadi yang terdepan, yang paling
maju dan berperilaku terbaik. Sementara itu. sekolah pribumi di Moko Moko telah
dibuka pada tanggal 27 Desember, jumlah siswa hingga tanggal 31 Desember sudah
sekitar 50 siswa’.


Tampaknya pendidikan di wilayah (residentie) Bengkoloe, selain di
Bengkoeloe dan Muko-Muko, mulai menarik perhatian di tempat lainnya. Disebutkan
di afdeeeling Lais, penduduk telah mendekati pejabat disana, meminta agar
sekolah didirikan disana serta di afdeeling lainnya (lihat Nederlandsche
staatscourant, 14-05-1862). Dalam berita ini juga disebutkan bahwa setelah akhir
bulan puasa, sekolah pribumi di ibu kota Benkoelen akan dibuka dan seratus
murid akan segera diajar disana.


Dengan deibukanya sekolah di Bengkoeloe, maka akan menambah wilayah yang
telah menyelenggarakan Pendidikan di wilayah Bengkoeloe setelah sebelumnya dibuka
di Muko-Muko. Segera akan dimulai di Lais. Yang menjadi pertanyaan dimana
sekolah pertama kali dibuka? Sebagaimana di residentie Tapanoeli, sekolah
pertama kali dibuka bukan di ibukota residentie di Sibolga, tetapi justru di
pedalaman di wilayah Afdeeling Angkola Mandailing yakni di Panjaboengan dan
Padang Sidempoean. Satu yang jelas bahwa di wilayah Bengkoeloe, diberitakan
bahwa pada tanggal 22 Oktober sekolah pribumi di Tallo dibuka yang dihadiri
oleh para pemimpin local dan dan orang tua yang anaknya akan bersekolah (lihat Javasche
courant, 08-12-1860). Lantas apakah di Talo ini sekolah yang pertama dibuka di (residentie)
Bengkoeloe? Catatan: Talo kini nama kecamatan di kabupaten Seluma, provinsi Bengkulu.

Pada tahun 1862 Si Sati
alias Willem Iskander mendirikan sekolah guru (kweekschool) di kampongnya di
Tanobato, onderaf Mandailing, Afd. Angkola Mandailing, Residentie Tapanoeli.
Kweekschool Tanobato menjadi sekolah guru yang ketiga di Hindia Belanda (dua
yang pertama berada di Soeracarta dan Fort de Kock). Dalam hal ini, sekolah
guru (kweekschool) dan sekolah kedokteran (docter djawa school) adalah sekolah
menengah. Sementara itu sekolah-sekolah untuk anak-anak Eropa/Belanda, masih
setingkat sekolah dasar (ELS). Sekolah menengah untuk anak orang Eropa/Belanda
baru dibuka pada tahun 1865 di Batavia. Pada tahun 1866 di Bandoeng didirikan
sekolah guru, yang menjadi sekolah guru (kweekschool) yang keempat.


Sekolah menengah Eropa/Belanda (HBS) terdiri dari dua jenjang, yakni HBS
3 tahun (sekeolah menengah pertama) dan sekolah HBS 5 tahun (sekolah menengah
atas). Lulusan HBS 5 tahun dapat melanjutkan kan Pendidikan ke perguruan tinggi
(universitas) yang hanya ada di Belanda. Sekolah menengah pribumi, docter djawa
school, lulusannya dikirim ke kampung halaman masing, jika di wilayahnya sudah
ada dokter, ditempatkan di daerah lain. Dokter-dokter pribumi ini di daerah
membantu dokter-dokter Belanda, terutama di wilayah dimana terjadi epidemic.
Sedangkan lulusan sekolah guru pribumi (kweekschool) akan menjadi guru di
kampongnya, jika sudah ada guru, guru baru tersebut ditempatkan di daerah lain.
Siapa yang menjadi guru di Bengkulu dan Moko-Moko yang dibuka tahun 1861 diduga
berasal dari lulusan sekolah guru di Fort de Kock atau guru orang Belanda (atau
guru yang didatangkan dari Belanda). Lulusan sekolah guru di Soeracarta diduga
masih terbatas di Jawa (kebutuhan guru yang lebih banyak di Jawa).

Introduksi pendidikan modern (aksara Latin) di
Bengkoeloe terkesan baru muncul belakangan. Namun sejatinya, seperti di Amboina
(Maluku), introduksi pendidikan modern sudah ada di masa lampau, di Amboina
bahkan sejak era Portugis yang kemudian berlangsung pada era VOC/Belanda yang
kemudian dilanjutkan era Pemerintah Hindia Belanda, hanya saja diadakan di
lingkungan misionaris (dihubungkan dengan kegiatan misi). Di Bengkoeloe, pada
era Inggris (sebelum tahun 1824) pemerintah Inggris di Bengkoeloe sudah
menyelenggarakan pendidikan modern untuk pribumi (lihat Leydse courant, 19-06-1826).


Namun mengapa itu tidak berlanjut pada era Pemerintah Hindia Belanda,
hingga baru diselenggarakan lagi pada tahun 1860 (di Moko-Moko), diduga karena
tidak adanya perhatian pejabat-pejabat Pemerintah Hindia Belanda. Namun juga
bisa jadi karena kurangnya perhatian orang tua atau minat siswa yang rendah di
Bengkoeloe terkait arti (kegunaan) pendidikan itu sendiri. Inisiatif pemerintah
di Residentie Bengkoeloe untuk menggalakkan kembali pendidikan, terutama di
Bengkoeloe dianggap sebagai langkah maju.

Fakta bahwa anak-anak Bengkoeloe juga sangat
antusias untuk bersekolah. Hal ini terbukti ada siswa asal Bengkoeloe yang
diterima dan lulus ujian masuk di sekolah kebidanan di Batavia (lihat Javasche
courant, 26-08-1863). Disebutkan tanggal 8 bulan ini (Agustus) lulus sebanyak
tujuh orang sekolah kebidanan, diantaranya dari Bengkoeloe tiga orang: Si Mohamad
Gazali, Si Roepa dan Si Amir Hamza. Besar dugaan ketiga siswa asal Bengkoeloe
ini dari Muko-Muko.


Pada tahun 1865 terjadi pergantian Asisten Residen dimana asisten residen
yang baru adalah A Pruys van der Hoeven (lihat Leydse courant, 13-10-1865). Ini
mengindikasikan bahwa pendidikan di Bengkoeloe akan lebih kondusif lagi. Hal
ini karena sebelumnya A Pruys van der Hoeven adalah asisten residen di
(afdeeling) Angkola Mandailing, dimana sejak 1862 sudah ada sekolah guru. Tentu
pengalamannya di Angkola Mandailing akan berguna untuk pengembangan pendidikan di
Bengkoloe. Sebagaimana diketahui ketika Si Sati Nasoetion mendirikan sekolah
guru di Tanobato (Afd. Angkola Mandailing) tahun 1862 jumlah sekolah negeri
sebanyak enam buah, dari mana siswa-siswa terbaik direkrut untuk siswa di
sekolah guru Tanobato (dimana angkatan pertama sebanyak 20 siswa). Sekolah guru
Tanobato berdasarkan laporan Inspektur Pendidikan Pribumi A van der Chjis
(1865) adalah sekolah guru terbaik di Hindia Belanda (lihat Nieuwe
Rotterdamsche courant: staats-, handels, nieuws- en advertentieblad, 20-03-1865).
Ini mengindikasikan kweekschool Tanobato telah mengalahkan yang di Soeracarta
dan Fort de Kock.

Dalam laporan Pendidikan tahun 1868, sudah termasuk
tentang progress pendidikan di Bengkoeloe (lihat De locomotief: Samarangsch
handels- en advertentie-blad, 16-09-1871). Seperti halnya di Jawa dan Sumatra,
di Bengkoeloe (Sumatra) juga disebutkan biaya pendidikan dikutip. Ini
mengindikasikan bahwa di Bengkoeloe juga sudah ada kesediaan para orang tua
untuk membiayai Pendidikan anak-anak mereka. Ini mengindikasikan di Bengkoeloe,
Pendidikan modern (aksara Latin) telah direspon penduduk dengan baik.


Dalam laporan pendidikan tahun 1868 hanya menggambarkan situasi dan kondisi
secara umum di wilayah pendidikan (dimana komite pendidikan/sekolah sudah ada).
Tidak ada indikasi berapa jumlah sekolah di wilayah masing-masing. Berapa
jumlah sekolah (negeri) di Bengkoeloe tidan terinformasikan; apakah hanya ada
di Moko-Moko dan Bengkoeloe; apakah di Lais sudah terealisasikan? Apakah di afdeeling
lain di Bengkoeloe sudah ada juga sekolah? Dalam beri lain, di residentie
Tapanoeli pada tahun 1870 sudah terdapat sebanyak 15 sekolah negeri dimana
sebanyak 13 sekolah berada di afdeeling Angkola Mandailing (dua lagi
masing-masing satu sekolah di afdeeling Sibolga dan afdeeling Nias). Boleh jadi
ini karena lulusan sekolah guru Tanobato sudah banyak yang diangkat sebagai
guru oleh pemerintah. Untuk sekadar catatan: Pada tahun 1868 sudah ada lima
sekolah guru di Hindia Belanda, selain yang disebut di atas, ada penambahan di
Ambon. Lulusan sekolah guru tidak semua menjadi guru pemerintah, ada yang
menjadi pegawai pemerintah (PNS) dan ada juga yang berinisiatif mendirikan
sekolah swasta.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sekolah Guru di Tanobato, Angkola Mandailing: Perkembangan
Pendidikan di Residentie Bengkulu

Sudah sejak lama di Afdeeling Angkola
Mandailing surplus dokter dan guru. Dokter-dokter asal Angkola Mandailing banyak
yang ditempatkan di wilayah lain bahkan hingga Papoea. Demikian juga guru-guru
asal Angkola Mandailing banyak ditempatkan di wilayah lain bahkan hinggan ke
Borneo. Semua itu bermula karena Pendidikan modern (aksara Latin) termasuk yang
terawal di introduksi diwilayah Angkola Mandailing. Keberadaan sekolah guru di
Tanobato (sejak 1862) dan sekolah guru di Padang Sidempoean (sejak 1879) turut
memberi kontribusi surplus guru tersebut. Guru-guru asal Angkola Mandailing
juga ada yang ditempatkan di wilayah Bengkoelen.


Guru
pertama pribumi lulusan sekolah guru di Belanda berasal dari Angkola
Mandailing, Sati Nasoetion alias Willem Iskander yang lulus tahun 1860. Sarjana
Pendidikan pertama pribumi, lulus di Belanda juga berasal dari Angkola
Mandailing, Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan, lulus 1911. Soetan
Casajangan adalah pendiri Perhimpoenan Indonesia di Belanda (1908). Guru
pribumi pertama yang meraih gelar doctor (Ph.D) juga berasal dari Angkola
Mandailing, Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia (lulus 1932). Willem
Iskander adalah kakek buyut Prof Andi Hakim Nasoetiona (rector IPB Bogor
1878-1987) dan Soetan Goenoeng Moelia adalah Menteri Pendidikan RI yang kedua
(menggantikan Ki Hadjar Dewantara).

Pada tahun 1919 di Bengkoelen dibuka sekolah dasar
berbahasa Belanda (Hollandsch Inlandsche School=HIS) yang merupakan salah satu
dari beberapa HIS yang dibuka di Hindia Belanda (lihat De avondpost, 02-05-1919).
Yang menjadi guru pertama sekaligus direktur sekolah di HIS Benkoelen adalah Todoeng
Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia (lihat De locomotief, 13-12-1919). Soetan
Goenoeng Meolia menyelesaikan sarjananya di Leiden tahun 1918.


Nederlandsche
staatscourant, 13-09-1919: ‘Dengan resolusi Menteri Koloni tanggal 10 September
1919, 9de Afdeeling No. 66, Tadoeng gelar Soetan Goenoeng Moelia, di Leiden,
diserahkan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda untuk dipekerjakan disana
sebagai guru dalam sistem pendidikan pribumi berbahasa Belanda’.

Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia
adalah pribumi pertama yang menjadi kepala sekolah HIS. Soetan Goenoeng Moelia
lahir di Padang Sidempoean tahun 1896. Ayahnya, Hamonangan Harahap adalah alumni
sekolah guru (kweekschool) Padang Sidempoean. Salah satu guru asal Padang
Sidempoean yang menjadi guru di HIS Benkoelen adalah Moehammad yang mengabdi di
HIS Benkoelen selama Sembilan tahun (1921-1930). Setelah pension Mohamad kembali
ke kampong halaman di Padang Sidempoean. Guru Moehammad tampaknya memahami
betul soal pendidikan di wilayah Residentie Bengkoelen.


De
Sumatra post, 16-03-1932: ‘Pendidikan di Bengkoelen. Tuan Pemimpin Redaksi yang
terhormat! Menanggapi artikel di Sumatra Post tentang Pendidikan di Benkoelen,
saya ingin mencatat beberapa hal sebagai koreksi. Hingga tahun 1928 hanya ada
satu Hollandsch Inlandsche School, n.1, di seluruh Residentie Benkoelen. di
kota utama Benkoelen. Saya tidak ingin menguraikan kegunaan atau keuntungan dan
kerugian dari sistem HIS saat ini, tetapi saya telah, dalam sembilan tahun
(1921-1930) saya menjadi seorang guru. di sekolah tersebut di Benkoelen, dapat menerima
siswa baru untuk masuk setiap tahun, maksimal 40 kursi. Beberapa perbaikan
terlihat ketika HIS swasta dibuka di Moeara Aman (Redjang Lebong) pada tahun
1928, yang diikuti setahun kemudian HIS Swasta di ibu kota Benkoelen. Asosiasi
Sekolah yang dimaksud dalam pasal tersebut didirikan pada tahun 1931. Saya
tidak yakin apakah itu didirikan sebelum atau setelah asosiasi tiga sekolah
telah dibangun, yakni satu HIS. satu sekolah Schakel dan satu sekolah Mulo, yang
berada di Tjoeroep, Manna dan Benkoelen. Saya menganggap sudah jelas bahwa Mulo
dibangun di kota utama Bengkoelen. Juga sangat tepat bahwa dua sekolah lainnya
didirikan di Tjoeroep dan Manna (bukan di Bengkoelen, sebagaimana disebutkan
dalam pasal tersebut). Kedua tempat tersebut berada di dua bagian terpenting
dari seluruh wilayah, yakni Redjang dan Serawai. Terima kasih banyak atas
ruangnya. Hormat kami, Moehammad. Padang Sidempoean’.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (6)

04.01.2025
Sejarah

Peta kuno keluaran Austria tentang Asia Timur dan Nusantara dari tahun 1786

03.01.2025
Sejarah

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (5)

02.01.2025
Sejarah

Foto yang diubah menjadi lukisan (3)

01.01.2025
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1747: Jakarta antara Angke dan Ancol

31.07.2024
Sejarah

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (3)

30.07.2024
Next Post

Sejarah Bengkulu (8):Kesehatan dan Dokter di Bengkulu era Pemerintah Hindia Belanda; Docter Djawa School, Siapa Dr M Yunus?

Ini Dia, Daftar Frekuensi TV Digital Telkom 4 Terbaru

Iklan

Recommended Stories

Sejarah Banten (25): Asisten Residen di Lebak Edward Douwes Dekker; Controleur Natal dan Tragedi di Mandailing Angkola

19.01.2021

Wisata Pulau Komodo | Spot Diving Terbaik Di Labuan Bajo

22.03.2016

Talbiah & Waktunya

07.07.2019

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?