Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (797): Pelurusan Sejarah Zaman Kuno di Nusantara; Narasi Sejarah Hindia Belanda Tidak Valid Lagi

Tempo Doelo by Tempo Doelo
26.08.2022
Reading Time: 7 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Ada perbedaan motif para peneliti/ahli sejarah era
Hindia Belanda dibandingkan era Indonesia masa kini. Para peneliti era Hindia Belanda
(orang Belanda khususunya) ruang lingkup penyelidikannya sejara era VOC/Belanda
dan era Portugis serta zaman kuno. Tujuan mereka hanya satu menemukan fakta
yang sebenarnya, menganalisis dengan teliti dari data yang tersedia (saat itu).
Motif mereka umumnya hanya bersifat akademik untuk kebenaran ilmu pengetahuan.

Ada perbedaan ketersedian data sejarah pada era Hindia
Belanda dengan era masa kini. Pada masa Hindia Belanda, para peneliti terbilang
masih sangat terbatas ketersediaan data. Metode pengumpulan data dan analisis
masih bersifat manual. Meski tujuannya murni untuk tujuan ilmu pengetahuan,
tetapi dengan keterbatasa serupa hasilnya valid pada masa itu tetapi nilai
validitasnya berbeda dengan hal yang sama diselidiki kembali. Pada masa ini
tidak hanya secara akumulatif data semakin tersedia, tetapi juga semakin terdokumentasi
dengan baik. Teknologi informasi masa kini membedakan tools yang digunakan masa
lalu. Oleh karenanya banyak hasil penelitian yang dilakukan pada era Hindia Belanda
tidak valid lagi. Seharusnya penyelidikan masa kini pada topik yang sama
harusnya lebih baik jika dibandingkan pada masa lalu. Satu yang penting
hasil-hasil penelitian masa lalu juga perlua dibaca, dipahami agar penyelidikan
masa ini dapat membenarkan dan juga dapat memperbaiki kesalahan yang ada.

Lantas bagaimana sejarah pelurusan sejarah zaman
kuno Nusantara? Seperti disebut di atas, era Hindia Belanda sudah banyak
dilakukan, tetapi dalam konteks narasi sejarah era Hindia Belanda sudah banyak
yang tidak valid lagi.
Lalu
bagaimana sejarah pelurusan sejarah zaman kuno Nusantara? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pelurusan Sejarah Zaman Kuno Nusantara; Narasi Sejarah
Era Hindia Belanda Tidak Valid Lagi

Sementara VOC/Belanda semakin kuat di nusantara (setelah
Portugis terusir dan Spanyol menyingkir ke Filipina), dengan pesaing kuatnya
terutama Inggris, penyelidikan peta nusantara selesai, dalam perkembangannya
diantara orang-orang Belanda mulai ada beberapa orang yang melakukan penyelidikan
sejarah Nusantara. Dua topik yang penting dalam hal ini, pada awal permulaan penyelidikan
itu adalah tentang situasi dan kondisi geografi nusantara dan tentang peranan
orang-orang Belanda sejak kehadiran Belanda (khususnya sejak era VOC).


Dalam penyelidikan geografi nusantara itu, peta nusantara yang telah
terbangun sejak era Portugis diupdate dengan laporan-laporan yang terkumpul
dari para pedagang VOC di berbagai pulau/daerah. Dalam penyelidikan ini
diidentifikasi berbagai daerah dimana kerajaan-kerajaan terbentuk. Peran para
pedagangan VOC dan persitiwa kerjadian yang terjadi selama kehadiran Belanda,
terutama setelah VOC dihubungkan dengan lalu lintas perdagangan dan perang yang
terjadi antara VOC dengan kerajaan-kerajaan. Sejumlah penelitian awal ini
dilakukan oleh Georg Eberhard Rumphius, Francois Valentijn, Saint Martin dan
Cornelis Chastelein. Francois Valentijn secara khusus menggunakan data yang tersedia
di dalam catatan Kasteel Batavia (Daghregister) dan dokumen pemerintahan VOC
(seperti laporan-laporan dan plakaat). Dalam laporan-laporan yang digunakan
termasuk peta-peta/sketsa dan lukisan-lukisan yang dibuat para pedagang. Satu
yang penting hasil penyelidikan iti adalah buku yang diterbitkan oleh Francois
Valentijn dalam beberapa volume yang mulai diterbitkan 1722-1726)..

Dalam penyelidikan lebih lanjut, terutama setelah di
Batavia dibentuk 1778 lembaga ilmu pengetahuan yang diinisiasi oleh Radermacher.
Sejak Lembaga ini dibentuk laporan-laporan spesifik mulai muncul tentang sejara
local dan peran VOC dari masa ke masa. Pengumpulan benda-benda kuno dan
penyelidikan situs-situs kuno sejak era Hindoe dan juga termasuk situs-situs
tua VOC. Penyelidikan ini termasuk dengan menggabungkan data dan dikumen VOC.
Era inilah yang dapat dikatakan penyidikan nusantara secara masif dan lebih
mendalam.


Para peneliti-peneliti asing juga mulai mengambil bagian dalam sejarah
Nusantara, terutama para peneliti-peneliti Inggris. Satu yang penting perlu
dicatat disini adalah nama William Marsden. Dalam kegiatan penyelidikan William
Marsden juga termasuk topik khusus tentang sejarah dan bahasa Melayu. Fokus
penelitian Marsden hanya terfokus di Sumatra dengan bukunya yang terkenal The
History of Sumatra (terbit pertama 1781). Seperti kita lihat nanti peneliti
Inggris lain focus di Jawa, Rafless dengan bukunya yang terkenal The History of
Java yang terbit tahun 1818.

Pada era Pemerintah Hindia Belanda (terutama pasca pendudukan
Inggris), penyelidikan sejarah nusantara semakin intens dilakukan. Fungsi Lembaga
ilmu pengetahuan Batavia menjadi sangat strategis. Para pejabat yang ditempatkan
di daerah, terutama di daerah dimana cabang pemerintahan dibentu, tidak hanya
menulis laporan tahunan dan laporan akhir masa jabatan, juga selama dan setelah
menjabat para pejabat tersebut menjadi bagian dari anggota lembaga ilmu
pengetahuan Batavia. Para peneliti yang datang khusus dari Belanda semakin
banyak datang, baik sebagai tugas universitas maupun dalam kaitannya dengan organisasi
profesi termasuk organisasi lembaga ilmu pengetahuan Batavia.


Lembaga ilmu pengetahuan Batavia, terus berkembang dan memainkan banyak
peran dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan di nusantara.
Kegiatan Lembaga sejak era VOC diteruskan seperti laporan perjalanan, penerbitan
buku-buku dan pertemuan-pertemua ilmiah dan pertemuan tahunan. Satu yang
penting fase awal ini adalah lembaga ilmu pengetahuan menerbitkan jutnal (semi)
ilmiah yang kali pertama terbit tahun 1836. Jurnal in cukup lama bertahan, dan
menjadi salah satu sunber data sejarah nusantara yang penting. Jangan dilupakan
bahwa surat kabar yang pertama di Batavia telah terbit sejak 1810 dan kehadiran
surat kabar tidak pernah berhenti, dan jumlahnya semakin banyak, adalah sumber
sejarah yang penting juga. Di dalam surat kabar ini kemudian artikel sejarah
juga ditemukan, meski sifatnya popular, tetapio juga kerap redaksi menurunkan
artikel berseri yang didasarkan pada buku baru yang terbit atau buku yang
tengah fase persiapan percetakan.

Dalam hal sejarah nusantara, yang dalam
perkembangannya hanya lebih terfokus pada wilayah Hindia Belanda (baca:
Indonesia), berbagai laporan diterbitkan dan berbagai analisis dan buku-buku
diterbitkan, tertutama dari kalangan akademisi di Hindia Belanda maupun di
Belanda, secara akunulatif telah membentuk data sejarah Indonesia (baca: Hindia
Belanda) dan membentuk daftar bibliografi Indonesia yang semakin panjang. Dalam
daftar ini juga termasuk diantaranya ditulis oleh orang-orang pribumi yang
terpelajar (termasuk tesis dan desertasi).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Narasi Sejarah Era Hindia Belanda Tidak Valid Lagi:
Tugas Peneliti/Ahli Sejarah Masa Kini Tidak Hanya Sekadar Membaca dan Mengutip

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (798): Pelurusan Sejarah Zaman Baru di Indonesia; Narasi Sejarah Indonesia Kini Ada Tidak Reliabel

SENGSARA PASTI DATANG JIKA PANGKAT DAN HARTA UNTUK BERBUAT ZHALIM

Iklan

Recommended Stories

Resep Cannoli Original Sisilia Menggunakan Bahan Lokal

21.06.2024

Mr. Assaat gelar Datuk Mudo ketika menjadi pimpinan sidang BP-KNIP di Malang, 1947

17.04.2017

Waleed Shaath, Bayi yang Genapi Jumlah Penduduk Gaza Menjadi Dua Juta Jiwa

13.10.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?