Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Jambi (28): Geomorfologis Kota Jambi, Sungai Batanghari Air Mngalir Jauh; Sungai Mati, Danau Sipin dan Sungai Asam

Tempo Doelo by Tempo Doelo
10.09.2022
Reading Time: 14 mins read
0
Pesona Banyuwangi: Menelusuri Desa Kemiren Hingga Pantai Boom (Itinerary Hari Ke-2)
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jambi dalam blog ini Klik Disini 

Seperti halnya banyak kota-kota di Indonesia,
Kota Jambi berada di daerah aliran sungai. Kota Jambi berada di daerah aliran
sungai Batanghari. Sungai telah membentuk sendiri Kota Jambi dari zaman kuno,
bahkan prosesnya masih terlihat hingga ini hari. Banjir dan sedimentasi adalah
ibarat yin dan yang dalam perubahan permukaan tanah dan perubahan arus air di
sungai serta perubahan danau. Memahami perubahan serupa ini di Kota Jambi kita
sedang membicarakan masalah geomorfologis wilayah kota.


Ksota-kota
lainnya yang dapat dipahami secara geomorfologis akibat adanya pengaruh sungai
di Indonesia antara lain Jakarta, Semarang, Surabaya, Palembang, Padang,
Pontianak, Banjarmasin dan Samarinda. Satu yang unik dalam geomorfologis kota
Jambi adalah terjadinya sungai mati, sungai yang arus air mati, karena arus air
bergeser arah. Namu sungai mati di kota Jambi berbeda dengan sungai mati di
Soerabaja. Sungai mati di Kota Jambi yang sekaranfg adalah danau Spin, danai
alam, karena perbuatan perilaku sungai. Danau alam juga terdapat di kota
Palembang. Sementara di kota-kota lain ada ditemukan danau buatan, suatu
intervensi manusia dalam mempangaruhi perilakukan sungai yang tujuannya untuk
meminimalkan dampak banjir. Yang juga penting dalam hal intervensi manusia
dalam mematikan tabiat sungai yang cenderung merusakan daratan dengan banjr
adalah pembangunan kanal-kanal yang ditemukan di Jakarta, Semarang, Surabaja
dan Padang. Yang juga kerap dilupakan dalam sial ini adalah kota Bandung, kota
di pedalaman di pegunungan. suatu kota yang terkait dengan permasalahan sungai.

Lantas bagaimana sejarah geomorfologis Kota
Jambi, sungai Batanghari yang airnya mengalir sampai jauh?
Seperti yang disebut di atas, kota Jambi memiliki
sungai mati yang kini menjadi danaau Spin yang secara geomorfologis kota yang
dipengaruhi oleh perilaku sungai.
Lantas bagaimana sejarah geomorfologis Kota
Jambi, sungai Batanghari yang airnya mengalir sampai jauh? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Geomorfologis Kota Jambi, Sungai Batanghari Airnya
Mengalir Sampai Jauh; Sungai Mati dan Sungai Asam

Beberapa peneliti di era Hindia Belanda telah
mempertanyakaan soal keberadaan dan posisi GPS (kota) Jambi di zaman kuno.
Catatan Tiongkok abad ke-9 menyebut nama Tchan-pei. Dalam catatan pedagang Arab
sejaman menyebut nama Sanfin. Apakah keduanya merujuk pada nama Jambi, masih
kurang data yang mendukung. Sumber yang menyebutkan nama Jambi secara tegas
adalah teks Negarakertgama (1365). Ada juga yang menganggap Malajur dalam prasasti
Tanjore (1030) sebagai kota Melayu, merujuk pada bahasa Tamil ‘ur’ adalah kota
sehingga Malajur sebagai benteng/kota di atas bukit.


Pada saat kajian itu
dilakukan, kota Jambi berada di ketinggian 16 m dpl. Area kota Jambi yang
sekarang diduga sebagai sebuah pulau atau ujung semenanjung yang semakin
meluas, seiring dengan semakin meluasnya (semenanjung) kawasan di sebelah utara
(kini Pergunungan 30) yang juga semakin meluas. Oleh karenaya sungai Batanghari
yang awalnya bermuara di suatu teluk besar–seiring dengan meluasnyas daratan
(akibat proses sedimentasi jangka panjang)—menemukan jalan hingga mencapai laut
(terbentuk muara baru),

Apa yang bisa diperhatikan
sekarang, jika ada anggapan bahwa dahulu Jambi berada di suatu perbukitan, era
zaman perdagangan kuno Tiongkok dan Arab, kota Jambi yang sekarang dulunya
berada di pantai (sebagai semenanjung) atau di tengah perairan (sebagai pulau).
Fakta masa kini bahwa area Jambi berada di dalam suatu daratan alluvial (suatu
daratan luas yang terbentuk dari tanah alluvial akibat proses sedimentasi,
dimana sungai Batanghari membawa massa padat dari arah hulu di pegunungan Bukit
Barisan berupa lumpur/erosi dan sampah vegetasi).


Kurang lebih hal itu dengan Bukit Siguntang (Palembang) dimana ditemukan
prasasti Kedoekan Boekit (berasal dari 682 M). 
‘Dalam laporan survei geologi era Hindia Belanda disebutkan ‘Palembang
terletak di singkapan aneh yang kering, sedikit lebih tinggi’. Sebagian besar
aluvium Palembang merupakan delta dari sungai Moesi dan sungai Banju Asin yang
mengalir ke laut dengan muara yang banyak.
Aluvium ini tidak pernah
naik lebih dari 5 kaki di atas laut (biasanya hanya 2 atau 3 meter)

Apa yang bisa diamati
sekarang secara geomorfologis, haruslah membandingkan dengan catatan dari zaman
kuno. Salah satu catatan tua adalah nama Minanga yang ditemukan dalam prasasti
Kedoekan Boekit (682 M). Dalam prasasti ini juga disebut nama Sriwijaya. Pada
kurun waktu ini di dalam catatan Tiongkok disebut nama
Che-li-fo-che (671-695 M). Pada abad
ke-10 muncul nama San-fo-ts’i dan pada abad ke-11 muncul nama Fo-che dan Tu-po.


Nama-nama yang dicatat orang
India dan orang Tiongkok berbeda untuk suatu tempat yang sama. Minanga dan
Sriwijaya merujuk pada nama India. Lantas dimana berada secara tepat menurut
catatan Tiongkok nama-nama
Che-li-fo-che, San-fo-ts’i dan nama Tu-po? Ada yang menginterpretasi Che-li-fo-che adalah Sriwijaya. Orang
Tiongkok sendiri sebenarnya cenderung mengidentifikasi nama tempat (bukan nama
kerajaan). Jika Sriwujaya adalah nama suatu kerajaan, lalu dimana
Che-li-fo-che? Itu satu hal. Hal lainnya
adalah dimana San-fo-ts’i dan nama Tu-po? Secara toponimi dua nama tempat tersebut
terdapat di utara (Tambusai dan Toba) dan di selatan (Tembesi dan Tebo). Dalam
hal ini Tembesi dan Tebo berada di arah hulu Jambi di daerah aliran sungai
Batanghari.

Jika beranggapan Tebo dan Tembesi disebut pada abad
ke-11, lalu bagaimana dengan nama tempat di Jambi? Apakah nama Tchan-pei yang
disebut pada abad ke-9 adalah Jambi? Nama yang miirip dengan nama Tchan-pei
bisa Jambi atau Kompeh. Dalam peta VOC/Belanda diidentifikasi nama Jambi lama
di hilir (Muara) Kompeh dan nama Jambi baru di hulu (Muara) Kompeh (kota Jambi
yang sekarang). Jambi lama tersebut adalah Muaro Jambi (tempat ditemukan
komplek candi). Namun harus diingat nama yang mirip Tchan-pei juga ditemukan di
Deli (utara Toba). Pertanyaannnya apakah nama Tchan-pei sudah eksis pada abad
ke-9 di Jambi atau Kompeh yang sekarang?


Secara geomorfologi wilayah Muara Kompeh adalah wilayah baru, relative
terhadap wilayah Jambi yang sekarang, Muara Tembesi dan Muara Tebo. Pada peta
VOC/Belanda diidentifikasi nama Jambi (lama) di hilir (Muara) Kompeh. Ini berarti
nama Kompeh seharusnya lebih tua dari nama Jambi. Seperti disebut di atas,
secara geomorfologis wilayah kota Jambi yang sekarang di masa lampau adalah
suatu ujung semenanjung atau suatu pulau. Pada saat itu sudah barang tentu
Kompeh dan Jambi belum terbentuk sebagai daratan, kecuali di wilayah tersebut
merupakan suatu pulau (lihat elevasi kedua tempat). Satu-satunya tempat yang
lebih tinggi di hilir daerah aliran sungai Batanghari yang sekarang hanyalah
ditemukan di kota Jambi yang sekarang. Ini mengindikasikan nama tempat tertua
di kawasan hilir sungai Batanghari itu adalah di kota Jambi yang sekarang,
tetapi nama Jambi sendiri belum wujud. Dengan kata lain nama Tchan-pei yang
disebut pada abad ke-9 tinggal satu pilihan yakni di Deli.

Jika nama Jambi belum wujud pada abad ke-9, lalu
nama tempat apa yang mengindikasi nama tempat di kota Jambi yang sekarang?
Bagaimana dengan nama Telanaipura? Suatu nama India, lalu apakah orang Tiongkok
menyebutnya
Che-li-fo-che? Dimana posisi GPS
Telanaipura?


Ada satu masa nama-nama tempat
dengan nama pura (kota) yang dalam bahasa Tamil ur’ diartikan sebagai kota.
Telanaipura berarti kota Telanai. Nama-nama pura yang diduga sejaman adalah
Martapura (Lampung dan Kalimantan Selatan), Indrapura (Bengkulu), Singapura
(Semenanjung Malaya), Soekapura (Jakarta), Tanjungpura (Karawang dan Kalimantan
Barat dan Langkat) dan Indrapuri (Atjeh). Invasi Tamil ke Selat Malaka ada satu
nama negeri yang menggunakan kata ‘ur’ yakni Malajur (lihat prasasti Tanjore 1030
M). Selain Malajur dalam prasasti tersebut, nama-nama lain adalah Panau,
Linagasogam dan Takkolam. Tiga nama ini diduga di wilayah Tapnuli di Padang
Lawas, Pane, Binanga Sunggam dan Angkola. Tidak ada nama yang mirip secara
toponimi di wilayah yang lebih selatan, termasuk di wilayah Jambi.

Jika Che-li-fo-che pada abad ke-7 bukan nama tempat, lantas apakah Che-li-fo-chi adalah Telanaipura? Che-li-fo-chi lebih mirip Telanaipura
dari Sriwijaya (Te-lanai-pu-ra atau Te-lanai-pu-ri). Dalam hal ini dapat
dihubungkan dengan nama-nama Tembesi (Te-mbe-si) dan Tebo (Te-bo) yang
dibedakan di utara Tambusai (Ta-mbu-sai) dan Toba/Taba (Ta-ba). Nama Tu-po sudah
muncul pada abad ke-11. Tebo dan Toba sama-sama merujuk nama India. Bagaimana
dengan nama Bangko dan Sarolangun? Holing atau Poling? Harus diingat bahwa di Sungai
Penuh dan Bangko (Mandiangin) di daerah aliran sungai Tembesi ditemukan sebelas
pelat logam dengan prasasti, yang mana sejauh ini belum terpecahkan dan di
Sarolangoen, juga ditemukan ganeca setinggi 1,73 meter yang belum selesai
dibangun.


Ada nama lainnya yang disebut berasal dari abad ke-7 dalam catatatan
Tiongkok yakni K’ouen-Louen (Perancis: Kw’un-lun). Nama-nama lainnya yang
muncul kemudian adalah nama Holing dan Poling, Beberapa peneliti ada yang berpendapat
bahwa Holing dan Poling berbeda. Ada yang memberi interpretasu Poling menjadi
Polimpang (Palembang) dan nama Holing ditemukan di wilayah Padang Lawas Barnang
Kolong dan Pidjor Koling. Jelas dalam hal ini Poling dan Srieijaya berbeda,
nama tempat dan nama kerajaan. Tapia da juga yang berpendapat Holing berbeda
denga Kalang (Kalingga) dan Kelang.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sungai Mati dan Sungai Asam: Mengapa Sungai Mati,
Mengapa Danau Bisa Hidup?

Secara geomorfologis, penanda navigasi kuno di
wilayah Kota Jambi yang sekarang adalah dua situs penrting, yakni danau Sipin
dan sungai Asam. Duan ama ini merujuk pada nama India. Danau Sipin dalam hal
ini adalah sungai mati yang pada akhirnya dikenal sebagai danau. Pada punggung sungai
mati/danau Sipin ini kemudian dikenal nama tempat Telanaipura. Ini sedikit
menjelaskan bahwa dimana kota Telanaipura terbentuk, seperti disebut di atas
berada di suatu pulau atau suatu semenanjung di sisi barat (yang mana kota
Telanaipura ini awalnya berada di sisi sungai Batanghari dan sungai Assam
sendiri adalah sungai baru yang terbentuk di sisi timur pulau/semenenajung.
Pada area antara sungai mati/danau Sipin dan sungai Asam ini terbentuk
pemikiman/kota perdagangan di daratan yang memiliki ketinggian.


Pada
masa sebelumnya arus sungai Batangjhari melalui danau Sipin dimana kota
Telanaipura berada. Namun dalam perkembangannya terjadi perubahan geomorfologi
sungai dimana arus sungai menerjang daratan aluivial sehingga arah arus sungai
menjadi lurus. Akibat arah arus sungai yang berubah, menyebabkan alur sungai di
area kota Telanaipura terisolir yang dalam perkembangannya tertutup di arah
hulu tetapi masih terbuka di arah hilir (sungai mati). Pada pera-peta Portugis/VOC
sungai mati ini di arah selatan sudah tertutup (mungkin terjadi pendangkalan
karena proses sedimentasi (akhirnya sungai tertutup sehingga sungai yang terisolir
benar-benar mati (yang kemudian sekan terbentuk danau baru yang disebut danau
Sipin). Pada peta-peta tersebut diidentifikasi di arah utara sungai mati sebuah
sungai yang diidentifikasi dengan kanal (Canaly). Apakah kanal ini adalah kanal
kuno yang masih eksis hingga era Telanaipura?

Adanya kanal di sisi utara sungai mati diduga
untuk jalur transportasi air dari arah hulu sungai Batanghari masuk ke kota
Telanaipura (di sungai mati). Dalam hal ini intervensi manusia terhadap alam.
Bagaimana terbentuknya nama Kenali Asam pada masa kini adalah soal lain lagi.
Namun di masa kuno, sungai mati yang membentuk danau simana dibangun kanal.
Muara kanal di danau ini diduga yang menjadi asal usul nama Teluk Kenali,


Satu
pertanyaan penting adalah mengapa dibangun kanal dari arah hulu sungai
Batanghari ke danau Sipin di kota Telanaipura? Besar dugaan kanal ini dibangun
sehubungan dengan kehadiran orang Eropa/Portugis yang mengambil tempay di sisi
utara sungai Batanghari  (bersebarangan
dengan kota Telanaipura). Saat itu sungai mati di arah selatan menjadi gate
untuk masuk ke wilayah kerajaan Telanaipura. Di seberang pintu keluare inilah
di sisi yang lain sungai Batanghari pedagang Portugis membangun lgi (yang
kemudian digantikan oleh VOC/Belanda dan Inggris).

Nama Telanaipura diduga adalah nama kuno yang sejaman
dengan nama-nama kota yang menyandang nama pura. Dalam perkembangan kemudian di
wilayah hilir sungai Batanghari di sisi utara sungai Batanghari di sebelah
timur laut terbentuk kota baru Jambi (kini Muara Jambi).Jambi diduga merujuk
pada nama India, Jambu atau Ambu (bukan nama buah seperti nama sungai Asam,
tetapi nama-nama negeri di India). Di utara Toba/Deli terdapat nama kota
Jambuarue atau Amboearoe (aru dalam bahasa India selatan adalah air atau
sungai).
 


Nama
tempat dengan menggunakan nama aru diduga lebih tua dari nama menggunakan pura.
Nama-nama tempat dengan menggunakan nama aru, selain Jambuaroe, juga ada nama
Baroemoen, Aroekan (Rokan), Baroes dan Saroelangun. Lalu apakah nama Jambu atau
Jambi dalam hal ini di Muaro Jambi sebagai nama baru atau nama kuno? Nama kuno
yang berawal di Muaro Jambi (dimana ditemukan komplek candi) kemudian relokasi
ke kota Telanaipura di wilayah hulu (kota Jambi yang sekarang)?

Nama Telanaipura dan nama Jambu (yang menjadi
asal usul nama Jambi) diduga adalah nama yang sejaman. Jambu di hilir dan
Telanaipura di hulu. Lebih tua lagi kea rah gulu Tembesi, Tebo dan Bangko serta
Sarolangun. Nama (pulau) Bangka juga diduga sejaman dengan nama Bangko di hulu
sungai Batanghari. Dalam hal ini nama Asam (Assam) juga diduga sejaman dengan
Telanaipura dan Jambu/Jambi.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Jambi (29): Kota Tua Telainapura dan Kota Baru Kenali Asam; Kota Pura di Danau Alam dan Kanal Tua Awal Navigasi

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Para kelasi dan prajurit KNIL Laut (1)

Iklan

Recommended Stories

Menyembunyikan Amalan Itu Lebih Utama (Agar Ikhlas)

Menyembunyikan Amalan Itu Lebih Utama (Agar Ikhlas)

10.08.2017

Sejarah Aceh (38): Sejarah Perjalanan Haji di Aceh, Wilayah Paling Dekat ke Mekkah; Sejarah Perjalanan Haji Era Hindia Belanda

02.01.2021

Resep Cara Membuat Ayam Bumbu Bali Enak Mudah

06.06.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?